NovelToon NovelToon
PEWARIS KEKUATAN SEJATI

PEWARIS KEKUATAN SEJATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

“Ketika aku masih menjadi Tuan Muda, kalian semua menghormatiku. Namun, setelah dantianku hancur, bahkan keluargaku sendiri menganggapku sampah.”

“Aku telah mengorbankan segalanya untuk kalian. Apakah penghinaan dan pengkhianatan ini balasan yang pantas kuterima?”

Dikhianati sekte, dihina keluarga, dan ditinggalkan orang-orang yang dicintainya, Qin Xuan kehilangan segalanya.

Namun, ketika semua orang menganggapnya tidak berguna, sebuah pagoda misterius justru memilihnya sebagai penguasa.

Mereka telah menghancurkan hidupnya. Kini, Qin Xuan akan membuktikan bahwa mereka telah meremehkan orang yang salah.

🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Warisan Iblis Pedang

Qin Heng meronta ketika tangan Qin Xuan mencengkeram lehernya. Wajahnya memerah, sementara kedua kakinya menggantung tanpa mampu menyentuh tanah.

“Obatnya... ada di balik pakaianku!” katanya dengan susah payah.

Qin Xuan segera mengambil botol obat dari dada sepupunya, lalu melemparkan Qin Heng ke tanah. Ia tidak lagi mempedulikan lelaki itu dan bergegas menghampiri Ling'er.

“Ibu, bantu aku.”

Liu Qingyue mengangkat kepala putrinya dengan hati-hati. Qin Xuan membuka botol dan memberikan sebagian obat kepada Ling'er. Setelah memastikan obat itu tertelan, ia menunggu dengan perasaan gelisah.

Beberapa saat kemudian, Ling'er terbatuk dan mengeluarkan darah yang menggumpal. Warna pucat di wajahnya sedikit berkurang.

“Kakak...” bisiknya.

Qin Xuan segera menggenggam tangan gadis itu.

“Kakak di sini. Kau tidak perlu takut lagi.”

Ling'er berusaha tersenyum, kemudian menoleh kepada ibunya.

“Ibu...”

Liu Qingyue memeluk putrinya sambil menangis. Sejak mendengar kedua anaknya terluka, ia terus membayangkan kemungkinan terburuk. Kini, setidaknya Ling'er masih bisa membuka mata dan berbicara.

Qin Xuan menghela napas lega. Namun, ia mengetahui bahwa obat tersebut hanya mampu mempertahankan nyawa Ling'er untuk sementara. Luka-lukanya terlalu parah. Tanpa Pil Pemulih Roh, keselamatannya belum terjamin.

Setelah menyerahkan Ling'er kepada ibunya, Qin Xuan berdiri dan berbalik menghadap Qin Heng.

“Sekarang giliranmu.”

Qin Heng yang baru sadar berusaha bangkit. Namun, Qin Xuan sudah menarik kerahnya dan menampar wajahnya hingga beberapa gigi depannya terlepas.

“Ampun! Kakak Qin Xuan, aku salah!”

Qin Xuan menekan bahunya hingga berlutut.

“Tadi kau menyuruhku bersujud demi mendapatkan obat. Sekarang kau harus tahu bagaimana rasanya?”

Ia memaksa kepala Qin Heng membentur lantai batu berulang kali. Darah mulai membasahi permukaan tanah.

“Cukup, Kakak Qin Xuan!” seru Qin Qianqian. “Bagaimanapun, kalian masih keluarga!”

Qin Xuan berhenti dan menoleh kepadanya.

“Keluarga?”

Ia teringat bagaimana Qin Heng mempermainkannya ketika Ling'er hampir mati. Bahkan Qin Qianqian sendiri meminta rahasia teknik sekte sebagai imbalan untuk menyelamatkan gadis itu.

“Ketika aku berlutut tadi, mengapa tidak ada yang mengingatkan Qin Heng bahwa kami masih keluarga?”

Qin Qianqian terdiam.

Qin Heng menangis sambil merangkak mundur.

“Aku benar-benar menyesal! Kalau Kakak mengampuniku, aku akan melakukan apa saja!”

Qin Xuan memandangnya tanpa menjawab. Ia sudah mengangkat tangan untuk mengakhiri hidup sepupunya ketika suara lelaki misterius terdengar di benaknya.

“Anak muda, membunuhnya begitu saja hanya akan menyia-nyiakan sisa umurnya.”

Qin Xuan teringat kesepakatan mereka di dalam pagoda. Ia telah menyerahkan seratus tahun sisa umur untuk memulihkan Dantiannya.

“Senior, bagaimana cara mengambil sisa umur seseorang?”

“Akan kuajarkan kepadamu.”

Sebuah metode asing segera muncul dalam pikirannya.

Sementara Qin Xuan mempelajarinya, Qin Heng terus memohon.

“Aku bersedia melakukan apa pun! Asalkan Kakak membiarkanku hidup!”

Qin Xuan menatapnya. “Benarkah apa pun?”

“Benar! Bahkan kalau Kakak menyuruhku membunuh adikku sendiri, aku akan melakukannya!”

Orang-orang di sekitarnya bergidik mendengar jawaban itu.

Qin Xuan tidak lagi ragu. “Kalau begitu, serahkan hidupmu.”

Telapak tangannya menghantam Dantian Qin Heng. Dengan menjalankan metode yang baru diterimanya, Qin Xuan mulai menyerap sisa umur sepupunya.

Qin Heng menjerit. Wajahnya menua dengan cepat, rambutnya memutih, dan tubuhnya semakin kurus. Tak lama kemudian, ia terkulai tanpa nyawa, meninggalkan jasad yang mengering.

Para murid Keluarga Qin mundur ketakutan.

“Teknik macam apa itu?”

“Dia bisa membuat orang mati mengering!”

Qin Qianqian menatap Qin Xuan dengan wajah pucat. Pemuda yang dahulu selalu membimbingnya dengan sabar kini terasa begitu asing.

Namun, Qin Xuan tidak mempedulikan pandangan mereka. Ia mengangkat Ling'er ke punggungnya, lalu mendekati gerbang.

“Siapa yang masih ingin menghalangi kami?”

Tidak seorang pun bergerak.

Dengan Liu Qingyue berjalan di sisinya, Qin Xuan akhirnya memasuki kediaman keluarga yang sebelumnya menolak kehadirannya.

Di kamar Liu Qingyue, Qin Xuan membaringkan Ling'er di tempat tidur. Ibunya segera mengambil kain bersih untuk merawat luka-luka putrinya.

“Xuan'er,” panggil Liu Qingyue ketika melihat putranya hendak duduk, “apa yang sebenarnya terjadi dengan kekuatanmu?”

Qin Xuan memandang wajah ibunya yang masih dipenuhi kecemasan.

“Aku sudah menemukan cara untuk memulihkan Dantianku, Ibu. Tetapi sekarang yang terpenting adalah mendapatkan Pil Pemulih Roh.”

Liu Qingyue mengangguk. Ia ingin bertanya lebih banyak, tetapi melihat putranya masih terluka, ia memilih tidak mendesak.

“Ibu akan menjaga Ling'er. Kau juga harus beristirahat.”

Qin Xuan duduk bersila di dekat tempat tidur. Setelah memastikan napas adiknya lebih stabil, ia memusatkan pikiran pada cincin giok hitam peninggalan ayahnya.

Kesadarannya segera kembali memasuki Pagoda Pemakaman Langit.

“Senior, aku ingin mengetahui lebih banyak tentang Tubuh Dewa Segala Hukum.”

Sosok samar muncul di hadapannya.

“Tubuh Dewa Segala Hukum pernah termasuk sepuluh tubuh dewa terkuat di dunia,” jawab lelaki misterius itu.

Qin Xuan terkejut.

“Kalau begitu, mengapa aku tidak pernah merasakan keistimewaannya?”

“Karena tubuh itu juga bisa menjadi tubuh yang paling tidak berguna.”

Melihat kebingungan Qin Xuan, sosok misterius tersebut melanjutkan penjelasannya.

Tubuh Dewa Segala Hukum membutuhkan darah dari berbagai tubuh istimewa untuk membangkitkan seluruh potensinya. Tanpa darah tersebut, pemiliknya hampir tidak berbeda dari manusia biasa.

“Darah Dao milik salah seorang pemilik pagoda terdahulu telah membangkitkan tubuhmu. Namun, sebagian besar kekuatannya masih tersimpan jauh di dalam tubuhmu.”

“Berarti aku bisa menjadi lebih kuat dengan menyerapnya?”

“Bisa, tetapi harus sedikit demi sedikit. Kalau kau memaksakannya, tubuhmu justru akan hancur.”

Qin Xuan mengangguk, mulai memahami bahwa kekuatan besar tersebut juga memiliki batasan.

“Selain itu,” lanjut sosok misterius tersebut, “untuk menerobos ke Alam Bela Diri Sejati, kau membutuhkan darah dari pemilik tubuh istimewa yang tercatat dalam Peringkat Tubuh Dewa Tai Xuan.”

Qin Xuan mengenal daftar itu. Di Daratan Tai Xuan, terdapat seratus delapan tubuh istimewa yang diakui memiliki kekuatan luar biasa.

Bahkan Tubuh Tempur Seribu Api yang berada pada peringkat terakhir sudah cukup untuk menjadikan pemiliknya seorang genius yang diperebutkan berbagai kekuatan besar.

“Bagaimana mungkin aku mendapatkan darah seperti itu?” tanyanya.

Sosok misterius tersebut menunjuk ke tengah ruangan.

“Bukankah ada satu pemilik tubuh istimewa di sini?”

Qin Xuan mengikuti arah tangannya.

Iblis Pedang.

Pendekar legendaris itu memiliki Tubuh Pedang Asal Sejati, tubuh istimewa yang menempati peringkat ketiga belas.

Qin Xuan segera mendekati jasadnya. Dengan bantuan pagoda, ia dapat melewati tekanan pedang mengerikan yang masih menyelimuti tubuh Iblis Pedang.

“Maafkan aku, Senior Iblis Pedang. Aku membutuhkan sedikit darahmu.”

Setelah memberi hormat, Qin Xuan membentuk pedang dari energi dan mengayunkannya ke lengan jasad tersebut.

Dentang keras terdengar.

Pedangnya terpental, sedangkan kulit Iblis Pedang sama sekali tidak terluka.

Qin Xuan mencoba beberapa kali, tetapi hasilnya tetap sama.

“Bahkan setelah meninggal, tubuhnya masih sekuat ini?”

“Dengan kekuatanmu sekarang, mustahil menembus pertahanannya,” jawab sosok misterius itu.

Qin Xuan segera membungkuk.

“Senior, aku baru memperoleh enam puluh tahun sisa umur. Bisakah itu digunakan untuk meminta bantuan?”

“Enam puluh tahun dari seorang ahli Alam Bela Diri Sejati tidak cukup. Bawakan dua ratus tahun sisa umur dari ahli Alam Bintang Langit.”

Qin Xuan terdiam.

Menghadapi ahli Alam Bintang Langit dalam keadaannya sekarang sama saja dengan mencari kematian.

“Kalau begitu, ajarkan aku teknik yang lebih kuat agar suatu hari aku mampu menghadapi mereka.”

“Kau harus menyerahkan seluruh enam puluh tahun sisa umur yang baru kau dapatkan.”

Qin Xuan segera menyetujuinya.

Ia membutuhkan kekuatan untuk melindungi keluarganya. Baginya, sisa umur yang panjang tidak akan berarti jika ia tidak mampu mempertahankan nyawa orang-orang yang disayanginya.

Setelah menerima pembayaran itu, sosok misterius mengulurkan tangan. Sebuah pedang hitam berukuran besar terbang dari sisi jasad Iblis Pedang.

“Ini Pedang Iblis Hitam, senjata yang dahulu digunakan Iblis Pedang. Aku akan mengajarkan Jurus Pertama Teknik Pedang Gelombang Api.”

Api hitam menyelimuti bilah pedang.

Sosok misterius mengayunkannya sekali.

Gelombang api raksasa melesat melintasi ruangan dan menghantam dinding pagoda. Qin Xuan mundur beberapa langkah, terkejut oleh kekuatan serangan tersebut.

Kemudian, pengetahuan tentang jurus itu langsung memasuki pikirannya.

“Sekarang cobalah.”

Qin Xuan meraih gagang Pedang Iblis Hitam, tetapi senjata tersebut tidak bergerak sedikit pun.

“Gunakan hubunganmu dengan pagoda untuk menekan kehendak pedang itu,” ujar sosok misterius.

Qin Xuan memejamkan mata dan memusatkan pikirannya. Perlahan, ia merasakan hubungan antara dirinya dan pagoda. Setelah beberapa saat, Pedang Iblis Hitam akhirnya terangkat.

Ia segera menjalankan teknik yang baru dipelajarinya.

Api hitam menyala pada bilah pedang. Ketika Qin Xuan mengayunkannya, gelombang api sepanjang sekitar sepuluh meter melesat ke depan.

Sosok misterius yang memperhatikannya menjadi sedikit terkejut. Qin Xuan mampu menggunakan jurus tersebut hanya dengan sekali lihat.

“Bagus. Sekarang kau boleh pergi.”

Qin Xuan mengerutkan kening. “Hanya satu jurus untuk enam puluh tahun sisa umur?”

“Teknik itu memiliki tiga jurus. Kalau ingin mempelajari jurus kedua, bawakan dua ratus tahun sisa umur dari ahli Alam Bintang Langit.”

Qin Xuan hanya bisa tersenyum pahit.

Ia hendak kembali berlatih ketika suara ibunya tiba-tiba terdengar dari dunia luar.

“Xuan'er! Cepat bangun!”

Qin Xuan segera menarik kesadarannya dari pagoda.

Begitu membuka mata, ia melihat Liu Qingyue berdiri di hadapannya. Pakaian ibunya kusut dan kotor, sementara air mata mengalir di pipinya.

“Ibu, ada apa?”

Liu Qingyue berusaha berbicara, tetapi suaranya bergetar.

“Ling'er... mereka membawa Ling'er pergi!”

Wajah Qin Xuan seketika berubah.

......................

Bersambung...

1
ibarumbung
karya yang bagus
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Jujun Adnin
lagi
syarif ibrahim
lanjut menjadi kuat dan bisa buat pil tingkatan tertinggi💪💪💪
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Maju terus 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees boos 🌽🔥
Gege Mas
gasss Thor..10k kata sekali update...
Otna Forever: Asiaaaaap, bentar bosku 🙏
total 1 replies
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🌽🔥
Adek Darmansyah
Gasss up ny thor
Otna Forever: Asiaaaaap nti bntar aku up lagi 🙏
total 1 replies
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Taktik jitu🌽🔥
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!