NovelToon NovelToon
Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Mafia / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: bubu1234

yuna adalah perempuan cantik mandiri, dan cantik dipaksa nikah dengan Marco hanya karena kesepakatan bisnis keluarga nya
Marco adalah laki-laki yang dinggin,cuek,dan dikenal sebagai raja mafia yang namanya disegani bahkan ditakuti diseluruh dunia baginya hidup hanyalah tentang kekuatan, kekuasaan,dan kekayaan semua orang memanggil nya "Qing"
Yuna memiliki 2 sahabat terbaik nya bernama Yona dan jisoo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubu1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

benci jadi cinta (bab 9) di ambang kematian

Detik demi detik berlalu bagaikan jarum yang menusuk-nusuk hati Marco. Dia berdiri terpaku di depan pintu ruang perawatan intensif, matanya tak lepas dari bayang-bayang tubuh kecil yang terbaring di balik kaca itu. Wajahnya basah oleh air mata yang tak lagi ia sembunyikan. Tidak ada lagi sosok Qing yang kejam dan ditakuti — hanya seorang lelaki yang ketakutan kehilangan seluruh dunianya.

Jam menunjukkan pukul tiga pagi. Suara mesin pemantau jantung yang tadinya berdetak pelan namun stabil, tiba-tiba berubah. Bunyi yang teratur itu kini mulai melambat, lalu terputus-putus.

Tepat saat itu, pintu terbuka. Dokter keluar dengan wajah yang berat dan penuh kesedihan. Dia menatap Marco dengan tatapan yang sudah cukup menceritakan segalanya.

"Tuan Marco..." suaranya pelan dan lembut. "Kami sudah melakukan yang terbaik. Tapi tubuhnya... sepertinya mulai menyerah. Dia sedang tidak merespons pengobatan. Waktunya mungkin tidak banyak lagi."

Kalimat itu menghantam Marco hingga ke tulang sumsum. Lututnya yang selalu tegap kini ambruk. Dia jatuh berlutut di lantai dingin itu, tubuhnya gemetar hebat seakan bumi sedang berguncang di bawahnya.

"Tidak... tidak mungkin..." suaranya serak dan pecah, matanya menatap kosong ke arah dokter. "Kau berbohong, kan? Katakan padaku kau berbohong! Dia tidak boleh pergi! Aku belum sempat meminta maaf! Aku belum sempat mengatakan padanya betapa aku mencintainya lebih dari nyawaku sendiri!"

"Kau boleh masuk sebentar. Dia mungkin bisa mendengar mu," ucap dokter lembut, menepuk bahunya dengan simpati.

Marco bangkit dengan susah payah, kakinya terasa berat bagaikan terikat rantai. Setiap langkah menuju ke arah Yuna terasa seperti berjalan di atas pecahan kaca yang tajam. Saat dia berdiri di tepi ranjang, dia melihatnya — wajah Yuna begitu tenang, begitu damai, namun napasnya kini sangat lemah dan dangkal, seakan setiap tarikan napas adalah perjuangan yang menyakitkan baginya.

Marco jatuh berlutut di samping ranjang. Dia menggenggam tangan Yuna yang terasa lebih dingin dari sebelumnya, menempelkannya ke pipinya, membasahinya dengan air matanya yang jatuh deras.

"Yuna... Sayangku... Aku di sini. Aku datang..." suaranya bergetar, dia berusaha tersenyum walau hatinya hancur. "Tolong buka matamu sebentar saja. Sekali lagi, tolong... Biarkan aku melihat matamu yang indah itu."

Seakan mendengar panggilannya, jari-jari Yuna bergerak pelan di dalam genggamannya. Kelopak matanya bergerak, dan perlahan, dengan susah payah, matanya terbuka sedikit. Tatapannya kabur, tapi dia tahu siapa yang ada di hadapannya. Bibirnya tersenyum tipis — senyum terindah sekaligus yang paling menyedihkan yang pernah dilihat Marco.

"Marco..." suaranya begitu lemah, hampir tak terdengar.

"Aku di sini, Sayang. Jangan bicara dulu, simpan tenagamu," pinta Marco lembut, menahan isak tangisnya.

"Tanganmu... hangat..." bisik Yuna, matanya perlahan mulai berkaca-kaca. "Maaf... aku tidak bisa menepati janjiku..."

"Jangan minta maaf! Kamu tidak salah apa-apa! Aku yang seharusnya minta maaf... maaf karena aku membiarkanmu masuk ke dalam hidupku yang gelap ini. Maaf karena aku tidak bisa melindungi mu

dengan lebih baik lagi..." Marco mencium punggung tangan Yuna berkali-kali, seakan takut melepaskannya walau sedetik pun. "Kalau kau harus pergi... bawalah hatiku bersamamu. Karena tanpa dirimu, hatiku sudah mati."

Yuna berusaha mengangkat tangannya yang berat, menyentuh wajah Marco dengan gemetar pelan. Sentuhannya begitu ringan, namun terasa membakar hati Marco.

"Jangan sedih... oke? Kamu adalah orang terbaik yang pernah aku temui... meskipun kamu terlihat menyeramkan di awal..." Yuna terkekeh pelan, lalu batuk lemah. "Jaga dirimu... untukku... Temui aku lagi di kehidupan selanjutnya... Di sana... semoga kita bertemu lebih dulu... dan tidak ada kebencian di antara kita..."

Napasnya makin pelan. Tatapannya mulai samar, namun tetap menatap Marco dengan penuh kasih sayang.

"Yuna, tidak! Tetaplah di sini! Kumohon! Jangan tinggalkan aku!" Marco mendekatkan wajahnya ke wajah Yuna, air matanya jatuh ke pipi wanita itu. "Aku mencintaimu! Aku mencintaimu lebih dari apa pun di dunia ini! Dengarkan aku, bertahanlah untukku!"

Yuna tersenyum lemah sekali, jemarinya perlahan terkulai dari pipi Marco. Bibirnya bergerak pelan, membentuk satu kata yang tak bersuara: Aku juga mencintaimu.

Lalu... perlahan tapi pasti... tangannya terlepas. Matanya yang indah itu terpejam lembut. Napasnya berhenti.

BIP————

Suara panjang yang menusuk kalbu terdengar dari alat pemantau jantung. Garis di layar itu lurus, datar, tak bergerak lagi.

Dunia seakan berhenti berputar bagi Marco. Ruangan itu hening mencekam. Yona dan Jisoo yang berdiri di pintu tak kuasa menahan tangis mereka, berlutut sambil memeluk satu sama lain, menangis sejadi-jadinya.

Marco tidak berteriak. Dia tidak bergerak. Dia hanya duduk diam di sana, memeluk tubuh dingin Yuna erat-erat di pelukannya, menempelkan keningnya ke kening wanita itu. Dia tidak menangis dengan suara keras — kesedihannya terlalu dalam untuk diungkapkan dengan tangisan. Hatinya retak, hancur menjadi debu, seakan jiwanya ikut pergi bersama Yuna yang baru saja menutup matanya selamanya.

"Maafkan aku... maafkan aku..." gumamnya berulang-ulang, suara yang nyaris tak terdengar, penuh keputusasaan yang tak terlukiskan. "Cahayaku telah padam. Dan aku... kini kembali ke dalam kegelapan selamanya."

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!