NovelToon NovelToon
Kekasihku Seorang Intel Dan COO

Kekasihku Seorang Intel Dan COO

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Lusia Irene seorang dokter yang sedang sekolah spesialis onkologi di salah satu rumah sakit polisi. Karena dokter pembinanya adalah seorang polisi. Di usianya yang sudah dua puluh tujuh tahun Lusia belum perna membuka hatinya buat hadirnya seorang laki - laki. Karena traumanya atas rumah tangga orangtuanya yang berpisah karena adanya orang ketiga. Papanya berselingkuh di usianya sudah enam belas tahun. Apakah Lusia Irene bisa merasakan cinta hadir di kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pendekatan

Gio membawa Lusi ke restoran Jepang kesukaan Lusi. Gio tahu dari Agus sahabatnya, karena dia sering melihat beberapa kali Lusi memesan makanan dari restoran itu. Waktu di tanya sama Agus, ternyata Lusi suka sekali dengan masakan Jepang. Desy calon istri Agus juga suka makanan Jepang dan restoran yang sama dengan Lusi adalah tempat dia makan.

"Ly bukan itu Gio, tetapi dengan cewek siapa ya. Masa dia sudah move on dari kamu."

"Sudah setahun juga. Pasti sudah lah. Kita ke mejanya yuk."

"Jangan Ly ngak enak sama Gio juga ceweknya."

"Bodoh amat."

"Ly....."

Lydia sudah menghampiri Gio dan Lusi. Dia langsung mencium Gio dari belakang di pipinya. Otomatis kedatangan Lydia membuat Lusi kaget. Dia mulai siaga takut cewek itu melakukan sesuatu kepadanya.

"Hai beb, apa kabar?" Sebenarnya Gio sangat marah dengan apa yang dilakukan oleh Lydia, namun dia berusaha menahan amaranya. Dia tidak mau mempermalukan Lydia didepan orang. Desy kenal betul watak Gio sahabat calon suaminya, karena mereka dulu satu sekolah.

"Sori ya Gio. Tadi Lydia minum Soju terlewat banyak." Gio tersenyum.pada perempuan itu.

"Oke Des kenalkan ini dokter Lusia Irene."

"Dokter Lusia Irene, seperti perna dengar namanya."

"Dokter residen yang mentornya calon suami mu Iptu dokter Agustinus Wiratman spesialis bedah kanker dan tumor."

"Ooooo ini dokter Lusi yang sering Agus cerita... Cantik. Hai Lus, nice to meet you."

"Terima kasih." Lusi tersenyum kearah dokter Desy.

"Kalau saya dokter Lydia mantan pacarnya Gio. Kamu pacaran ya sama Gio." Desy langsung menarik lengan Lydia sahabatnya dan dibawa keluar restoran itu. Karena Lydia sudah tidak bisa di kontrol kondisinya.

"Sori atas kekacauan ini."

"Apakah dokter Lydia aman."

"Pasti dia aman."

"Aku takut, dokter Lydia punya pikiran macam - macam terhadap aku."

"Kalau pun dia berpikir, jelas dia tidak punya hak untuk melarang kan."

"Iik... Saya ngak mau loh komandan. Saya ini perempuan baik - baik, saya takut dokter Lydia macam - macam kepada saya." Gio sadar bahwa Lusi lagi tidak nyaman dengan situasi ini. Akhirnya semua pesanan mereka di take away. Dia takut Lusi tidak menikmati makanan kesukaannya. Setelah peristiwa ini.

"Mas aku ngak enak loh sama Lusi."

"Lusi siapa."

"Dokter residenmu."

"Kamu ketemu sama dia?"

"Iya. Dia sama Gio. Sialnya Lydia membuat ulah."

"Sayang, kamu tahukan Gio akan tidak suka sekali."

"Untuk itu kirim permohonan maaf saya kepada Gio juga dokter Lusi ."

Gio akhirnya mengantar Lusi pulang ke apartemennya. Karena malam ini Lusi akan tugas jaga malam.

"Jadi penjelasan hasil kesehatan saya, dijelaskan di apartemen kamu." Anna langsung melihat ke arah Gio.

"Harus banget saya yang jelaskan."

"Kamu kan dokter saya."

"Oke saya jelaskan sekarang."

"Di mobil ini??"

"Terus mau dimana?"

"Mungkin apartemen kamu sambil makan." Kembali Lusi menatap kearah Gio. Muka Gio sangat berharap bisa di ijinkan melihat apartemen Lusi, karena dia ingin mengenal dokter Lusi lebih dekat. Lusi mengingat bahwa mereka sudah membeli makanan yang seharusnya sudah dimakan.

Akhirnya Lusia Irene mengijinkan Gio Abraham mampir ke apartemen minimalisnya. Kesan pertama waktu Lusi membuka pintu apartemennya adalah keharuman ruangan sangat tercium jelas, begitu masuk apartemen minimalis ini sangat tertata rapi. Apartemen dengan nomor lima ratus satu ini berada di lantai lima gedung apartemen milik Adiguna Grup perusahaan besar yang bergerak di bidang properti dan infrastuktur ini punya keluarga Gio. Ya papanya Samuel Abraham sebagai big bos dari perusahaan ini.

"Silahkan masuk komandan."

"Terima kasih."

"Kamu sewa atau unit ini sudah jadi milik kamu."

"Ini sudah jadi punya saya komandan."

"Bisa ngak panggil mas saja." Lusi kembali melihat kearah Gio dengan raut wajah merahnya.

"Kamu hebat dong Lus."

"Maksudnya mas Gio."

"Kamu bisa memiliki salah satu unit apartemen di kawasan elit ini."

"Puji Tuhan, ini berkat Tuhan."

Lusi tidak mau menceritakan lebih detilnya kenapa dia bisa ada di kawasan apartemen ini. Sebenarnya apartemen ini, awalnya punya om Pede namun sudah di berikan kepada Lusi, katanya biar besok- besok aku kuliah di Jakarta akan menjadi tempat tinggalku. Dan benar apartemen ini yang menemaninya saat tiga setegah tahun kuliah kedokteran dan koas satu setengah tahun jadi genap lima tahun dia apartemen ini. Sempat tiga tahun pulang ke Papua bekerja di sana tiga tahun dirumah sakit daerah. Dan sekarang ada di Jakarta lagi sekolah spesialis onkologi.

Lusi dan Gio sudah duduk di meja makan bundarnya menikmati makanan Jepang yang mereka take away. Lusi juga sempat membuat minum kopi kepada Gio atas permintaannya. Dan dia menjelaskan hasil pemeriksaan kesehatan lengkap Gio.

Gio Abraham adalah anak dari Samuel Abraham pengusaha nomor satu di Asia. Mama dan papanya sudah bercerai lama. Papanya sekarang memilih tinggal di Singapore sedangkan saudara perempuannya Rahel Abraham yang mengelola Adiguna Grup di Indonesia sebagai CEO. Sedangkan Gio yang di harapkan menjadi CEO lebih memilih menjadi abdi negara. Di Indonesia Rahel dan Gio tinggal bersama Mamanya Hany Julia adalah seorang dokter spesialis anak yang masih bertugas di rumah sakit Siloam. Beliau adalah direktur rumah sakit itu.

Gio menatap Lusi dengan mata berbinar, dari hatinya yang paling dalam Gio sangat suka sekali dengan sosok perempuan ini. Namun Gio merasa bahwa ada sesuatu yang menghalanginya. Gio merasa bahwa Lusi memasang tembok yang tinggi untuk menutupi perasaannya, Gio merasa Lusi susah membuka hatinya bagi orang lain. Sepertu ada luka di hatinya.

"Kamu ke rumah sakit menggunakan."

"Taksi online atau ojek online." Gio merasa heran, tinggal di apartemen mewah tetapi tidak mempunyai kendaraan. Sebelum pulang Gio mampir ke bagian administrasi apartemen ini untuk menanyakan tentang Lusia Irene. Waktu Gio maksud semua staf di apartemen ini mengenali dia namun dia memberi kode seolah - olah mereka tidak mengenalnya.

"Dokter Lusi, penghuni lama bos sudah delapan tahun tinggal disini, meskipun ada jedah tiga ata dua tahun."

"Berarti dari dia kuliah sudah tinggal disini."

"Iya sampai jadi dokter terus ada pulang kampung dua atau tiga tahun lamanya terus balik lagi sampai sekarang."

"Kalau ke rumah sakit naik apa?"

"Mobil atau motor online. Dulu punya mobil namun sudah di jual waktu itu."

"Harus di lihat apa mobil online itu aman atau tidak ya. Kamu catat nomor motor atau mobilnya."

"Siap komandan."

Pegawai apartemen tentu merasa heran dengan tingkah bos Gio yang sangat kepo ini. Namun Gio sudah meminta mereka merahasiakan jangan sampai Lusi atau kakaknya Rahel Abraham tahu.

Sore ini Lusi berangkat ke rumah sakit dengan taksi online. Dan satpam itu mencatat nomor plat mobil yang Lusi gunakan dan dikirim kepada Gio.

"Kemana Lusi"

"Rumah sakit bos."

Gio baru ingat bahwa memang Lusi dinas malam.

1
r111
lanjut
Ceisye: ok. terima kasih sudah membaca karyaku. kritik dan sarannya silahkan🙏🙏🙏
total 1 replies
serana
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!