NovelToon NovelToon
Cinta Di Bawah Bayangan Tangan Besi

Cinta Di Bawah Bayangan Tangan Besi

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:255
Nilai: 5
Nama Author: aletaia

Aria Utama, seorang arsitek bertangan dingin, mendadak terjebak dalam pusaran konflik dua pria paling dominan di kota. Di satu sisi ada Adrian Mahardika, CEO dingin dari Mahardika Group yang menawarkan perlindungan, kestabilan, dan cinta yang tenang. Di sisi lain ada Dante Vance, pemimpin sindikat kejahatan paling tak tersentuh yang siap menghancurkan dunia demi mendapatkan Aria. Saat rahasia masa lalu terkuak, Aria harus memilih antara kepastian yang aman atau gairah yang mematikan di tengah pertumpahan darah dan perebutan kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aletaia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Kebangkitan dan Pengakuan

Bip... Bip... Bip...

Bunyi ritmis monitor detak jantung bergetar stabil, memecah keheningan mencekam di ruang perawatan intensif (ICU) lantai tiga. Garis hijau di layar medis tidak lagi membentang lurus; grafik itu kini membentuk bukit-bukit kecil yang teratur, menandakan aliran kehidupan yang kembali memompa di dalam tubuh Aria.

Dokter bedah menghela napas lega yang sangat panjang seraya menyapu keringat di keningnya. "Sinyal vitalnya kembali stabil! Detak jantungnya merespons, pendarahan berhasil dihentikan!"

Di luar dinding kaca, Adrian dan Dante tersungkur lemas secara bersamaan. Adrian menyandarkan dadanya ke dinding, membiarkan air mata kepasrahan dan keharuan membasahi wajahnya yang pucat. Sementara itu, Dante perlahan bangkit dari lututnya, meremas jemarinya yang gemetar hebat dengan mata abu-abu yang berkilat oleh rasa syukur yang tak terhingga.

Dua hari berlalu dalam keheningan yang serba canggung namun penuh kedamaian. Tidak ada senjata yang terangkat, tidak ada ancaman yang terucap, dan tidak ada sabotase bisnis yang berjalan. Dua penguasa kota yang saling membenci itu berjaga secara bergantian di luar ruangan ICU, tanpa sepatah kata pun dilontarkan selain tatapan saling menghormati atas kepedihan yang baru saja mereka lalui bersama.

Pada sore hari ketiga, cahaya matahari senja berwarna keemasan menyusup lembut melalui celah tirai kamar VIP tempat Aria dipindahkan.

Kelopak mata Aria bergerak perlahan. Jemari tangan kirinya yang terpasang infus mengerjap kaku. Rasa nyeri samar masih berdenyut di bagian dada kirinya, namun hawa dingin maut telah sepenuhnya sirna dari tubuhnya.

Aria membuka matanya yang berat, menyapu pandangan ke sekeliling kamar yang bernuansa hangat dan dipenuhi karangan bunga mawar putih.

Di sisi kiri ranjangnya, Adrian Mahardika duduk terlelap di kursi dengan kepala tersandar di pinggir kasur. Tangan kanan Adrian menggenggam erat jemari kaki Aria, seolah takut wanita itu akan menghilang jika ia melepaskannya. Wajah sang CEO tampak sangat lelah dengan lingkaran hitam di bawah matanya, namun guratan ketenangan terpancar di sana.

Di sisi kanan ranjang, Dante Vance berdiri menyandarkan tubuh tegapnya di dekat jendela besar. Sang Raja Mafia menatap ke luar ke arah langit senja, memegang cangkir kopi yang sudah dingin. Ketika mendengar hembusan napas Aria yang berubah teratur, Dante seketika berbalik.

Mata abu-abu Dante beradu lurus dengan manik mata Aria yang baru terbuka.

"Aria..." bisik Dante. Suara baritonnya yang biasa tegas kini terdengar sangat parau dan bergetar oleh emosi mendalam.

Gerakan halus Dante membuat Adrian terbangun dari tidurnya. Sang CEO langsung mendongak, matanya yang cokelat gelap membelalak penuh binar kebahagiaan saat melihat mata Aria yang sudah terbuka tajam.

"Aria! Kau sudah sadar..." panggil Adrian lirih, air mata kembali menetes melewati pipinya. Ia meraih jemari tangan kanan Aria, menciumnya dengan penuh kelembutan dan rasa hormat. "Terima kasih... terima kasih telah kembali pada kami..."

Aria menatap dua pria di samping ranjangnya secara bergantian. Tidak ada lagi kilatan dendam, amarah membara, atau kehausan membunuh di mata mereka. Yang tersisa di wajah Adrian dan Dante hanyalah penyesalan yang mendalam, ketulusan cinta, dan kecemasan yang amat murni demi keselamatannya.

"A-Adrian... Dante..." bisik Aria sangat pelan, suaranya parau karena tenggorokannya yang kering.

Dante melangkah mendekat, berlutut di sisi kanan ranjang Aria. Jemari tangannya yang besar dan hangat menangkup lembut pipi Aria, mengusap air mata yang menetes di sudut mata wanita itu.

"Jangan banyak bergerak dulu, istriku," bisik Dante lembut, mendaratkan ciuman hangat penuh rasa syukur di dahi Aria. "Kau sudah melewati pintu maut. Kau aman sekarang."

Aria memejamkan mata sejenak, merasakan kehangatan dari dua genggaman tangan di kiri dan kanannya. Pengorbanan nyawanya di atas tebing tidak sia-sia; peluru yang menembus dadanya telah berhasil memadamkan api dendam puluhan tahun yang membakar keluarga Mahardika dan keluarga Vance.

"Perang... sudah berakhir?" tanya Aria lirih, menatap Adrian lalu beralih ke Dante.

Adrian mengangguk pelan, menyunggingkan senyuman tulus yang sangat hangat. "Sudah selesai, Aria. Seluruh dokumen sengketa masa lalu sudah kuhancurkan, dan aku telah mengundurkan diri dari posisi CEO eksekutif untuk menyerahkan kepemimpinan pada dewan independen. Tidak ada lagi persaingan kotor, tidak ada lagi darah."

Dante mengusap cincin pernikahan berlian hitam di jari Aria. "Dan Black Viper telah membuang seluruh faksi pengkhianat. Aku sudah menarik seluruh armada dan tekanan bisnis dari Mahardika Group. Dendam masa lalu keluargaku... telah selesai di hari kau mempertaruhkan nyawamu untuk kami."

Aria tersenyum tipis di balik masker oksigennya, merasakan kebebasan yang sesungguhnya akhirnya merengkuh jiwanya. Namun, di balik kedamaian yang baru tercipta ini, sebuah pertanyaan besar kini menggantung di dalam hatinya:

Dengan berhentinya perang dan berhembusnya kedamaian ini, ke manakah takdir cinta Aria akan bermuara? Akankah ia memilih ikatan suci pernikahan dan kegelapan protektif bersama Dante Vance, atau kembali ke pelukan cinta pertama dan kedamaian berjas putih bersama Adrian Mahardika?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!