NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:640.9k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Lorenzo kemudian membungkuk sedikit dan membelakangi Alina. “Ayo, naik.”

Alina berkedip. “A-apa?”

“Aku gendong.”

“Tidak mau.”

“Kamu bilang kakimu lemas.”

Lorenzo tidak menunggu jawabannya. Ia membalikkan badan, lalu membungkuk dan mengangkat tubuh Alina dengan kedua tangannya.

Alina spontan memekik kecil. “Lorenzo!”

“Diam.”

“Turunkan aku!”

“Kamu tadi bilang tidak bisa jalan.” Lorenzo menatap.

Alina langsung terdiam. Wajahnya perlahan memerah ketika menyadari posisi mereka.

Satu tangan Lorenzo menopang tubuh bagian belakang Alina, sementara tangan lainnya menahan kakinya. Wajah Alina berada dekat dengan dada pria itu. Ia bisa merasakan detak jantung Lorenzo yang masih sedikit cepat.

Entah karena baru saja hampir mengalami kecelakaan atau karena sekarang sedang membopongnya, Alina tidak tahu.

Kenapa aku jadi malu begini?

Lorenzo mendengar pikirannya dan hampir tersenyum. Ia segera menahannya.

“Pegangan yang kuat,” ucap pria itu sambil menatap sang istri. “Jangan sampai jatuh.”

“Kalau kamu menjatuhkanku, aku akan menuntutmu,” balas Alina dengan bibir manyun.

Lorenzo mendengus. “Setelah aku menyelamatkan nyawamu? Tidak tahu terima kasih.”

“Terima kasih, Tuan Lorenzo.” Alina membalas dengan sepenuh hati.

Lorenzo menggeleng sambil membawa Alina masuk ke restoran. Beberapa orang sempat melirik mereka. Alina langsung menyembunyikan wajahnya di dada Lorenzo.

“Kenapa kamu sembunyikan wajah?”

“Aku malu.”

“Kenapa mesti malu?” tanya Lorenzo tanpa merasa bersalah.

“Karena semua orang melihat kita,” jawab Alina pelan, menahan rasa malu.

Lorenzo tersenyum tipis. “Biarkan saja.”

“Aku tidak mau.”

“Sudah terlambat.” Lorenzo membawa Alina menuju meja yang kosong.

Setelah mendudukkan Alina dengan hati-hati, Lorenzo menarik kursi di depannya. “Kamu duduk di sini.”

Alina mengangguk.

Beberapa saat kemudian makanan mulai berdatangan. Aroma makanan hangat memenuhi meja.

Alina yang sejak tadi tegang perlahan mulai terlihat lebih santai. Ia mengambil sendok.

“Setelah kejadian tadi, aku merasa makan apa pun akan terasa seperti makanan terakhir.”

Lorenzo hampir tersedak air. “Jangan bicara seperti itu saat kita sedang makan.”

Alina terkekeh. “Maaf.”

Malam itu mereka makan dengan tenang. Kejadian mengerikan di jalan tadi seolah terlupakan.

Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam ketika mereka tiba di rumah. Setelah memastikan Alina baik-baik saja, Lorenzo langsung masuk ke kamar mandi. Air hangat mengguyur tubuhnya. Ia berdiri cukup lama di bawah pancuran, memejamkan mata sambil mengingat kejadian sore tadi.

Lorenzo mengusap wajahnya. Ia masih tidak percaya mereka bisa selamat. “Gila.”

Setelah selesai mandi, Lorenzo mengenakan pakaian rumah yang nyaman lalu keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya.

Alina sudah berada di atas ranjang..Wanita itu berbaring menyamping sambil memegang ponsel. Jarinya bergerak cepat membalas pesan dari teman-temannya.

Lorenzo berhenti beberapa langkah dari tempat tidur. Ia memperhatikan Alina. Wanita itu terlihat jauh lebih santai sekarang. Tidak ada lagi wajah pucat dan tangan gemetar.

Lorenzo berjalan mendekat. “Alina.”

Alina berhenti mengetik. “Ada apa?”

Lorenzo duduk di sisi ranjang. “Ayo, kita buat anak!”

Jari Alina langsung berhenti. Matanya membesar. “Apa?”

Lorenzo menatapnya serius. “Selagi nyawaku masih ada.”

Wajah Alina perlahan berubah merah. “Apa yang kamu bicarakan?”

Lorenzo menarik napas. “Jangan sampai bibit premium keturunan Romano berakhir di aku.”

Alina menatapnya seperti sedang melihat orang yang baru saja kehilangan akal sehat. “Kenapa kamu bicara seperti itu?”

Lorenzo mengangkat bahu. “Ya, siapa tahu aku tiba-tiba meninggal.”

“Jangan ngomong begitu!” Nada suara Alina langsung berubah.

Lorenzo terdiam.

Alina menurunkan ponselnya. “Aku tidak suka kamu bicara tentang kematian setelah kejadian tadi.”

Lorenzo memperhatikan wajahnya. Ada kekhawatiran nyata di sana. “Aku cuma bercanda.”

“Bercandanya jangan begitu.” Alina menarik selimut sampai ke dadanya. “Lagipula, tadi kita hampir mati gara-gara truk. Sekarang kamu malah bicara soal punya anak.”

Lorenzo tersenyum kecil. “Bukankah keluargaku memang menyuruh kita meneruskan garis keturunan?”

Alina mengerutkan kening. “Iya, tapi ....”

“Tapi apa?”

Alina tidak langsung menjawab. Pipinya semakin merah. Ia memalingkan wajah.

“Aku belum siap.”

Lorenzo terdiam. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi entah kenapa membuat dadanya terasa sedikit sesak.

Selama ini Lorenzo terlalu sibuk memikirkan perceraian, Bianca, keluarganya, pekerjaan, dan semua kekacauan yang terjadi setelah kecelakaan. Ia jarang benar-benar memikirkan apa yang Alina rasakan.

Lorenzo kemudian bertanya lebih lembut. “Kenapa belum siap?”

Alina menggigit bibir bawah. “Karena ....” Ia berhenti.

“Karena apa?”

Alina menarik selimut sedikit lebih tinggi. “Pokoknya belum siap.”

“Memangnya orang bisa buat anak tanpa ada perasaan cinta?”

Mendengar suara hati Alina, Lorenzo tersentak. Dia baru sadar kalau Alina belum mencintainya.

Lorenzo tersenyum tipis. Ada luka yang tak tersirat. “Oke.”

Alina menoleh dengan curiga. “Kamu tidak akan memaksa?”

“Tidak.” Lorenzo menggelengkan kepala.

Alina terlihat lega. “Syukurlah.”

Beberapa detik kemudian, Lorenzo menambahkan dengan wajah serius, “Tapi kalau suatu hari kamu sudah siap, beri tahu aku. Karena aku selalu siap kapanpun dan di mana pun ”

Wajah Alina kembali memerah. “Lorenzo!”

Alina mengambil bantal lalu melemparkannya ke arah Lorenzo. “Tidur!”

Lorenzo menangkap bantal itu sebelum mengenai wajahnya. “Baik, Nyonya.”

Alina membalikkan tubuh membelakanginya. Namun, beberapa detik kemudian, suara Lorenzo terdengar lagi.

“Alina.”

“Apa lagi?”

“Kalau nanti punya anak, aku mau anak perempuan.”

Alina memejamkan mata. “Kenapa?”

“Supaya ada yang membelaku kalau ibunya marah.”

Alina langsung mengambil bantal lain. “Lorenzo!”

Pria itu tertawa sambil menahan bantal sebagai tameng. “Baik, baik! Aku diam.”

Kamar kembali tenang. Alina memejamkan mata sambil berusaha mengatur napasnya. Namun, wajahnya masih terasa panas.

Di belakangnya, Lorenzo juga terdiam. Candaan tadi memang terdengar ringan, tetapi setelah beberapa saat, pikirannya justru kembali pada beberapa hal; cinta Alina, anak, dan keluarga.

Untuk pertama kalinya, bayangan tentang masa depan bersama wanita itu tidak lagi terasa seperti sesuatu yang harus Lorenzo hindari. Justru tanpa disadari, bayangan itu mulai terasa menarik.

Lorenzo menatap punggung Alina yang membelakanginya. Sudut bibirnya terangkat tipis.

Sementara Alina masih sibuk menenangkan jantungnya sendiri.

Malam itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, keduanya berbaring di ranjang yang sama tanpa perdebatan panjang. Hanya saja, mereka sama-sama belum menyadari bahwa pembicaraan singkat tentang seorang anak telah membuka pintu menuju perubahan besar dalam hubungan mereka.

Tengah malam Lorenzo terbangun karena suara dering telepon. Ketika melihat nama yang tertera di layar, dia segera bangun dan beranjak dari ranjang.

1
Pudkeciput
tidak ada yg typo kak...kali misal ada...aku yakin netizen indonesia masih bisa membacanya dan mengartikannya🤣🤣.semangat updetnya kak..aku selalu tungguu2☺️
Ummee
ya allah kak... kok bisa hilang?
semangat kk💪
Muft Smoker
harus ny km cari informasi yg bnr2 akurat dluu ,, baru bertindak ,, setelah tau semua kebenaran ny ,, gmn rasanya ed ,, penyesalan udh pasti , malu mungkin ad , duka tentu km rasakan ,, tp di balik semua tu pertanggung jawaban ttap harus km jalani ,,
Felycia Fernandez
pantesan gak update ya kk Thor,semoga cepat sembuh ya kk.banyak minum air putih hangat kk...
Hadi Mulyono
ini bab panjaang
Atik Kiswati
next......
RiriChiew🌺
emang salah nya kamu ed , dulu hrusnya tanya Lorenzo dulu gimana kejadian nya bukan langsung menuduh dan balas dendam kaya beginii 😔
Inooy
setelah semua misteri kematian Xavier terbuka dengan jelas, nyesel kan kamu Ed?
maka nya sebelum kamu benar2 menyalahkan seseorang atas kematian kaka mu..sebaik nya kamu telusuri dulu kebenaran nya sampai sedetail detail nya, jangan hanya meliat sepotong video yg g lengkap kamu langsung menyalahkan orang tanpa tau kebenaran yg sebenar benar nya....
setelah smua nya terbuka, sekarang kamu tanggung konsekuensi dendam mu Ed..karena akibat dendam mu kamu mencelakai Lorenzo yg notabene telah berusaha menyelamatkan kaka kamuu...
jadiiii siap2 hukum yg akan mengambil alih masalah kamu, Ed....
ryuka
haduuhh edgar kamu terlalu sulit mempercayai nya ya
Inooy
Ya Allah aq kira kaka sehat2 aj, pantesan up nya lama..aq pikir lg rehat sejenak utk mengembalikan mood yg suka naik turun, ternyata rehat nya benar2 rehat karena sakit 🥺
cepet sehat dn pulih lg y ka Santi,,biar Alina dn Lorenzo nya g kesepian 🤭
sehat selalu kakaaaa...!!!!
Inooy
sekarang kamu mengakui klo Lorenzo membantu kalian utk bebas dr penyekapan..kenapa waktu om Roberto belum datang dn belum berbicara soal kebebaran tetang kejadian belasan tahun k belakang,,kamu dn Pabio dengan yakin nya menyalahkan Lorenzo..kamu takut ama kemarahan om Roberto yg sangat amat melindungi alorenzo??
maka nya klo mo ngomong kebenaran itu d pikirin dulu baik buruk nya,,jangan hanya demi menyelamatkan diri sendiri kalian mengorbankan orang lain...lagian udh jelas2 4 kluarga udh berbicara tentang kejadian itu dn udh saling menerima dn memahami nya..kenapa kalian tiba2 seolah olah g tau apa2??? 😡
Inooy
nah lhoo saksi hidup lain nya masih ada, dn saksi hidup nya bakalan murka ama kalian Pabio dn Darius..karena pernyataan kalian yg asal bunyi udh bikin seorang Lorenzo d siksa Edgar....
siap siaaaap kalian menerima erupsi nya seorang Robertoo!!!! ha ha haaaa
Inooy
tuuuh kaan kalian g bisa menjelaskan secara rinci, padahal kalian jg korban penculikan tersebut..aneh aj kalian langsung menyalahkan Lorenzo, padahal dr awal kalian d sekap kalian tau Lorenzo jg tertangkap..dn tau jg gimana berusaha keras nya Lorenzo membantu kalian utk bebas,,tp koq sekarang malah seolah olah Lorenzo yg bersalah atas kematian Xavier..ada apa dengan kalian??

bikin emosi aj s Pabio ama s Darius inii..😤
Inooy
dn kalian jg jangan asal men-judge Lorenzo..tooh video kalian cuma sepotong d tambah lg kalian keburu pingsan kaan..jd kronologi keseluruhan nya tidak tau pasti.....
hati2 atas pernyataan kalian, orang yg kalian fitnah bukan orang sembarangan..kalian seolah olah menuduh Lorenzo 100% bersalah, kalian menuduh Lorenzo menjadikan Xavier tameng bagi diri nya..padahal kalian tidak tau d balik tubuh Xavier yg tidak secara langsung membentengi tembakan bagi Lorenzo...kalian hanya berasumsi sendiri, ato mungkin kalian hanya berlindung dr kemarahan Edgar?
tp kalian menyepelekan kemarahan nya Alina dn papa Alessandro klo terbukti pernyataan kalian membuat Lorenzo menderita dn terluka!!!
Ummee
iyaa... knp si edgar bebal banget, gengsi kali ya mau ngaku salah

semoga lekas sembuh kak, sehat²...
Arin
Biar Edgar tau sebab dan akibatnya karena berusaha mencelakai Lorenzo. Akibat dendam lama yang salah sasaran
Ummee
lah... ternyata pengkhianat nya orang yg ditolong dulu, apa motifnya coba?
tau gitu dulu jgn ditolong
Inooy
ternyata teman lucknat yg udh bikin Edgar salah paham dn mengakibatkan Lorenzo jd bulan bulanan dendam nya Edgar....
Pabio dn Darius kalian layak nya anjing yg lg kejepit d tolongin, tp ngebalas gigit orang yg nolongin kalian ckckck....
seandai nya dulu kalian g d tolongin Lorenzo, aq yakin kalian g akan hidup kaya sekarang..kalian benar2 teman durjanaa, g mikir apa ketika Lorenzo mati matian nolongin kalian..sampe2 Lorenzo mempertaruhkan nyawa nya jg??? 😡
sekarang malah kalian memutarbalikkan fakta..ingaaat hukum tabur tuai Pabio, Dariuuus!!!! 😤
Halimah
Makanya Gar....Edgar jd orang tuh yg pinter jgn bodoh.Cuma dr potongan sebuah video singkat km lgsg menyimpulkan sendiri tanpa km cari tau kejadian sebelumnya gmn Malu ga Lo skrg???? pasti malu laaaah
Halimah
Emang iya bebal bgt si Edgar...Getok aja thor pake palu biar pinteran dikit🤣🤣🤣
Semangat thor semoga lekas sehat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!