NovelToon NovelToon
Yan Kai

Yan Kai

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: DANTE-KUN

Sejak berusia sepuluh tahun, Yan Kai hidup sebagai pelayan di Sekte Hutan Bambu setelah kehilangan kedua orang tuanya. Karena memiliki akar spiritual yang sangat lemah, ia tidak pernah diterima sebagai murid dan selama delapan tahun hanya menjadi sasaran penghinaan, perundungan, serta siksaan dari para murid sekte. Hidupnya dipenuhi penderitaan, hingga suatu hari sebuah tugas sederhana membersihkan perpustakaan kuno mengubah takdirnya selamanya.

Sebuah buku misterius membawanya ke Dimensi Tak Berujung, tempat seekor Naga Kegelapan kuno disegel sejak ribuan tahun lalu akibat perang besar antara ras naga dan para dewa. Yan Kai mendapatkan secuil kekuatan naga itu hingga mengubah akar spiritualnya yang sebelumnya cacat menjadi fondasi yang luar biasa. Tanpa mengetahui rahasia besar yang kini tersembunyi dalam dirinya, Yan Kai memulai perjalanan kultivasinya menuju puncak kekuatan sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANTE-KUN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Pedang terbang perlahan mendarat tepat di depan gerbang utama Sekte Kalajengking Merah. Su Lian melangkah turun dengan tenang. Jubah biru mudanya berkibar pelan tertiup angin, sementara ekspresinya tetap datar seolah ia sedang berjalan di halaman rumahnya sendiri.

Yan Kai segera mengikuti di belakang gurunya. Begitu mereka melangkah melewati gerbang, beberapa murid Sekte Kalajengking Merah yang sedang berpatroli langsung menyadari keberadaan mereka.

"Siapa kalian? Berhenti!"

Namun Su Lian sama sekali tidak menghiraukan teriakan mereka. Ia tetap berjalan perlahan. Kemudian ia mengangkat tangan kanannya. "Iblis Penelan Jiwa."

Wusss!

Aura hitam pekat tiba-tiba memenuhi udara. Kekuatan hisap yang mengerikan langsung menyelimuti beberapa murid di sekitarnya.

"A-apa ini?! Tubuhku...!"

Energi spiritual di dalam tubuh mereka mengalir keluar tanpa bisa dihentikan. Aliran energi itu berubah menjadi kabut hitam yang kemudian memasuki telapak tangan Su Lian.

Dalam hitungan napas, seluruh energi spiritual mereka habis terserap. Tubuh mereka langsung terjatuh lemas ke tanah. Sebagian masih bernapas, namun kultivasi mereka telah hancur, sementara yang lain kehilangan nyawa karena tidak mampu menahan proses penyerapan yang terlalu cepat.

Su Lian menarik napas panjang. Ekspresi puas tampak jelas di wajahnya. "Hmm... benar-benar menyenangkan."

Sepanjang perjalanan menuju aula utama sekte, siapa pun yang mencoba menghentikan langkah mereka mengalami nasib yang sama. Tidak ada satu pun murid yang mampu menahan teknik Su Lian. Yan Kai yang berjalan di belakang hanya bisa menyaksikan semua itu.

Di tengah perjalanan, Su Lian tiba-tiba berhenti. Ia menoleh ke arah Yan Kai. "Perhatikan baik-baik. Tadi adalah teknik yang bernama Iblis Penelan Jiwa. Teknik ini memungkinkan penggunanya menarik energi spiritual milik kultivator lain secara paksa. Semakin tinggi penguasaanmu, semakin cepat pula proses penyerapannya."

Yan Kai mendengarkan dengan saksama.

Su Lian kemudian mengangkat tangannya. Seorang murid Sekte Kalajengking Merah yang telah terluka langsung terseret ke hadapan mereka. Murid itu berada di Ranah Pengumpulan Qi Tahap Puncak. Ia sudah tidak memiliki kekuatan untuk melawan.

Su Lian mendorong tubuh murid itu ke arah Yan Kai. "Giliranmu. Cobalah."

Yan Kai sedikit ragu. Namun ia tetap menganggukkan kepala. "Baik, Guru." Ia mengingat setiap aliran Qi yang tadi diperlihatkan Su Lian. Kemudian ia mengangkat telapak tangannya. "Iblis Penelan Jiwa."

Wusss!

Tanpa diduga, kabut hitam langsung muncul dari telapak tangannya. Energi spiritual milik murid tersebut mengalir deras menuju tubuh Yan Kai.

Murid itu menjerit kesakitan. "Tidak...! Tolong...!"

Jeritannya perlahan melemah. Beberapa saat kemudian, seluruh energi spiritualnya telah terserap habis. Tubuhnya jatuh ke tanah tanpa kehidupan.

Yan Kai sendiri langsung merasakan aliran energi hangat memenuhi seluruh meridiannya. Energi itu jauh lebih murni daripada yang ia bayangkan.

Ia bahkan dapat merasakan kultivasinya menjadi sedikit lebih kokoh. Perasaan itu hampir sama seperti berkultivasi semalaman penuh di tempat yang dipenuhi energi spiritual.

Yan Kai tanpa sadar mengepalkan tangannya. "Jadi... secepat ini hasilnya..."

Su Lian memandangnya dengan tatapan puas. "Hanya sekali melihat, kau langsung mampu menguasainya. Seperti inilah seharusnya muridku."

Yan Kai menundukkan kepala. "Terima kasih atas bimbingannya, Guru."

Su Lian tersenyum tipis. "Bagus. Kalau terus seperti ini, kemajuanmu akan jauh melampaui para jenius biasa."

Namun keributan yang mereka buat akhirnya menyebar ke seluruh Sekte Kalajengking Merah. Lonceng peringatan berbunyi nyaring.

Dang! Dang! Dang!

Suara itu menggema ke seluruh pegunungan. Puluhan murid berlarian keluar dari berbagai bangunan dengan wajah panik.

Tak lama kemudian, lima sosok tua melesat ke udara. Aura mereka jauh lebih kuat dibanding murid-murid biasa. Mereka adalah lima tetua Sekte Kalajengking Merah.

Sesaat setelah itu, seorang pria paruh baya berjubah merah darah muncul dari aula utama. Aura yang dipancarkannya jauh melampaui kelima tetua tersebut. Jelas, dialah Ketua Sekte Kalajengking Merah.

Begitu melihat sosok wanita yang berdiri dengan tenang di halaman sekte, wajah keenam orang itu langsung berubah drastis. Mata mereka membelalak.

Salah seorang tetua bahkan tanpa sadar mundur selangkah. Sementara sang ketua sekte mengerutkan dahinya dengan ekspresi yang dipenuhi keterkejutan.

"Su... Su Lian?!"

Ia sama sekali tidak menyangka tokoh mengerikan itu akan datang langsung ke markas Sekte Kalajengking Merah.

Ketua Sekte Kalajengking Merah menatap wanita berjubah biru muda yang berdiri beberapa puluh meter di hadapannya dengan wajah pucat. Bibirnya sedikit bergetar.

"Sa... Sang Peri Kematian..."

Ucapan itu membuat para tetua di belakangnya semakin menegang. Peri Kematian—itulah julukan yang dikenal hampir di seluruh Kerajaan Awan Suci. Bukan karena Su Lian memiliki wajah yang menyeramkan, justru sebaliknya.

Ia memiliki kecantikan yang mampu membuat banyak pria kehilangan akal sehat. Sikapnya anggun, nada bicaranya lembut, gerak-geriknya begitu elegan. Namun di balik kecantikan dan kelembutan itu, tersembunyi kekejaman yang membuat banyak kultivator bergidik setiap kali mendengar namanya.

Ia dapat membunuh ratusan orang dengan wajah tenang, seolah hanya sedang menikmati secangkir teh. Karena itulah orang-orang memberinya julukan Peri Kematian.

Ketua Sekte Kalajengking Merah menarik napas dalam. Meski ia adalah seorang kultivator Ranah Inti Emas Tahap Puncak, saat berdiri di hadapan Su Lian yang telah mencapai Ranah Raja Tahap Puncak, ia tetap merasakan ketakutan yang luar biasa. Perbedaan satu ranah besar bukanlah sesuatu yang dapat ditutupi hanya dengan keberanian.

Dengan suara yang berusaha tetap tenang, ia bertanya, "Senior Su. Apa tujuan Anda datang ke Sekte Kalajengking Merah?"

Su Lian tersenyum lembut, seolah pertanyaan itu sama sekali tidak penting baginya. "Aku hanya sedang memberikan sedikit pelatihan kepada murid baruku."

Ucapan itu membuat Ketua Sekte dan lima tetua langsung mengalihkan pandangan ke arah Yan Kai. Mereka mengamati pemuda itu dari ujung kepala hingga kaki.

Salah seorang tetua mengernyit. "Luar biasa. Tidak kusangka wanita yang selama ini selalu hidup menyendiri seperti dirimu akhirnya mau menerima seorang murid. Tapi yang lebih aneh lagi, dia bahkan tidak memiliki latar belakang yang jelas."

Su Lian terkekeh pelan. "Latar belakang? Apa gunanya latar belakang?" Tatapannya beralih kepada Yan Kai. "Sebenarnya, muridku ini jauh lebih menarik daripada sekadar sebuah latar belakang."

Yan Kai hanya berdiri diam. Ia tidak mengerti maksud sebenarnya dari ucapan gurunya. Namun ia memilih tetap tenang.

Su Lian lalu kembali memandang Ketua Sekte Kalajengking Merah. Senyumnya perlahan menghilang. "Kalian cukup menjadi batu loncatan pertama bagi muridku."

Begitu kalimat itu selesai...

Boom!

Aura Su Lian meledak tanpa sedikit pun ditahan. Langit yang semula cerah mendadak berubah suram. Tekanan spiritual yang begitu mengerikan langsung menyelimuti seluruh Sekte Kalajengking Merah. Ratusan murid yang berada di berbagai penjuru sekte langsung merasakan dada mereka sesak.

Bruk! Bruk! Bruk!

Satu demi satu mereka jatuh berlutut. Sebagian bahkan langsung terkapar di tanah, tidak mampu menggerakkan satu jari pun. Wajah mereka dipenuhi ketakutan. "Inikah... kekuatan seorang kultivator Ranah Raja Tahap Puncak?"

Di sisi lain, kelima tetua yang berada di Ranah Inti Emas Tahap Awal menggertakkan gigi. Mereka mengerahkan seluruh Qi untuk bertahan. Namun tubuh mereka tetap gemetar hebat, kaki mereka perlahan mulai tenggelam ke dalam tanah akibat tekanan yang begitu besar.

Hanya Ketua Sekte Kalajengking Merah yang masih mampu berdiri tegak. Meski demikian, keringat dingin terus mengalir di dahinya. Ia tahu, hari ini dirinya tidak memiliki jalan keluar.

Melarikan diri? Itu mustahil. Di hadapan seorang kultivator Ranah Raja Tahap Puncak, kecepatan Inti Emas tidak lebih dari lelucon. Jika ia mencoba kabur, ia hanya akan mati lebih cepat.

Ketua Sekte akhirnya menggertakkan giginya. "Kalau begitu, aku hanya bisa mempertaruhkan nyawaku!"

Boom!

Aura Inti Emas Tahap Puncaknya meledak. Energi spiritual merah darah menyelimuti seluruh tubuhnya. Ia menghunus pedang panjangnya. "Teknik Kalajengking Darah!"

Puluhan bayangan kalajengking merah raksasa muncul di udara lalu menerjang ke arah Su Lian. Namun Su Lian hanya tersenyum tipis. "Jurus pertama." Ia mengangkat satu jari. Kelopak-kelopak bunga berwarna hitam bermunculan di langit. Dalam sekejap, seluruh bayangan kalajengking itu hancur berkeping-keping.

Booom!

Ketua sekte memuntahkan seteguk darah. Namun ia masih memaksa menyerang lagi. "Teknik Kedua!" Pedangnya menusuk lurus ke arah Su Lian, kecepatannya begitu tinggi hingga meninggalkan puluhan bayangan.

Namun Su Lian hanya melangkah satu kali. Tubuhnya menghilang. Detik berikutnya, ia telah muncul tepat di belakang Ketua Sekte. "Jurus kedua."

Plak!

Telapak tangannya mendarat pelan di punggung lawannya. Ledakan energi hitam langsung menghancurkan perlindungan Qi Ketua Sekte. "Khh...!" Tubuh Ketua Sekte terpental puluhan meter.

Sebelum sempat bangkit, Su Lian sudah kembali berdiri di depannya. "Jurus ketiga. Iblis Penelan Jiwa."

Wusss!

Aura hitam pekat menyelimuti tubuh Ketua Sekte. Ia menjerit histeris. "Tidaaaak!" Energi spiritualnya mengalir deras menuju telapak tangan Su Lian. Dalam waktu singkat, seluruh kultivasinya lenyap. Tubuhnya berubah kering sebelum akhirnya jatuh tak bernyawa.

Melihat ketua sekte mereka tewas hanya dalam tiga jurus, lima tetua langsung kehilangan semangat bertarung. Namun Su Lian tidak memberi mereka kesempatan.

Tubuhnya berubah menjadi bayangan, seketika ia muncul silih berganti di hadapan kelima tetua. Ledakan demi ledakan terdengar mengguncang halaman sekte.

Boom! Boom! Boom!

Hanya dalam beberapa tarikan napas, kelima tetua telah tergeletak di tanah dengan luka parah. Su Lian kembali menggunakan Iblis Penelan Jiwa. Lima aliran energi spiritual yang sangat besar mengalir memasuki tubuhnya.

Aura Su Lian menjadi sedikit lebih kuat, sementara lima tetua Sekte Kalajengking Merah mengembuskan napas terakhir mereka.

Yan Kai yang menyaksikan seluruh pertarungan itu berdiri membisu. Ia akhirnya benar-benar memahami mengapa seluruh dunia kultivasi memanggil gurunya dengan julukan Peri Kematian.

Karena di hadapan kekuatan absolut milik Su Lian, bahkan sebuah sekte dengan seorang Ketua Ranah Inti Emas Tahap Puncak pun dapat dimusnahkan hanya dalam hitungan menit.

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
kay
semangat rhor💪 izin promosi🙏saya buat novel juga kalo tertarik mampir aja
Dante-Kun
👍🤲
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
Riski Kurniawan
Very Nice Thor..
BOIEL-POINT .........
very very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very very very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!