NovelToon NovelToon
Gadis Desa Kesayangan Mafia

Gadis Desa Kesayangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Paman, kenapa ini besar sekali?” tanya Lucia bingung.

​“Kau menyukainya?”

​“Memangnya itu apa?”

​“Jadi kau tidak tahu ini apa? Kau yang membangkitkannya dan kau tidak tahu cara menidurkannya?!”

Lucia polos hanya menggeleng lugu, membuat sang mafia paling ditakuti di seluruh Italia itu menepuk jidatnya kuat-kuat.

****

Disiksa kemiskinan di desa terpencil Calabria dan dijual oleh pamannya sendiri ke sebuah klub malam, Lucia pasrah menunggu takdir kelamnya.

Namun, sebuah penggerebekan menyelamatkannya dan membawanya bekerja sebagai pelayan di mansion megah milik Alessandro Frederick–bos mafia dingin berdarah dingin yang menderita alergi parah terhadap sentuhan manusia.

Satu sentuhan dari orang lain bisa membunuh Alessandro. Tetapi, saat jemari Lucia tak sengaja menyentuhnya, tidak ada rasa terbakar.

Bagaimana bisa seorang mafia kejam menaklukkan hati gadis lugu hingga mengira elusan in-tim adalah usapan rasa kasihan dan ciuman adalah penyembuh rasa sakit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16

“Jadi ini kediaman Alessandro Frederick? Besar sekali?”

Jhony mengamati benteng beton megah di hadapannya dari balik rimbunnya pepohonan di seberang jalan.

Matanya membelalak lebar melihat puluhan pengawal bersenjata lengkap berjaga ketat di setiap sudut mansion.

“Banyak sekali penjaganya. Bagaimana bisa aku masuk ke dalam sana?” gumam Jhony resah seraya memegangi rahangnya yang masih lebam.

Tiba-tiba, di area taman depan, siluet seorang gadis kecil bergaun sederhana menarik perhatiannya. Gadis itu tampak sibuk memegang selang, menyiram deretan bunga mawar dengan wajah berseri-seri.

“I-itu benar-benar Lucia, kan? Aku tidak salah lihat?” mata Jhony membelalak sempurna, tak percaya dengan penglihatannya sendiri.

“Tenyata dia masih hidup. Kupikir gadis bodoh itu sudah membusuk di tangan mafia.” seringai licik terukir dari sudut bibir Jhony.

Rencana jahat langsung berputar cepat di kepala pria paruh baya itu. Tak lama kemudian, sebuah truk pengangkut sampah lingkungan berhenti di dekat pintu gerbang samping.

Menggunakan kesempatan dalam kesempitan, Jhony menyelinap, menggeledah bagian belakang truk, dan memakai seragam kusam petugas kebersihan yang tergeletak di sana.

“Ini kesempatanku masuk dan menemui Lucia,” bisik Jhony penuh kemenangan.

Dengan menundukkan kepala dan berpura-pura mengangkut tempat sampah luar, ia berhasil lolos dari pengawasan longgar pengawal gerbang samping.

Di area taman yang cukup asri, Lucia sedang asyik bercengkerama dengan Mila seraya menyiram deretan tanaman hias.

“Kau sudah selesai menyiapkan susu dan madunya?” tanya Mila dengan suara pelan.

Lucia mengangguk antusias sembari menyemprotkan air ke dedaunan.

“Tentu saja sudah. Aku buat satu teko penuh. Aku tidak sabar menunggu Paman tampan pulang. Dia pasti terkejut dengan penemuan baru kita.”

“Dasar kau ini,” kekeh Mila menggeleng-gelengkan kepala. “Tuan Alessandro itu biasanya pulang sangat larut. Bisa-bisa kau ketiduran duluan.”

“Tidak masalah. Aku akan tunggu sampai ularnya tidak waspada,” sahut Lucia polos.

Mila menepuk jidatnya pelan sambil tertawa.

“Terserah kaulah. Kalau begitu aku ke dalam dulu, ya. Selesaikan tugas menyiram bunganya.”

“Siap, Mila!”

Setelah Mila melangkah masuk ke dalam mansion, Lucia kembali bersenang-senang dengan air hose-nya.

Namun baru beberapa detik, sebuah tangan kotor berkulit kasar tiba-tiba mencengkeram lengannya dari belakang, menarik tubuh mungilnya secara paksa ke balik pagar pohon hias yang tinggi dan membekap mulutnya erat-erat.

“Mph! Mmph!” Lucia memberontak panik.

“Diam!” gertak sebuah suara bernada tajam yang sangat familiar.

Seketika bekapan itu dilepaskan. Lucia terbatuk-batuk kecil, membelalakkan mata saat mengenali wajah pria di hadapannya.

“Paman Jhony?! Apa yang Paman lakukan di sini?” tanya Lucia bingung sekaligus kaget.

“Pertanyaan bodoh macam apa itu, Lucia?!” desis Jhony seraya menoleh liar ke kanan dan kiri, takut ada pengawal yang melintas. “Justru aku yang harusnya bertanya, sedang apa kau di tempat sarang iblis ini?! Cepat ikut aku pulang sekarang!”

Jhony langsung menarik paksa pergelangan tangan Lucia, namun gadis itu justru menarik tubuhnya ke belakang dan menepis tangan sang paman dengan kuat.

“Tidak mau!” tolak Lucia tegas, memeluk selang airnya erat-erat.

“Lucia! Jangan keras kepala! Ayo cepat sebelum pengawal-pengawal itu melihat kita!” bentak Jhony dengan bisikan tertahan, matanya melotot tajam.

“Aku bilang tidak mau, Paman!” bentak Lucia balik, matanya mulai berkaca-kaca tapi raut wajahnya menunjukkan perlawanan. “Paman jahat! Paman yang menjual dan meninggalkanku di tempat mengerikan waktu itu! Paman tidak sayang padaku!”

“Kau tidak paham, Lucia! Aku ini pamanmu. Aku melakukan itu karena terpaksa!” bohong Jhony, mencoba mengarang alasan konyol.

“Pria bertato yang membelimu itu orang yang kejam. Sekarang dia mencarimu. Kalau kau tidak ikut aku kembali padanya, Paman yang akan dibunuh. Kau mau melihat pamanmu ini mati konyol karenamu?”

Lucia mengedipkan matanya polos, menyipitkan mata menatap Jhony penuh selidik.

“Tapi kata Paman Tampan di sini, Paman Jhony itu membuangku karena Paman mau pakai uangnya buat judi dan beli minum-minuman pahit. Paman Tampan tidak pernah memukulku, sedangkan Paman selalu menyuruhku bekerja tanpa diberi makan kue.”

“Paman Tampan? Pria pembunuh itu kau panggil Paman Tampan?!” Jhony mendengus tak percaya, eror menghadapi kepolosan keponakannya. “Lucia, dengar, tempat ini berbahaya. Dia itu mafia kejam dan bahkan lebih dari yang kau bayangkan!”

“Tapi di sini makanannya enak-enak kok. Bibi Martha juga baik, Mila juga baik. Lagipula, Lucia punya tugas penting malam ini.” ucap Lucia tak mau kalah.

“Tugas apa? Kau cuma dijadikan pelayan dan sebentar lagi akan jadi pemuas naf-su di sini, Bodoh. Jangan berharap kau akan jadi ratu Lucia!” maki Jhony frustrasi, hendak mencengkeram bahu Lucia lagi.

Lucia mundur satu langkah, mengacungkan ujung selang air tepat ke wajah Jhony.

“Lucia harus menidurkan ular milik Paman Tampan pakai susu madu nanti malam. Paman Jhony jangan mengganggu atau Lucia semprot mukanya pakai air!” ancam Lucia.

Jhony melongo. Dahinya berkerut dalam. Otaknya bekerja keras mencerna ucapan keponakannya yang tidak masuk akal.

“Ular? Ular apa lagi, hah? Jangan melantur! Cepat ikut aku sekarang!”

Geram karena kehabisan waktu, Jhony maju dan menyeret gadis itu secara paksa.

“Kau harus kembali pada Marco atau kepalaku melayang!”

“Tidak mau! Paman jahat!” teriak Lucia panik.

Tanpa berpikir panjang, Lucia langsung menekan tuas selang air di tangannya penuh. Semprotan air bertekanan tinggi meluncur deras, menghantam telak wajah dan mulut Jhony.

“Aaargh! Uhuk! Sialan, Lucia! Hentikan!” jerit Jhony histeris seraya memegangi matanya yang perih terhantam air. Pakaian kusamnya basah kuyup seketika.

Suara teriakan itu langsung memancing perhatian dua pengawal berbadan kekar yang bersiaga di dekat pintu utama.

“Ada apa di sana?!” seru seorang pengawal berjas hitam. Dalam hitungan detik, kedua pengawal itu sudah menarik pistol berlaras panjang dari balik jas mereka dan melangkah cepat mendekat.

“Lepaskan tanganmu dari Nona Lucia!”

Jhony yang mukanya masih basah kuyup mendongak dan seketika pucat pasi melihat dua moncong senjata api hitam mengarah tepat ke keningnya. Kilatan membunuh di mata para pengawal Alessandro sama sekali tak main-main.

“M–mafia!” teriak Jhony ketakutan setengah mati.

Lupa pada niat awalnya membawa Lucia, Jhony buru-buru berbalik, melompati pagar tanaman hias dan berlari tunggang-langgang keluar dari area mansion seperti tikus kebasahan.

“Awas ya kalau datang lagi! Nanti tak semprot pakai air sabun,” teriak Lucia polos dari balik pagar seraya melambaikan selang airnya.

Kedua pengawal saling pandang bingung, lalu menatap Lucia yang tampak sangat bangga baru saja mengusir penjahat menggunakan senjata selang tamannya.

1
Muft Smoker
alexander tu ketua mafia Isabella ,, pasti tau mana yg asli dan mana yg palsu ,,
kecuali Alexander tukang gorengan ,, pasti lebih milih minyak murah biar hemat meski palsu ,,
dibandingkan minyak mahal yg lebih sehat ,,
Muft Smoker
jgn di tahan Vincent ,, nanti ketawa ny Mlah kluar lewat bawah looo ,, lbih gx enk lgi ,, 🤭🤭😂😂😂😂😭
Muft Smoker
nah kan si raja ular udh dtg ,,
Muft Smoker
waaah udh gx sayang nyawa si Julian ,, Dy gx tau klo ad anaconda yg lgii mantau 🤭🤭😂😂😂
Esther
Calon istri dalam mimpimu Isabela😂
Esther
Paman tampan cepat sekali kamu muncul😄
🇦 🇵 🇷 🇾👎
𝚔asian😅
🇦 🇵 🇷 🇾👎
hy posesif ny dtg
lovely_day
lanjut dong thor.. 3bab aja nih...
Aku Agni
gakuatttt bengekkkkk
Ita rahmawati
owalah ternyata calon istri cuma kehaluanmu doang isabel
Ita rahmawati
maksudnya gimana Vincent,, tidak akan membiarkan kelemahan putranya hidup tenang 🤔
Ita rahmawati
Alesandro kyk jaelangkung
tinie
hadeeuh
semakin ketat saja
aless sudah mulai bucin🤣👻👻
Bunda SalVa
jangan harap kamu dapat simpati dari keluarga Frederick 😄😄😄
Sri Rahayu
jgn khawatir Vincent...sepertinya Alexander tdk masalah dgn pilihan Alessandro karena hanya Lucia yg bisa meredam penyakit alergi Alessandro... dulu Alexander jg gitu menyukai gadis lugu Malika 😘😘😘
Sri Rahayu
jgn salah mengartikan dulu Alessandro... arti suka Lucia mungkin beda dgn kamu 🤩🤩🤩
Qital Karimah
baca ya ikut jadi gila juga🤣 parah author gong
Muft Smoker
pawang ular aman 👍👍👍👍
Muft Smoker
nah loo anaconda dtg ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!