NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Rana dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukankah Kamu Tidak Mencintaiku

"Kenapa? Bukankah kamu tidak mencintaiku?"

Jax menatap dalam istrinya yang tengah merapikan cara duduknya yang semula bersender ala kadarnya di punggung sofa.

"Kamu hanya sedang bosan," jawab Dania membalas tatapan suaminya dengan wajah tenang tanpa gejolak sekalipun.

Jax tak langsung menyanggah pendapat Dania. Ia menatapnya lebih lama dengan sorot mata lirih tak berkedip. Sedangkan Dania di sisi lain tengah menarik kesimpulannya sendiri dan menganggap kesenyapan itu adalah tanda bahwa apa yang diucapnya itu benar.

"Masuk kamar dan tidurlah! Walaupun besok kamu tidak ada kuliah pagi, kamu masih tetap harus bangun awal," ucap Dania sambil berjalan meninggalkan Jax di ruang itu.

"Iya, aku bosan!!!! Dari awal aku tidak menyukai perjodohan ini, tapi kamu malah memaksakannya!!!!" Pecah sudah air tenang selama dua bulan ini.

Jax berteriak hingga suaranya menggema di setiap sudut ruang tamu yang kosong melompong itu.

Dania terdiam di tempatnya berdiri. Fakta yang terungkap itu menyentil titik terdalam hatinya, sampai membuatnya membeku layaknya patung yang terkutuk.

Memang dari awal pernikahan ini sudah cacat. Pernikahan politik? Atau pernikahan bisnis? Bukan, bukan dari keduanya. Pernikahan perlindungan mungkin lebih tepat untuk menjawab pertanyaan itu.

"Haaaah..." Dania menunduk seolah dirinya sudah cukup mendengarkan rengekan anak kecil dari suaminya.

"Kalau kita bercerai, lalu apa? Apa yang akan kamu lakukan setelahnya?" Dania berbalik dan menyilangkan tangannya.

Sepertinya Jax belum menyiapkan jawaban untuk pertanyaan Dania. Matanya kelabakan dan akhirnya malah memilih merendahkan pandangannya.

"Ck! Berhentilah merengek dan cepatlah tidur!!"

Ada jeda sepersekian detik sampai Jax kembali menyerangnya.

"Kalau begitu, tidak masalah kan kalau aku punya cewek?" Jax memiringkan senyumnya.

Dania memejamkan matanya sejenak dan menghembuskan nafasnya sekali lagi.

"Terserah kamu, kamu boleh memiliki satu, dua, tiga atau ratusan cewek lain. Aku sama sekali tidak keberatan!!"

Lalu Dania melanjutkan langkahnya kembali ke kamarnya. Sekarang ia bisa tidur dengan nyenyak karena sudah mengetahui suaminya pulang ke rumah dengan keadaan baik-baik saja.

Sementara Jax, dia duduk termenung seperti merasakan kekalahan bertubi dari lontaran ketidak pedulian istrinya atas kelakuan tak bermoralnya.

.

.

.

Keesokan harinya, Jax memilih untuk memberontak. Sebelum Dania terbangun, ia sudah berangkat ke kampusnya meskipun jadwal kuliahnya kosong di pagi hari. Baginya lebih baik bengong di tongkrongan dari pada harus melihat istri membosankannya.

"Widih! Tumben pagi-pagi udah sampai kampus aja," ledek James teman dekatnya.

Celotehan teman dakjalnya itu sama sekali tidak mempengaruhinya. Jax masih menghirup rokoknya sampai asap putih mengepul di tepi parkiran.

"Cie yang habis enak-enak semalam..." Muncul lagi antek keduanya bernama Jason.

Ketiga orang bernama huruf depan J ini sangat populer di angkatan mereka. Selain gaya mereka yang bad boy abis, ketampanan yang terpancar dari ketiganya tidaklah main-main.

Meskipun James dan Jason tidak bisa mengalahkan visual Jax yang tingkat dewa, tapi keduanya juga tak kalah menarik. Kalau Jax tipe manly, Jason lebih ke cantik? Mungkin alis tipis, bulu mata lebat, dan bibir mungilnya membuat kontur wajahnya sedikit feminim namun tetap ciamik. Sedangkan James, meskipun dia berkacamata namun tidak bisa menutupi betapa tajam tatapannya. Dari ketiga anggota, dia lah pemilik mata terindah dengan warna coklat yang akan berubah terang jika terkena sinar matahari.

"Gimana rasanya?" Tanya Jason dengan tawa cekikikannya.

"Apanya?" Jax masih menghirup rokoknya.

"Si Bella, siapa lagi?"

"Biasa aja! Sama kayak yang lainnya," jawab Jax.

"Aje gile lu, brengsek banget temen satu ini," ledek James menyeka kacamatanya yang terkena asap rokok Jax.

"Lu mau? Ambil sana! Udah bosan gue!" Lantam sekali ucapan Jax sampai membuat kedua sahabatnya melongo.

"Hmmm.... Enak ya punya banyak cewek. Gue mau dong! Udah lama banget ngejomblo gue."

"Halah, ngejomblo apanya, lihat noh banyak cewek yang ngantri ngajak lu ke hotel," hardik James yang paling normal dibandingkan kedua temannya itu.

James dan Jason tertawa terbahak-bahak saat keduanya saling melontarkan komentar ke setiap orang yang berjalan melalui parkiran kampus. Sedangkan Jax masih terpaku pada pikirannya sendiri, membuat keduanya keheranan.

"Kesambet apa sih lu? Diem-diem bae. Biasanya lu yang paling heboh kalau lihat cewek cantik lewat." James hanya ikut mengamati keanehan sahabatnya itu. Sepertinya ada kejadian yang traumatis sampai membuat perubahan tingkah laku.

"Kalau cewek lu bilang dia nggak peduli kalau lu selingkuh, apa artinya dia nggak cinta ke lu?" Tanya Jax tiba-tiba membuat kedua sahabatnya saling tukar pandangan.

"Betina mana yang bisa buat lu galau seperti ini he?" tanya James.

"Betina betina! Jangan asal omong ya lu!!!!" Entah kenapa candaan James membuat Jax ketrigger.

"Wesss!! Santai boss! Udah ngepal aja tu tangan," ucap James menghadang tangan Jax dengan kedua tangannya.

Berbicara dengan kedua antek-anteknya ini benar-benar aktivitas yang unfaedah. Bukannya menemukan tiitik terang, malah kepalanya dibuat berasap seperti rokok yang ia buang ke tong sampah. Setidaknya Jax tidak membuang sampah sembarangan. Mantap!!!

Ditengah kekalutan pikirannya malah datang cewek berambut merah yang mereka kenal dengan nama Bella.

"Hai Jax..." Senyumnya merekah langsung mencengkram lengan Jax dan mendorong James dan Jason menjauh. Ia duduk tapi tidak bisa diam, sepertinya Bella sudah kerasukan jin cacing yang menggeliat ketika terkena panas matahari.

"Kok chat-ku nggak dibales sih?

Si cacing malah menempelkan kepalanya di ujung bahu Jax dan menggesek-gesekannya.

"Ck! Pergi nggak lu! Risih gue!" Namun hempasan tangannya tak bisa mengusir titisan ulat kadut itu.

"Padahal kemarin malam, kita sudah menghabiskan malam bersama tapi kenapa kamu sok jual mahal lagi sih?" Logat yang dibuat-buat itu membuat James dan Jason yang masih duduk disana ingin sekali muntah.

"Udah kalian mojok sendiri sana! Nggak usah merusak pemandangan orang yang lagi lewat!" Hardik Jason.

Akan tetapi Jax tak menghiraukannya dan malah menyalakan rokoknya satu lagi.

"Eh katanya ada dosen baru loh! Masih muda cantik lagi, wohoo!!!" Jason bersorai seperti tak ingin ketinggalan mendapatkan lotre dan menang besar.

Tak ingin Jax salah fokus ke berita itu, Bella melontarkan komentar yang sebenarnya tidak terlalu penting. " Halah, secantik apapun dia kalau udah tua pasti banyak keriputnya! Ya kan Jax?"

Namun Jax tak menghiraukannya. Baginya celotehan Bella hanyalah kicauan burung yang lapar seperti perutnya yang keroncongan karena melewatkan sarapan paginya bersama sang istri.

"Eh jangan salah.... Dosen satu ini beneran cuantik pol!!!" Ucap Jason

"Ah masa?" James menimpali.

"Itu! Itu itu!!! Itu dia dosennya! Cantik kan? Dia single nggak ya? Hehe."

Jax mengikuti arah telunjuk Jason dan menemukan sosok yang tidak pernah ia sangka akan bertemu dengannya di lingkungan kampus.

Dia Rana Dania, istrinya.

.

.

.

Bonus visual Trio J

Jax

Jason

James

.

.

.

1
naws
kenapa sih dia begini amat? carper apa ya?
naws
makanya jangan bersikap kayak anaknya on
naws
ada trauma apa lah jax ini?
dia butuh pertolongan tapi tingkahnya kayak gak butuh
naws
mungkin jax begitu karena ngira dania gak cinta dia ya?
tapi kurang jelas apa sih perasaan dania?? act of service bgt gitu 🥴
naws
danita kayak lagi ngangon anak bujang 😖
naws: eh dania 🤭
total 1 replies
[AB] Candra Buwana
iya pulanglah segera. dania membutuhkanmu. ga mungkin kan aku yang menemani
Myz Pena
sebenarnya apa yang terjadi ?? apakah kamu merasa bersalah sama jax jadi kamu memilih untuk menikahinya 🤧
Myz Pena
aduhay dengar itu daniah

dag dig dug syeerr 🤣
Myz Pena
pemain wanita profesional.🤣
Myz Pena
serang di ranjang...ganasnyooo 🤣
Myz Pena
wkwkwkwk jax... jax jax... hati2 hanya modus nonton lanjut ke ... ahh sudahlah 🤣
[AB] Candra Buwana
waduh pingsan. untung di kasur masih aman
Myz Pena
wkwkwkkw mancing mania ini ... awas jaxx susah tidur nanti kau 🤣
Myz Pena
apakah ini menjadi malam pertama penirsah atau gagal lagi ??. 🫣
Myz Pena
biasalah wanita.. sebgai suami jangN ladeni ngambeknya segra bujuk dan rayu auto lulu lagu 🤣
Myz Pena
hmmm iman daniah mulai goyang pemirsahh 🤭
Myz Pena
gantengka suami brondong mu daniah ? 🤭
Myz Pena
aduh tangan mu jax.. awas aja langsung raba dada daniahku 🤣
Prayy
aku suka gaya mu jaxx karena di cerita nya kamu kelihatan jahat tetapi belum di jelaskan kenapa kamu bisa kaya gitu
Prayy
apa sebenarnya yang terjadi,,sampai jax kaya gini ? gak mungkin dong tidak ada masalah nya dan di sini belum ada flashback nya tentang mereka berdua jadi aku belum bisa menghakimi si jaxx dan juga tidak berpihak pada Dania,,sebab konflik nya belum jelas sampai sekarang
ginevra: sabar kakak....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!