NovelToon NovelToon
LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Lula, bocah 5 tahun yang hidup luntang-lantung di kerasnya jalanan Jakarta, mendadak jadi putri bungsu kesayangan keluarga konglomerat Ayodhya setelah kekuatan supernya menyelamatkan nyawa sang istri CEO. Kini, dengan kemampuannya berbicara dengan hewan dan melihat kabut nasib buruk, Lula bukan cuma jadi jimat penyelamat Grup Lentera, tapi juga pusat dunia bagi empat kakak laki-lakinya yang kelewat protektif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Dia sudah merencanakan jebakan kontrak ini selama setengah tahun.

"Pasti ada yang membocorkan rahasia ini kepada Baskoro," desis Surya tajam.

"Kita tidak bisa membiarkan Grup Lentera selamat begitu saja, hutang mereka sudah hampir lunas."

Pria berjas itu perlahan mengangkat wajahnya.

"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Pak?" tanyanya hati-hati.

Surya menyipitkan matanya yang licik.

"Kalau cara halus tidak berhasil, kita pakai cara kasar."

"Cari tahu jadwal harian anak sulungnya, si Adrian sombong itu."

"Buat kecelakaan yang terlihat alami dan pastikan dia tidak bisa bekerja lagi," perintah Surya dingin.

"Baik Pak, akan segera saya laksanakan," jawab anak buahnya lalu pamit keluar ruangan.

Surya tersenyum sinis menatap pemandangan kota Jakarta dari kaca jendelanya.

Dia tidak tahu bahwa rencana jahatnya ini nantinya akan berhadapan dengan lawan yang salah.

Sore harinya di rumah keluarga Ayodhya.

Matahari sudah mulai turun dan langit berubah menjadi jingga.

Arini berjalan tergesa-gesa ke arah taman belakang bersama beberapa pelayan.

"Lula! Kamu di mana nak?" panggil Arini dengan nada cemas.

Dia baru pulang dari butik dan tidak menemukan Lula di kamarnya.

Arini terus berjalan sampai dia melihat pintu rumah kaca tua itu sedikit terbuka.

Dia melangkah masuk dan terkesiap melihat pemandangan di dalamnya.

Lula sedang tertidur pulas di lantai yang kotor dengan wajah cemong terkena debu.

Namun yang membuat Arini kaget bukanlah itu.

Matanya terpaku pada pohon bonsai beringin yang tumbuh sangat subur di samping Lula.

"Astaga, bukankah ini bonsai peninggalan kakeknya Adrian yang sudah mati lima tahun lalu?" gumam Arini tidak percaya.

Baskoro pernah mencoba berbagai ahli tanaman untuk menghidupkan bonsai ini namun selalu gagal.

Sekarang pohon itu terlihat lebih hidup dari sebelumnya.

Arini segera menggendong tubuh kecil Lula dengan hati-hati agar anak itu tidak terbangun.

Dia membawa Lula kembali ke kamar dan membersihkan wajah serta tangannya menggunakan handuk basah.

Malam harinya, jam dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.

Lula terbangun karena merasa perutnya sedikit lapar.

Dia turun dari kasur besarnya dan berniat pergi ke dapur untuk mencari biskuit.

Baru saja Lula membuka pintu kamarnya, dia melihat sesosok pria jangkung sedang berdiri diam di depan pintu.

Itu adalah Adrian yang baru saja pulang dari kantor.

Pria itu masih memakai kemeja kerja yang sedikit kusut dan dasinya sudah dilonggarkan.

Lula mengerjap kaget menatap kakak pertamanya itu.

"Paman Adrian kok berdiri di situ? Mirip patung di depan rumah," sapa Lula polos.

Wajah Adrian langsung berubah kaku dan canggung.

Dia berdeham pelan untuk menutupi rasa gugupnya.

"Sudah kubilang panggil aku Kakak, jangan Paman," koreksi Adrian pelan.

"Lula mau ke mana malam-malam begini?" tanyanya mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Lula lapar, mau cari kue di kulkas," jawab Lula jujur.

Adrian mengangguk kaku lalu menyembunyikan sebelah tangannya di belakang punggung.

"Ekhem. Kebetulan tadi siang ada rekan bisnis yang memberiku sesuatu."

"Aku tidak suka barang manis dan berbau anak-anak, jadi daripada dibuang, lebih baik kuberikan padamu."

Adrian menyodorkan sebuah kantong kertas berwarna merah muda ke arah Lula.

Lula menerima kantong itu dengan mata berbinar-binar.

"Wah! Kantongnya warna pink kesukaan Lula," seru anak itu gembira.

Lula membuka kantong kertas itu dan mengeluarkan isinya.

Ada dua botol susu rasa stroberi ukuran besar dan sebuah jepit rambut berbentuk kelinci yang sangat lucu.

"Lucu sekali jepit kelincinya!" puji Lula kegirangan.

Adrian memalingkan wajahnya yang kini sudah sedikit memerah.

"Itu cuma barang murah dari pinggir jalan, jangan terlalu senang," elak Adrian dengan gaya khasnya.

Namun tiba-tiba selembar kertas kecil jatuh dari dalam kantong itu ke lantai.

Lula memungut kertas itu dan menatapnya bingung karena dia belum lancar membaca tulisan bersambung.

"Ini kertas apa Kak Adrian?" tanya Lula sambil menyodorkan struk itu.

Adrian menoleh dan matanya langsung membelalak kaget.

Itu adalah struk pembelian dari sebuah toko aksesoris mahal di pusat perbelanjaan.

Di sana tercetak jelas waktu pembeliannya pada jam makan siang.

Itu membuktikan bahwa Adrian sengaja pergi ke mall di sela jam sibuknya hanya untuk membeli barang ini.

Adrian segera menyambar kertas itu dari tangan Lula dan meremasnya cepat-cepat.

"Itu cuma sampah, tidak penting," ucap Adrian panik.

"Pokoknya barang itu sudah kuberikan padamu, jangan banyak tanya lagi."

Lula tersenyum lebar dan langsung memeluk sebelah kaki panjang Adrian dengan erat.

"Terima kasih Kak Adrian, Lula suka sekali hadiahnya," ucap Lula dengan tulus.

Tubuh Adrian langsung menegang seperti tersengat listrik.

Ini adalah pertama kalinya ada anak kecil yang memeluknya dengan begitu hangat.

Selama ini adik-adiknya selalu menjaga jarak karena sifat Adrian yang terlalu galak dan dingin.

Perasaan aneh yang menghangatkan dada tiba-tiba muncul di hati Adrian.

Dia perlahan mengangkat tangannya dan mengusap puncak kepala Lula dengan kaku.

"Ya. Pakai jepit itu besok, aku tidak mau melihat rambutmu berantakan lagi," balas Adrian pelan.

Lula mengangguk cepat dan melepaskan pelukannya.

"Lula janji akan pakai jepit kelinci ini terus," kata Lula riang.

Adrian membetulkan letak kacamatanya meski sebenarnya tidak ada yang salah dengan kacamatanya.

"Aku mau tidur, kau cepat minum susunya dan kembali tidur," perintah Adrian lalu berbalik berjalan menuju kamarnya.

Lula melambaikan tangan kecilnya ke punggung Adrian yang semakin menjauh.

"Selamat malam Kak Adrian," panggil Lula manis.

Langkah Adrian sempat terhenti sejenak, namun dia tidak menoleh.

"Malam," balas Adrian singkat sebelum akhirnya menghilang di balik pintu kamarnya.

Di dalam kamarnya, Adrian bersandar di balik pintu sambil menghela napas panjang.

Dia menutupi wajahnya dengan sebelah tangan sambil tersenyum tipis.

"Sial, ternyata anak kecil tidak terlalu buruk juga," gumam Adrian pada dirinya sendiri.

Sementara itu di lantai bawah, Lula membawa susu stroberinya ke tempat tidur dengan perasaan sangat bahagia.

Dia memeluk jepit rambut kelinci itu di dadanya.

Hari ini Lula menyadari satu hal yang sangat penting.

Meski kakak pertamanya itu bermulut tajam dan suka marah-marah, tapi dia memiliki hati yang sangat lembut.

Sama seperti Kak Dewa yang galak namun diam-diam selalu memperhatikan makannya.

Lula berjanji dalam hati, dia akan menggunakan kekuatan matanya untuk melindungi keluarga barunya ini dari semua nasib buruk.

Termasuk melindungi Kak Adrian dari awan hitam yang belum terlihat.

1
Adelina Lin
thor, buat keluarganya si manda jatuh miskin, biar dia merasakan gimana jadi gembel
kiyoe: siap kak di tunggu aja bab selanjutnya hehe
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: terimakasih kak Heni sehat selalu 🙏
total 1 replies
beybi T.Halim
cerita yang bagus sejauh ini.,ternyata gak semua orang kaya dan anak orang kaya terdidik dgn baik.
kiyoe: terimakasih kak atas support nya
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt Thor
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt Thor 😍💪
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: terimakasih kak Heni support nya🙏
total 1 replies
kiyoe
terimakasih kak heni🙏
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: kemana aja kak Heni
total 1 replies
kiyoe
terimakasih kak kemna aja kak kok baru kelihatan 🤭
Astiana 💕
mampir Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!