NovelToon NovelToon
Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 3_ kehidupan yang terasa berbeda

" mama? " ujar Kevin saat melihat sosok wanita paruh baya yang sangat dia kenali berada di rumah nya.

" dari mana kamu? pagi pagi tidak ada di rumah" tanya Mia melihat putranya baru saja pulang dengan keadaan berantakan.

" dari makam Rania" jawab Kevin lesu lalu duduk di atas sofa tanpa semangat.

Rasanya separuh jiwanya ikut menghilang bersama Rania. Padahal baru kemarin Rania masih bersama dirinya. Dan hari ini dia malah di tinggal sendirian.

" jadi Rania beneran sudah tiada?" tanya Mia

Mia memang sudah mendengar kabar tentang kecelakaan yang terjadi malam kemarin. dan hari ini dia baru bisa datang untuk memastikan nya sendiri.

" iyaa ma, Rania pergi. Dia ninggalin Kevin sendirian" ujar Kevin sedih

" sendirian? Bukanya bersama selingkuhan mu itu?" ujar mia sinis" mama malah bersyukur Rania tiada. Dengan begitu dia tidak tersiksa lagi dengan mu" ujar Mia ikut merasa sedih namun dia merasa ini yang terbaik untuk Rania.

Mia jelas tahu bagaimana kondisi rumah tangga putranya. dia juga sering menasehati Kevin. namun memang pada dasarnya Kevin sangat keras kepala sama seperti papanya.

" mama? Mama tidak kasihan melihat ku menderita seperti ini? Aku jadi duda ma aku di tinggal mati sama istri yang aku cintai" ujar Kevin tidak menyangka ibunya malah berfikir seperti itu.

" istri yang kau cintai? Sadar Kevin! apa selama Rania hidup kamu pernah membuat dia tersenyum? pernah mengucapkan kata cinta? Pernah memanggil dia sayang? Atau... Pernahkah kamu menganggap dia sebagai istri mu?" ujar mia panjang lebar.

Kevin putra bungsu nya, sifatnya sama persis seperti mantan suaminya. keras kepala, hobi berselingkuh dan tidak tahu cara menghargai.

" aku bersikap seperti itu karena aku cinta sama dia. Karna aku tidak mau dia pergi ma. Tapi.... Dia tetap meninggalkan ku" ujar Kevin kembali menangis.

Baru 2 hari dia hidup tanpa Rania. dan sekarang dia sudah sangat merindukan wanita itu. Biasanya saat dia pulang ada Rania yang menyambut kepulangan nya.

" cinta seperti apa yang kamu maksud? Tidak ada cinta yang membuat pasangan nya tersiksa " ujar Mia " ingat Kevin, semua ini buah dari perbuatan mu. Ini yang kamu mau kan? Sekarang kamu bisa bebas bermain dengan wanita wanita mu itu"

" ma...." panggil Kevin lirih dengan suara bergetar "aku menyesal" ujarnya benar benar menyesal " aku ingin Rania kembali ma, aku janji aku Akan berubah"

Penyesalan tidak ada gunanya lagi sekarang. Mau semenyesal apapun Kevin. atau setulus apapun dia minta maaf. bahkan sekuat apapun dia memohon. Rania tidak akan pernah kembali.

Hari hari Kevin kini terasa sangat berbeda dari biasanya. jam tidurnya berantakan, pola makannya tidak teratur, pekerjaan nya banyak yang menumpuk.

wajahnya pucat, matanya sayu dan menghitam. Tubuhnya lemas tak bertenaga. Orang orang kantor tidak tau apa yang terjadi pada bos nya. Karena mereka memang tidak tahu tentang Kevin yang sudah memiliki istri.

" sayang" panggil seorang wanita memasuki ruangan kerja Kevin tanpa izin.

" baby kamu kenapa? Kamu terlihat sangat berantakan. Apa terjadi sesuatu di kantor?" tanya ledis khawatir melihat kondisi kekasihnya.

Yaa, ledis adalah salah satu selingkuhan Kevin. Dan beberapa hari ini dia tidak mendapatkan kabar dari Kevin. Karena itu dia memilih untuk menyusul ke kantor.

Dari semua selingkuhan Kevin hanya ledis yang berbeda. Jika Clara berstatus model maka ledis hanya wanita yang masih berstatus mahasiswi.

Yap! Dia masih sangat muda. Usianya masih 22 dan tahun ini dia wisuda. Dia berasal dari desa, orang tuanya bukan orang kaya. Niatnya kesini untuk bekerja. Namun dia bertemu dengan Kevin dan jatuh cinta pada pria itu Tanpa tahu latar belakangnya.

Kevin membiayai kuliah ledis, membiayai orang tua ledis dan juga kehidupan ledis di jakarta. dan kalian tahu syaratnya? Ledis harus selalu siap melayani Kevin dalam hal apapun.

" pergi, aku banyak pekerjaan" ujar kevin dingin tidak bersemangat, bahkan dia menepis kasar tangan ledis yang menyentuh bahunya.

" ada apa? Aku disini untuk mendengarkan mu. Aku tidak tega melihat mu seperti ini" ujar ledis tulus. Dia benar benar khawatir pada Kevin.

" PERGI! GW BILANG PERGI SIALAN! CEWEK MISKIN KEK LO NGGAK BAKAL NGERTI APAPUN!!" bentak Kevin bahkan mengebrak meja hingga menimbulkan suara dentuman yang keras.

Ledis terkejut, refleks dia mundur dan memejamkan matanya. Jantung nya berdegup kencang karena terkejut dan juga sakit hati karena di bentak dan dihina.

Selama mereka kenal Kevin tidak pernah membentaknya apa lagi menghina nya. malah Kevin adalah pria yang selalu mendukung nya, membuat dia lebih bersemangat menjalani hidupnya yang jauh dari kata tenang.

" kamu membentak ku? " tanya ledis dengan suara bergetar menatap kecewa pada Kevin yang menatap nya tajam.

" apa kurang jelas? " tanya Kevin " gw nggak butuh Lo lagi. pergi dari sini dan jangan kembali lagi " ujar Kevin .

matanya terasa panas, lututnya bergetar, jantung nya berdegup kencang dan berdenyut perih, lehernya terasa tercekat hingga dia susah untuk bernafas apa lagi mengeluarkan suara.

Air mata menetes dari pelupuk matanya, menatap lurus pada Kevin memancarkan kekecewaan yang mendalam. Dia tidak menyangka ini akan terjadi pada hubungan mereka. Tanpa sadar tangan kanannya terangkat mengusap perut datar nya.

" b-ba-ik aku pergi" ujar ledis dengan terbata bata dan susah payah. lalu dia berbalik pergi dengan air mata yang menetes deras.

" ARGHHH!! " teriak Kevin frustasi menarik rambutnya dengan kuat lalu menghempaskan semua benda yang ada di atas meja kerja nya.

*brak*!

Kevin menendang kuat meja kerjanya hingga terjatuh mengenaskan di lantai. Lalu mengambil kursi kebanggaannya dan membanting nya di dinding.

ruangan yang tadinya rapi kini sudah seperti kapal pecah. keras bertebaran di lantai, berkas berkas berantakan. Kursi hancur dan meja terbalik.

Kevin terduduk di lantai bersandar pada dinding yang dingin memegang kepalanya yang berdenyut sakit.

" rania.... Rania.... Aku merindukan mu. Ku mohon kembali lah" lirih Kevin putus asa.

Tidak ada yang berani masuk ke ruangan tersebut. Atau bahkan tidak ada yang tahu apa yang terjadi disini. Ruangan ini kedap suara.

" Rania, sayang... Aku mencintaimu. Kamu juga cinta sama aku kan? Jadi kembali lah, aku jadi aku akan berubah. Maaf kan aku" ujar Kevin seperti orang gila yang berbicara sendiri.

Alaska tidak akan percaya dengan keadaan Kevin sekarang. Siapa pun pasti tidak menyangka Kevin akan sehancur ini hanya karena Rania pergi.

Alaska dan mia, 2 orang yang paling tahu bagaimana sifat Kevin pada Rania dulu. rasanya mustahil jika Kevin akan hancur hanya karena Rania tiada. Seharusnya Kevin bahagia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!