NovelToon NovelToon
Gadis Desa Diremehkan Ternyata Tabib Legendaris

Gadis Desa Diremehkan Ternyata Tabib Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Astiana Larasati turun ke ibu kota dengan ilmu bela diri kuno, pengobatan ajaib, dan kemampuan mendengar niat jahat untuk mencari orang tua kandungnya. Berpandukan liontin yang bisa menyala hijau, Astiana menavigasi intrik para elit kota sambil mati-matian menekan kekuatannya demi mematuhi amanat kakek angkatnya untuk hidup rendah hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Dan kini, orang yang mencoba membunuh Kakek Darma juga menggunakan perantara yang memakai fasilitas Keluarga Adibrata.

"Keluarga Adibrata lagi."

Astiana bergumam pelan sambil mengusap layar tablet tersebut.

"Apakah Tuan Kusuma yang kau sebutkan tadi juga bekerja untuk PT Bintang Zamrud ini."

Astiana menunduk menatap Dokter Handoko yang masih meringkuk di atas rumput.

Dokter Handoko menelan ludahnya dengan susah payah sebelum menjawab.

"Saya tidak tahu pasti, Nona."

"Tapi semua uang tunai penyuapan itu selalu dibungkus dengan amplop berlogo huruf BZ."

"Tepat seperti dugaanku."

Astiana menyerahkan kembali tablet itu kepada Raka.

"Orang yang ingin membunuh kakekmu ternyata memiliki bekingan yang sangat kuat, Tuan Muda Raka."

Raka mendengus kesal dan menendang ban mobilnya sendiri dengan keras.

Duk.

"Keluarga Adibrata, ini sangat gila."

Raka mengacak-acak rambutnya merasa sangat frustrasi dengan kenyataan ini.

"Keluarga Darma memang kaya, tapi kami tidak punya kekuatan militer atau politik untuk melawan klan sebesar Adibrata."

"Kalau mereka yang menjadi dalangnya, kakekku tidak akan pernah bisa tidur tenang lagi."

Astiana menghela napas panjang dan menepuk bahu Raka dengan pelan.

Puk.

Itu adalah sentuhan fisik pertama yang Astiana berikan secara sadar pada pemuda itu.

Raka sedikit tersentak namun dia tidak menepis tangan Astiana sama sekali.

"Tenanglah, jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat."

Astiana mencoba menenangkan Raka dengan nada suara yang rasional.

"Belum tentu petinggi Keluarga Adibrata yang secara langsung memerintahkan pembunuhan ini."

"Bisa saja ada oknum di PT Bintang Zamrud yang menggunakan fasilitas mereka untuk urusan pribadi."

Penjelasan Astiana sedikit membuat kepanikan di wajah Raka mereda.

"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang, Nona Astiana."

Raka tanpa sadar mulai bergantung pada setiap keputusan yang dibuat oleh gadis dari desa ini.

Pikiran Raka sekarang sudah sepenuhnya tunduk pada logika dan ketenangan Astiana.

"Kita harus mencari tahu siapa sebenarnya Tuan Kusuma ini."

Astiana menatap langit sore yang mulai berubah menjadi jingga kemerahan.

"Dia adalah kunci untuk menemukan dalang pembunuhan kakekmu."

"Dan bagiku, dia adalah kunci untuk menelusuri isi dari mobil sedan hitam itu."

Astiana dan Raka kini memiliki satu tujuan yang sama meskipun dengan motif yang berbeda.

"Baik, aku akan mengerahkan informan rahasia untuk melacak pergerakan Tuan Kusuma di kota ini."

Raka kembali bersemangat dan menatap Dokter Handoko dengan pandangan jijik.

"Lalu bagaimana dengan dokter sampah ini."

"Apakah aku boleh menyerahkannya ke polisi dengan tuduhan percobaan pembunuhan berencana."

Dokter Handoko langsung bersujud berkali-kali di depan kaki Raka memohon belas kasihan.

"Jangan, Tuan Muda, jangan bawa saya ke polisi."

"Kalau Tuan Kusuma tahu saya ditangkap, keluarga saya pasti akan dihabisi malam ini juga."

Dokter Handoko menangis histeris membayangkan kekejaman sindikat bawah tanah tersebut.

Astiana berpikir sejenak mempertimbangkan untung rugi dari situasi ini.

"Menyerahkannya ke polisi justru akan membuat pihak musuh tahu bahwa rencana mereka gagal."

Astiana memberikan pandangannya pada Raka yang langsung mendengarkan dengan penuh perhatian.

"Mereka akan segera menyembunyikan jejak Tuan Kusuma dan mengganti strategi."

"Lalu apa yang harus kita lakukan padanya."

"Kita kurung dia di ruang bawah tanah rumah ini."

Astiana menunjuk ke arah pintu kecil di dekat garasi mobil belakang.

"Biar dia tetap hidup tapi putuskan semua akses komunikasinya dengan dunia luar."

"Dengan begitu, musuh akan mengira dia sedang bersembunyi atau berhasil kabur ke luar negeri."

Raka tersenyum lebar mendengar rencana licik namun sangat masuk akal dari Astiana.

"Otakmu benar-benar mengerikan, Nona Astiana."

Raka memuji dengan nada yang terdengar sangat tulus dan kagum.

"Kau jauh lebih cocok menjadi mafia daripada gadis desa yang lugu."

"Aku anggap itu sebagai pujian, Tuan Muda."

Astiana hanya mengedikkan bahunya acuh tak acuh.

Raka segera menarik kerah baju Dokter Handoko dan menyeretnya menuju garasi.

Sret sret.

"Ayo jalan, kau akan menikmati liburan panjang di ruang bawah tanah kami."

Dokter Handoko tidak berani melawan sama sekali dan hanya pasrah diseret oleh Raka.

Astiana kembali duduk di kursi teras paviliun dan menyesap teh melatinya yang sudah mulai dingin.

Sruput.

Matahari perlahan tenggelam sepenuhnya digantikan oleh gelapnya malam ibu kota.

Lampu-lampu taman menyala satu per satu secara otomatis.

Astiana mengeluarkan liontin kristalnya dan menatap benda bisu itu dengan saksama.

"Keluarga Adibrata, PT Bintang Zamrud, Tuan Kusuma."

Astiana merangkai semua nama itu di dalam kepalanya menjadi sebuah peta pikiran maya.

Konflik di kota besar ini ternyata jauh lebih kotor dan rumit dari yang pernah dia bayangkan.

Tapi dia tidak merasa takut sama sekali.

Darah yang mengalir di tubuhnya adalah darah pewaris ilmu kuno yang tidak akan tunduk pada siapapun.

Malam ini dia akan beristirahat, karena besok perburuan Tuan Kusuma akan segera dimulai.

1
Was pray
tindakan tanpa perhitungan mu menyeret keluarga kakek darma dalam konflik yg membahayakan keselamatan seluruh keluarga kakek darma jasa mengobati kakek darma bukan menyelamatkan tapi menunda kematian. tiada guna pertolonganmu astiana. karena dihatimu terselip niat terselubung yg resikonya lebih berat
Was pray
kamu masuk kawasan be💪bahaya tanpa memahami dulur jalur evakuasi yg aman dulu astiana, kamu dari awal terlalu banyak merepotkan keluarga darma, jasa kamu mengobati kakek Darna dijadikan pijakan untuk menyelesaikan urusan pribadimu. kamu seorang tabib tapi jiwa mu bukan penyembuh dan penolong, tapi penodong , kamu memang tidak langsung minta imbalan harta. tapi menodong kesetiaan
Was pray
ngapainn membocorkan identitasmu pada tuan Kusuma sih astiana? kan itu beresiko buat keluarga darma... jamu gak berbakat jadi agen rahasia/ intelijen. kemampuanotakmu gak memenuhi syarat
Was pray
yeee ... jangan samakan kita metropolitan dengan kampung di puncak gunung yg primitif astiana... makanya punya HP gunakan untuk update pengetahuan bukan cuma buat ngisi kantong bututmu.... biar kuoeng... 🤣
Was pray: kampung it's oke.... tapi jangan sampai rampungan... malu maluin orang asal pedesaan .
total 4 replies
kiyoe
okeii Kaka terima kasih yaaa 🥰
Diana Lely
lanjut thor...makin rame aja...
Was pray
ternyata astiana benar-benar bodoh... seharusnya jam tangan bima jangan dia yang ambil .. bisa minta agar Raka yg mengambil jam itu dari semak2, kalau jam itu ditangan astiana ya otomatis menjadi bukti bahwa astiana benar2 mencuri .. dan bima juga tolol, udah jelas barang bukti ada ditangan astiana seharusnya itu jadi bukti kalau tuduhan mencuri itu benar..ha... ga... ga.... alur ceritanya jadi aneh.
Was pray
buat masalah tapi gak becus menyelesaikan masalah yg ditimbulkannya, idan menyeret orang lain dalam lingkaran permasalahan itu ciri-ciri pengecat
Was pray
hatimu penuh empati tapi otakmu tebal astiana
Was pray
astiana terlalu berani apa bodoh sih sebenarnyar? keberanian tanpa berpikir panjang bukan menyelesaikan masalah , tapi memicu permasalahan yg lebih besar resikonya, tujuan utama dikesampingkan cuma gara sok bijak dengan ikut campur urusan yg bukan urusannya
Was pray
emang burung elangnya terbuat dari karet?, kok bisa melilit ? kecuali kalau burung elang ya lagi lapar ... terus perut elang melilit .. karena perut si elang lapar. .🤭🤭🤣
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
rasakan, akhirnya tempat kasino itu hancur 🤣

selamat untuk memperbaiki semua kerusakannya pak manajer 🤣🤣
Anisa
gila² thor😄
kiyoe: Hehehe 🤭
total 1 replies
Was pray
jakarta jadi surga buat orang kaya, tapi neraka bagi orang miskin
kiyoe: heheheh iyaa bener Kak
total 3 replies
Was pray
hati manusia bisa sekeras baja jika privasinya terusik, tapi bisa jadi selembut salju jika hatinya tersentuh oleh hutang Budi / nyawa
kiyoe: iyaa bener kak 🤭
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
Astiana yang menyamar, tapi, aku malah ikut deg degan /Scream/
kiyoe: wkwkw tembak tembak dor dor dor
total 5 replies
Was pray
gak sekolah dari SD - SMA langsung kuliah..... wao... amazing... gak sekalian ambil gelar doktor tuh astiana....? 🤣🤣🤣
Was pray
Adrian cuma lulus TK doang Raka... 🤣🤣
Was pray
baru tau dan nyadar ya astiana?
Was pray
mencari seseorang /keluarga di jakarta tanpa alamat yg pasti kayak mencari jarum di lapangan sepakbola... hadeh... capek deh Nemu orang kayak model astiana ini
kiyoe: heheheh iyaa kak untung gak jadi gembel
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!