NovelToon NovelToon
Cegil Berhenti Terobsesi

Cegil Berhenti Terobsesi

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Balas Dendam
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

"Gue capek jadi badut. Mulai hari ini, lo bebas dari gue."

Selama tiga tahun di SMA Nusantara, semua orang tahu kalau Elsa Nur Cahyani adalah cegil (cewek gila) garis keras yang bucin mati-matian ke Muhammad Firdaus, Ketua OSIS sempurna yang sedingin es. Elsa rela dipermalukan, jadi seksi sibuk OSIS tanpa dibayar, sampai dihukum lari keliling lapangan demi cari perhatian Firdaus. Hasilnya? Nol besar. Firdaus tetap menganggap Elsa gangguan yang tidak punya harga diri.

Titik balik itu datang di hari ulang tahun Firdaus. Setelah kuenya dihancurkan dan cintanya ditolak mentah-mentah di depan satu sekolah, Elsa sadar: dia sudah selesai. Elsa memutuskan pensiun jadi budak cinta. Dia berubah total—menjadi cuek, fokus pada ujian, dan benar-benar menganggap Firdaus tidak ada.

Tapi anehnya, saat Elsa melangkah pergi, justru Firdaus yang mulai kehilangan arah. Cowok yang tadinya antipati itu mendadak sadar kalau dunia tanpa gangguan Elsa ternyata terasa sangat sepi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Ruang, Tiga Hati 28.

Suara ketukan pantofel Firdaus di ubin koridor terasa seperti ritme jam dinding yang menghitung mundur harga dirinya.

Pengesahan dari Pak Satrio bukan sekadar keputusan birokrasi sekolah; itu adalah vonis mati bagi otoritas mutlak yang selama dua tahun ini dia bangun dengan keringat dan manipulasi ego.

Di dalam ruang rapat OSIS yang pengap oleh aroma kertas tua dan AC yang kurang dingin, atmosfer mendadak berubah menjadi medan laga tak kasat mata.

Firdaus duduk di ujung meja oval.

Posisinya masih sama—di kursi ketua dengan punggung tegap—namun auranya tak lagi mengintimidasi.

Di hadapannya, map biru berlambang SMA Nusantara yang sudah ditandatangani Pak Satrio tergeletak pasrah.

Di sisi lain meja, Elsa sedang sibuk menyusun lembar kerja, sementara Aris duduk santai dengan satu kaki bertumpu di atas lutut lainnya, mengetuk-ngetuk pulpen ke dagu dengan ritme yang sengaja dibuat untuk memprovokasi.

"Format laporan mingguan gue mau disamain. Semua divisi harus setor update vendor tiap hari Kamis jam empat sore," suara Elsa memecah keheningan. Nadanya tenang, profesional, tanpa menyisakan sedikit pun getaran emosi masa lalu.

Firdaus menatap gadis itu. Ada rasa sesak yang merayap di tenggorokannya setiap kali melihat bagaimana Elsa berinteraksi dengan Aris.

Cara Elsa tersenyum tipis saat Aris menyodorkan segelas air, atau bagaimana Aris secara alami menggeser posisinya agar Elsa mendapatkan embusan angin AC yang lebih sejuk.

Hal-hal kecil yang dulu tidak pernah Firdaus lakukan untuk Elsa.

Dulu, Elsa adalah orang yang selalu memastikan Firdaus nyaman, sementara Firdaus hanya menerima itu sebagai hak istimewa seorang raja.

"Kamis jam empat sore terlalu mepet," potong Firdaus, mencoba merebut kembali kendali percakapan. Suaranya agak serak, namun dia berusaha menyembunyikannya di balik nada dingin. "Anak-anak OSIS punya jadwal piket dan evaluasi internal jam lima. Kalau lo minta jam empat, data dari divisi humas dan perlengkapan gak bakal valid."

Elsa tidak langsung membantah. Dia mengangkat pandangannya, menatap Firdaus lurus-lurus. Tatapan yang bersih dari dendam, namun justru itulah yang membuat Firdaus merasa kerdil. "Gue udah cek jadwal piket OSIS semester ini, Daus. Hari Kamis cuma ada Reno dan staf magang. Divisi humas gak ada agenda lapangan setelah jam pelajaran selesai. Jadi, jam empat itu rasional."

Firdaus tertegun. Elsa menghafal jadwal organisasinya lebih baik daripada dirinya sendiri.

"Lagian, Ketua OSIS yang terhormat," Aris menimpali, tubuhnya condong ke depan, menopang lengan di atas meja. Senyum meremehkan tercetak jelas di wajahnya yang tegas. "Ini kepanitiaan umum. Anak OSIS di sini statusnya support system. Kalau bos besar lo ini bilang jam empat, ya lo tinggal arahin anak buah lo buat kerja lebih cepet. Gak usah manja."

"Gue gak bicara sama lo, Aris!" desis Firdaus. Buku jarinya memutih, mencengkeram pinggiran meja. Amarahnya yang sempat padam di ruang Pak Satrio kini kembali tersulut. "Gue bicara soal efisiensi kerja. Lo tahu apa soal manajemen waktu? Lo bahkan gak bisa ngatur jam tidur lo sendiri sampai sering telat sekolah."

Atmosfer ruangan mendadak turun beberapa derajat. Dua cowok itu saling melempar pandangan yang siap meledak kapan saja.

"Daus," panggil Elsa, pelan namun penuh penekanan.

Firdaus menoleh pada Elsa, berharap ada sisa-sisa pembelaan atau setidaknya rasa bersalah di mata gadis itu. Namun, yang dia temukan justru kekecewaan yang mendalam.

"Jangan bawa masalah personal ke meja ini," kata Elsa, suaranya bergetar tipis, menahan rasa sesak yang tiba-tiba menyerang dadanya.

Melihat Firdaus yang terus-menerus menyerang Aris secara personal membuatnya sadar betapa kekanak-kannya cowok yang dulu dia tangisi setiap malam. "Aris di sini karena dia punya komitmen. Kalau lo gak bisa profesional dan terus-terusan menyerang ketua gue, lo boleh delegasiin tugas lo ke Reno. Gue gak keberatan."

Ketua gue.

Dua kata itu seperti belati yang diputar di dalam luka yang baru saja menganga di dada Firdaus. Elsa, gadis yang dulu rela menunggunya di bawah guyuran hujan hanya untuk memastikan dia membawa payung, kini dengan tegas mengusirnya dari ruangan demi melindungi cowok lain. Demi seorang Aris yang selama ini dia anggap sampah sekolah.

Perih itu begitu nyata hingga membuat napas Firdaus memburu. Ego tingginya runtuh menjadi serpihan tak berharga. Dia ingin berteriak, ingin membalikkan meja ini, dan menarik Elsa keluar dari lingkaran yang mencekik ini. Tapi dia tahu, sekali saja dia kehilangan kendali, dia akan kehilangan sisa-sisa harga dirinya di depan Elsa.

Firdaus memejamkan mata sejenak, menarik napas dalam-dalam untuk menata detak jantungnya yang berantakan. Saat membuka mata, dia menatap kertas di depannya, menolak melihat binar kemenangan di mata Aris atau tatapan dingin Elsa.

"Oke," ucap Firdaus akhirnya, suaranya terdengar kosong dan kalah. "Kamis jam empat. OSIS bakal kirim datanya tepat waktu."

Elsa mengangguk pelan, ada rasa lega sekaligus secuil rasa hampa yang aneh saat melihat kelunakan Firdaus. Dia segera membereskan berkas-berkasnya ke dalam tas. "Rapat hari ini selesai. Makasih atas waktunya."

Aris berdiri, langsung mengambil alih tas ransel Elsa dan menyampirkannya di bahunya sendiri—sebuah gestur protektif yang kasual namun sangat menegaskan kepemilikan. "Yuk, Sa. Gue laper. Bakso depan sekolah kayaknya enak."

"Boleh. Gue yang traktir, ya," sahut Elsa sambil tersenyum manis pada Aris. Senyuman yang dulu hanya menjadi milik Firdaus kini berpindah tangan sepenuhnya.

Keduanya berjalan menuju pintu. Namun, tepat sebelum tangan Aris menyentuh kenop pintu, langkah Elsa terhenti. Dia menoleh sedikit ke arah Firdaus yang masih duduk terpaku di kursinya, menatap meja kosong dengan pandangan hancur yang berusaha dia tutupi dengan punggung yang ditegakkan paksa. Elsa terseringai tipis, namun entah apa maksut dari seringai itu.

......................

...****************...

Tbc,

1
Clara
Damn kata”nya elsa nyelekit mampus lu daus
falea sezi
🤣🤣 lagii kurang q kirim sebanyak-banyaknya bunga🤭 buat Elsa gk menye
falea sezi
kurang kejam thor buat donk cegil di sukai cogan lain🤣
Queen Aisyah
/Drool//Drool/
falea sezi
🤣🤣 kasian di cuekin
Rofiwan: cegil ini lebih kejam dari pada Livy
total 1 replies
falea sezi
lanjut q krim hadiah
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
falea sezi
btw author nya cwek apa cowok🤭
falea sezi
🤣 suka deh jangan jd cegil ngenes ya move on🤣
falea sezi
jangan ngemis ke cowok ya girl jd cwek mahal👍
Luna
US,,,US sadar woy , jangan dipaksa nanti malah kabur 🤣🤣🤣🤣🤣
Luna
jujur penasaran dengan author nya umur berapa yh? tema cerita novel nya semua kebanyakan sekolah,,,GK apa apa sih malah lebih enak gitu GK terlalu berbobot lebih ceritanya ( mafia, pelakor,drama warisan,) ,jadi bisa mengenang masa putih abu-abu dulu,🤭🤭🤭🤭
Luna: jujur yh semua novel mu yg aku baca keren keren,GK terlalu ribet dan drama anak sekolah itu keren,,,sudah sering baca novel sejenis ini tapi yg bener bener sesuai dengan kehidupan anak sekolah yh novel mu ini,,, semangat Thor ,,,saya tunggu kelanjutannya💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!