NovelToon NovelToon
Terlambat, Mas! Aku Sudah Mati Rasa

Terlambat, Mas! Aku Sudah Mati Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Yoselin berharap jika Edward akan mencintainya setelah pernikahan mereka berjalan selama dua tahun, tetapi sore itu Yoselin sadar sesuatu jika sampai kapanpun Edward tidak akan pernah meliriknya sedikitpun.

Sebuah pemandangan menyakitkan tertangkap mata Yoselin, Yoselin melihat Edward dan mantan kekasihnya Angela tengah berciuman diparkiran restoran, sejak saat itu juga hati Yoselin hancur, rasa percaya dirinya runtuh, saat itu juga Yoselin melepaskan Edward. Yoselin menyerah, disaat Yoselin mulai sibuk dengan dunianya, Edward merasa kehilangan, Edward mencoba memperbaiki tetapi dia sudah telat.

Di lain sisi seorang CEO bernama Javier Vernand Romero sangat tertarik dengan Yoselin, dia mengagumi Yoselin dari setiap sisi, Javier bertekad dalam hati jika dia akan memiliki Yoselin seutuhnya, tidak peduli Yoselin sudah menikah atau tidak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persiapan Bertarung

Yoselin melangkah terburu-buru memasuki area kerja Divisi Pemasaran. Begitu pintu kaca tertutup di belakangnya, ia langsung memanggil seluruh anggota timnya untuk berkumpul di ruang rapat kecil. Wajahnya yang tampak lelah tidak mampu menyembunyikan ketegasan dan profesionalisme yang memancar dari matanya.

​Melia beserta empat anggota tim lainnya Rian, Gita, Doni, dan Maya segera duduk mengelilingi meja oval dengan ekspresi tegang. Mereka tahu betul betapa krusialnya masalah yang sedang dihadapi perusahaan saat ini.

​Yoselin berdiri di ujung meja, membetulkan letak dokumen di tangannya sebelum menatap satu per satu wajah bawahannya.

​"Semuanya, terima kasih sudah berkumpul dengan cepat," buka Yoselin dengan nada suara lembut namun lugas.

"Saya baru saja kembali dari kantor V. Corp dan bertemu langsung dengan Pak Javier Vernand."

​Rian menelan ludah kasar. "Bagaimana hasilnya, Bu Yoselin? Apakah beliau langsung membatalkan kontrak dan menuntut kita?"

​Yoselin mengulas senyum tipis untuk menenangkan kepanikan mereka. "Kabar baiknya, V. Corp masih memberikan kita kesempatan. Tapi kabar buruknya, kita hanya diberi waktu tiga hari untuk merevisi seluruh produk yang bermasalah dan menyerahkan hasil akhir yang sempurna."

​"Tiga hari?!" pekik Gita kaget.

"Bu, revisi skala besar seperti ini biasanya memakan waktu minimal seminggu! Apa itu tidak terlalu memaksakan?"

​"Saya tahu ini sangat berat dan mepet," potong Yoselin tegas namun tetap ramah.

"Ini kesalahan besar dari divisi kita, dan sebagai Kepala Divisi, saya bertanggung jawab penuh atas kelalaian ini. Tapi saya percaya pada kemampuan kalian semua. Jika kita fokus dan membagi tugas dengan efisien, tiga hari lebih dari cukup. Malam ini, kita akan lembur dan memulainya dari nol. Apakah kalian siap berjuang bersama saya?"

​Melihat kesungguhan dan ketenangan sang atasan, rasa optimis perlahan tumbuh di dada mereka.

​"Kami siap, Bu!" sahut Doni mantap.

"Ibu saja tidak menyerah membela kita di depan V. Corp, masa kami mundur?"

​"Bagus. Rian dan Gita, kalian pegang analisis data dan koreksi modul utama," perintah Yoselin cepat.

"Doni dan Maya, fokus pada pengerjaan ulang visual konsep dan kemasan. Melia, bantu saya menyiapkan dokumen pendukung serta komunikasi antar vendor. Jika ada kendala sekecil apa pun, langsung koordinasi dengan saya. Mari kita selesaikan ini!"

​"Baik, Bu Yoselin!" jawab mereka serempak sebelum membubarkan diri menuju meja masing-masing.

​Yoselin kembali ke kubikel kerjanya. Ia mendaratkan tubuhnya di kursi putar lalu memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri. Kepala Yoselin terasa sangat pusing akibat kurang tidur dan tekanan pekerjaan yang menumpuk. Namun, di balik kelelahan fisiknya, ada satu hal yang sedikit meringankan bebannya, kesibukan ini membuatnya tidak punya waktu untuk memikirkan masalah rumah tangganya dengan Edward yang kini berada di ujung tanduk. Lagipula, Yoselin tahu betul bahwa Edward tidak akan pernah memikirkan atau memedulikan perasaannya.

​Divisi Pemasaran yang dipimpin Yoselin beranggotakan lima orang. Di perusahaan PT. Aura Beauty ini, ada divisi pemasaran lain yang beranggotakan enam orang, dipimpin oleh Lisa wanita ambisius yang selalu menganggap Yoselin sebagai rival terberatnya. Lisa sering membuat ulah, mulai dari memicu rumor tidak sedap hingga beberapa kali secara licik merebut klien milik Yoselin. Namun selama ini, Yoselin memilih diam dan menyelesaikannya secara profesional.

​Saat Yoselin sedang fokus menatap layar monitornya, suara ketukan sepatu hak tinggi yang nyaring bergema di koridor, memecah kesibukan ruangan.

​Lisa datang bersama dua anak buahnya. Wanita itu bersedekap dada, menyunggingkan senyuman meremehkan sambil menyandarkan tubuhnya di tepi meja Yoselin.

​"Wah, wah... Lihat siapa yang sedang panik di sini," sindir Lisa dengan nada suara melengking yang sengaja dikeras-kerasan.

"Dengar-dengar, Divisi Pemasaran Satu baru saja membuat kekacauan besar dengan V. Corp? Sungguh prestasi yang sangat luar biasa, ya."

​Yoselin menghentikan ketikannya sejenak, namun ia tidak mendongak ataupun membalas tatapan Lisa. Ia tetap memandangi layar komputer.

​Melihat tidak ada respon, Lisa semakin menjadi-jadi. Ia mengetukkan kuku-kuku cantiknya di atas meja Yoselin.

​"Aku heran, Yoselin. Bagaimana bisa orang seperti kamu dipertahankan sebagai Kepala Divisi?" olok Lisa sinis.

"Menangani proyek sekelas V. Corp saja kamu tidak becus. Kamu itu memalu-malukan nama baik perusahaan! Kalau aku jadi kamu, aku sudah mengundurkan diri daripada dipecat secara tidak hormat oleh Pak Daniel."

​Melia yang duduk tidak jauh dari sana sudah mengepalkan tangannya erat-erat. Wajahnya memerah menahan amarah mendengar bos kesayangannya dihina terang-terangan.

​Namun, Yoselin hanya menarik napas panjang. Ia perlahan merapikan kertas di mejanya, lalu menatap Lisa dengan pandangan tenang tanpa emosi sedikit pun.

​"Terima kasih atas perhatianmu, Lisa," balas Yoselin singkat dan datar, lalu kembali memfokuskan pandangannya pada layar monitor.

"Kami sedang sangat sibuk. Jika kamu tidak ada urusan pekerjaan di divisi ini, silakan kembali ke mejamu."

​Lisa melotot kaget. Tanggapannya yang sangat dingin dan tidak terpancing membuat Lisa merasa diabaikan dan tampak bodoh di depan anak buahnya sendiri.

​"Kamu...!" Lisa menghentakkan kakinya kesal.

"Awas saja ya! Aku akan memastikan Pak Daniel melihat kegagalan totalmu tiga hari lagi!"

​Dengan wajah bersungut-sungut dan napas memburu, Lisa berbalik dan pergi melangkah lebar meninggalkan ruangan tersebut.

​Begitu sosok Lisa menghilang di balik pintu, Melia langsung bangkit dari kursinya dan menghampiri meja Yoselin dengan raut wajah berapi-api.

​"Bu Yoselin! Kenapa Ibu diam saja sih saat Nenek Lampir itu mengolok-olok Ibu?!" omel Melia tak tahan mengeluarkan kekesalannya.

"Dia itu benar-benar keterlaluan! Sudah sering curi klien kita, sekarang malah datang cuma buat menari di atas penderitaan orang lain. Aku sungguh muak melihat tingkah Bu Lisa!"

​Gita dan Doni ikut mengangguk setuju dari meja mereka, turut merasakan kejengkelan yang sama.

​Yoselin menatap Melia dengan pandangan lembut, lalu tersenyum manis untuk meredakan emosi bawahannya itu.

​"Melia, dengarkan saya," ucap Yoselin halus namun penuh kebijaksanaan.

"Membalas perkataan Lisa saat ini tidak akan membuat pekerjaan kita selesai, bukan? Energinya lebih baik kita pakai untuk memperbaiki produk ini."

​"Tapi Bu, dia sudah sangat melampaui batas..." gumam Melia pelan, masih merasa tidak terima.

​"Biarkan saja," potong Yoselin tenang.

"Kita tidak perlu membuang waktu hanya untuk menanggapi orang yang ingin melihat kita jatuh. Cara terbaik untuk membungkam Lisa dan membuktikan kapasitas kita adalah dengan menunjukkan hasil kerja yang sempurna dalam tiga hari ke depan. Jadi, jangan biarkan dia merusak fokus kita, ya?"

​Melia menghela napas panjang, merenungi ucapan Yoselin yang selalu berhasil menenangkan suasana. Ia akhirnya mengangguk pelan.

"Baik, Bu Yoselin. Maafkan saya yang emosi."

​"Tidak apa-apa, Melia. Terima kasih karena sudah memikirkan saya," balas Yoselin ramah.

"Sekarang, ayo kita kembali bekerja. Panggil yang lain, kita mulai revisi bab pertama malam ini."

​"Siap, Bu!"

​Yoselin menyandarkan punggungnya sejenak pada kursi, mengusap dadanya yang terasa agak sesak. Di tengah kehancuran hatinya akan pernikahan yang sia-sia, ia bertekad tidak akan membiarkan karier dan tim yang sangat disayanginya ini ikut hancur. Dengan sisa stamina yang ada, Yoselin kembali meraih mouse nya, siap menerjang malam panjang demi memperjuangkan harga dirinya.

Bersambung...

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor
falea sezi
mampus lu daniel
falea sezi
Daniel Daniel oon🤣
Sribundanya Gifran
lanjut
Luna
ingat jika ada orang yg belum selesai dengan masa lalu nya jangan coba coba jadi pahlawan yg ada kamu cuma dianggap sekedar ada,,, apalagi kalo keduanya masih sama sama cinta ,jadi GK usah seperti korban drama,GK perlu nunggu 2 tahun ,5 bulan menikah kalo masih tak Sudi melihat mending pergi,
Luna
kenapa kamu mau yg menjadi pahlawan padahal sudah jelas dari awal,,,kamu berharap bisa dicintai,disini kamu bukan korban kamu sendiri yg cari penyakit, untuk apa mengobati luka orang lain tapi kamu sendiri tak ada yg ngobatin ,,,
Halimatun Saadiah
lanjut
Ruryn Amanda
ayo lanjut Thor,,😄
Ruryn Amanda
🤣🤣🤣dasar laki2 manipulatif,,licik,,penuh akal bulus tp q suka,,,,🤭
Ruryn Amanda
🤣🤣javierrr gue bius yaaaa,,,,
Ruryn Amanda
ayo Javier,,hancurkan si ed itu,,pebinor yg kudukung,,🤭
It's me Ri🥕: No no yaa🤣
total 1 replies
falea sezi
lanjut🤭
Sribundanya Gifran
lanjutthor
merry yuliana
crazy up yq kak💪💪💪🙏🙏🙏😍😍😍
Potatoes 🥔
Cerai ajalah🥺
Potatoes 🥔
Kurangajar emang Edward!
Sribundanya Gifran
lanjut
Mia Camelia
makin membara nih javier🤭
Gustinur Arofah
ceraikan Thor, terus kasih liat Edward klo angela tidak sebaik yg dia kira. biar menyesalnya double😁
hayasna
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!