NovelToon NovelToon
Langkah Sunyi Arunika

Langkah Sunyi Arunika

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:18k
Nilai: 5
Nama Author: Bunaya

Empat tahun lamanya Arunika mengalah dan hidup sebagai istri pajangan, demi menghormati amanah almarhum ayahnya. Namun, segalanya hancur saat ia mendengar rencana kejam Saka. Pria itu berniat menikah lagi dengan kekasihnya, namun menolak menceraikan Arunika hanya karena butuh statusnya demi warisan keluarga Daniswara. Saka mengira Arunika wanita lemah yang akan pasrah dipoligami.
Kekecewaan mendalam itu justru membangkitkan sisi cerdas yang selama ini Arunika sembunyikan. Tanpa labrakan histeris, Arunika menyusun skenario skakmat dalam senyap. Tepat di hari pernikahan megah Saka, ia melangkah pergi membawa dokumen cerai dan menayangkan video perselingkuhan suaminya di gedung pesta. Sebuah langkah sunyi yang tidak hanya menyelamatkan harga dirinya, tetapi juga menjadi awal runtuhnya seluruh takhta palsu yang Saka banggakan.

Ingin tahu kisah selengkapnya? Yuk ikuti cerita Langkah Sunyi Arunika hanya di NovelToon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Menjemput Kemerdekaan

Di luar gedung hotel mewah yang sedang diguncang badai skandal itu, hujan turun semakin deras, seolah ikut membasuh sisa-sisa masa lalu yang melekat pada diri Arunika. Di dalam sebuah mobil SUV hitam yang terparkir tidak jauh dari lobi hotel, wiper kaca depan bergerak konstan dengan bunyi beritme, menyapu titik-titik air yang menghalangi pandangan.

Dinda duduk di kursi kemudi. Jari-jari gadis itu mengetuk kemudi dengan tidak sabar, sementara matanya sesekali melirik layar ponsel yang menampilkan live streaming dan pembaruan kilat dari akun gosip Jakarta.

"Mereka benar-benar hancur, Nika," ucap Dinda, matanya berbinar puas saat melihat video kekacauan di dalam ballroom hotel mewah itu mulai viral di media sosial.

"Mama mertuamu pingsan, Valerie mengamuk, sampai-sampai riasannya luntur. Dan Saka... wajah suamimu itu sudah seperti mayat hidup. Kado pernikahanmu sukses besar."

Arunika yang duduk di kursi penumpang samping Dinda, hanya tersenyum tipis. Tidak ada riak dendam yang meledak-ledak atau kepuasan yang berlebihan di wajahnya. Tatapannya lurus menatap lampu-lampu jalanan kota Jakarta yang berpendar bias di balik kaca mobil yang basah.

"Ini bukan tentang dendam dengan amarah, Din," sahut Arunika lembut. Suaranya terdengar sangat tenang, melepaskan seluruh sesak yang mengikatnya selama empat tahun.

"Ini hanya tentang mengambil kembali harga diri yang mereka kira bisa dibeli dengan perhiasan dan uang bulanan. Aku hanya ingin pergi dengan cara membuat mereka sadar, bahwa aku bukan wanita bodoh yang bisa mereka atur sesuka hati."

Dinda menoleh, menatap sahabatnya dengan tatapan penuh kagum. Dia yang paling tahu bagaimana menderitanya Arunika selama menjadi istri pajangan Saka. Dan sebagai anak dari keluarga konglomerat, Dinda tahu betul bagaimana lingkaran sosialita kawasan elite tempat Arunika dan Saka tinggal, yang sering merendahkan orang lain.

Dinda juga yang menggunakan relasi ibu-ibu sosialita jaringan ibunya, untuk membantu Arunika mencairkan semua tas Hermes, Chanel, dan perhiasan pemberian Saka menjadi uang miliaran rupiah dalam waktu satu bulan terakhir. Tentu saja dengan cara yang senyap dan rahasia.

Dinda menginjak pedal gas, membawa mobil mereka membelah jalanan Jakarta Selatan yang basah, menuju apartemen studio milik Arunika. Apartemen yang sahabatnya itu beli untuk investasi jangka panjang. Apartemen yang semula Arunika sewakan, sekarang menjadi tempat untuk pelariannya sementara waktu.

"Mulai malam ini, kamu bebas, Nika. Kamu sudah punya tabungan yang lebih dari cukup untuk modal hidup. Bahkan tanpa bekerja pun, kamu bisa hidup. Dan yang penting, Saka tidak bisa mengakses nomor rekening kamu yang baru. Gelar sarjana kamu juga sudah sah. Besok-besok, kamu tinggal fokus menata hidup. Kita harus merayakan kemerdekaanmu ini!" Seru Dinda penuh semangat, mencoba mencairkan suasana.

Namun, Arunika tidak langsung menjawab. Tubuhnya mendadak menegang. Arunika merasakan mual yang sangat hebat dan panas tiba-tiba menghantam ulu hatinya dengan drastis. Perutnya bergolak hebat, dan kepalanya seketika terasa berputar, membuat pandangannya mengabur.

"Din... tolong pinggirkan mobilnya sebentar," bisik Arunika, wajahnya mendadak berubah pucat pasi. Kedua tangannya menggenggam sabuk pengaman erat-erat, menahan gejolak di perutnya.

"Eh? Kamu kenapa, Nika?" Masuk angin?" Dinda panik melihat perubahan ekspresi sahabatnya yang semula tenang menjadi sangat kesakitan. Dengan cekatan, Dinda meminggirkan mobil di bahu jalan yang agak teduh, di bawah pepohonan daerah Kebayoran.

Begitu mobil berhenti, Arunika langsung membuka pintu dan keluar ke bawah rintik hujan. Dia bertumpu pada pohon di tepi trotoar, berusaha memuntahkan rasa mual yang menyiksa dadanya. Namun, tidak ada apa pun yang keluar selain cairan bening. Tubuhnya yang lemas bergetar hebat di bawah guyuran sisa air hujan, dan napasnya memburu tidak teratur.

Dinda segera keluar membawa payung dan air mineral, lalu memijat tengkuk Arunika dengan cemas. "Astaga, Nika! Kamu sakit? Apa karena kamu kurang tidur sebulan ini, demi mengurus penjualan barang-barang berharga kamu dan mempersiapkan rencana pelarianmu?"

Arunika menerima air mineral dari Dinda, berkumur, lalu menyeka bibirnya dengan tisu yang disodorkan sahabatnya. Arunika menyandarkan tubuhnya yang lemas pada jok mobil, setelah kembali masuk ke dalam. Jantungnya berdegup kencang. bukan karena kelelahan fisik biasa, melainkan karena sebuah kesadaran yang tiba-tiba menghantam kepalanya dengan telak.

Arunika teringat siklus bulanannya yang sudah terlambat hampir tiga minggu. Dia juga mengingat rasa mual yang sering datang di pagi hari selama beberapa hari terakhir. Arunika mengabaikan apa yang dia alami, karena mengingat itu hanya gejala maag akibat stres memikirkan sidang skripsi dan persiapan perceraian.

Tangan Arunika perlahan turun, menyentuh perutnya yang masih rata dengan jemari yang gemetar hebat.

Pikiran Arunika langsung terlempar pada memori kelam dua bulan lalu di rumah Saka yang dia tinggali. Malam itu, Saka pulang larut malam seperti biasanya. Alasannya selalu sama, bertemu kolega dan rekan bisnisnya. Dan ia berperan sebagai istri yang baik, selalu siap menyambut kapanpun suaminya pulang.

Namun malam itu ada yang berbeda dengan Saka. Pria yang selalu menatap dingin padanya, tiba-tiba saja menatap penuh nafsu. Tanpa aba-aba, Saka menggendong dan membawanya masuk ke kamar utama. Pria itu bahkan melanggar aturannya sendiri, mengizinkan ia tidur diranjang suaminya itu. Hal yang bertahun-tahun menjadi batasan dari hubungan yang tidak normal sebagai suami istri.

Saka yang berada dibawah pengaruh alkohol melemparnya ke tempat tidur. Dengan napas memburu Saka berbisik, "Aku ingin meminta hakku."

Sekuat apapun ia berusaha menolak dan melawan, tenaga Saka jauh lebih kuat. Malam itu, Saka merengut kehormatannya dengan paksa, tanpa memedulikan tangisan penolakan darinya.

Yang menyakitkan, keesokan paginya Saka kembali bersikap dingin. Pria itu bersikap seolah-olah tidak ada hal besar yang terjadi, memandangnya dengan tatapan asing tanpa penyesalan sedikitpun.

Apakah malam pahit itu meninggalkan benih kehidupan di rahimnya?

Dinda yang memperhatikan perubahan ekspresi Arunika, dari pucat menjadi penuh ketakutan sambil memegang perut dengan jemari gemetar, langsung tertegun. Sebagai seorang sahabat yang peka, Dinda menangkap sinyal itu dengan cepat. Jantung Dinda ikut berdegup kencang.

"Nika..." suara Dinda mencicit, matanya membelalak tak percaya. "Jangan bilang kamu..."

Arunika menoleh menatap Dinda dengan mata yang mulai berkaca-kaca, memancarkan kerapuhan sekaligus keteguhan yang baru. "Din... tolong mampir belikan testpack, ya? Untuk aku tes besok pagi."

Dinda membeku sejenak, sebelum akhirnya memeluk Arunika dengan sangat erat, memberikan kehangatan di tengah dinginnya malam Jakarta yang basah. "Aku akan selalu menemani kamu, Nika. Apa pun yang terjadi, kamu tidak sendiri. Ada aku, kita hadapi ini bersama."

Dinda tulus dengan ucapannya. Arunika bukan hanya sekedar sahabat, melainkan saudara tanpa ikatan darah. Arunika selalu ada di masa Dinda berada di titik terendahnya. Kini masanya Dinda yang akan selalu ada di titik terendah Arunika.

Di dalam pelukan sahabat rasa saudara, Arunika memejamkan mata dengan rapat, menghalau air mata yang hendak luruh. Jika ketakutannya terbukti benar besok pagi, maka alur permainannya akan berubah. Namun satu hal yang langsung mengeras menjadi tekad di dalam benak Arunika, dia tidak akan pernah membiarkan Saka mengetahui tentang anak ini. Dia akan membesarkan darah dagingnya sendiri secara mandiri, jauh dari bayang-bayang keluarga Daniswara yang berhati busuk. Langkah sunyinya malam ini telah membawanya keluar dari sangkar emas, dan dia siap berjalan jauh demi melindungi masa depan anaknya.

1
Aidil Kenzie Zie
bayangkan perasaan papa Raditya yang juga dikhianati tapi tetap diam 😡😡 serta Nika yang juga kamu khianati 😡😡😡
Noey Aprilia
Gmna rsanya d khianati???sakit kn???
gtu jg yg arunika rsakan dlu...jd trima nsib aja,hkum krma udh dtang.......
Lucy
nah ketauan juga kan Valeri,ank rian kau blg ank saka untung saka pinter GK mau kejadian dirinya terulang lagi😀😀
Lucy
lanjut Thor,penasaran isi surat keterangan Test DNA nya😃😃
Sri Widiyarti
lanjut kak penasaran..
Noey Aprilia
Kevin sm anknya udh nyman sm gita,tp oma'nya msih ttp mau mnjdohkn dgn kluarga yg setara ktanya....tp tnang aja,ibunya kevin udh ngsih lmpu hjau kyanya....
Sri Widiyarti
lanjut thor ditunggu up-nya...
Lucy
Oma Kevin seharusnya LBH mementingkan Kevin dan Keysha drpd martabat kluarga😡jgn mau di atur Oma mu kevin
Sri Widiyarti
arunika bahagia setelah lepas dari kamu saka....
Sri Widiyarti
saka...saka muak arunika liat mukamu...
Noey Aprilia
Oma'nya kevin mstinya lbh mmentingkn prsaan ccunya drpd skdr gengsi.....ngpn jg pke jdoh2an kl ga bsa bkin nyman,apa lg ada ank kcil yg btuh ssok ibu....udh nmpel gt sm anggita,msa ga ngrti.....
udh msuk rak kk,tp aku glau bcanya....sedih.....😭😭😭
Sri Widiyarti
semoga Abang mahen jodohnya sejatinya arunika ..
Sri Widiyarti
selamat hancur saka penyesalanmu ga guna ..
Noey Aprilia
Mga aja ga ada drama mnyebalkn dr kluarganya mahen,kn kl holang kaya biasanya songong....mskpn ga smua sih.....tkutnya blm apa2 udh kluar kta" tidak merestui krna prbedaan sosial"....🙄🙄🙄
Muft Smoker
lanjuuuuut kak
Noey Aprilia
Jgn usik nika....
skrng pawangnya bnyak,pd galak pula...sklinya ngusik,abis d bntai....😁😁😁
Nurhartiningsih
suka sama novel yg tokoh wanitanya cerdas..kuat .dan tangguh .nggak cengeng nggak menye2
Noey Aprilia
Ngarep bgt pgn ktmu arunika...
sorryyyy yeee.....😛😛😛
Ariany Sudjana
skak mat itulah hukum tabur tuai, kamu sudah membuang berlian mahal demi pelacur murahan seperti Valerie 🤣🤣😂😂
Noey Aprilia
Yg jd prtnyaan....
apakh kluarga bsar mahen dn kevin bkln mrestui????
emng sih skrng blm rsmi,tp kl suatu saat nnti mreka srius....bsakh mnerima arunika dgn statusnya????🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!