NovelToon NovelToon
PEMBALASAN DARAH NONA MUDA

PEMBALASAN DARAH NONA MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vvhiiiiivhy

Jika ada kehidupan kedua, aku bersumpah akan menyeret kalian ke neraka yang paling dalam!"
Di kehidupan pertamanya, Elena adalah Nona Muda yang naif. Ia menyerahkan seluruh harta dan pengaruh keluarganya demi membantu Gavin, sang suami, naik takhta menjadi Kaisar. Namun setelah tujuan tercapai, Gavin justru mengkhianatinya. Pria itu berselingkuh dengan adik tiri Elena, merebut takhtanya, membantai putranya yang masih kecil, dan membakar Elena hidup-hidup di sel penjara bawah tanah.
Namun, takdir berkata lain. Alih-alih pergi ke akhirat, Elena terbangun dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat tiga tahun sebelum pernikahan terkutuk itu terjadi.
Berbekal ingatan dari masa depan, Elena bersumpah tidak akan lagi menjadi domba yang penurut. Ia akan menghancurkan satu per satu orang yang telah menginjak-injak harga dirinya.
Demi melancarkan aksi balas dendamnya, Elena mendekati Duke Killian—sang tirani berdarah dingin yang paling ditakuti di kekaisaran—dan menawarkan sebuah aliansi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vvhiiiiivhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Perjamuan Berdarah dan Rencana yang Terbuka

Lampu-lampu kristal di aula utama kediaman Duke Killian berpendar megah, memantulkan cahaya keemasan pada dinding-dinding marmer yang dingin. Malam itu, Killian mengadakan perjamuan formal untuk para bangsawan tinggi kekaisaran—sebuah panggung sempurna yang telah dirancang Elena untuk melancarkan bidak catur pertamanya.

Elena berdiri di dekat pilar besar, mengenakan gaun beludru berwarna merah tua yang kontras dengan kulitnya yang seputih pualam. Di tangan kanannya, ia memegang segelas anggur. Matanya yang jernih namun menyimpan bara dendam terus mengawasi pintu masuk aula. Di kehidupan pertamanya, Elena akan merasa cemas berada di tempat penuh intrik seperti ini. Namun sekarang, setelah merasakan dinginnya sel penjara bawah tanah dan panasnya api yang membakar tubuhnya, tidak ada lagi ketakutan di hatinya. Yang ada hanya ambisi untuk menyeret musuh-musuhnya ke neraka yang paling dalam.

"Kau terlihat sangat tenang untuk seseorang yang sedang bersiap memicu badai, Nona Muda Elena." Sebuah suara berat dan dingin berbisik di dekat telinganya.

Elena tidak terkejut. Ia menoleh sedikit dan mendapati Duke Killian sudah berdiri di sampingnya. Sang tirani berdarah dingin itu tampak luar biasa memikat sekaligus mengintimidasi dengan pakaian formal hitam beraksen emas. Sepasang mata gelapnya menatap Elena dengan ketertarikan yang tidak disembunyikan.

"Badai yang terukur tidak akan menghancurkan penciptanya, Yang Mulia Duke," balas Elena dengan senyum tipis yang sarat misteri. "Saya hanya memastikan semua tamu undangan menikmati pertunjukan malam ini."

Killian terkekeh rendah, suara yang mengirimkan gelombang getaran halus ke udara sekitar mereka. "Aliansi kita memang keputusan terbaik yang pernah kuambil. Jadi, kapan kau akan melepaskan umpanmu?"

Elena mengarahkan pandangannya ke arah pintu aula yang baru saja terbuka lebar. "Sekarang. Bidak utama kita baru saja tiba."

Petugas aula mengumumkan kedatangan para tamu baru dengan suara lantang. "Menyambut Gavin, Panglima Perang Kekaisaran, beserta Nona Mya dari keluarga bangsawan bawahan!"

Aula sesaat menjadi hening. Gavin melangkah masuk dengan dada membusung, memancarkan aura angkuh seorang pria yang merasa dirinya berada di puncak dunia. Di lengannya, bergelayut manja seorang gadis dengan gaun merah muda yang tampak polos namun memiliki sorot mata yang penuh kelicikan. Dia adalah Mya, adik tiri Elena—wanita yang di kehidupan masa lalu merenggut segalanya dari Elena, termasuk nyawa putranya yang masih kecil.

Melihat mereka berdua berjalan berdampingan, cengkeraman Elena pada gelas anggurnya mengencang hingga buku-buku jarinya memutih. Kilasan memori menyakitkan saat Gavin mengkhianatinya dan membakar dirinya hidup-hidup berputar di kepala. Namun, Elena segera menarik napas dalam-dalam, memaksa dirinya kembali tenang. Jatuh bangun aku kembali ke masa lalu bukan untuk meratap, melainkan untuk membalas dendam, bisiknya dalam hati.

Gavin yang sedang menebar senyum tiba-tiba menangkap sosok Elena di kejauhan. Alisnya bertaut. Mengapa Elena bisa berada di perjamuan eksklusif Duke Killian? Lebih mengejutkan lagi, Elena tampak begitu dekat dengan sang Duke yang terkenal tidak tersentuh.

Didorong oleh rasa penasaran dan keangkuhannya, Gavin menuntun Mya berjalan mendekati posisi Elena dan Killian.

"Elena? Sungguh kejutan besar melihatmu di sini," ujar Gavin dengan nada meremehkan yang disamarkan sebagai keramahan. "Kudengar kediaman Duke Killian bukan tempat yang ramah untuk sembarang orang. Bagaimana bisa kau mendapat kehormatan ini?"

Mya ikut menimpali dengan suara yang dibuat selembut mungkin, namun tatapannya memancarkan kecemburuan yang mendalam saat melihat ketampanan Killian. "Benar, Kak Elena. Ibu sangat mengkhawatirkanmu karena kau jarang pulang ke rumah belakangan ini. Ternyata Kakak sedang sibuk di luar."

Elena tersenyum—sebuah senyuman yang begitu manis namun terasa sangat dingin bagi siapa pun yang melihatnya dengan jeli. "Gavin, Mya, terima kasih atas perhatian kalian yang luar biasa. Saya berada di sini karena memiliki urusan penting yang melibatkan masa depan kekaisaran bersama Yang Mulia Duke."

Gavin mendengus pelan, merasa tersinggung dengan cara Elena memanggil namanya secara langsung tanpa embel-embel penghormatan yang biasa wanita itu berikan. "Urusan penting apa yang bisa dibicarakan oleh seorang Nona Muda yang naif seperti dirimu dengan penguasa wilayah utara?"

Sebelum Elena sempat menjawab, Killian maju satu langkah, menempatkan dirinya secara protektif di depan Elena. Aura membunuh yang pekat tiba-tiba terpancar dari tubuh sang Duke, membuat Gavin otomatis mundur selangkah dan memucat.

"Panglima Gavin," suara Killian terdengar bagai bisikan malaikat maut. "Sejak kapan seorang bawahan memiliki hak untuk mempertanyakan urusan pribadiku dan tunanganku?"

Kata 'tunanganku' bergaung di seluruh penjuru aula. Beberapa bangsawan di sekitar mereka yang menguping pembicaraan langsung terengah kaget. Gavin membelalakkan matanya tidak percaya, sementara Mya hampir saja menjatuhkan kipas yang dipegangnya.

"Tu... Tunangan?" gagap Gavin, wajahnya berubah merah padam antara terkejut dan terhina. Selama ini, ia menganggap Elena sebagai domba penurut yang akan selalu mendukungnya naik takhta demi cinta. Mengetahui bahwa Elena kini berada di bawah perlindungan pria paling kuat dan paling ditakuti di kekaisaran adalah sebuah pukulan telak bagi rencananya.

Elena memanfaatkan momen keterkejutan musuhnya dengan sangat cerdik. Ia melangkah maju, menatap langsung ke dalam mata Gavin dengan tatapan yang membakar.

"Gavin, dunia ini berputar dengan sangat cepat. Apa yang kau miliki hari ini, bisa saja lenyap esok hari tanpa sisa," bisik Elena, cukup pelan agar hanya mereka berempat yang mendengar. "Dan untukmu, Mya... jaga baik-baik apa yang telah kau rebut, karena aku akan memastikan kau mengembalikannya dengan harga yang jauh lebih mahal."

Mya bergidik ngeri mendengar ancaman tersebut. Elena yang berdiri di hadapannya saat ini sama sekali berbeda dengan Elena yang ia kenal. Elena yang sekarang memancarkan aura kegelapan dan otoritas yang mutlak, mirip dengan Duke Killian di sebelahnya.

Gavin mencoba menenangkan diri dan menegakkan punggungnya. "Elena, kau pikir dengan bersandar pada Duke Killian kau bisa mengancamku? Jangan lupa siapa yang memegang kendali atas pasukan militer di ibu kota saat ini!"

"Pasukan militer yang kau gerakkan menggunakan dana dari pengaruh keluarga saya, maksudmu?" potong Elena cepat, suaranya tajam seperti belati. "Mari kita lihat seberapa lama pasukan itu akan setia kepadamu setelah audit keuangan kekaisaran selesai besok pagi."

Mendengar kata 'audit keuangan', jantung Gavin serasa berhenti berdetak. Itu adalah rahasia terbesar yang ia sembunyikan—bahwa ia telah menggelapkan sebagian dana militer demi membiayai gaya hidup mewah Mya dan ibunya, serta untuk menyuap beberapa pejabat. Bagaimana Elena bisa mengetahui hal itu?

Killian mengangkat gelas anggurnya ke arah Gavin dengan senyum mengejek. "Perjamuan malam ini baru saja dimulai, Panglima. Nikmatilah selagi kau masih bisa meminum anggur terbaik di kekaisaran ini."

Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut dari Gavin yang sudah gemetar menahan amarah dan ketakutan, Killian menawarkan lengannya pada Elena. Elena menyambut lengan kekar itu dengan anggun. Mereka berdua berbalik dan berjalan meninggalkan Gavin serta Mya yang mematung di tengah aula, menjadi pusat bisik-bisik mencemooh dari para bangsawan lainnya.

Saat mereka berjalan menuju balkon yang lebih sepi, Killian menatap Elena dengan binar kekaguman. "Kau benar-benar menghancurkan mentalnya hanya dengan beberapa patah kata. Aku tidak sabar melihat kelanjutan rencana ini esok hari."

Elena memandang hamparan bintang di langit malam dari atas balkon. Angin malam berembus, memainkan rambut panjangnya. Senyum puas terukir di bibirnya. Ini baru permulaan dari pembalasan darahnya. Gavin dan Mya telah melangkah masuk ke dalam perangkap yang ia siapkan, dan kali ini, ia tidak akan memberikan belas kasihan sedikit pun.

"Ini baru babak pembuka, Yang Mulia," kata Elena lirih, matanya berkilat penuh tekad. "Besok, seluruh kekaisaran akan menyaksikan kejatuhan sang Panglima agung."

1
Pelangi Jingga
ceritanya di ulang trus
jenny
pelayan setianya ganti kak? bukannya namanya Yana?
jenny
Misha atau Dara
Nycthophile
banyak bener nih adik tiri punya nama😌
jenny: ha ha hs
total 1 replies
Nycthophile
Thor mohon maaf nih sebelum nya minta tolong kalo ada pergantian nama karakter kasih tau Thor soal nya nama adik tiri nya Elena ganti ganti terus 🙏😔
jenny: saya pikir bukan cuma saya yang bingung cz banyak nama di setiap chapter... 🤭 atau mungkin adik tirinya lebih dari satu dan semuanya tergila-gila dengan Gavin 😄
total 1 replies
Nycthophile
nama adik tiri nya yang benar Mya atau Misha Thor😔
Nycthophile
lagi perasaan tiga bab udah di ulang terus😔
Nycthophile
nama adiknya ganti ya terus Thor awalnya Dara abis itu Misha sekarang Mya😔
Siskasuryaningsih
namanya semua di ganti2, eh bambang lu ye, buat kepala ane pening tau, 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!