Memiliki tubuh obesitas ternyata membuat Amanda dibenci orang-orang di sekeliling, keluarga yang selama ini dia percaya. Di saat usianya berusia 10 tahun ibunya pergi meninggalkannya membuatnya hidup bersama sang ayah.
Hidupnya sejak kecil begitu sempurna nyaris tidak pernah merasakan kesulitan, ketika sang ayah menikah dengan teman masa SMA- ya yang sudah memiliki dua Putri. Amanda justru mendapatkan kasih sayang dari ibu tirinya.
Tetapi siapa sangka Amanda menyadari semua itu hanyalah sandiwara ketika dia sudah dewasa. Tubuhnya yang gendut dengan wajah yang jelek, cupu membuat keluarganya jijik kepadanya, kematian ayahnya membuat penderitaan hidupnya semakin bertambah.
Pria yang dia nikahi baru 1 bulan ternyata memiliki hubungan dengan saudara tirinya, dikhianati oleh keluarganya sendiri membuat Amanda nyaris ingin mengakhiri hidup.
Tetapi semangatnya kembali dalam bentuk pembalasan ketika semua berlalu dia datang dengan penampilan yang sempurna bahkan nyaris Tidak dikenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 3 Perselingkuhan Di depan Mata
Jika Reno dan Sisil menghabiskan malam panas mereka di kamar Sisil dan maka Amanda keluar dari kamarnya karena merasa gelisah dan tidak bisa tidur.
Amanda menuruni anak tangga dan melihat Maudy tampak duduk di sofa dengan kakinya menyilang terlihat membaca majalah.
"Kak...." Maudy menghela nafas, ekspresinya tampak tidak suka dengan kehadiran Amanda yang mengganggu dirinya.
"Ada apa?" tanyanya dengan ketus tanpa melihat ke arah Amanda.
"Apa Kakak bisa memberitahu Sisil untuk berhenti saja dari perusahaan?" tanya Amanda terdengar ragu membuat Maudy melihat serius ke arahnya.
"Maksud kamu bagaimana? Kamu tidak ingin Sisil bekerja di perusahaan menjadi sekretaris Reno?" Maudy menanyakan sekali lagi memastikan kata-kata itu.
"Benar! Lagi pula bukankah kami sudah menikah dan seharusnya ada jarak diantara mereka," jawab Amanda.
Huhhhhh
"Amanda untuk hal seperti ini seharusnya kamu tidak perlu ceritakan kepada saya, masalah yang terjadi di antara kamu dan Reno itu adalah urusan kamu dan seharusnya kamu tidak mengaitkan dengan Sisil, sejak dulu mereka selalu bersama, dan tidak ada yang harusnya menjadi perbedaan ketika kamu sudah menikah dengan Reno," ucap Maudy sudah pasti akan berpihak pada adiknya.
"Tetapi karena kedekatan mereka berdua. Sikap Mas Reno kepadaku sedikit berubah, dia tidak pernah menatapku, seperti jijik dan tidak menyukaiku," ucap Amanda.
"Hah! Memang kamu tidak memiliki kaca?" tanya Maudy terdengar sinis membuat Amanda menatapnya serius.
"Maksud Kakak bagaimana?" tanya Amanda lagi.
"Amanda, sebelum kamu protes kepada suami kamu, sebaiknya kamu lihat dulu diri kamu, berdiri di depan cermin dan lihat bagaimana penampilan kamu, Reno adalah pria tampan dan mana mungkin Reno bisa tertarik dan harus menatap wanita yang tidak menarik seperti kamu," ucap Maudy terus terang mengejek penampilan Amanda yang mampu membuat Amanda terdiam dengan hati yang sudah pasti sakit.
"Kamu sudah menikah dan harusnya berpikir untuk berpikir bagaimana caranya menarik perhatian suami kamu. Kamu jangan terus makan yang membuat tubuh kamu semakin besar, memang kamu tidak bisa diet, olahraga agar memiliki proporsi tubuh yang sempurna, jangankan Reno orang gila saja mungkin tidak tertarik dengan wanita obesitas seperti kamu!" tegas Maudy secara terang-terangan mengejek fisiknya membuat Amanda terdiam.
"Sebelum protes, sebaiknya kamu pikirkan terlebih dahulu apa yang membuat suami kamu tidak tertarik pada kamu dan tidak sudi untuk menatap kamu. Jangan menyalahkan orang lain Amanda, tetapi ngaca," lanjut Maudy terdengar sinis dan kemudian berdiri dari tempat duduknya.
Sisil tidak ingin mengatakan apapun lagi. Sisil memilih untuk pergi dengan penuh kekesalan karena Amanda sudah mengganggunya.
"Kenapa kak Maudy tega berbicara seperti itu kepadaku? bukankah selama ini dia selalu bersikap baik, dan paling menjaga perasaanku saat berbicara, tetapi kenapa kak Maudy sekarang seperti orang-orang yang lain di rumah ini, memang apa yang salah dengan tubuhku dan bukankah selama ini tubuhku seperti ini," Amanda jadi sedih dengan air matanya keluar.
"Mama, Sisil, Mas Reno dan sekarang Kak Maudy bersikap seperti ini kepadaku. Papa Amanda merindukan Papa," tangis Amanda jadi pecah.
Sungguh terluka dengan apa yang dikatakan Maudy kepadanya dan mungkin jika Sisil yang berbicara seperti itu.
Amanda masih menganggap biasa saja, tetapi berbeda dengan Maudy yang selama ini menjadi satu-satunya menurut Amanda adalah orang yang baik.
Dengan kesedihan dan air mata Amanda kembali menaiki anak tangga dengan raut wajahnya yang benar-benar murung.
"Ahhhhhhh....."
"Sayang......"
"Lagi sayang....."
"Ahhhhhhh......."
"Ahhhhhhh....."
Suara desahan membuat langkah Amanda seketika terhenti ketika berada di depan kamar Sisil.
Tangannya memegang dadanya seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya membuat Sisil tidak mengerti.
Sisil berusaha untuk mengabaikan suara tersebut dengan melanjutkan langkahnya.
"Kamu benar-benar nikmat sayang....."
Langkah Amanda kembali terhenti ketika terdengar suara pria yang membuat dadanya berdebar semakin kencang.
"Suara Mas Reno....." batin Amanda dengan menelan ludah.
Amanda kembali berusaha mengabaikan, tetapi suara itu semakin jelas membuatnya melangkah mendekati Sisil, dengan tangannya bergetar perlahan Amanda memegang kanopi pintu dan mendorong masuk kedalam.
Betapa terkejutnya Amanda saat melihat apa yang terjadi di depan matanya secara jelas. Mata Amanda terbelalak kaget saat melihat ranjang bergoyang dengan Reno yang berada di atas tubuh Sisil, keduanya bahkan tidak memakai sehelai benang pun.
"Mas Reno!" teriak Amanda mengagetkan Reno dan Sisil membuat mereka seketika berhenti dan melihat ke arah pintu.
"Apa-apaan kamu. Mas?" tanya Amanda dengan suara bergetar.
Terasa sesak di dadanya seolah dililit tali tambang.
"Mas kamu benar-benar keterlaluan!" umpat Amanda.
Reno dan Sisil yang sudah melepas penyatuan mereka terlihat kesal, bukan merasa bersalah atau takut karena Amanda telah memergoki keduanya.
"Apa yang telah kalian lakukan?"
"Sisil berani-beraninya kamu jadi orang ketiga dalam rumah tanggaku!"
Amanda berteriak-teriak, tidak terima dengan apa yang terjadi di depan matanya.
"Dasar lebay," gumam Sisil dengan pelan, bener-bener sangat kesal karena telah diganggu oleh Amanda.
"Hiks-hiks-hiks, hiks, hiks, hiks!"
"Hey, kamu jangan drama di kamarku, pergi kamu dari sini!" usir Sisil dengan emosi melihat keberadaan Amanda.
*****
Setelah memergoki suaminya bercinta dengan saudara tirinya dan akhirnya ada drama dalam keluarga tersebut dengan semuanya berkumpul di ruang tamu termasuk Maudy dan juga Tami.
Hiks-hiks-hiks.
Amanda sejak tadi tidak berhenti menangis sesunggukan, betapa kecewanya dirinya dengan apa yang terjadi dan sementara Reno dengan Sisil terlihat santai yang tidak pernah menyesal sama sekali.
"Mengapa kamu tega melakukan semua ini kepadaku? tanya Amanda kepada Reno.
"Kamu juga Sisil, kamu bisa-bisanya berselingkuh dengan suamiku. Kamu pelakor dan seharusnya tidak melakukan hal itu!" tegas Amanda.
"Heh, sembarangan mengatakan aku pelakor. Kamu yang menjadi orang ketiga diantara hubungan kami. Hubungan kami sudah berjalan sejak lama dan kamu saja yang keganjenan ingin menikah dengan Reno!" tegas memberi pengakuan yang mengejutkan pada Amanda.
"Apa maksud kamu?" tanya Amanda.
"Heh Amanda, kami berdua sudah memiliki hubungan, kamu seharusnya jadi wanita tahu diri tidak meminta Reno untuk menikah dengan wanita seperti kamu, Reno juga menikahi kamu karena permintaan papah dan dia juga tidak sedih berumah tangga dengan wanita obesitas seperti kamu, sangat menjijikan!" tegas Sisil memberi pembinaan dan kajian kepada Amanda.
"Benar. Apa yang telah dia katakan. Mas, jadi selama ini saling memiliki hubungan di belakangku?" Amanda memastikan sendiri pada Reno.
"Semua sudah dijelaskan oleh Sisil, kurang lebih semuanya apa yang dikatakan Sisil sebenarnya. Amanda kamu jangan seolah-olah menjadi korban, kamu ngaca dan lihat diri kamu, apa mungkin aku bisa tertarik dengan wanita gendut, jelek, culun seperti kamu, orang gila saja jauh lebih baik daripada kamu dan jangan salahkan jika aku tidur dengan Sisil!" tegas Reno justru memberi cacian lebih menyakitkan padanya.
"Mama dan kak Maudy juga mengetahui hal ini jika mereka memiliki hubungan dan bahkan di saat kami sudah menikah?" Amanda mencoba untuk mempertanyakan pada dua orang yang tidak bersangkutan.
"Ya, Mama sudah tahu jika mereka saling menyukai, mereka sudah sama-sama dewasa dan tahu apa yang mereka lakukan adalah resiko masing-masing, jika pada akhirnya mereka tidur bersama sebelum adanya pernikahan dan mungkin itu bentuk kemarahan mereka karena kamu telah mengganggu hubungan mereka. Jadi apa yang bisa Mama lakukan itu sudah terjadi," sahut Maya benar-benar santai dan tidak peduli sama sekali.
"Kak Maudy....." Amanda masih berusaha untuk mencari pembelaan dari Maudy.
"Sudahlah Amanda, kamu tidak perlu drama dengan menangis tidak jelas seperti itu, mereka saling mencintai dan kamu yang menjadi orang ketiga diantara hubungan mereka, kamu juga tidak layak untuk dijadikan istri dan kamu jangan seperti menjadi korban, kamu biarkan saja Reno mencari kebahagiaannya sendiri dan bukan cinta yang tulus adalah ketika melihat orang yang dicintainya bahagia dan kamu harus memberikan itu," ucap Maudy memberi saran benar-benar tidak masuk akal menurut Amanda.
Bersambung....