Dominic Kazarov.
Seorang pria tampan, dingin, dan berbahaya. Pemimpin kelompok mafia paling ditakuti, sekaligus pemilik perusahaan raksasa DK Company. Semua orang mengenalnya sebagai monster yang tak memiliki belas kasihan.
Namun semuanya berubah setelah pertemuan keduanya dengan seorang gadis muda yang pernah menolongnya saat ia terluka.
Awalnya hanya rasa penasaran. Lalu berubah menjadi ketertarikan. Hingga perlahan menjelma menjadi obsesi yang memabukkan.
Dominic tidak hanya menginginkan gadis itu berada di sisinya.
Ia menginginkan senyumnya, waktunya, hidupnya... bahkan kebebasannya. Dominic memilih cara yang paling kejam untuk mendapatkannya. Sebuah ancaman berdarah ia berikan dengan melukai salah satu teman gadis itu, memaksa sang gadis untuk menyerahkan dirinya kepada pria yang tak ia kenal.
terjebak dalam dunia mafia yang gelap dan berbahaya, sang gadis harus memilih.
Melawan pria yang terobsesi padanya atau menyerah pada cinta seorang monster kejam itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra_Reinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memulai aksi
Setelah beberapa jam tertidur, nayara akhirnya terbangun tepat pukul sembilan malam.
“Eughh…” gumamnya pelan sambil meregangkan kedua tangan yang terasa pegal. Dengan langkah malas, ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap pergi ke tempat tujuannya malam itu.
Usai mengenakan pakaian, nayara melirik layar ponselnya. Waktu menunjukkan pukul 09.27 malam. Masih ada sekitar satu setengah jam sebelum ia harus berada di sana.
Saat hendak memasukkan ponselnya ke dalam saku hoodie, sebuah notifikasi pesan tiba-tiba muncul di layar. keningnya sedikit berkerut ketika melihat nomor pengirim yang sama sekali tidak ia kenal.
Tanpa berpikir panjang, nayara menekan aplikasi chat tersebut dan membuka pesan itu perlahan.
"Nayara"
"lagi apa? "
"Urusan lo udah selesai? "
"Lo udah tidur?"
"Selamat malam,nay! "
Nayara melihat rentetan pesan tersebut, dia sama sekali tidak tahu siapa yang mengirimkan pesan padanya, selama ini hanya amara dan viola saja yang tahu nomornya. Ia akhirnya membalas pesan tersebut.
"Siapa?"
"Lo dapet nomor gue dari mana? "
Tidak butuh waktu lama ia menerima balasan pesan dari nomor tidak dikenal itu.
"Bara"
"Gue dapat dari amara"
"Oh, gue kirain siapa tadi, ada apa?"
"Nggak ada apa-apa!cuman pengen nge chat lo doang, urusan lo udah selesai?"
"Belum"
"kenapa belum diselesaikan, ini udah malam,naya”
"Gue tahu bambang, masalahnya belum waktunya".
"Mau jam berapa lagi lo kerjain?"
"Jam sebelas nanti"
"Nay, itu sudah hampir tengah malam, urusan apa yang harus nunggu jam sebelas malam gitu? "
"Ada deh" Nayara membalas dengan menambah emoticon senyum.
"Lo nggak bisa kasih tau gue? "
"Nggak"
"Ya udah, itu hak lo"
"Lagi apa? "
"Lagi balas chat lo"
"Hm?" Dari seberang sana, bara tersenyum kecil melihat balasan nayara.
"Udah dulu ya, gue mau pergi.bye"
Setelah membalas pesan, nayara langsung memasukan ponselnya kedalam hoodie hitam yang ia kenakan, tidak lupa ia juga memakai masker dan topi...
Gadis itu berjalan menyusuri jalanan sepi di sepanjang kawasan itu, dia tidak takut sama sekali terkecuali jika itu berkaitan dengan hal mistis.
Setelah berjalan cukup jauh, nayara akhirnya sampai di jalan raya dan melihat sekelompok besar pria dan wanita berkumpul memenuhi jalanan dengan beberapa motor sport tersusun rapi di tengah jalan, sekitar lima motor sport berdiri disana.
Nayara mendekat dan menghampiri salah satu pria disana dan mengejutkannya.
"Woi...Sorry gue telat"
"Naya... Astaga jantung gue hampir lepas tau nggak, lo suka banget sih bikin orang jantungan" Pria tersebut mengelus dadanya, dia adalah Liam,teman terdekat naya selain amara dan viola, hanya saja mereka berteman jika di tempat balapan liar saja.
Naya terkekeh " Ya sorry nam, janji nggak lagi deh,Visss"
"Nggak percaya gue janji lo, sebelum-sebelumnya lo juga ngomong gitu"
"Ya lagian lo gampang banget di kagetin, gue kan jadi ketagihan"
"Eh di mana-mana orang ketagihan itu makanan bukan ketagihan ngagetin, kalau gue jantungan gimana? "
"Kalau jantungan ya gue bawa kerumah sakit lah, terus kalau m*ti tinggal gue kubur deh hehehe"
"Mulut lo ya, ringan banget kalau ngomong. . Lo kira gue kucing main kubur aja"
Naya hanya tersenyum sambil memperlihatkan deretan giginya.
"Ya udah bentar lagi mau mulai tuh, nih kuncinya... Jangan sampai lecet ya" Liam menyerahkan kunci motornya ke tangan nayara, tidak ada yang tahu selain dirinya kalau nayara adalah pembalap handal,, dia sering memenangkan balap liar di tempat ini, dan setiap kali ia menang dan mendapatkan uang, nayara selalu memberikan setengah nya kepadanya, awalnya ia menolak tapi karena naya selalu memaksa mau tak mau dia akhirnya menerima uang itu, walaupun dia anak orang kaya, jika dikasih uang secara cuma-cuma siapa yang tidak mau,coba.
Nayara sudah lama tidak ikut balapan karena terlalu fokus bekerja di cafe dan kini ia kembali ke arena balap liar hanya untuk mengisi waktu senggang nya dan tentu nya untuk menambah penghasilannya.
"Terima kasih,bestie" Naya melompat dan merangkul leher Liam, perbedaan mereka cukup kentara, nayara yang hanya memiliki tinggi 157 cm sedangkan leon memiliki tinggi 185 cm itu membuatnya cukup kesulitan merangkul liam, jadi dia harus melompat atau tidak menarik tubuh temannya lebih rendah dan merangkulnya dengan sedikit kuat, walau tubuhnya terlihat kecil,nayara memiliki kekuatan fisik setara pria dewasa mungkin lebih.
"Lepas ege, bisa mati beneran gue dibuat lo" kesal Liam.
Nayara akhirnya melepaskan rangkulan atau lebih tepat nya melepaskan pitingannya di leher liam.
"Hehehe sorry,nam.gue terlalu senang, karena lama nggak liat lo"
"Serah lo deh, udah buruan sana.. " Liam mendorong tubuh nayara menuju motor sportnya yang berada di tengah jalan, motor itu berada di posisi kedua diantara barisan.
Nayara naik ke motor tersebut lalu memakai helm fullface milik Liam.