NovelToon NovelToon
Mahkota Darah Dan Mawar Es

Mahkota Darah Dan Mawar Es

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:719
Nilai: 5
Nama Author: AnnaYoung

​Di dunia fantasi Eldoria yang dikuasai oleh perserikatan klan penyihir, Aura Zephyra adalah perwujudan dari kepolosan masa muda. Sebagai putri sulung dari Klan Penyihir Angin yang agung, hidup remajanya dipenuhi dengan tulusnya cinta kepada tunangannya, Gavin Elrod. Namun, di hari pernikahan mereka yang seharusnya menjadi momen paling bahagia, cinta itu berubah menjadi mimpi buruk. Gavin mengkhianatinya, membantai seluruh klannya, dan menusuk dada Aura demi merebut Inti Sihir Angin untuk ambisi takhtanya. Di ambang kematian, dalam kobaran api kuil yang hancur, Aura mengutuk Gavin dengan air mata darah.

​Bukannya lenyap, jiwa Aura justru terlempar kembali ke masa lalu—dua tahun sebelum tragedi pembantaian itu terjadi. Terbangun di tubuh remajanya yang berusia tujuh belas tahun, Aura bukan lagi gadis naif yang bisa dibodohi. Keajaiban regresi waktu tidak hanya membawa ingatannya, tetapi juga membangkitkan atribut sihir terlarang yang telah punah ribuan tahun: Sihir Es Kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inspek Logistik

​Kabut pagi di pinggiran timur Ibu Kota Eldoria belum sepenuhnya terangkat ketika iring-iringan kereta kuda kekaisaran membelah jalanan tanah yang basah. Kereta-kereta itu bukan membawa pelancong atau pedagang biasa, melainkan rombongan pejabat tinggi dari Kementerian Hukum dan Dewan Logistik Militer Kekaisaran.

Di barisan paling depan, sebuah kereta sihir berlapis baja ringan berlambang Serigala Es Utara melaju dengan anggun, dikawal oleh satu peleton Ksatria Hitam yang menunggangi kuda-kuda perang berzirah besi.

​Di dalam kereta utama, Aura duduk berhadapan dengan Menteri Hukum Kekaisaran, Marquess Cassel—seorang pria paruh baya bertubuh kurus dengan kacamata berbingkai perak yang terus memeriksa tumpukan dokumen perkamen.

Di samping Aura, Kaelen bersandar santai dengan mata terpejam, namun tangan kanannya tidak pernah lepas dari menggenggam jemari tangan Aura, menyalurkan kehangatan sihir darahnya yang menenangkan.

​"Nona Aura ... maksud saya, Yang Mulia Ratu ...," Marquess Cassel berdehem, membetulkan letak kacamata sipilnya. "Sesuai dengan prosedur serah terima Dekrit Tambang Barat, jalur logistik alternatif memang harus diverifikasi keamanannya. Namun, rute yang Anda usulkan ini ... memotong tepat di sepanjang perbatasan luar Perkebunan Anggur milik Klan Api Bara. Lord Ignis Senior telah melayangkan nota keberatan pagi ini, menyatakan bahwa kehadiran Ksatria Hitam di dekat wilayahnya adalah bentuk intimidasi militer."

​Aura mengulas senyuman tipis, wajah cantiknya tampak luar biasa tenang di bawah tudung bulu putih gaun musim dinginnya.

"Marquess Cassel, Tambang Barat memproduksi kristal magis mentah yang sangat tidak stabil. Jika kita menggunakan jalur utama kota, risiko kebocoran radiasi magis terhadap warga sipil terlalu besar. Jalur perbatasan timur ini adalah jalur paling sepi dan paling aman menurut peta topografi kekaisaran. Apakah Klan Api Bara menyembunyikan sesuatu di perkebunan mereka hingga mereka begitu ketakutan dengan inspeksi resmi kekaisaran?"

​"I-Itu ...." Marquess Cassel kehilangan kata-kata. Alasan yang diberikan Aura sangat masuk akal dari sudut pandang hukum keselamatan publik, membuat keberatan Klan Api Bara terkesan seperti kecurigaan yang berlebihan.

​Kaelen perlahan membuka mata merah delimanya, melirik Marquess Cassel dengan tatapan yang membuat sang menteri hukum menelan ludah dengan susah payah. "Menteri Cassel, jika ada klan di ibu kota ini yang merasa terintimidasi oleh penegakan hukum dan keamanan logistik takhta, maka klan tersebut patut dipertanyakan kesetiaannya kepada Yang Mulia Kaisar. Pasukanku berada di sini hanya untuk memastikan tidak ada bandit atau faksi gelap yang mencoba menyabotase aset baru istriku."

​Kereta kuda mendadak melambat sebelum akhirnya berhenti total. Dari luar, suara Boris terdengar memberikan laporan lewat jendela kereta.

"Yang Mulia Pangeran, Yang Mulia Ratu ... kita telah tiba di pos perbatasan timur. Namun, jalan utama diblokade oleh barisan ksatria pribadi dari Klan Api Bara."

​Aura dan Kaelen saling bertukar pandang. Kilat kepuasan yang dingin melintas di mata mereka berdua. Panggung yang mereka rancang telah berdiri dengan sempurna, dan musuh mereka telah melompat masuk ke dalamnya dengan sukarela.

​Begitu turun dari kereta sihir, angin dingin pinggiran kota langsung menyapu rambut perak Aura yang panjang. Di depan mereka, sebuah gerbang besi besar yang menandai batas Perkebunan Anggur Api Bara tertutup rapat.

Di depan gerbang tersebut, berdiri Lord Ignis Senior bersama dengan tiga puluh ksatria berbaju zirah merah yang memegang tombak sihir api. Wajah Lord Ignis tampak tegang, keringat dingin membasahi pelipisnya meskipun udara pagi itu cukup menusuk.

​"Marquess Cassel! Pangeran Kaelen!" Lord Ignis Senior melangkah maju, suaranya dipaksakan agar terdengar tegas. "Ini adalah wilayah privat yang diakui oleh Piagam Bangsawan Kekaisaran! Sesuai hukum, militer luar tidak berhak melakukan pergerakan bersenjata di radius satu mil dari tanah klan kami tanpa izin tertulis dari Dewan Tetua!"

​Marquess Cassel turun dari keretanya dengan wajah cemas, mencoba menengahi.

"Lord Ignis, ini adalah inspeksi jalur logistik resmi untuk serah terima Tambang Barat. Kami hanya melintasi jalur umum di luar pagar perkebunan Anda, bukan masuk ke dalam—"

​"Jalur umum ini berbatasan langsung dengan gudang penyimpanan anggur bawah tanah kami!" Ignis memotong dengan nada tinggi, paranoia yang ditanamkan oleh Duke Gerald Elrod semalam membuatnya kehilangan kendali emosi. "Energi es dari Ratu Aura semalam di arena telah merusak stabilitas suhu di distrik barat. Kami tidak bisa membiarkan energi liar itu mendekati perkebunan kami dan merusak panen tahunan klan kami!"

​Aura melangkah maju, melewati barisan Ksatria Hitam yang langsung membuka jalan untuknya dengan kepala tertunduk hormat.

"Lord Ignis Senior, Anda tampaknya sangat cemas mengenai gudang bawah tanah Anda. Di kehidupan ... maksud saya, di bawah pengetahuan saya, gudang anggur biasanya tidak memancarkan fluktuasi energi magis yang begitu pekat hingga mampu mendistorsi sihir pendeteksi milik Ksatria Hitam kami."

​Aura mengangkat tangan kanannya, membiarkan cincin permata sihir angin warisan klan Zephyra di jarinya berkilau.

"Sejak satu mil sebelum kita tiba di sini, sihir pendeteksi angin klanku telah menangkap adanya distorsi elemen yang sangat aneh dari bawah tanah perkebunanmu. Energi itu ... bukan energi api biasa, melainkan sesuatu yang sangat dingin namun membakar. Seperti ... aroma belerang yang busuk."

​Mendengar kata 'belerang yang busuk', wajah Lord Ignis Senior mendadak kehilangan seluruh rona darahnya. Itu adalah ciri khas dari Sihir Hitam Abyss yang dilepaskan ketika segel laboratorium bawah tanah mereka mulai mengalami kebocoran akibat tekanan spiritual masif yang dilepaskan Aura di Koloseum kemarin.

​"Jangan bicara omong kosong!" Ignis berteriak, menunjuk Aura dengan jari yang gemetar. "Pengawal! Usir mereka dari perbatasan sekarang juga! Siapa pun yang berani melangkah mendekat akan dianggap sebagai penyerang klan!"

​"Berani sekali kau menunjuk istriku dengan tangan kotormu itu, Ignis!"

​Deg! Boom!

​Kaelen melangkah maju. Dalam satu hentakan kaki, sebuah tekanan magis berwarna merah darah meledak dari tubuhnya, menciptakan gelombang kejut yang meruntuhkan gerbang besi besar perkebunan Api Bara menjadi puing-puing yang hancur berantakan.

Tiga puluh ksatria berbaju zirah merah langsung jatuh berlutut di atas tanah, memuntahkan darah segar karena tidak mampu menahan tekanan sihir dari sang Monster Utara.

​"Pangeran Kaelen! Ini adalah pelanggaran hukum kekaisaran!" Marquess Cassel berteriak panik, melihat situasi yang hampir berubah menjadi perang terbuka.

​"Ini bukan pelanggaran, Menteri Cassel." Aura menyahut dengan suara yang jernih namun sarat akan otoritas hukum yang dingin. "Undang-Undang Keamanan Eldoria Bab Sembilan, Ayat Tiga menyatakan: Jika ada indikasi kuat mengenai keberadaan Sihir Terlarang atau zat tabu yang dapat mengancam stabilitas ibu kota, Kementerian Hukum bersama perwakilan militer berhak melakukan penggeledahan darurat tanpa perlu persetujuan pemilik tanah."

​Aura menatap Marquess Cassel yang kini kebingungan.

"Menteri, apakah Anda mencium aroma belerang yang semakin pekat dari balik reruntuhan gerbang ini? Sebagai penegak hukum tertinggi, apakah Anda akan mengabaikan ancaman sihir hitam di bawah hidung takhta hanya karena ketakutan pada Klan Api Bara?"

​Marquess Cassel menghirup udara pagi yang kini memang mulai tercemar oleh bau hangus yang aneh dan menusuk dada—energi korosif yang merusak partikel mana di sekitarnya.

Wajah sang menteri hukum mengeras. Paranoia politiknya kini beralih; jika ia mengabaikan hal ini dan Kaisar mengetahuinya nanti, kepalanya sendiri yang akan menjadi taruhannya.

​"Lord Ignis Senio." Marquess Cassel berbicara dengan nada resmi yang dingin, mengeluarkan stempel perak kementeriannya. "Atas nama Hukum Kekaisaran Eldoria, Kementerian Hukum memerintahkan pembukaan total area perkebunan bawah tanah untuk inspeksi darurat. Ksatria Hitam Utara ditugaskan sebagai penegak keamanan selama proses berlangsung."

​"T-Tidak ... ini tidak boleh terjadi!" Lord Ignis mencoba menarik tongkat sihirnya, namun sebelum ia sempat mengalirkan energinya, Boris telah melesat maju dan menempelkan mata pedangnya tepat di tenggorokan sang pemimpin klan.

​"Jangan bergerak, Lord Ignis, jika Anda masih ingin melihat matahari terbenam hari ini." Boris berbisik kejam.

​Rombongan pejabat kekaisaran, dikawal ketat oleh Kaelen dan Aura, melangkah masuk ke dalam area perkebunan anggur yang luas. Dipandu oleh sihir angin pendeteksi milik Aura, mereka melewati deretan tanaman anggur yang sebagian besar daunnya telah layu dan menghitam—sebuah tanda nyata bahwa tanah di tempat ini telah terkorosi oleh energi Abyss yang bocor dari bawah.

​Mereka berhenti di depan sebuah bangunan batu tua yang digunakan sebagai pintu masuk menuju gudang penyimpanan bawah tanah. Dua Ksatria Hitam maju, mendobrak pintu kayu tebal itu dengan kapak perang mereka hingga hancur.

​Begitu pintu terbuka, sebuah lorong tangga batu yang gelap gulita membentang ke bawah. Kepulan asap tipis berwarna ungu kehitaman keluar dari dalam lorong, membawa hawa dingin yang membusukkan udara sekitar.

Marquess Cassel dan para pejabat dewan logistik langsung menutup hidung, wajah mereka dipenuhi ketakutan dan kejutan yang luar biasa.

​"Ini ... ini benar-benar energi dari Abyss ...." Marquess Cassel bergumam dengan tubuh gemetar. "Klan Api Bara ... mereka benar-benar melakukan pengkhianatan terhadap kekaisaran!"

​Aura melangkah masuk ke dalam lorong terlebih dahulu, meluncur turun dengan anggun diiringi oleh pendaran cahaya es dari ujung jarinya yang menerangi dinding-dinding batu yang dipenuhi oleh ukiran rune-rune sihir hitam kuno. Di ujung tangga, mereka tiba di sebuah aula bawah tanah raksasa.

​Di tengah-tengah aula tersebut, sebuah kolam besar berisi cairan hitam pekat yang bergejolak seperti lava dingin berada di bawah sebuah kristal merah raksasa yang diikat oleh rantai-rantai besi hitam.

Lusinan dokumen, botol ramuan terlarang, dan sisa-sisa eksperimen sihir hitam berserakan di atas meja-meja kayu di sekitarnya. Yang paling mengejutkan adalah adanya beberapa peti mati terbuka yang berisi tubuh ksatria kekaisaran yang telah mati, tampaknya digunakan sebagai subjek percobaan untuk menyerap energi Abyss ke dalam pembuluh magis manusia.

​"Lihat ini, Menteri Cassel!" Aura menunjuk ke sebuah dokumen tebal yang terletak di atas meja utama, dokumen yang memiliki stempel resmi dari Klan Elrod di atasnya. "Rencana pendanaan dan distribusi cairan Abyss untuk memperkuat pasukan pribadi Gavin Elrod. Semuanya tertulis dengan sangat rapi di sini."

​Marquess Cassel melangkah maju dengan tangan gemetar, mengambil dokumen tersebut dan membacanya dengan mata yang membelalak lebar.

"Duke Gerald Elrod ... Lord Ignis ... mereka merencanakan kudeta militer menggunakan sihir hitam ini setelah Ujian Sihir Kekaisaran selesai! Ini ... ini adalah konspirasi pengkhianatan terbesar dalam sejarah Eldoria!"

​Kaelen Vane berdiri di samping Aura, menatap pemandangan laboratorium yang menjijikkan itu dengan senyuman kepuasan yang dingin.

"Menteri Cassel, bukti di tempat ini sudah lebih dari cukup untuk menjatuhkan hukuman pemusnahan massal. Klan Api Bara telah menodai kesetiaan takhta."

​Kaelen berbalik menghadap Boris. "Bawa Lord Ignis Senior dan seluruh tetua klan yang tersisa di atas ke Penjara Menara Besi Kekaisaran sekarang juga. Sita seluruh aset perkebunan ini di bawah pengawasan Kementerian Hukum."

​Aura berjalan mendekati kolam energi Abyss, menatap gejolak hitam di dalamnya dengan sepasang mata biru esnya yang memancarkan kilat kemenangan.

Di kehidupan lalu, laboratorium inilah yang memproduksi racun yang melemahkan kekuatan ayahnya dan menghancurkan inti sihir klannya dari dalam. Sekarang, tempat terkutuk ini telah berubah menjadi peti mati politik yang akan menyeret seluruh faksi Elrod ke dalam pengadilan eksekusi mati kekaisaran.

​"Satu lagi pilar telah runtuh, Kaelen." Aura berbisik pelan, menoleh ke arah suaminya yang sedang menatapnya dengan penuh pemujaan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!