NovelToon NovelToon
Labuhan Hati Sang Alpha

Labuhan Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Ruang Ajaib / Tamat
Popularitas:111.6k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Jangan tertipu dengan kelembutan kelopak bunga, karena di balik keindahannya ada duri yang bisa menembus jantungmu tanpa suara."

Putri Arabella Costa adalah perpaduan keanggunan bangsawan dan ketangguhan jiwa modern. Terlahir kembali sebagai putri bungsu Kerajaan Costa, Bella menolak diam di istana mewahnya dan memilih hidup bebas menyamar sebagai gadis biasa. Dia memiliki ruang dimensi berisi air kehidupan yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Lucian Alistair sosok pria yang dingin, dominan, memiliki insting bertarung serta indra penciuman yang tajam, menguasai garis depan militer, dan memiliki harga diri setinggi langit yang tidak bisa disentuh oleh sembarang orang.

Dua karakter kuat pemilik rahasia besar ini mendadak terikat dalam pernikahan tak terencana. Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Akankah kebuasan serigala bisa menaklukkan sang putri rahasia, atau justru sang Alpha yang akan bertekuk lutut di bawah kendali Arabella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERLAMBAT

"Y-ya sendirian lah! Memangnya mau sama siapa lagi? Paling cuma sama kubis-kubis ku di kebun!" jawab Ara, berbohong demi menyelamatkan nyawa suami rahasianya dari amukan dua kakak laki-lakinya yang overprotektif ini.

Ratu Soraya menghela napas panjang, lalu mengusap lembut pipi Ara yang agak tirus dibandingkan saat dia masih tinggal di istana.

"Ya sudah, Ibu tidak akan memaksa kamu bercerita sekarang, yang penting sekarang kamu mandi dan ganti pakaianmu dengan gaun yang layak, setelah itu kita makan malam bersama," ucap Ratu Soraya penuh kasih.

"Tapi Ibu, Bella mau menemani Ayah di sini saja," rengek Ara, menggelayut manja di lengan ibunya.

Raja Costa terkekeh geli, mengacak rambut Ara dengan sayang hingga makin berantakan.

"Ayah tidak akan ke mana-mana, Putri Kecil. Sana mandi dulu, bau kubis mu ini sampai tercium ke seluruh kamar Ayah," goda Raja Costa sambil menutup hidungnya dengan ekspresi jenaka.

"Ayahanda menyebalkan!" ucap Ara sambil mengerucutkan bibirnya kesal, namun tetap berdiri dari tepi ranjang.

Ara melangkah keluar dari kamar raja dengan dikawal oleh beberapa pelayan pribadi yang sudah menyambutnya dengan wajah menangis bahagia di luar pintu.

Ini yang membuat Ara tidak betah tinggal di istana, setiap pergerakan nya di awasi dan di ikuti oleh puluhan Pelayan dan pengawal.

Menyebalkan!

Sepanjang jalan menuju kamarnya sendiri, Ara terus memegangi liontin batu amber di dadanya yang terasa semakin hangat, memberikan rasa nyaman yang aneh di tengah rasa gundahnya.

"Dasar Ian menyebalkan, gara-gara kalung ini, aku jadi terus memikirkan mu kan," gumam Ara pelan pada diri sendiri, menatap lurus ke depan dengan perasaan campur aduk antara rindu dan cemas.

...****************...

Keesokan paginya, matahari baru saja muncul, tapi Lucian dan Patrik sudah kembali memacu kuda mereka dengan kecepatan penuh menuju desa perbatasan Kerajaan Costa.

Sedari semalam, pikiran Lucian benar-benar dipenuhi oleh bayangan Ara.

Sepanjang perjalanan, Lucian tersenyum miring, membayangkan bagaimana wajah ketus gadis itu saat mengomelinya karena pulang terlambat.

"Tuan Muda, apakah kita akan langsung menuju gubuk Nona Ara?" tanya Patrik dari atas kudanya, mencoba menyamai kecepatan Lucian.

"Ya. Kita ke sana, jangan sampai kedatangan kita memicu perhatian warga desa," jawab Lucian tegas tanpa menoleh sedikit pun.

Lucian tidak sabar ingin segera bertemu dengan nona kubis nya, padahal baru sehari semalam tidak bertemu, tapi rasanya hati Lucian sudah sangat kosong.

Setelah perjalanan beberapa jam yang melelahkan, kedua kuda hitam itu akhirnya sampai di pinggiran hutan dekat gubuk Ara.

Lucian langsung melompat turun dari pelana bahkan sebelum kudanya berhenti sempurna.

Langkah kakinya bergerak lebar dan terburu-buru, ada rasa tidak sabar yang aneh di dalam dadanya.

Namun, begitu dia melangkah keluar dari semak-semak hutan dan melihat halaman gubuk, langkah kaki Lucian langsung terhenti seketika, matanya tajam nya melebar sempurna.

"Apa yang terjadi di sini?!" desis Lucian dengan suara yang mendadak berubah sangat dingin dan menekan.

Jantung Lucian berdegup kencang, melihat kondisi rumah Ara.

Halaman gubuk yang biasanya rapi kini berantakan, pagar kayu yang beberapa hari lalu dia perbaiki tampak hancur berkeping-keping di atas tanah, dan beberapa pot tanaman herbal milik Ara pecah berantakan, dan tanah di sekitar kebun kubis dipenuhi oleh bekas jejak kaki kuda dalam jumlah besar.

"Sial! Apa yang terjadi," gumam Lucian, mengepalkan tangannya kuat.

"Tuan Muda, ini... ini seperti bekas serbuan pasukan militer!" seru Patrik yang baru saja menyusul langsung mencabut pedangnya dengan waspada.

Tanpa membuang waktu, Lucian langsung menerjang maju dan menendang pintu gubuk kayu itu hingga terbuka lebar.

BRAKK

"Ara?!" teriak Lucian, suaranya menggema di dalam rumah yang mendadak terasa sangat kosong dan dingin.

"Ara kamu dimana! Jangan main-main dengan ku Ara!" teriak Lucian, dengan perasaan khawatir.

Lucian memeriksa ke dalam dapur, ke kamar kecil mereka, hingga ke ruang penyimpanan benih di belakang.

Sepi! Tidak ada tanda-tanda keberadaan istri kecilnya di mana pun.

Jantung Lucian berdegup dua kali lebih cepat, rasa panik yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya kini mendadak menyerang dadanya.

"Tuan Muda! Lihat ini!" panggil Patrik setengah berteriak dari arah meja kerja dapur.

Lucian langsung melesat mendekat, di atas meja kayu, di samping stoples benih bunga matahari yang setengah terbuka, terdapat secarik kertas usang dengan tulisan arang yang agak berantakan.

Lucian menyambar kertas itu dan membaca isinya dengan rahang yang mengeras sempurna.

"Ian, aku harus pulang karena ayahku sakit keras. Maaf tidak bisa menunggumu kembali. Jaga dirimu baik-baik, jangan merusak barang orang lain lagi. Kalung ini akan kusimpan."

~ Araaa

Lucian meremas kertas itu di dalam genggamannya hingga hancur menjadi serpihan.

Aura Alpha miliknya mendadak meledak hebat tanpa bisa ditahan lagi, membuat debu-debu di dalam gubuk beterbangan kasar dan Patrik terpaksa mundur selangkah karena tekanan yang terlalu kuat.

"Dia pergi..." ucap Lucian dengan suara rendah yang bergetar menahan amarah dan rasa tidak terima.

"Gadis itu... berani-beraninya dia pergi meninggalkanku hanya dengan selembar kertas sampah ini!" ruang Lucian, dengan mata berkilat tajam.

"Tuan Muda, lihat bekas jejak kuda di luar. Zirah dan tapak kudanya, itu bukan milik orang biasa, ataupun militer Harper, bekasnya terlalu rapi untuk ukuran perampok desa," lapor Patrik setelah memeriksa halaman depan dengan teliti.

Lucian melangkah keluar gubuk dengan wajah yang sangat gelap, matanya berkilat berbahaya menatap ke arah jalan utama yang menuju ke pusat wilayah Kerajaan Costa.

"Itu pasukan elite kerajaan, seseorang telah membawanya pergi," desis Lucian mengepalkan tangannya kuat, khawatir dan juga marah.

Lucian mengepalkan tangan kanannya kuat-kuat, darah serigalanya bergejolak panas bukan hanya karena gubuknya dihancurkan, tapi karena Nona Kubis miliknya pergi, dan dirinya tidak tahu apapun tentang siapa keluarga istri nya itu.

"Patrik! Cari tahu siapa sebenarnya Ara di wilayah Costa. Selidiki seluruh pergerakan pasukan istana mereka yang mendatangi perbatasan ini kemarin!" perintah Lucian dengan nada penuh penekanan.

"Baik, Tuan Muda! Segera saya laksanakan!" jawab Patrik patuh, langsung membungkuk hormat sebelum bergerak cepat mengumpulkan informasi.

Lucian berdiri sendirian di tengah halaman gubuk yang hancur, sebuah senyuman miring yang sangat dingin dan mematikan terukir di wajah tampannya.

"Kamu pikir kamu bisa kabur dariku setelah membuatku gila seperti ini, Ara?" gumam Lucian dengan suara beratnya yang serak.

"Tunggu saja, ke mana pun kamu pergi, aku sendiri yang akan datang untuk menyeret mu kembali pulang ke pelukanku," gumam Lucian, dingin.

"T-tuan muda, gawat!"

Teriak Patrik kembali dengan wajah pucat nya.

"Cepat katakan ada apa!?" bentak Lucian.

"Lady Michelle, mendatangi Kakek Anda di istana Kerajaan Harper," jawab Patrik, yang baru saja dapat informasi.

"APA!"

1
Wahyuningsih
akhirnya tamat jga thor dtnggu krya brunya thor hrd lebih bagus dri yg ini 💪💪💪💪 thor dlm berkarya
Kezia ayumi
emang harus gitu ya aura alpha ya di sebut2 terus
"bertanya dengan nada selembut sutera /Grin/
Kezia ayumi
kasih mata dong Thor jangan bolanya doang 🤭
Deasy Megaputri
thank you thor buat bonchap nya
Maria Lina
thor cerita kembar 5 kok gk nongol"thor hehe
kaylla salsabella
wuhaaaaaa kok udah tamat thor🤔🤔🤔 tapi terimakasih ya thor untuk setiap karya mu.... bisa temani hari" ku di perantauan😍😍😍😍. tetep semangat berkarya thor dan di tunggu karya terbarunya☺☺☺☺
Sang
terima kasih atas karyanya kak othor 🙏🙏🙏
yumin kwan
lah... uda tamat, gitu aja? jasmine blm tau kl menantunya jg dr masa depan.
cowettttttt
raja yg payah dengan iming2 kasih syg seorang ayah secara halus menekan anak ny untuk ke egoisan nya snediri
cowettttttt
dih bikin males ternyta hanya cowok lemah si lucian ..knp ga langsung d bunuh aja kemarin malah cm d tampar doank....ktnya banyak kekuasaan dan bahkan dari istana tp ternyata bodoh semua bisa d tipu oleh seorang wanita..aneh sekali Thor ...Disni aku ragu lanjut baca atau ga ?? cerita si lyra dan Xavier dan yg lain bagus
Deasy Megaputri
kok cepet banget habisnya Thor?
tolong ksi bonchap dong
Sinta Dewi
ceritanya bagus Thor, 😀😀 tetap semangat 💪💪 berkarya ya Thor 🥰❤️❤️🔥🔥🔥🌹
Maria Lina
gk di lanjut kn thor kan mau lihat anak ara n lucian thor kaya leo sampai liat dia punya anak thora lanjut ya ya thor plisss🙏🙏🙏🙏
miss blue 💙💙💙
laaahh kok udah tamat sih kak 😭😭😭
muhammad ibnuarfan
jangan seneng dulu...musuh keluargamu masih bertebaran noh...mintak di bom nuklir....😤😤🤭🤭
Maria Lina
kok 2 thor lgi donk ya ya
Masha 235: othornya masih mikir kk😁😁
total 1 replies
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Maria Lina
makasih thor walau kurang sih n penasaran thor hehe
Siti Nurhalimah
klo lucas kan sdh bisa mengendalikan kecuali lucian... dia kan bakal calon alfa
Inez Putri
mending jujur sja dr pd denger dr org luar. mlh memicu perang thour..
Restu: betul tuhh....👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!