NovelToon NovelToon
Don'T Mess With The Hungry Concubine!

Don'T Mess With The Hungry Concubine!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Romantis
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Tersedak boba membawa petaka! Alara, cewek modern bermulut pedas, mendadak isekai jadi Selir Alara Villin—selir terbuang Dinasti Ruelle yang lemah dan ditindas di Istana Dingin. Tragisnya lagi, dia diberi makan bubur basi yang airnya lebih banyak daripada nasi.

Sebagai pencinta makanan sejati, Alara menolak mati kelaparan. Dia pun nekat menyelinap ke paviliun pribadi Kaisar Kaivan dan mencuri paha ayam panggang sang penguasa.

Sialnya, aksi Alara tertangkap basah. Bukannya bersujud ketakutan menghadapi sang Kaisar yang terkenal kejam dan sedingin es, Alara malah menodongnya:

"Anda kurung saya tanpa makanan layak. Baru ambil satu paha ayam, Anda masih utang sembilan puluh sembilan ayam lagi sama saya. Sini bayar!"

Kaisar Kaivan yang gengsian setengah mati mendadak dibuat jantungan oleh logika absurd selir bar-barnya ini. Siapa sangka, di balik wajah esnya, sang Kaisar aslinya jago lawak, gampang panik, dan takut kecoa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Proyek Sekolah PAUD Istana (Alara Jadi Kepala Sekolah Killer) {2}

"Dua ditambah dua sama dengan berapa, Pangeran Kecil?" Alara melipat kedua tangannya di dada, menatap tajam ke arah bocah berusia lima tahun yang duduk di atas tikar rajut.

Bocah itu adalah Pangeran Yuan, keponakan Kaivan dari garis keturunan menteri luar negeri yang terkenal manja luar biasa.

Di sekelilingnya, belasan anak-anak dayang dan anak bangsawan istana duduk rapi di dalam aula yang kini disulap menjadi ruang kelas berwarna-warni, lengkap dengan papan tulis kayu hitam besar yang baru dibuat oleh pandai besi Paviliun Naga.

"E-empat, Permaisuri Alara..." cicit Pangeran Yuan ketakutan, air mata sudah menggenang di sudut mata bulatnya.

"Bagus! Jangan menangis. Di kelas saya, tidak ada ruang untuk cengeng. Kita di sini untuk membentuk growth mindset, bukan mental tempe kuno!" seru Alara mantap sembari mengetukkan sebatang kapur tulis ke papan kayu.

Proyek PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Istana resmi dibuka. Alara muak melihat anak-anak di istana dalam yang sejak kecil hanya diajari cara membuat intrik, bergosip, dan membungkuk menyembah feodalisme.

Otak modernnya bersikeras bahwa anak-anak ini harus diajari sains, matematika dasar, dan moralitas universal sejak dini.

"Sekarang, kita belajar seni musik. Ikuti instruksi saya ya!" Alara mengambil sebuah alat musik petik tradisional kuno, guqin, lalu memetik senarnya dengan tempo cepat yang tidak biasa.

"Balonku ada lima... rupa-rupa warnanya..." Alara menyanyi dengan suara lantang, mengaransemen lagu anak-anak modern ke dalam nada pentatonis Dinasti Ruelle.

"Letus balon hijau... *TAR!* Hati pangeran sangat kacau!"

Anak-anak itu melongo, namun sedetik kemudian mereka tertawa riang dan mulai mengikuti nyanyian Alara sambil bertepuk tangan berirama. Suasana aula yang biasanya kaku dan penuh kepalsuan mendadak berubah menjadi sangat ceria dan hidup.

Di luar jendela aula, dua sosok jangkung sedang berdiri mengamati jalannya kelas. Satu adalah Kaisar Kaivan dengan jubah kebesarannya, dan yang satu lagi adalah Pangeran Zhao, ayah dari Pangeran Yuan sekaligus Panglima Angkatan Laut Ruelle yang baru pulang dari ekspedisi laut timur.

"Kaivan... apa yang sebenarnya dilakukan oleh Permaisurimu?" Zhao mengernyitkan alis tebalnya, menatap putranya yang manja kini justru sedang asyik merangkak di lantai menghitung biji sempoa buatan Alara.

"Mengapa anak-anak bangsawan agung dicampur dengan anak-anak dayang rendahan? Ini melanggar strata sosial kekaisaran!"

Kaivan tidak langsung menjawab. Sepasang mata elangnya terus terkunci pada sosok Alara yang sedang tertawa lepas bersama anak-anak, rambutnya yang dikepang satu bergerak-gerak lincah seiring gerakannya. Kilatan rasa bangga dan cinta yang mendalam terpancar jelas dari netra sang Kaisar Es.

"Strata sosial tidak akan bisa memenangkan perang atau menghentikan kelaparan di masa depan, Zhao," jawab Kaivan dengan suara baritonnya yang tenang namun berwibawa mutlak.

"Apa yang diajarkan Alara adalah fondasi baru. Anak-anak dayang yang kau sebut rendahan itu, dalam sepuluh tahun ke depan, mungkin akan menjadi insinyur dan ahli matematika terbaik yang dimiliki Ruelle berkat sistem ini."

Zhao tertegun mendengar jawaban sepupunya. Dia belum pernah melihat Kaivan membela seorang wanita dengan pemikiran sejauh itu.

Tepat saat kelas selesai, Alara berjalan keluar aula sambil menyeka keringat di dahinya dengan sapu tangan. Begitu melihat suaminya berdiri di koridor, mata bulatnya langsung berbinar cerah.

"Tuan Kai!" Alara berlari kecil mendekat, mengabaikan keberadaan Panglima Zhao di sebelah Kaivan.

"Pas banget! Kelas pertama sukses besar. Anak-anak sekarang sudah hafal perkalian dasar satu sampai lima. Tapi..." Alara mendadak memegangi perutnya yang berbunyi nyaring. *Kruuukk~

"Tapi energi kepala sekolahnya sudah habis total. Saya butuh asupan kalori darurat," cengir Alara tanpa rasa bersalah.

Kaivan terkekeh pendek, sebuah bunyi hangat yang selalu sukses membuat para kasim di sekitar mereka merasa tenang. Dia mengulurkan tangan jangkungnya, mengacak-acak rambut Alara dengan gemas.

"Aku sudah menyuruh dapur utama menyiapkan sup iga sapi pedas dan dimsum ayam premium di paviliunmu. Ayo makan."

"Wah, mantap! Paham banget sih selera istri!" Alara langsung menggandeng lengan kekar Kaivan dengan akrab, siap menariknya berjalan.

Namun, langkah mereka terhenti saat Panglima Zhao berdehem berat, melangkah maju dengan ekspresi wajah yang mendadak serius.

"Maaf mengganggu momen makan siang kalian, Yang Mulia. Namun, saya membawa surat diplomatik penting dari Kekaisaran Barat Romawi kuno.

Mereka mengirim utusan dagang raksasa ke pelabuhan kita minggu depan, dan yang memimpin rombongan adalah Pangeran Julian, seorang pangeran playboy yang kabarnya sangat terobsesi dengan wanita-wanita cerdas dari timur."

Mendengar kata "terobsesi dengan wanita cerdas", sepasang mata elang Kaivan mendadak menyipit tajam. Aura es di tubuhnya kembali menguar hebat dalam sedetik, membuat Panglima Zhao refleks mundur selangkah karena merinding.

Alara justru menaikkan sebelah alisnya, otaknya yang berjiwa pebisnis langsung mencium bau cuan internasional.

'Wah... utusan barat spek Romawi? Ini sih peluang ekspor-impor kain sutra mekanis dan cireng instan berskala global!' batin Alara bersorak kegirangan di dalam hati.

---

Bersambung~

1
neen
yahhh udah kebakaran jilid 2 aja
neen
kok sama kaya bab sebelumnya say
neen
anak yg diberkahi oleh gerhana bulan😄
neen
ada2 saja
neen
loh.. aku nda sadar mereka udah ngadon tepung🙃
neen
🤣🤣 uts time al
neen
uuu... ayoo hanguskan.. tp kasihan gajah2nya😭
Khilya Khilya
cerita lucu dan gokil
neen
ayoo alara.. kita buat molotov nya🤭
Eci Rahmayati
tar lama" lama seblakkkkk merconnnn yg kau juallllll 🤣🤣👊
NonaMudaDesi
Lanjuttt thorrrrr, ceritanya seru ihh🤭
Eci Rahmayati
🤣🤣🤣🤣 mundur dengan hormat ya Aurora bagusss...

makasih Thor cerita menghibur bgt ttp semangat ya💪💪💪
Aera_yong
jangan lupa liat karya ku yang lain gays, cerita nya juga nggak kalah menarik Dengan novel ini🤭
Best Siallagan
😍😍😍
lin sya
tumben blm update thor
Aera_yong: hehe maaf yah aku lagi siapin lanjutannya, aku juga update novel lain juga😭😭
total 1 replies
Murni Dewita
👣
SiOmpong
mantep
arlyn1709
alurnya biken penasaran, saya suka
arlyn1709
lanjut dong thor,, seru ceritanya
Aera_yong: Okehh
total 1 replies
Eci Rahmayati
wkwkwk selir laparr cenahh🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!