NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA TEMA KREATIF YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Demi menikahi Lavanya, Aditya tega memberikan obat anti-ovulasi kepada Kemuning, agar tidak pernah bisa punya anak. Aditya juga memanipulasi hasil tes kesuburan Kemuning.

Namun, takdir berkata lain ketika kecelakaan menimpa Kemuning. Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau ada zat berbahaya di dalam rahimnya.

Dengan bantuan Arkatama, Kemuning menyusun pembalasan kepada Aditya dan Lavanya. Membuat mereka merasakan pembalasan yang tak disangka-sangka.

Niat ingin menguasai harta milik Kemuning, yang Aditya dapatkan malah gigit jari.

Akankah rahim Kemuning bisa subur kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Suasana ballroom masih ramai oleh musik dan suara tawa para tamu undangan. Namun di tengah keramaian itu, Arkatama justru mulai gelisah. Tatapannya terus menyapu seluruh ruangan sejak beberapa menit terakhir. Kemuning tidak terlihat di mana pun.

Awalnya Arkatama berpikir wanita itu mungkin sedang ke toilet atau berbincang dengan kenalan lain. Namun semakin lama, rasa tidak nyaman di dadanya semakin besar.

“Kemuning ke mana, ya?” gumamnya pelan.

Salah seorang teman pengacara yang sejak tadi mengobrol dengannya langsung menoleh. “Cari siapa, Pak Arka?”

“Kemuning. Dari tadi enggak kelihatan.”

“Mungkin sedang mencari makanan? Biasanya wanita suka mencicipi desert di acara pesta. Apalagi desert di acara pernikahan banyak variasinya.”

Arkatama akhirnya pamit sebentar lalu berjalan menuju area desert. Namun, Kemuning tetap tidak ada. Lalu, dia mengelilingi ballroom. Hasilnya juga masih nihil. Tidak ada Kemuning.

Saat itulah seorang wanita paruh baya menghampirinya. “Pak Arka?”

Arkatama langsung menoleh cepat. “Oh, Mbak.”

“Tadi Mbak Kemuning merasa pusing dan badannya panas,” ujar wanita itu. “Terus dibantu pelayan hotel ke kamar buat istirahat katanya.”

“Kamar?” dahi Arkatama langsung berkerut.

“Iya. Katanya disediakan oleh keluarga pengantin buat tamu.”

Perasaan Arkatama mendadak tidak enak. Entah kenapa dadanya langsung terasa sesak.

“Kamarnya di lantai mana, Mbak?”

“Aduh, aku kurang tahu, Pak.”

Arkatama langsung bergerak cepat meninggalkan ballroom. Langkahnya makin tergesa. Pikirannya mulai kacau.

Kemuning sedang tidak enak badan. Dan ia membiarkan wanita itu pergi bersama orang asing.

“Kenapa aku enggak sadar dari tadi,” batin Arkatama kesal pada diri sendiri.

Saat sedang berjalan cepat menuju area resepsionis hotel, tanpa sengaja Arkatama bertemu dengan Pak Adji, ayah pengantin pria.

“Eh, Arkatama!” sapa pria itu ramah.

Ekspresi Arkatama yang tegang langsung membuat Pak Adji heran. “Kamu kenapa?”

“Pak, aku mau tanya. Kamar hotel untuk tamu undangan itu di lantai berapa?”

Pak Adji terlihat bingung. “Kamar tamu?”

“Iya, katanya ada kamar yang disediakan pihak keluarga Bapak.”

Pak Adji langsung mengernyit. “Lho, bapak cuma pesan beberapa kamar untuk kerabat jauh yang datang dari luar kota.”

Jantung Arkatama langsung berdetak keras. “Apa?”

“Kami enggak ada menyiapkan kamar khusus buat tamu umum.”

Seketika wajah Arkatama berubah pucat. Perasaan buruk langsung menghantam dadanya begitu kuat. Kemuning dibawa seseorang. Lalu, sekarang ia tidak tahu berada di mana.

“Pak Adji,” panggil Arkatama dengan suara mulai berubah tegang. “Aku rasa ada yang enggak beres.”

Pak Adji langsung ikut serius melihat ekspresi Arkatama. “Ada apa sebenarnya?”

Tanpa membuang waktu lagi, Arkatama segera menjelaskan singkat keadaan Kemuning.

Wajah Pak Adji langsung berubah panik. “Cepat ikut bapak!”

Mereka berdua langsung menuju ruang keamanan hotel. Arkatama bahkan sudah tidak bisa tenang lagi. Tangannya mengepal keras sejak tadi.

“Cepat putar rekaman CCTV sekitar ballroom!” perintah Pak Adji pada petugas keamanan.

Petugas hotel yang melihat kepanikan mereka langsung bergerak cepat. Rekaman diputar. Beberapa detik pertama hanya memperlihatkan tamu-tamu berlalu lalang.

Sampai akhirnya Arkatama melihat Kemuning. Wanita itu terlihat lemas saat dipapah seorang pelayan wanita menuju lift.

“Stop!” seru Arkatama.

Rekaman diperbesar. Meskipun pelayan itu memakai kacamata, Arkatama langsung merasa ada sesuatu yang aneh.

“Kemuning kelihatan enggak sadar.”

Lift di rekaman berhenti di lantai lima. Arkatama langsung berbalik cepat.

“Aku ke sana!”

“Pakai security saja!” seru Pak Adji.

Namun, Arkatama sudah keburu berlari menuju lift. Jantungnya berdetak begitu keras sampai napasnya terasa sesak. Pikirannya dipenuhi bayangan buruk. Kalau sampai terjadi sesuatu pada Kemuning, ia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.

Lift terasa bergerak terlalu lambat. Arkatama bahkan terus menekan tombol lantai lima dengan wajah tegang.

Di saat pintu lift akhirnya terbuka matanya langsung membelalak. Di ujung lorong hotel, Kemuning dan Lavanya sedang bergulat sambil saling jambak.

Kemuning terlihat sangat lemas. Sementara Lavanya tampak seperti orang kehilangan akal.

“Lepasin aku!” teriak Kemuning panik.

“Kamu harus hancur!” balas Lavanya histeris.

“Lavanya!” Bentakan Arkatama menggema keras di lorong hotel.

Kedua wanita itu langsung menoleh. Wajah Kemuning seketika berubah lega bercampur panik.

“Mas Arka!”

Kemuning langsung berlari sempoyongan menghampiri Arkatama lalu memeluknya erat. Tubuh wanita itu gemetar hebat.

“Dia mau jebak aku,” kata Kemuning suaranya bergetar. “Aku mau diserahin ke beberapa preman. Katanya aku harus melayani mereka.”

Ucapan itu membuat darah Arkatama langsung mendidih. Tatapannya berubah gelap menatap Lavanya.

“Kurang ajar kamu?” desis Arkatama penuh amarah.

Lavanya justru tertawa miring. “Kenapa? Takut wanitamu rusak?”

Belum selesai Lavanya bicara tangan Arkatama langsung menghantam tengkuk wanita itu keras hingga tubuh Lavanya ambruk tidak sadarkan diri.

Kemuning sampai terkejut melihat kemarahan Arkatama. Pria itu langsung menyeret tubuh Lavanya masuk ke dalam kamar lalu membaringkannya kasar di atas ranjang.

Brak!

Pintu kamar ditutup keras. Napas Arkatama memburu karena menahan emosi. Namun, beberapa detik kemudian, fokusnya langsung kembali pada Kemuning.

Wanita itu bersandar lemah di dinding sambil bernapas tidak teratur. Wajahnya merah, tubuhnya gemetar, dan tatapan matanya mulai tidak fokus.

“Mas Arka,” lirih Kemuning pelan.

Arkatama langsung mendekat panik. “Kemuning, kamu kenapa?”

Wanita itu menggenggam erat lengan bajunya. “Tubuh aku panas, Mas.” Suara Kemuning terdengar lemah dan bergetar.

Arkatama langsung sadar. Efek obat pe rangsang mulai bekerja.

Dan kondisi Kemuning terlihat semakin buruk. Wanita itu terus gelisah sambil memejamkan mata menahan sesuatu di dalam tubuhnya sendiri.

“Mas Arka,” bisiknya makin pelan. “Aku sudah enggak kuat!”

Arkatama malah mematung. Ia panik dan marah. Dia juga bingung harus berbuat apa. Karena wanita yang dicintainya sedang berada dalam kondisi yang tidak baik tepat di hadapannya.

1
djerrih leni
salut dgn sifat dan kebaikannya bu arumi it's the best 😍
djerrih leni
cepet juga ya baru setahun menjalin hubungan perutnya dah membesar....
djerrih leni
ternyata ibu kandungnya Arya
djerrih leni
siapa ya wanita itu apa mantan istrinya Arka atau ibu kandung dr Arya....
djerrih leni
kaka othor sering lupa ya sama pangilan Arka n kemuning kadang ayah bunda terus berganti papa mama ... 🤭😄
djerrih leni
biasa orang perkampungan bisa di hasut tanpa mikir kebenarannya,... tp jangan takut kemuning kebenarannya akan selalu terlihat..
djerrih leni
sadar kelakuan diri sendiri ya Dit, yg akibatnya kamu tanggung sekarang
djerrih leni
tapi kan kami blm halal secara agama kemuning, segera halalin hubungan dgn Arka
djerrih leni
Arka ayo cepat nikahin Kemuning sebelum kabar tdk baik menyebar
djerrih leni
kebencianmu tdk beralasan dan akhirnya berbalik pada dirimu.... sadar diri lava
djerrih leni
arka...terbawa genre film td ya... ooiiii tp inget itu fasum Loch.. n blm halal juga utk di cipika-cipiki sabar... sabar.. ya
djerrih leni
kaka othur itu bioskop jadul ya kok selesai film kursinya harus bergeser yach.. 🤭🤭
bioskop millenial n GenZ kursinya pas bangun tetap stay on site...
djerrih leni
bu coba ngaca dulu sejenak liat siapa yg berbuat zholim dan siapa yg terzolimi.. kenapa seolah-olah jd terbalik posisinya... sadar ya bu..
djerrih leni
nyeselnya belakangan ya dit, baru sadar pas sdh jatuh ya ...
djerrih leni
dah seperti takdir alam siapa yg sedang berjaya/ duitnya tak berseri.., siapa pun datang mengaku saudara jauh dl....
djerrih leni
bukannya kamu ibu yg mendukung kesalahan anakmu, kau jadikan blm adany kehadiran anak sebagai alasanmu bu... coba koreksi dirimu sendiri...
djerrih leni
kenapaa baru sekarang taunya, kamu sampai lupa sama istri yg tulus setia menunggu kamu pulang... ngak usah nyesel kan kamu menikmatinya masa itu.. suami yg tak tau berterima kasih, dah di kasih kesempatan utk menjalankan usaha istri, setelah berkembang malah lupa dr mana uang yg kau peroleh... Terima nasib mu dgn lapang dada..
djerrih leni
penyesalan itu datang nya emang terlambat ya Adit, kalau di depan namanya pendaftaran...
biar kamu rasakan gimana rasanya kehilangan yg pernah hadir dlm hidupmu.. tau mana yg tulus dan mana yg cuma mau hidup enak dgn cara licik....
djerrih leni
ternyata pak pengacara juga punya masa lalu yg sama, jd lebih memahami ya
djerrih leni
semangat kemuning, semoga tama bener2 bisa bantu sampai selesai semua urusan nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!