"Aku jual diri demi 1 Miliar Emas, tapi aku TIDAK JUAL HARGADIRI!"
Lin Qingyan menerima pernikahan kontrak dengan pria lumpuh tak berdaya demi menyelamatkan keluarganya. Semua orang menertawakan dia, mengira dia akan hidup menderita selamanya.
Tapi siapa sangka? Di balik tubuh lemah itu tersembunyi sosok Raja Dunia yang paling ditakuti! Dan dia hanya tunduk pada satu wanita: Lin Qingyan!
Siapa berani meremehkan istri kontrak ini? Bersiaplah digilas habis! Karena aku bukan wanita biasa, aku adalah Ratu yang akan menguasai segalanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3: Siapa Berani Menghina Istriku?
BAB 3: Siapa Berani Menghina Istriku?
Pagi harinya, sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui celah tirai jendela. Suasana di kediaman utama keluarga Gu sangat megah, sunyi, dan penuh wibawa.
Lin Qingyan sudah bangun sejak pukul enam pagi. Ia tidak suka bermalas-malasan. Sekarang ia sedang duduk di ruang makan yang luasnya seluas lapangan badminton, menikmati sarapan dengan tenang.
Di hadapannya ada meja panjang yang penuh dengan berbagai macam makanan mewah. Tapi Lin Qingyan makan dengan santai dan rapi, tidak ada kesan rakus atau kaget melihat makanan sebanyak itu.
Di sebelahnya, di kursi roda yang tinggi, duduklah Gu Beichen. Wajahnya tertutup kain tipis, tubuhnya diam tak bergerak, seolah-olah dia hanyalah pajangan mahal di ruangan itu.
"Kau tidak mau makan?" tanya Lin Qingyan sambil mengunyah roti gandum, suaranya datar. "Kalau tidak mau makan, nanti kurus, aku yang susah nyeret kamu. Makanlah sedikit."
Ia mengambil sendok, menyendok bubur bergizi, lalu menyuapi Gu Beichen dengan gerakan cepat dan praktis. Tidak ada drama slow motion atau tatapan mesra. Murni seperti perawat yang sedang melakukan tugas.
Gu Beichen menerimanya dengan patuh. Matanya yang tersembunyi di balik kain terus menatap wajah Lin Qingyan yang cantik dan tegas itu dengan senyum puas di hati.
Kedatangan Tamu Sombong
Tiba-tiba, suasana tenang itu terganggu.
Seorang pelayan masuk dengan wajah panik. "N-Nyonya Muda... Tuan Muda kedua dan Nyonya Muda kedua dari keluarga Gu datang berkunjung!"
Lin Qingyan mengerutkan kening. "Keluarga Gu lagi? Apa sih yang mau mereka lakukan pagi-pagi buta begini?"
Belum sempat ia menjawab, dua orang sudah masuk dengan gaya sombong dan angkuh.
Mereka adalah Gu Tianhao (adik sepupu Gu Beichen) dan istrinya Liu Mei.
Mereka melihat Lin Qingyan yang sedang duduk santai, lalu menatap Gu Beichen yang terlihat lemah, dan langsung tersenyum mengejek.
"Wah, ini dia ya istri baru yang katanya maharnya 1 Miliar Emas?" seru Liu Mei dengan suara nyaring. "Hai Nona, bagaimana rasanya menikah dengan mayat berjalan? Enak nggak tidur sama orang yang nggak bisa ngapa-ngapain?"
Gu Tianhao tertawa keras. "Hahaha! Istrimu cantik-cantik Beichen, sayang sekali sayang sekali... sayang mubazir dong! Karena kau kan 'tidak berguna' di atas ranjang kan?"
Mereka berdua tertawa terbahak-bahak. Kata-kata mereka sangat kasar dan menghina. Mereka iri karena Gu Beichen meskipun sakit tapi masih mewarisi harta paling banyak, dan sekarang dapat istri secantik Lin Qingyan dengan mahar yang gila-gilaan.
Biasanya, orang yang mendengar ejekan seperti ini pasti akan menangis, marah, atau malu dan lari pergi.
Tapi Lin Qingyan?
Ia meletakkan sendoknya perlahan. DREK! Suara benturan sendok dan piring terdengar jelas.
Ia mengelap mulutnya dengan serbet kain, lalu berdiri perlahan. Aura dingin dan tajam langsung meledak keluar dari tubuhnya!
Pembalasan Lewat Kata
Lin Qingyan berjalan mendekati Liu Mei dan Gu Tianhao. Ia tidak marah, tapi senyumnya sangat mengerikan.
"Maaf ya, Tuan Muda Kedua dan Nyonya Kedua," ucap Lin Qingyan pelan tapi menusuk.
"Kalian bicara begitu karena IRIDAN kan?"
"Kalian iri karena meskipun suamiku sakit, dia punya harta 1 Miliar Emas cuma buat beli kebahagiaan istrinya. Kalian? Mau beli tas bagus aja harus ngirit berbulan-bulan kan?"
DAB!
Wajah Liu Mei langsung memerah padam!
Lin Qingyan tidak berhenti di situ. Dia menunjuk Gu Tianhao.
"Dan kau bilang suamiku tidak berguna? Coba lihat dirimu sendiri. Dia sakit parah saja masih lebih tampan, lebih wibawa, dan lebih kaya dari pada kau yang sehat tapi kelakuannya kayak sampah masyarakat."
"Dan soal 'tidak bisa melakukan tugas suami'..." Lin Qingyan tersenyum miring sangat sinis. "Itu urusan ranjang kami. Daripada kalian sibuk mikirin orang lain, mending mikirin diri sendiri deh. Jangan-jangan yang impoten dan nggak berguna itu ada di pasangan kalian sendiri, makanya jadi frustrasi dan numpahin di sini?"
GLEK!
Gu Tianhao dan Liu Mei langsung ternganga! Wajah mereka pucat pasi!
BOOM! Kata-kata Lin Qingyan itu tepat sasaran! Sebenarnya memang benar, hubungan mereka berdua di ranjang memang tidak harmonis dan sering jadi masalah!
"K-Kau!! Berani-beraninya kau menuduh kami begitu?!" Liu Mei gemetar marah ingin memukul Lin Qingyan.
"JANGAN SENTUH SAYA!" teriak Lin Qingyan keras. "Tangan kalian kotor! Jangan coba-coba main fisik sama saya. Saya latihan bela diri sejak kecil, kalau kalian terluka, jangan salahkan saya!"
Lin Qingyan memang wanita tangguh, dia tidak main-main!
Bantuan Diam-diam dari Suami
Situasi jadi sangat tegang. Gu Tianhao yang malu dan marah ingin memerintah pengawal untuk mengusir Lin Qingyan.
"Tahan dia! Wanita kurang ajar ini!" teriak Gu Tianhao.
Para pengawal maju beberapa langkah, tapi tiba-tiba...
TRANG!!!
Suara gelas pecah terdengar!
Semua orang menoleh ke arah meja makan.
Ternyata, cangkir teh di tangan Gu Beichen tiba-tiba pecah berantakan tanpa ada yang menyentuh! Dan aura di ruangan itu tiba-tiba jadi DINGIN DAN BERAT SEKALI!
Seolah-olah ada gunung es yang jatuh ke ruangan itu! Semua orang merasa sulit bernapas, kaki mereka gemetar tak berdaya!
Gu Beichen masih duduk diam, wajahnya tertutup, tapi matanya yang tajam melirik tajam ke arah Gu Tianhao dan Liu Mei!
Hanya dengan satu tatapan itu...
DUG!
Gu Tianhao dan Liu Mei langsung jatuh berlutut! Keringat dingin membanjiri tubuh mereka! Mereka merasa seolah-olah sedang ditatap oleh iblis neraka! Rasa takut yang luar biasa menghantam dada mereka!
"M-Maafkan kami... T-Tuan Muda... Maafkan kami!!" mereka berteriak ketakutan tanpa tahu kenapa mereka bisa takut setengah mati.
Lin Qingyan di sebelahnya juga mengernyitkan dahi. 'Hah? Kenapa tiba-tiba mereka takut begitu? Apa aku terlalu galak ya?'
Ia menoleh ke arah suaminya. Gu Beichen masih terlihat lemah dan tidak berdaya, seolah-olah kejadian tadi tidak ada hubungannya dengan dia.
Lin Qingyan mendecakkan lidah. "Sudah sana pergi! Jangan bikin suasana hati saya rusak! Kalau datang cuma mau cari masalah, lebih baik kalian pulang dan perbaiki rumah tangga kalian sendiri!"
"SIAP! KAMI PERGI! MAAF!" Gu Tianhao dan Liu Mei langsung lari terbirit-birit keluar dari rumah itu secepat kilat! Mereka tidak berani menengok ke belakang lagi!
Kembali Santai
Setelah musuh pergi, suasana kembali tenang. Aura menakutkan itu hilang seketika.
Lin Qingyan berjalan kembali ke meja makan, lalu menepuk bahu Gu Beichen pelan.
"Baguslah, setidaknya kamu masih punya aura penakut walaupun badan lumpuh. Lumayan bisa bantu aku mengusir tikus-tikus pengganggu."
Gu Beichen menatapnya, lalu menggerakkan jarinya pelan seolah meminta perhatian.
"Apa? Mau minum lagi?" tanya Lin Qingyan.
Gu Beichen menggeleng pelan. Dia menunjuk dirinya sendiri, lalu menunjuk Lin Qingyan, lalu memberikan senyum tipis yang sangat tampan dan lembut.
Lin Qingyan: "???"
'Kenapa senyumnya kayak gitu? Aneh sekali orang ini. Tapi... ganteng sih.'
"Yasudah, lupakan mereka. Kita lanjut sarapan. Hari ini aku mau keliling rumah, lihat apa saja yang bisa di-upgrade di istana tua ini," kata Lin Qingyan penuh semangat.
Mulai hari ini, dia bukan cuma istri kontrak biasa, dia mulai menguasai wilayahnya sendiri!
SELESAI BAB 3 ✅💰🔥