NovelToon NovelToon
Di Balik Tubuh Wanita Bodoh, Ada Jiwa Seorang Ratu

Di Balik Tubuh Wanita Bodoh, Ada Jiwa Seorang Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Dalam kehidupan sebelumnya, Vanylla Anderson adalah legenda di dunia teknologi. Ia seorang jenius yang berdiri di puncak, ditakuti sekaligus dihormati oleh banyak orang.

Namun ketika membuka mata untuk kedua kalinya, ia justru terbangun di tubuh seorang gadis yang dianggap tidak berguna.

Namanya Vanylla Kennedy. Putri keluarga konglomerat yang dikenal bodoh, malas belajar, dan sering menjadi bahan ejekan di kalangan keluarga kaya.

Lebih buruk lagi, sebuah rahasia besar baru saja terungkap. Vanylla Kennedy ternyata bukan anak kandung keluarga Kennedy. Bayi yang tertukar delapan belas tahun lalu akhirnya ditemukan.

Putri asli keluarga itu, Emilly, kembali dengan kecantikan, kecerdasan, dan reputasi yang sempurna.

Sementara Vanylla hanya dianggap sebagai putri pengganti palsu yang memalukan. Ia dihina, diusir, dan dibuang dari keluarga yang dulu ia sebut rumah.

Namun sayangnya. Gadis yang mereka hina itu bukan lagi Vanylla yang dulu.

Di dalam tubuhnya kini hidup jiwa seorang Ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi dari Rumah

Ucapan Emilly terdengar santai, tetapi langsung menimbulkan kegaduhan di antara para tamu.

Dia benar.

Bagaimana mungkin rumah sakit bisa sampai menukar bayi?

Mungkin saja ada seseorang yang sengaja menukar mereka.

Ibu kandung Vanylla hanyalah seorang wanita simpanan yang terkenal licik. Orang seperti itu pasti mampu melakukan hal yang lebih keji.

Jika orang lain berada di posisi Vanylla, mungkin mereka sudah terkejut mendengar tuduhan seperti itu.

Namun yang berdiri di depan Emilly adalah Vanylla. Dia pernah berada di puncak dunia. Seorang tokoh besar di bidang teknologi.

Vanylla menurunkan pandangannya sedikit, lalu menatap Emilly dengan santai. “Kalau menurut kamu itu masuk akal, berarti kamu pasti punya bukti kalau ini memang disengaja, kan? Hukum di negara ini adil. Orang yang melanggar hukum pasti bakal ditangkap. Jadi aku tunggu aja kamu ngajukan gugatan dengan bukti yang jelas.”

Emilly menyipitkan mata. Entah kenapa, hatinya tiba-tiba terasa gelisah saat melihat Vanylla. Jelas-jelas itu Vanylla.

Tapi kenapa dia merasa terancam?

Apa mungkin dia kalah dari orang bodoh seperti itu?

Emilly berusaha menenangkan diri. “Udah delapan belas tahun berlalu. Kalau memang ada bukti, pasti udah hilang ditelan waktu. kamu cuma cari alasan buat membela diri!”

Vanylla tersenyum tipis. “Kalau nggak ada bukti, yang kamu lakukan itu namanya cuma spekulasi. Kalau mau dibilang lebih jelas, itu tuduhan palsu. Bahkan di negara ini juga ada hukum tentang pencemaran nama baik.”

Perasaan tidak nyaman dalam hati Emilly semakin kuat. Dia tidak bisa terus berdebat dengan Vanylla. Orang yang terlihat lemah biasanya justru mendapat simpati dari banyak orang. Dia harus menarik perhatian semua orang lagi.

Mata Emilly langsung dipenuhi air mata.

Dengan suara bergetar dia berkata, “Kamu nikmatin hidup aku selama delapan belas tahun di keluarga ini. Sementara aku harus tinggal di ruang bawah tanah yang gelap dan lembap bareng ibu kamu yang menjijikkan itu! aku bahkan nggak tahu kapan bisa makan! Vanylla, kamu pikir kamu siapa sampai berani ngomong kayak gitu ke aku?”

Mendengar itu, tangan Lauren langsung gemetar saat menggenggam tangan Emilly.

Selama ini mereka hidup nyaman di rumah besar. Sementara putri kandung mereka hidup di ruang bawah tanah. Apa tempat seperti itu pantas ditinggali manusia?

Lauren berharap bisa mencekik Vanylla saat itu juga.

Para tamu yang hadir juga memandang Emilly dengan penuh simpati.

Vanylla sedikit mengangkat pandangannya. “Kita berdua sama-sama korban. aku bukan lagi nyalahin kamu, aku cuma ngomong fakta. Lagipula aku udah bilang aku bakal pergi sekarang juga. Mulai sekarang nama aku Vanylla. aku nggak ada hubungan lagi sama Kel. Kennedy . Jadi kamu juga nggak perlu terus mempermasalahkan ini.”

Mata Emilly memerah.

“Siapa yang mempermasalahkan? Kenapa kamu harus ngomong seolah-olah aku yang salah? aku cuma merasa ada yang aneh! aku tahu kamu nggak rela ninggalin keluarga aku. Selama ini kamu udah hidup sebagai anak mereka! Mulai sekarang aku bakal anggap kamu sebagai adik aku sendiri…”

“Ya ampun! Bro! Tunangan kamu baik banget! Setelah semua ini dia masih mau maafin anak palsu itu!” seru Jay Brandon dengan penuh emosi.

Dia benar-benar belum pernah bertemu orang sebaik Emilly. Mendengar itu, orang-orang di sekitar langsung memuji Emilly karena terlalu baik hati.

Vanylla tersenyum. “Makasih niat baikmu. Tapi ini bukan rumah aku.”

Emilly tertegun.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan Vanylla?

Dia tadi sengaja mengatakan itu agar Vanylla tetap tinggal. Kenapa sekarang Vanylla malah masih bersikeras pergi?

Rysen Kennedy langsung melambaikan tangan dan menyuruh seseorang membawa dokumen. “Kalau kamu memang sudah memutuskan pergi, tanda tangan perjanjian pemutusan hubungan ini.”

Di Amerika, bahkan anak angkat pun memiliki hak warisan. Karena Vanylla sudah ingin memutus hubungan, Rysen Kennedy tentu tidak ingin suatu hari nanti hartanya jatuh ke tangan orang yang tidak memiliki hubungan darah dengannya.

Tanpa ragu sedikit pun, Vanylla langsung menandatangani dokumen itu.

Perjanjian tersebut dibuat dua rangkap. Vanylla mengambil satu salinan, lalu menatap Rysen Kennedy dan Lauren.

“Om, Tante, sampai di sini saja.”

Karena perjanjian sudah ditandatangani, tidak pantas lagi memanggil mereka ayah dan ibu.

Jika dia masih memanggil seperti itu, orang-orang mungkin akan mengira dia punya niat lain. Setelah mengatakan itu, Vanylla langsung berlutut di lantai.

Dia bersujud dengan hormat di depan Rysen Kennedy dan Lauren. “Terima kasih atas kasih sayang dan perhatian kalian selama ini, Om, Tante.”

Seseorang tidak boleh melupakan kebaikan orang lain. Keluarga Kennedy telah membesarkan pemilik tubuh ini sampai dewasa. Sebagai gantinya, Vanylla memberikan penghormatan itu.

‘Tidak! Aku tidak boleh membiarkan Vanylla pergi begitu saja!’ Emilly masih ingin memanfaatkan Vanylla.

Jika Vanylla pergi, siapa yang akan menikahi pria brengsek itu?

Kilatan kebencian muncul di wajah Emilly, tetapi segera ia menutupinya dengan ekspresi sedih.

“Vanylla, aku beneran minta kamu tetap tinggal. Orang gampang terbiasa hidup mewah, tapi sulit kembali hidup susah. aku takut kamu nggak sanggup tinggal di ruang bawah tanah lagi. Tetaplah di sini. Kita bisa sama-sama berbakti pada Mama dan Papa.”

Ucapan Emilly terdengar sangat halus.

Di satu sisi, dia menyindir Vanylla sebagai anak yang tidak tahu balas budi karena pergi begitu saja tanpa membalas kebaikan orang tua. Di sisi lain, dia menampilkan dirinya sebagai orang yang murah hati di depan semua orang.

Orang-orang di ruangan itu langsung memandang Vanylla dengan berbagai ekspresi.

Benar juga.

Bukankah Vanylla terlalu tidak tahu terima kasih?

Belum membalas kebaikan orang tua, tapi sudah pergi begitu saja.

Mendengar itu, Vanylla menoleh sedikit. “Nona Kennedy, kalau aku nggak salah ingat, ibu aku juga membesarkan kamu selama delapan belas tahun. Kenapa kamu nggak tinggal sama dia buat membalas kebaikannya?”

Emilly langsung terdiam. Vanylla bahkan tidak memberi kesempatan baginya untuk menjawab.

Dia perlahan berdiri.

Dagunya sedikit terangkat, dan cahaya lampu membuat wajahnya tampak dingin seperti salju.

“Jangan lakukan pada orang lain sesuatu yang kamu sendiri nggak mau alami.”

Emilly benar-benar tidak percaya.

Orang di depannya ini benar-benar Vanylla?

Apa yang sebenarnya terjadi?

Sejak kapan orang bodoh itu bisa berbicara seperti ini?

Apakah ini efek kupu-kupu dari kelahiran kembalinya?

Vanylla menarik kembali pandangannya dan bersiap pergi.

Saat itulah matanya tanpa sengaja bertemu dengan sepasang mata yang sangat dalam.

Pria itu menyipitkan mata sedikit. Tatapannya memancarkan tekanan yang kuat. Namun ekspresi Vanylla tetap tenang. Dia sama sekali tidak peduli.

Pria itu mengenakan jubah klasik yang dikancing rapi sampai ke leher. Rahangnya tegas seperti pahatan patung. Kulitnya pucat dan dingin. Hidungnya tinggi dan lurus. Seluruh tubuhnya memancarkan aura pantang nafsu. Dia juga memiliki sikap seseorang yang terbiasa memandang dunia dari atas.

Vanylla sangat pandai membaca orang. Dia tahu pria ini bukan orang biasa.nDia juga tahu pria seperti ini bukan seseorang yang boleh disinggung.

Vanylla tidak ingin menarik perhatian orang seperti dia. Dalam sekejap, dia mengalihkan pandangan tanpa meninggalkan jejak. Lalu berbalik dan pergi.

Pria itu memandang ke arah tempat Vanylla menghilang.Ekspresinya tetap datar.

Jari-jarinya yang panjang mengetuk meja pelan.

“Kamu lihat apa, Bro?” tanya Jay Brandon penasaran sambil mengikuti arah pandangan pria itu.

Namun di luar sana, bayangan Vanylla sudah tidak terlihat.

“Nggak ada.”

Pria itu berdiri dan memadamkan rokok yang belum habis di asbak.

“Kita juga pulang.”

“Bro, kamu nggak mau ketemu tunanganmu?”

Saat Jay Brandon mengangkat kepala lagi, pria itu sudah berjalan menuju pintu.

Jay Brandon buru-buru mengejarnya. “Tunggu aku, Bro!”

1
davina aston
👍👍👍👍👍👍👍👍
kaylla salsabella
lanjut
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Lyvia
semangat thor dtunggu upnya
Piw Piw: iya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!