NovelToon NovelToon
Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah
Popularitas:32.1k
Nilai: 5
Nama Author: Inna Kurnia

Santaka, anak dari pemilik pesantren besar di Solo—yang berprofesi sebagai chef pastry—terpaksa menikah dadakan dengan Nandini, tetangga sekaligus montir bengkel langganannya.

ini semua karena mereka tertangkap basah di mobil Santaka dalam kondisi mengundang fitnah.

"Gus Taka dan Dini tertangkap di mobil! Suaranya mencurigakan, apalagi baunya..."

Itu kesaksian pihak yang menangkap basah. Tak tanggung-tanggung, tiga orang jadi saksi.

Bisakah Santaka—gus yang lembut—menjadi imam bagi Nandini—montir bengkel yang keras?

Kini kehidupan Nandini bukan lagi tentang oli dan kunci inggris, tapi umat dan pesantren. Sanggupkah sang montir bengkel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inna Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27 Nandini Juga Disidang

Mahmud menggelengkan kepala. Putra bungsunya itu memang emosional sehingga kadang jadi bodoh. Mengaku kalau dekat dengan yang bukan mahrom itu cuma sama Nandini, apa bukan bunuh diri namanya?

"Gus Yasa... maksud Ahsan itu, dia ndak gampang akrab sama yang bukan mahrom. Dia bisa jaga marwah dia sebagai seorang gus.

Kenapa dia bisa berani sama Mbak Dini, ya karna pembawaan Mbak Dini, montir, seperti laki-laki. Jadi dia menganggap Mbak Dini seperti temen bengkel. Bisa ngobrol macem-macem tentang motor, mesin.

Apalagi dulu penampilan Mbak Dini belum seperti sekarang, ya tho?" Mahmud menatap semua yang ada di ruang dalam bergantian.

"Kesan itu terus nempel di otak Ahsan. Dan mungkin Mbak Dini juga masih bersikap seperti dulu di bengkel. Jadi, nanggepin Ahsan ngobrol. Tanpa... sepengetahuan... Gus Taka." Mahmud menatap dingin Santaka.

Ahsan menatap ayahnya. Senyum tipis terbit di bibir kecokelatannya. Matanya bersirat terima kasih. Sang ayah memang selalu ada untuknya, walau terkadang keras.

Santaka menunduk. Rahangnya mengetat. Ia sudah menduga ini akan terjadi. Mahmud pasang badan untuk Ahsan. Seharusnya ia menunda melabrak sepupunya itu, saat Mahmud sudah pergi dari Ndalem.

"Nyuwun pangapunten, Paklik. Taka yakin istri Taka ndak seperti itu." Santaka menatap pamannya lalu menunduk kembali.

"Yaa, Paklik ndak bilang Mbak Dini itu goda Ahsan... Ndak lah, masa menantu Mas Mansur serendah itu..." Mahmud menyeringai. Mansur terdiam. Santaka mengepalkan tangannya.

"Maksud Paklik, bisa saja Mbak Dini itu nanggepin Ahsan, seru, seperti waktu di bengkel. Jadi Ahsan terbawa suasana." Mahmud mengangkat alis sambil mengembuskan napas.

"Tapi kan tetep ndak boleh seperti itu, Paklik. Apalagi Gus Ahsan juga guru di Al Fatih. Kalau santri tau bagaimana sikap Gus Ahsan, dan akhirnya meniru, bagimana?" Abyasa menipiskan bibirnya.

"Iya, Paklik ndak membenarkan tindakan anak Paklik. Ahsan tetap salah. Cumaa... salahnya ndak sepihak. Ada pihak yang ngasih angin juga. Sebagai gus muda yang masih banyak harus belajar, kalah dia!" Mahmud menatap putranya yang tertunduk.

Pelipis Santaka berdenyut. Mengapa tudingan itu jadi berputar pada istrinya? Pakliknya itu memang pandai memutar fakta. Lidahnya tak bertulang. Tak juga lebih baik padahal sudah tua.

"Benar apa yang Abah Ahsan bilang. Maksudnya kenapa cuma sama Mbak Dini, Ahsan berani, ya karna Mbak Dini itu seperti temen tongkrongan saja. Maaf kalau itu kurang berkenan.

Selama ini obrolan kami nyambung soalnya. Bisa ngobrol banyak tentang motor...." Ahsan menatap sambil menyeringai ke arah Santaka.

Santaka mengepalkan tangannya. Ahsan benar-benar telah menyiram bensin pada api cemburunya. Mentang-mentang ia dan Nandini berbeda dunia.

"Semisal benar, istri Taka ngasih angin ke Gus Taka, kenapa sebagai orang yang lebih paham agama, Gus Ahsan ndak ngasih tahu Taka sebagai suaminya?

Atau, ya ndak usah ditanggepin. Ini kan Gus Ahsan yang deket-deketin Mbak Dini di garasi. Berarti kan memang Gus Ahsan yang cari perkara duluan.

Istri Taka memang awam, bukan ning atau santri, tapi Taka yakin dia bisa jaga marwahnya. Jangan disamakan dengan ning atau santri yang benar-benar nutup diri.

Mungkin benar ada respon dari istri Taka pas diajak ngobrol Gus Ahsan. Tapi... paling itu cuma basa-basi saja. Gus Ahsan saja yang gede rasa. Padahal Mbak Dini ndak ada maksud apa-apa." Santaka memandang datar sang sepupu.

Ahsan merapatkan bibirnya. Ia tak suka kebenaran yang diucapkan Santaka. Tiba-tiba ia mendapatkan ide untuk membuat keretakan kecil. Hanya retak bukan pecah.

Bisa jadi ujian untuk Santaka dan Nandini. Kalau ternyata hubungan mereka tak sekuat itu, ia jadi punya celah untuk masuk.

"Ahsan GR? Hahaha... Ngapain GR, Ahsan tahu diri kok. Tapi ya... dasarnya Mbak Dini juga nganggep Ahsan temen baiknya. Buktinya waktu Ahsan bilang motor Ahsan bermasalah, Mbak Dini mau bantu." Ahsan menyeringai.

"Maksudnya apa, Le?" tanya Mahmud.

"Ya, Ahsan cerita motor Ahsan mbrebet-mbrebet. Mbak Dini tanggap, langsung bantu Ahsan. Periksa motor Ahsan."

Rahang Santaka lagi-lagi mengetat. Tangannya kembali mengepal. Ia bertanya-tanya, kenapa istrinya tak bercerita padanya mengenai motor Ahsan.

"Bohong!" Napas Santaka terlihat memburu. Abyasa menepuk pundak adiknya.

"Buat apa Ahsan bohong? Silakan tanya sama Mbak Dini, benar apa tidak, dia bantu Ahsan." Ahsan tersenyum sinis pada Santaka.

Mansur merasa pelipisnya berdenyut. Ia tahu menantunya itu masih perlu banyak belajar. Ada kemungkinan cerita keponakannya benar.

"Gus Taka..." panggil Mansur. Santaka menoleh ke arah ayahnya.

"Panggil istri sampeyan. Kita dengar cerita versi Mbak Dini."

Santaka terdiam. Malam ini benar-benar kacau. Malam yang seharusnya romantis, malah jadi penuh tekanan. Semua karena Ahsan yang tak tahu batas dan dirinya yang telanjur terbakar cemburu.

"Inggih Abi. Nyuwun pangapunten, Taka panggil istri Taka." Dengan langkah berat, Santaka berjalan ke arah kamarnya.

Nandini sedang terduduk di kamarnya. Ia menggunakan tanktop dan celana pendek. Menunggu kedatangan suaminya. Tadinya mau menuntaskan janji mereka.

Tapi sepertinya malam ini janji itu batal. Ia berdecak. Sudah hampir setengah dua, suaminya belum juga masuk kamar.

Pintu kamar terbuka. Wajah kusut Santaka terlihat di depan pintu. Nandini menoleh.

Mata Santaka membelalak melihat penampilan sang istri. Ia benar-benar menyesal telah gegabah berkonfrontasi dengan Ahsan sehingga melewatkan kesempatan emas malam ini.

Nandini menghampiri suaminya. "Mas, maafin aku." Ia langsung memeluk Santaka.

Santaka memejamkan matanya. "Aku yang minta maaf, Sayang. Kita ada masalah sekarang." Ia balas memeluk tubuh Nandini.

"Masalah apa?" Nandini mengurai pelukan mereka.

"Adek dipanggil sama Abi ke ruang dalam." Mata Santaka menelusuri wajah istrinya dan berhenti di bagian depan tubuh Nandini. Tanktop itu memiliki belahan rendah. Santaka menelan ludah.

"Jam segini? Diajak ngeronda?" Nandini memiringkan bibirnya.

Santaka tersenyum kecil. "Ndak sayang. Tadi... aku... ribut sama... Gus Ahsan."

"Hah? Kok bisa?" Nandini mengerutkan dahinya.

Santaka menceritakan kronologis kejadian secara sekilas. Nandini menggelengkan kepalanya. "Sebentar aku ganti baju." Ia menjauhkan tubuhnya yang tadi menempel dengan Santaka.

Santaka menarik tangan sang istri. "Jangan diganti. Didobel saja. Biar... nanti... gampang..." Santaka meringis.

Nandini tersenyum kaku. "Iya, Mas. Sebentar."

Nandini mengambil gamis di belakang pintu. Santaka tak melepas tatapan. Gerakan demi gerakan Nandini ia pindai.

Andai boleh, Santaka ingin tak mengacuhkan titah ayahnya. Tak lagi ambil peduli pada sidang tengah malam itu. Lebih baik menghabiskan malam panjang bersama Nandini.

Nandini selesai memakai kerudung instan. "Yuk, Mas." Nandini memegang handle pintu, bersiap keluar.

"Sebentar." Santaka menarik tubuh istrinya. Ia menyatukan bibir mereka. Agak lama dan sedikit emosional. Ia menyalurkan kekalutan hatinya sejak tadi lewat sentuhan itu.

Nandini mendorong dada suaminya. "Mas, udah. Abi dan yang lain nunggu. Ndak enak."

Santaka mengelus bibir Nandini yang bertambah merah. Ada bekas di organ itu. Terlihat jelas. Rupanya ia bermain kasar. Mana mau disidang lagi. Semoga semua tak menyadari karena menjaga pandangan mereka.

"Sakit ya? Maaf aku kasar." Santaka kembali membelai bagian yang membekas itu.

"Lumayan." Nandini meringis. "Tapi ada yang lebih penting kan sekarang. Yuk, Mas." Akhirnya Nandini membuka pintu kamarnya.

Berdua mereka berjalan di lorong Ndalem. Tangan mereka saling mengenggam kencang. Saling menguatkan. Seperti yang sudah-sudah.

"Kenapa lama sekali, Gus Taka?" Wajah Abyasa terlihat kesal.

Ahsan menoleh ke arah pasangan itu. Tangannya mengepal melihat bibir Nandini yang tampak lebih merah dan menebal dibanding biasanya. Santaka tadi pasti tidak sekadar memanggil istrinya.

1
Nanik Arifin
Gus gila, makin gila aj cari sekutu
Aisyah Virendra
ooohhh si kelekkkk balik lagiii 🤨🤨🤨 napa sih ga lgsg balik ke laut ajaaa lexxx ya ampunnn kelekk bikin ribet aja deh 🙄
Inna Kurnia: heheheh😂😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
Obsesi yg menggila ntar jatuhnya gila beneran loh ahsan 🤨 ga takut nih masuk RSJ gegara cinta gila 🤏
Inna Kurnia: hahaha, kasian juga yaa klo gila 🤭
total 3 replies
Nanik Arifin
kelakuanmu, Gus gendeng...
Gus gendeng...
cocok bener jd anaknya kyai Sableng
Inna Kurnia: si Wiro jadi apa Kak Nanik? 🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
Makanya Syifa kamu itu jangan ikut²an beleng ky Ahsanulpret 😏 dia itu punya obsesi gila ke Dini, btw gimana reaksi dia pas tau Dini Hamil 🤪 duhhh Santaka junior bakalan hadir ❤️
Inna Kurnia: next yaa
total 1 replies
Aisyah Virendra
duhhh puas banget mbokkk 🤨
Inna Kurnia: heheheh
total 1 replies
Aisyah Virendra
dasar yaa lambe turah 😏😏😏
seenakny aja klo ngmg hamil sm yg bukan suaminya 🙄 emang dini serendah itukah dimata kalian yg tidak tahu inti fitnah.. 🤨
Inna Kurnia: realitanya gitu yaa
total 1 replies
Aisyah Virendra
dimaafkan kak inna, dikit tapi hehee 🤏
Inna Kurnia: siippp
total 5 replies
Aisyah Virendra
baik
smg kak Inna sehat selalu dan dipermudah urusannya di RL biar bisa kasih crazy up terus disini 🤏
Aisyah Virendra: alhamdulillah ❤️❤️
total 2 replies
Aisyah Virendra
Begitu memang orang tua tuh, ngelihat sesuatu dlm video gabisa menerka² kejadian yg sesungguhnya, padahal mantu baru lagi mengandung ahli waris Al Fatih.
kamuuu Ahsan jgn kmu senang duluu yaaa, galama ntar bagianmu yg akan ditusuk duri kebenaran, tunggu saatnya tiba.. 😏😏😏
Inna Kurnia: aduh, ditusuk, aww🤣🤣🤣
total 1 replies
Jaojatun Ma'rup
Othooor... nungguuu niih.... sehat selalu.... penasaran yg dilakuin Boy deeh
Inna Kurnia: sudah up ya, masih review NT.

Boy besok. Hari ini kita liat POV Sarah sama Abyasa dulu...dan pastinya Umi ❤️❤️
total 1 replies
Fatia An-nafi'
semakin kesini semakin seru
Inna Kurnia: terima kasih Kak Fatia untuk reviewnya ❤️❤️
total 1 replies
Nanik Arifin
dasar Gus sableng. g takut dosa. malah cari sekutu buat fitnah lagi...putra siapa nih.... ??
Inna Kurnia: Bapaknya lagi sakit, Kak Nanik... Kasian 🥲🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
Diihhh dasar Kadal yg sedang terobsesi sm Nandini dan perceraian Takadini 🙄🙄
Syifa baiknya kamu bertaubat deh drpd kmu yg udah tersesat malah makin sesat dan jadi setan macam siKadal AhsanuLPreet 😏😏😏
Inna Kurnia: 🤭🤭🤭🤭 🤭
total 3 replies
Mimi Samsung
alur menarik pengen baca terus
Inna Kurnia: Terima kasih Kak Mimi untuk ulasannyq ❤️❤️
total 1 replies
Aisyah Virendra
bagus deh klo boy ikut ke ndalem.. biar ntar syifa naksir lagi sm boy terus dihempaskan lagi deh 🫠🤣

btw, syafahallah (anakny kak Inna) 😇
Inna Kurnia: hahaha... kasian cipa...

aamiin, jazaakillaahu khoyr, Kak Aisyah 🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
sella
si Ahsan bukannya sukanya yg barbar yak gak mau cewe yg kalem lurus nah si Shifa kan barbar aslinya dah jodoh🤭🤣
Inna Kurnia: barbarnya ketutup jaim, Kak Sella 🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
Harusnya sih ada yaa salah 1 dari Fiona, Nandini Santaka dan Boy yg ahli IT, jadi bisa melacak siapa pemilik no pengirim Video, retas sekalian ponselnya ala agen rahasia 🤔
Inna Kurnia: hihihi...tenang yaa Kak Aisyah
total 1 replies
Aisyah Virendra
Duhh ujian bumil baruuu, Ahsanulllllll awas yaa kamuuu... 🙄😏
Aisyah Virendra: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Sri Jumiati
gara gara kecoa
Inna Kurnia: jalan takdir Kak ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!