Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊
Menjalani sebuah pernikahan kontrak??
Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?
Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.
Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."
Semua orang, : "...."
Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?
Ikuti terus ya.
Like,vote,dan comment.
😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34.Hasil penyelidikan.
"Anda..." Camelia berseru dengan keras.
"Aku kenapa?" Tantang Jane.Dia sudah muak melihat kemunafikan wanita ini.
"Kak Carlos,aku hanya mengatakan kebenarannya saja.Perlukah Nona Alexander menunjukan sikap yang sangat bermusuhan seperti ini?" Camelia tiba-tiba menyeret Carlos kedalam perdebatan mereka.
"Oh, kebenaran apa maksud mu? Kebenaran bahwa kau memang bersikap seolah-olah kau adalah tuan rumah disini?" Jane sama sekali tidak mau mengalah.
Jika Camelia berfikir bahwa dia akan menyerah begitu saja ketika nama Carlos disebut,maka dia salah besar.
Jane sama sekali tidak takut bahkan jika Carlos berpihak kepadanya.
"Anda...huh, Nona Alexander lebih baik Anda mengakui kesalahan Anda sekarang dan meminta maaf kepada semua orang yang ada disini.Jangan sampai membuat semua orang tidak nyaman." Bujuknya dengan lembut.
Dia ingin memperlihatkan betapa anggun dan berpendidikannya dia dibandingkan dengan wanita desa yang datang entah darimana ini.
Memang,sepertinya rencana Camelia berhasil.Orang-orang semakin mencibir Jane,dan memujinya karena bijaksana.Apalagi Camelia merupakan wanita yang selama ini berada disisi Carlos,dan dilindungi mati-matian olehnya.Tentu saja orang-orang yang pintar diruangan ini tahu harus memilih untuk mendukung siapa.
Hal ini membuat kepercayaan diri Camelia semakin meningkat.Terlebih Carlos memilih diam sejak tadi.
"Dan jika aku tidak mau?" Kata Jane.
"Kalau begitu sikap Anda semakin membuktikan bahwa Anda adalah pelakunya."
"Oh."
"Anda..."
"Sudah cukup!" Carlos tiba-tiba angkat bicara.Mungkin karena dia memilih diam dan mengamati sejak tadi,orang-orang ini jadi melupakan keberadaannya yang mengesankan.
Begitu dia membuka mulut,sudah tentu semua orang akan diam,termasuk kedua wanita yang terikat erat dengannya.
Dia menatap Jane dan Camelia bergantian.
"Jangan ada yang membuka mulutnya setelah ini,sebentar lagi kita akan mengetahui hasilnya.Saat itu,siapapun yang menyebabkan kekacauan ini akan menanggung resikonya." Peringatnya dengan jelas.
Tidak lupa juga, tatapan tajamnya mendarat kepada Pelayan Muda itu.
Seketika Pelayan Muda yang tadinya terlihat menggebu-gebu menjadi ketakutan dibawah tatapan tajam itu.
....
Satu jam kemudian,rombongan Natalia dan Martine yang mengikuti Robert ke rumah sakit akhirnya kembali.Guratan lelah terlihat jelas diwajah mereka.
Begitu mereka duduk,Mark kebetulan masuk sembari membawa komputer ditangannya.
"Tuan Muda,semuanya ada disini." Serunya sembari berjalan mendekati Carlos.Lalu menyerahkan komputer ditangannya kepada Carlos.
Mata semua orang mendarat pada komputer itu.
"Heh, apakah kita akan bermain bukti-buktian seperti ini?" Tanya Paul dengan mengejek.
Sebenarnya dia sama sekali tidak peduli akan hasilnya,dia sama sekali tidak penasaran mengenai siapa yang menjadi pelaku sesungguhnya.Yang dia inginkan adalah kekacauan ini semakin besar dan bila perlu menimbulkan dampak negative bagi keluarga Robert dan keturunannya.Dengan begitu,dia bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk merebut kembali posisi kepala pemimpin keluarga Benjamin ke tangannya.
"Tidak ada yang mengira Anda bisu bahkan ketika Anda diam,Paman." Tegur Martine dengan tenang.
"Kau..bagus,sangat bagus.Keturunan Robert memang sangat galak sekali." Paul merasa sangat tersinggung ketika ditegur oleh kaum yang lebih muda ini.
Saat mereka tengah asik berdebat,Mark sudah selesai menyambungkan komputer ke TV berukuran besar yang ada diruangan itu.
"Tunjukan!" Ucap Carlos dengan dingin.
Mengikuti ucapannya,Mark duduk dan mengoperasikan komputer dengan tenang.Apa yang ia kerjakan akan ditampilkan langsung ke layar lebar TV.
Pertama-tama muncul rekaman CCTV yang menunjukan waktu sekitar 12.45.Jane keluar dari ruangan itu sembari menepuk-nepuk kedua tangannya.Lalu menoleh kekiri dan kekanan,sebelum melangkah menuju taman.Jejaknya kemudian hilang,tinggallah suasana lorong yang sepi.
Tepat pukul 01.00 seorang pelayan muda tiba-tiba muncul didepan aula dan berteriak.Dan tidak lama kemudian,sekelompok besar pelayan dan pengawal berdatangan dengan panik sembari membawa wadah yang berisi air.
Rekaman pun berhenti.
Semua orang tidak berani berbicara.
Mereka hanya menatap Jane dan pelayan muda itu secara bergantian.
"Haha...Ada apa? Apakah itu bukti yang meyakinkan?" Tanya Jane sembari terkekeh kecil.
Aneh saja,dia sama sekali tidak merasa khawatir sejak awal.Seolah-olah dia ini hanya sebuah sandiwara yang harus dia lalui hari ini.
Calvin yang melihat ketenangannya yang luarbiasa dari Jane,tidak bisa untuk tidak menatapnya lebih lama.
Sebuah kekaguman terpancar jelas dimatanya.
Tindakannya yang tidak ditutup-tutupi sama sekali itu,tentu saja disaksikan oleh Carlos.
Dan rasa tidak suka yang sempat dia rasakan tadi pagi, kini kembali hadir.
Wajahnya tiba-tiba menjadi dingin.Dan tatapannya semakin tajam ketika melihat kearah Jane dan Calvin.
Pada saat ini,memanfaatkan kelengahan Carlos.Camelia dengan cepat mengambil alih.
"Bukankah sudah jelas? Hasil CCTV itu sudah membuktikan semuanya." Lagi, Camelia selalu selangkah lebih awal dari tuan rumah.
Dia memposisikan dirinya sebagai salah satu dari keluarga Benjamin.
"Rekaman dari CCTV itu telah membuktikan kepada kita semua bahwa orang terakhir yang keluar dari aula peringatan adalah Anda.Bisakah Anda mengelak dan mengatakan bahwa wanita itu bukan Anda?" Serang Camelia.
Dia tidak boleh membiarkan Jane lolos.
"Wanita itu bukan aku,dan tidak akan pernah menjadi aku bahkan jika dia mendandani dirinya persis sama seperti ku." Bantah Jane dengan lantang.
Dia semakin berani karena celah yang besar ini.
"Kalau begitu,beritahu kepada kami bukti yang kau miliki untuk membantah tuduhan ini." Desak Pelayan Muda itu.
Sejak awal hingga akhir ,Pelayan Muda ini sama sekali tidak menunjukan tanda-tanda hormatnya terhadap Jane,yang tidak lain adalah majikannya.
"Mudah saja! Tapi apa imbalannya?" Tantang Jane.
Dia yang semula duduk ,kini memilih berdiri dan mendekati Pelayan Muda yang sejak awal sudah mengincar dirinya ini.Jika ada yang mengatakan bahwa Pelayan ini benar-benar jujur dan tidak menuduhnya secara sembarangan,maka bahkan jika dia harus mati hari ini.Jane tidak akan pernah percaya.
"Kenapa harus ada imbalan?" Pelayan itu bertanya dengan kebingungan.
Bukankah mereka tengah membahas tentang pelaku yang menyebabkan kebakaran diaula peringatan hari ini.Mengapa harus membicarakan imbalan segala?
Bukan saja Pelayan Muda itu,tetapi bahkan orang lain yang mendengar juga ikut merasakan kebingungan ketika mendengar perkataan Jane.
"Tentu saja harus ada imbalannya."Kata Jane dengan tenang.Kemudian telunjuknya mengarah kewajah mereka satu per satu. Katanya, " Kalian semua menuduh ku melakukan sesuatu hal yang sama sekali tidak aku lakukan.Bahkan ketika aku membantahnya,kalian sama sekali tidak percaya.Sejak awal kalian sudah menghakimi ku tanpa peduli apakah aku benar atau salah.Lalu sekarang,kalian juga meminta ku untuk membuktikan bahwa aku tidak bersalah.Bukankah itu sangat tidak adil bagi ku?"
Jane mengucapkan ketidakadilan yang dia terima dalam satu tarikan nafas.