NovelToon NovelToon
Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Transmigrasi
Popularitas:336
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Dunia di mata Shen Yu terbagi menjadi dua: realitas yang membosankan dan dunia fiksi yang ia cintai. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan hidung menempel pada halaman buku atau layar ponsel.

Ia bukan sekadar membaca—ia hidup di dalamnya.

Setiap kali menyelesaikan sebuah bab, imajinasinya tidak pernah berhenti berpikir. Ia sering membayangkan betapa indahnya jika bisa melangkah melewati batas kertas, menjadi tokoh utama yang mengalami petualangan epik, romansa yang mendebarkan, atau bahkan nasib tragis yang penuh drama.

Apa pun juga bentuknya, asalkan lebih berwarna daripada hidupnya yang datar ini.

"Ah, andai saja aku benar-benar bisa masuk ke dalam cerita..." gumamnya pelan sambil menyimpan novel yang baru saja selesai dibaca ke dalam tas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

Shen Yu buru-buru bangkit berdiri, namun gerakannya mendadak terhenti saat kulitnya bersentuhan langsung dengan angin.

"Wah!"

Ia cepat-cepat menutupi tubuh bagian bawah dengan kedua tangan, wajahnya memerah padam. Baru sadar bahwa dirinya benar-benar telanjang bulat! Pakaian lusuhnya entah tersisa di mana—mungkin masih tergeletak di pinggir sungai di dunia nyata.

"Untung tidak ada orang lain di sini..." desisnya lega, lalu buru-buru memandang sekeliling untuk memastikan situasi.

Ternyata, tempat ini benar-benar sebuah dimensi tersendiri. Di sekeliling area luas itu berdiri tembok putih tinggi yang menjulang, membentang tanpa ujung seolah menjadi batas alam yang memisahkan tempat ini dari dunia luar.

Namun, yang anehnya, saat ia mendongak ke atas, yang terlihat bukan langit-langit ruangan atau atap—melainkan langit biru cerah dengan gumpalan awan putih yang lembut. Sinar matahari bersinar terang, membuat suasana di sini terasa sangat nyata dan hidup.

Benar-benar sebuah dunia kecil miliknya sendiri.

Dan saat ini... hanya ada dia di sini.

"Oke, oke... tenang, Shen Yu. Prioritas utama sekarang adalah baju!"

Tanpa membuang waktu, ia segera berlari kecil menuju pintu masuk supermarket besar itu.Kakinya menginjak lantai yang bersih dan keras, jantungnya berdebar kencang karena campuran rasa malu dan antusiasme yang meledak-ledak.

Cklek.

Pintu kaca otomatis terbuka saat ia mendekat.

Begitu masuk, aroma khas supermarket yang familiar langsung menyambut hidungnya. Rak-rak barang tertata rapi, lampu neon menyala terang, dan deretan produk terlihat masih utuh dan baru seolah waktu berhenti di sini sejak hari ledakan itu terjadi.

Shen Yu tidak langsung memeriksa isinya. Matanya segera memindai sekeliling, mencari bagian pakaian atau perlengkapan rumah tangga.

"Di sana!"

Ia melihat tanda arah menuju lantai dua. Dengan cepat ia naik eskalator dan langsung menuju bagian tekstil dan pakaian jadi.

Tanpa basa-basi, ia mengambil satu set pakaian santai yang nyaman—kaos katun longgar dan celana panjang berbahan lembut, serta celana dalam baru. Ia segera memakainya dengan gerakan cepat.

"Hah... akhirnya..." Shen Yu menghela napas panjang, merasakan kain yang bersih dan lembut menempel di kulitnya. Rasanya jauh lebih baik daripada memakai kain compang-camping yang berbau apek tadi.

Sekarang penampilannya sudah layak.

Shen Yu menepuk-nepuk bajunya, lalu menatap seluruh isi supermarket ini dengan mata yang berbinar-binar.

"Baiklah... sekarang saatnya mengecek harta karunku."

Wajahnya mulai menampakkan senyum penuh arti. Jika di luar sana ia hidup di gubuk reyot zaman kuno, maka di sini... ia adalah raja dari segalanya!

Shen Yu berjalan santai menyusuri lorong-lorong panjang. Matanya berbinar takjub melihat setiap rak yang penuh sesak. Makanan kaleng, mi instan, beras, minyak goreng, sayuran beku, hingga camilan impor semuanya tersedia lengkap dan terlihat sangat baru. Tidak ada satu pun barang yang berdebu, rusak, atau kedaluwarsa.

"Benar saja... waktu di sini seolah berhenti," gumamnya sambil menyentuh sebuah kemasan biskuit. "Jadi semua makanan ini bisa awet selamanya? Sungguh anugerah terbesar!"

Bukan hanya bahan makanan, ia juga menemukan area perabot rumah tangga. Kasur spring bed yang empuk, sofa kulit yang nyaman, meja makan, lemari pakaian, hingga peralatan elektronik semuanya tersedia rapi.

Jika ia mau, ia bisa mengubah gubuk reyot itu menjadi istana hanya dengan mengeluarkan barang-barang dari sini.

Rasa syukur bercampur euforia membuatnya ingin berteriak.

Untuk memudahkan berkeliling, Shen Yu berjalan ke area depan di lantai dasar dan mengambil salah satu scooter listrik kecil yang biasa dipakai pengunjung untuk berbelanja. Ia menyalakan mesinnya, bunyi dengungan halus terdengar lembut.

"Ayo! jalan-jalan!"

Ia mengendarai scooter-nya menuju lift. Pintu lift terbuka, ia masuk dan menekan tombol angka 2.

Lantai dua adalah surga bagi para pencinta mode. Di sini bukan hanya rak pakaian biasa, tapi berderet butik dan toko-toko pakaian dengan berbagai gaya. Shen Yu sangat mengenal tempat ini—dulu, setelah lelah bekerja paruh waktu, ia sering datang ke sini hanya untuk melihat-lihat atau membeli satu dua barang yang sedang diskon.

Supermarket ini memiliki tiga lantai dengan fungsi berbeda, dan semuanya kini menjadi miliknya sepenuhnya.

Ding.

Pintu lift terbuka di lantai dua. Shen Yu memacu scooter-nya pelan menyusuri koridor. Tujuannya jelas—ia ingat betul di mana letak toko yang menjual pakaian tradisional.

Sebagai seorang pembaca novel dan penggemar budaya zaman kuno, Shen Yu memang memiliki hobi mengoleksi pakaian. Ia pernah membeli beberapa set Hanfu yang indah di toko ini dulu untuk dipakai saat acara cosplay atau sekadar sebagai pajangan koleksi.

"Di sana!!"

Shen Yu segera mengerem scooter-nya tepat di depan sebuah toko dengan dekorasi bernuansa klasik. Ia memarkir kendaraan kecil itu di depan pintu, lalu langsung melangkah masuk dengan semangat yang membara.

Matanya langsung tertuju pada sebuah sudut. Di sana, tertata rapi berbagai tas kain, tas selempang, hingga kantong kulit yang cocok dipadukan dengan pakaian tradisional. Ia mengambil satu tas kain berwarna biru tua yang ukurannya cukup besar dan kokoh—tas yang biasa ia pakai jika berbelanja banyak barang.

"Oke, siap!"

Shen Yu menenteng tas itu di bahunya, lalu matanya mulai berkeliling liar memindai gantungan-gantungan baju.

Kain sutra yang berkilau, warna-warna yang pekat, dan jahitan yang rumit... semua ada di sini.

"Yang ini bagus... yang ini juga cocok..."

Tangannya bergerak lincah. Ia tidak lagi berpikir soal harga atau uang. Di dunia ini, ia adalah raja yang bisa mengambil apa saja yang ia suka. Ia ingin mengisi tasnya sampai penuh dengan pakaian yang layak, agar tidak perlu lagi memakai kain compang-camping itu saat kembali ke dunia luar.

Shen Yu tidak terburu-buru. Dengan tas besar yang sudah tergantung di bahu, ia mulai menyeleksi pakaian dengan lebih teliti.

Ia tidak mengambil gaun-gaun yang terlalu mewah atau berhias sulam emas yang mencolok. Sebaliknya, ia justru memilih setelan Hanfu dengan desain sederhana namun elegan. Ada yang berwarna biru langit, hijau zamrud, hingga putih bersih dengan potongan longgar dan nyaman. Kainnya terasa lembut dan dingin di tangan, jauh berbeda dengan kain kasar yang biasa dikenakan tubuh ini sebelumnya.

Saat tangannya menyisir rambut panjangnya yang menjuntai hingga ke punggung, ia tersenyum sendiri.

"Benar juga, sekarang aku punya rambut panjang," gumamnya. "Kalau dibiarkan berantakan pasti akan merepotkan saat bekerja atau bergerak."

Matanya menangkap tumpukan aksesoris di sudut toko. Ia berjalan mendekat dan mengambil beberapa ikat rambut yang terbuat dari pita sutra berwarna-warni, serta beberapa jepit rambut sederhana berbentuk kayu dan batu giok.

"Ini pasti berguna. Nanti bisa diikat setengah atau dikuncir sederhana," pikirnya puas, memasukkan semua barang itu ke dalam tas.

Setelah puas dengan koleksi pakaian, Shen Yu kembali mengendarai scooter-nya menuju area lain di lantai dua. Kali ini tujuannya adalah bagian perlengkapan mandi dan perawatan diri.

Di sini, deretan rak penuh dengan sabun wangi, sampo, sikat gigi, pasta gigi, handuk tebal yang lembut, hingga kain lap dan ember plastik yang kuat tersedia melimpah.

"Wah, lengkap sekali," desisnya kagum.

Ia mengambil beberapa set handuk berukuran besar dan kecil, sabun cair dengan aroma bunga yang harum, sampo, dan semua kebutuhan dasar lainnya. Ia membayangkan nanti saat mandi di sungai, ia bisa menggunakan sabun wangi ini dan mengeringkan badan dengan handuk bersih. Rasanya seperti hidup kembali!

Tasnya kini sudah terasa sangat berat dan penuh, namun Shen Yu tahu ia tidak perlu khawatir membawanya.

Ingatannya kembali melayang pada novel-novel yang biasa ia baca.

"Benar... di cerita-cerita itu, pemilik Ruang Ajaib tidak perlu repot membawa barang satu per satu," bisiknya penuh antisipasi. "Caranya hanya dengan konsentrasi... memikirkan barang itu, dan barang itu akan masuk atau keluar dengan sendirinya sesuai keinginan."

Itu adalah fitur paling dasar dan ajaib.

Shen Yu menutup matanya sejenak, mencoba memvisualisasikan cara kerjanya.

"Nanti begitu aku keluar dari sini, aku harus mencobanya segera. Aku hanya perlu membayangkan ingin mengeluarkan sesuatu, atau memasukkan sesuatu... dan itu akan terjadi."

Rasa penasaran dan kegembiraan membuat jantungnya berdegup kencang. Jika kemampuan ini benar bekerja, maka hidupnya di zaman kuno nanti akan jauh lebih mudah dari yang bisa dibayangkan siapa pun.

"Baiklah, sepertinya sudah cukup untuk hari ini," Shen Yu menghela napas panjang, menatap isi supermarket yang tak terbatas itu. "Sekarang... saatnya kembali ke dunia nyata dan menguji keajaiban ini!"

Shen Yu menarik napas dalam-dalam, memejamkan matanya rapat-rapat. Ia memusatkan seluruh pikirannya pada satu keinginan kuat.

Keluar! Kembali ke sungai!

Detik berikutnya, sensasi aneh melintas sekejap. Tidak ada angin kencang, tidak ada cahaya menyilaukan—hanya perasaan seolah melayang sesaat.

Saat ia membuka matanya kembali...

Suara gemericik air sungai langsung terdengar jelas di telinga. Angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya, dan pemandangan hutan hijau kembali terbentang di hadapan.

Ia benar-benar sudah kembali! Berdiri tegak tepat di tepi sungai tempat ia pingsan tadi.

Shen Yu menunduk menatap dirinya sendiri. Ia masih mengenakan kaos dan celana panjang bersih yang ia pakai di dalam Ruang Ajaib tadi. Tidak basah, tidak kotor.

"Berhasil! Sungguh berhasil!" serunya tak kuasa menahan kegembiraan. Wajahnya berseri-seri, jantungnya berdegup kencang karena takjub. "Ini bukan mimpi! Ruang itu nyata, dan aku benar-benar memilikinya!"

Tanpa membuang waktu, Shen Yu segera berjalan cepat kembali menuju "Desa Mati". Langkah kakinya terasa jauh lebih ringan dibandingkan sebelumnya. Beban berat di pundaknya seakan lenyap seketika. Ia kini memiliki harta karun tak terbatas!

Sesampainya di gubuk reyot itu, ia langsung masuk ke dalam kamar tempat ia terbangun tadi.

"Oke, sekarang saatnya tes kemampuan kedua," bisiknya penuh semangat.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!