NovelToon NovelToon
Iblis Penelan Langit

Iblis Penelan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Gu Sheng adalah matahari tercerah di Kota Azure, jenius dengan Tulang Dewa yang ditakdirkan menjadi penguasa langit. Namun, di malam ulang tahunnya, matahari itu dipadamkan oleh pengkhianatan yang paling keji. Tunangan yang sangat ia cintai, Mu Ruoxue, merobek dadanya dan mencuri Tulang Dewa-nya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya, Lin Tian.

Dibuang ke jurang maut dengan Dantian hancur dan jalur energi terputus, Gu Sheng seharusnya mati. Namun, darahnya membangkitkan Cincin Iblis Penelan Langit, sebuah warisan kuno yang telah tertidur selama sepuluh ribu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gerbang Pembuka - Rasa Sakit yang Menelan Jiwa

Episode 13

Langkah kaki Gu Sheng membelah keheningan Hutan Bambu Ungu dengan ritme yang sangat teratur. Setiap kali kakinya menyentuh tanah, dedaunan kering di bawahnya tidak hancur berserakan, melainkan seolah-olah tersedot ke bawah oleh tekanan gravitasi yang sangat terkontrol. Cahaya matahari senja yang berwarna oranye kemerahan menyelinap di antara batang-batang bambu yang ramping, menciptakan bayangan panjang yang tampak seperti jari-jari iblis yang sedang mencoba merangkak keluar dari bumi.

Gu Sheng tidak lagi merasa seperti pemuda yang dibuang. Ia merasa seperti sebilah pedang yang baru saja diasah dengan darah dan pengkhianatan. Di balik jubah hitamnya, kotak kayu pemberian ayahnya terasa hangat, seolah-olah ada detak jantung yang masih berdenyut di dalamnya.

“Sembilan Gerbang Penghancur Bintang...” gumam Gu Sheng di dalam batinnya. Nama itu terus terngiang, membawa getaran energi yang asing sekaligus familiar.

“Bocah, jangan biarkan dirimu terlalu terbawa emosi,” suara Kaisar Iblis terdengar lebih tenang namun penuh kewaspadaan. “Teknik ini... aku pernah mendengar legendanya di Alam Atas sepuluh ribu tahun yang lalu. Konon, setiap gerbang yang dibuka akan memberikan kekuatan yang mampu membelah planet, namun harganya adalah rasa sakit yang bisa membuat jiwa terbelah. Jika kau tidak memiliki Dantian Penelan Langit untuk menstabilkan energinya, kau akan meledak dalam sekejap saat mencoba membuka gerbang pertama.”

Gu Sheng mengepalkan tangannya. "Jika itu adalah harga yang harus kubayar untuk menghancurkan mereka semua, maka aku akan membayarnya sepuluh kali lipat."

Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, Gu Sheng kembali memasuki gerbang belakang Paviliun Seribu Harta secara diam-diam. Su Mei sudah menunggunya di koridor rahasia lantai tiga. Wanita itu tampak sedikit gelisah, jari-jarinya yang lentik terus memainkan ujung jubah ungunya. Namun, saat ia melihat Gu Sheng muncul dari kegelapan, ia langsung tertegun.

Ada sesuatu yang berbeda dari Gu Sheng. Jika sebelumnya ia tampak seperti binatang buas yang terluka dan penuh amarah, kini ia tampak seperti lautan dalam yang tenang namun menyimpan monster mengerikan di bawah permukaannya.

"Tuan Muda Gu... kau kembali," ucap Su Mei, suaranya sedikit rendah. "Penatua Agung sudah memberitahuku bahwa kau akan melakukan meditasi tertutup selama tiga hari. Aku telah menyiapkan Ruang Meditasi Jiwa Murni di lantai paling atas. Ruangan itu memiliki formasi kedap suara dan dilindungi oleh lapisan besi meteorit."

"Terima kasih, Su Mei," jawab Gu Sheng singkat. Ia menatap mata wanita itu dengan tatapan yang sangat dalam. "Bagaimana dengan Qing Er?"

"Dia sudah jauh lebih baik. Energi panas di tubuhnya mulai stabil, meski terkadang ia masih mengeluarkan keringat emas saat tidur. Aku telah menempatkan empat pengawal terbaikku di depan kamarnya," Su Mei melangkah mendekat, aroma mawar dari tubuhnya mencoba menembus aura dingin Gu Sheng. "Gu Sheng... apa yang kau temukan di pondok itu? Auramu... kau terasa sangat jauh sekarang."

Gu Sheng tidak menjawab pertanyaan itu. Ia hanya melewati Su Mei dan menuju tangga atas. "Pastikan tidak ada seorang pun yang mendekati ruang meditasiku dalam tiga hari ke depan. Bahkan kau sekalipun. Jika ada yang mencoba masuk paksa... bunuh mereka tanpa ragu."

Su Mei menatap punggung Gu Sheng yang menghilang di balik pintu kayu jati besar. Ia merasa merinding, bukan karena takut, tapi karena ia menyadari bahwa ia sedang menyaksikan kelahiran seorang legenda yang akan mengguncang pondasi dunia ini.

Di dalam Ruang Meditasi Jiwa Murni, suasana sangat hening. Dinding-dindingnya dilapisi oleh kain beludru hitam yang mampu meredam semua frekuensi suara dari luar. Di tengah ruangan, Gu Sheng duduk bersila, dikelilingi oleh puluhan batu energi tingkat menengah yang ia minta dari Su Mei sebagai bahan bakar latihannya.

Ia mengeluarkan gulungan perkamen 'Sembilan Gerbang Penghancur Bintang' dan meletakkannya di depannya. Saat ia membuka gulungan itu sepenuhnya, huruf-huruf kuno di dalamnya mulai bergerak-gerak seperti cacing-cacing kecil yang bersinar ungu tua.

“Gerbang Pertama: Gerbang Pembuka (Kai Men). Lokasi: Otak bagian depan.

Fungsi: Membuka potensi pikiran dan memperluas kesadaran spiritual sepuluh kali lipat.”

Gu Sheng menarik napas panjang. Menurut instruksi manual tersebut, untuk membuka gerbang pertama, ia harus mengarahkan seluruh Qi hitamnya menuju titik di antara kedua matanya, sebuah area yang sangat sensitif dan berbahaya bagi praktisi mana pun. Salah sedikit saja, ia bisa menjadi gila atau mati seketika karena otaknya hancur.

“Ayo, lakukan!” perintah Kaisar Iblis.

Gu Sheng memejamkan mata. Ia memicu Dantian Penelan Langit-nya untuk berputar dengan kecepatan gila. Qi hitam yang kental mulai mengalir keluar dari perutnya, merambat naik melalui jalur tulang belakang, melewati leher, dan akhirnya berkumpul di pangkal otaknya.

Seketika, rasa sakit yang tak terbayangkan meledak.

"ARGH!"

Gu Sheng mengerang, tubuhnya gemetar hebat. Rasanya seolah-olah ada ribuan jarum berkarat yang sedang ditusukkan ke dalam otaknya secara bersamaan. Penglihatannya menjadi merah darah meskipun matanya terpejam. Keringat hitam pekat mulai keluar dari pori-pori wajahnya, tanda bahwa teknik ini sedang membuang sisa-sisa kotoran fana dari dalam sistem sarafnya.

“Jangan lepaskan! Terus tekan Qi-mu ke arah titik Kai Men!” suara Kaisar Iblis membentak di dalam pikirannya, mencoba menjaga kesadaran Gu Sheng agar tidak pingsan.

Di dalam kegelapan batinnya, Gu Sheng melihat sebuah gerbang raksasa berwarna perunggu yang dirantai oleh ribuan rantai emas yang bersinar. Rantai emas itu... itulah segel Tulang Dewa yang disebutkan ayahnya! Meskipun tulangnya sudah dicuri, sisa-sisa energi segelnya masih tertanam kuat di dalam jiwa dan tubuhnya.

"Hancurkan... HANCURKAN!" teriak Gu Sheng di dalam jiwanya.

Ia mengumpulkan seluruh kebenciannya, seluruh dendamnya pada Mu Ruoxue dan Lin Tian, dan mengubahnya menjadi ujung tombak Qi hitam yang sangat tajam. Ia menghantamkan energi itu ke arah rantai emas di gerbang pikirannya.

BUM!

Suara ledakan hebat bergema di dalam kepala Gu Sheng. Rantai emas itu retak, namun belum hancur. Rasa sakitnya meningkat sepuluh kali lipat. Darah mulai mengucur dari hidung dan telinganya. Pembuluh darah di matanya pecah, membuat air matanya bercampur dengan darah.

Namun, Gu Sheng tidak berhenti. Ia justru tertawa dalam hati, sebuah tawa yang gila dan haus darah. Semakin sakit yang ia rasakan, semakin ia merasa hidup. Setiap tetes darah yang jatuh adalah bukti bahwa ia sedang merangkak keluar dari belenggu yang selama ini mengikatnya.

“LAGI! HANTAM LAGI!”

Gu Sheng memicu Dantian Penelan Langit untuk menghisap energi dari puluhan batu energi di sekelilingnya secara instan. Batu-batu itu seketika berubah menjadi debu saat energinya disedot habis. Luapan Qi baru ini digunakan Gu Sheng untuk melakukan serangan terakhir.

KRAK!

Rantai emas itu hancur berkeping-keping. Gerbang perunggu itu terbuka dengan suara dentuman yang menggetarkan seluruh Paviliun Seribu Harta.

Seketika, rasa sakit itu hilang, digantikan oleh ledakan sensasi yang luar biasa jernih.

Gu Sheng membuka matanya. Dunianya telah berubah. Ia tidak lagi hanya melihat ruangan meditasi itu dengan matanya; ia bisa merasakan setiap molekul udara, setiap getaran debu, bahkan ia bisa mendengar detak jantung penjaga yang berada tiga lantai di bawahnya. Kesadaran spiritualnya meluas secara drastis. Ia bisa melihat aliran Qi di dalam dinding bangunan, ia bisa merasakan emosi orang-orang di kejauhan.

Gerbang Pertama: Terbuka.

Bukan hanya itu, terbukanya gerbang pertama memicu lonjakan energi yang mendorong kultivasi fisiknya.

Qi Refinement - Tingkat Ketujuh.

Hanya dalam waktu beberapa jam, ia naik dua tingkat lagi. Kecepatan ini benar-benar tidak masuk akal bagi siapa pun di Benua Azure.

Gu Sheng berdiri perlahan. Ia menyeka darah di wajahnya. Tubuhnya kini terasa sangat ringan, seolah-olah beban gravitasi dunia tidak lagi berlaku padanya. Pikirannya bekerja sangat cepat, mampu memproses ribuan taktik pertempuran dalam hitungan detik.

"Luar biasa..." bisik Gu Sheng. "Jadi ini kekuatan yang sebenarnya dari darahku?"

Ia mengambil pedang Penebas Dosa yang bersandar di dinding. Saat ia memegangnya, ia menyadari sesuatu yang baru. Ia bisa merasakan napas pedang itu. Pedang hitam tumpul ini bukan lagi sekadar bongkahan besi berat; ia adalah bagian dari jiwanya.

Di luar ruangan, matahari telah terbenam dan bulan mulai naik. Satu hari telah berlalu. Masih ada dua hari lagi.

Sementara itu, di kediaman Keluarga Mu, suasana justru sedang berpesta. Senior Zhao dari Sekte Pedang Langit sedang duduk di kursi kehormatan, dikelilingi oleh para tetua keluarga Mu yang terus menjilatnya.

"Jangan khawatir, Tuan Muda Lin Tian," ucap Zhao Ruo sambil memutar-mutar cangkir araknya. "Aku telah menyiapkan Arena Kematian untuk turnamen lusa. Tidak ada aturan di sana. Gu Sheng mungkin punya sedikit trik ilmu hitam, tapi di depan kekuatan absolut tingkat Spirit Sea dan pedang suci sektaku, dia hanya akan menjadi babi yang disembelih."

Lin Tian tersenyum kejam. Di sampingnya, Mu Ruoxue duduk dengan anggun, namun hatinya merasa gelisah. Sejak kejadian di paviliun, Tulang Dewa di dadanya terus memancarkan rasa panas yang tidak nyaman.

"Ruoxue, ada apa?" tanya Lin Tian lembut.

"Tidak ada... hanya sedikit lelah karena latihan," jawab Mu Ruoxue bohong. Ia tidak berani memberitahu Lin Tian bahwa ia merasa ketakutan.

Jauh di dalam bayang-bayang Paviliun Seribu Harta, sang Iblis kembali memejamkan matanya. Ia tidak berhenti di gerbang pertama. Ia menatap gerbang kedua yang berada di daerah ulu hati, Gerbang Istirahat (Xiu Men).

"Dua hari lagi..." bisik Gu Sheng di tengah kegelapan ruangan meditasi. "Lin Tian, Ruoxue... persiapkan leher kalian. Karena saat gerbang kedua terbuka, bahkan dewa pun tidak akan bisa menyelamatkan kalian dari tanganku."

Pacing cerita melambat, setiap detail perkembangan kekuatan Gu Sheng dicatat oleh sejarah darah. Kota Azure sedang tidur di atas gunung berapi yang siap meledak, dan tidak ada satu pun orang yang menyadari betapa hancurnya dunia mereka nanti saat fajar menyingsing di hari turnamen.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai sekte pedang langit dengan cara paling kejam thor bikin leluhur sekte itu memohon ampunan bunuh dia aja jangan libatkan sektenya bikin mcnya tidak peduli bantai sekte itu serap kultivasi mereka naikin ranah kultivasi habis itu bantai klan lin dan klan zhou
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bantai keluarganya zhou rou bikin mereka semua mengutuk zhou rou karena menganggu mcnya
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat robek musuhnya thor bantai klan zhao
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi mcnya sampai puncak habis itu bantai lintian dan zhaoru bikin zhaoru dan lintian memohon jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli thor
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin mcnya kejam bantai lin tian beserta keluarganya bikin mcnya memasukkan pil itu ke dalam tubuh lintian bikin lintian tidak bisa bereinkarnasi bikin mcnya memakan lintian
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!