NovelToon NovelToon
Sistem Gadis Kaya Raya

Sistem Gadis Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: SiPemula

[Ding!]

[Sistem telah menyatu dengan Host baru.]

[Selamat Host mendapatkan hadiah perkenalan 10.000.000.000 rupiah.]

[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Habiskan seluruh uang selama 1 jam untuk mendapatkan hadiah rabat 10 kali lipat dari uang yang Host habiskan.]

*

Karina baru saja dipecat dari perusahaan dengan uang pesangon terkena potongan hingga 50 persen.

Di bawah panas teriknya sinar matahari pagi, Karina yang baru melangkah keluar dari tempatnya bekerja, tiba-tiba suara lembut muncul dalam pikirannya, dan sejak saat itu hidupnya berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembalinya Mereka Yang Tak Diinginkan

Pagi harinya~

Karina menatap ponselnya yang saat ini memperlihatkan chat dari teman-teman kerjanya.

Mereka hanya sekedar teman kerja, bukan teman yang sehari-hari. Di luar jam kerja, mereka seketika berubah menjadi orang asing, apalagi jika sudah menyangkut jam lembur.

Ramai teman-teman kerja Karina menyuruhnya kembali bekerja, tapi tak satupun pesan mereka ditanggapi oleh Karina yang menolak kembali menjadi budak korporat.

Menyelesaikan kuliah di usia 20 tahun lalu lanjut bekerja selama dua tahun di tempat yang tak baik untuk kesehatan mentalnya. Menolak kembali adalah pilihan Karina demi menjaga kesehatan mentalnya, dan lagi saat ini dia tak kekurangan uang.

Namun pesan demi pesan terus berdatangan, membuat Karina memilih mematikan ponselnya, dan nanti dia akan membeli nomor baru.

Ponsel sudah dimatikan, membuat hidup Karina seketika menjadi tenang, tak lagi ada suara yang mengganggunya di pagi hari, dimana pagi ini dia berencana menghabiskan waktu dengan bermalas-malasan.

“Tok~ Tok!”

Karina baru saja duduk di depan meja rias ketika Sophia mengetuk pintu dan langsung masuk ke kamarnya. “Sayang, apa kamu masih ingat Kakekmu dari pihak Ibu?”

Mencoba mengingat, tak lama Karina segera mengingat sosok pria tua yang selalu baik padanya jika bertemu.

Karina menganggukkan kepala, “ya, aku mengingatnya.”

Sophia duduk di sofa, dekat dengan meja rias Karina.

“Dia baru kembali ke negara ini dan ingin bertemu denganmu.”

“Tumben!”

Sejak Ayahnya bangkrut, Karina ingat pada saat itu seluruh keluarga menjauhi keluarganya, baik keluarga pihak ayah maupun ibunya.

Dia langsung merasa ada yang aneh begitu tau Kakeknya ingin bertemu.

“Kamu boleh menolaknya kalau nggak ingin bertemu dengannya! Sejujurnya Ibu dan Ayah merasa ada yang aneh dengan semua ini.”

Bukan hanya Karina, tapi orangtuanya ternyata merasakan keanehan serupa.

“Lebih baik ditolak, dan kalau memang ingin bertemu, harus pihak kita yang mengatur tempat dan waktu!”

Karina sebenarnya tak ingin berurusan dengan mereka yang dulu meninggalkan keluarganya saat jatuh bangkrut.

Tetapi demi menghargai keberadaan orang tua dari pihak ibunya, dia tak keberatan bertemu, tapi semua harus mengikuti peraturannya.

“Ibu setuju denganmu, tapi sepertinya mereka akan marah dan menganggap Ibu nggak menghormati keberadaan orangtua!”

Sophia tak masalah kalau hanya dia yang di cap buruk oleh keluarganya, tapi jika sampai merembet ke suami terutama putrinya, keluarganya itu benar-benar sudah keterlaluan.

Karina bisa merasakan apa yang tengah dirasakan oleh Ibunya. Dia sebisa mungkin menenangkan Ibunya, dan setelah beberapa saat akhirnya Sophia kembali tenang.

“Ibu cukup mengabaikan saja kalau mereka mengucapkan hal buruk, kalau perlu ganti saja nomor ponsel Ibu supaya kita putus hubungan dengan mereka, sama seperti saat itu, saat mereka memilih pindah ke luar negeri saat kita membutuhkan bantuan!”

Apa yang terjadi di masa lalu bukan sesuatu yang mudah untuk dilupakan, dan Karina sampai kapanpun tak akan melupakannya.

Dia masih ingat bagaimana Ayahnya memohon bantuan sampai berlutut, tapi bukannya bantuan, yang ada Ayahnya justru mendapatkan caci-maki.

Sekarang setelah apa yang terjadi padanya, Karina tak ingin memberi celah sedikitpun pada orang-orang itu untuk masuk ke kehidupannya.

Mereka sudah membuang keluarganya, jadi seharusnya tak masalah kalau sekarang keluarga Karina tak lagi menganggap kehadiran mereka.

*

“Bagaimana, apa anak Adrian dan Sophia mau bertemu kita?”

Lestari, Ibu kandung Sophia bertanya pada suaminya Darman, begitu sang suami selesai menghubungi Sophia.

“Dia mau bertemu, tapi tempat dan waktu harus dia yang menentukannya.”

Darman menyampaikan seperti apa yang telah diucapkan Sophia padanya.

Sebenarnya dia merasa tak lagi punya muka menghubungi putrinya itu, tapi karena dia tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada cucu perempuan kesayangan keluarganya, terpaksa dia kembali menghubungi Sophia, berharap bisa menggunakan cucu perempuannya yang lain untuk menyelamatkan nasib buruk Celine, cucu perempuan yang tumbuh besar di bawah pengawasannya.

“Kalau begitu suruh saja mereka menentukan tempat dan waktu pertemuan, tapi ingatkan meret untuk memilih tempat terbaik di kota ini!”

Baru kembali bukannya menanyakan kabar, tapi Lestari justru banyak menuntut pada keluarga putrinya.

“Setelah sarapan aku akan kembali menghubungi Sophia, menyampaikan padanya seperti apa yang kamu sampaikan padaku!”

Begitu mendengar balasan suaminya, Lestari mengangguk puas, dan cepat dia pergi menemui Celine untuk menyampaikan kabar baik.

Darman yang ditinggal pergi istrinya, dia hanya bisa menghela napas sembari menggelengkan kepala.

“Ini keputusan terbaik untuk masa depan Karina!”

“Pria itu baik, dan yang penting dia kaya. Soal usia seharusnya tidak masalah, apalagi setelah nantinya mereka resmi menikah.”

Mengabaikan perasaan Karina dan keluarganya, Darman mengambil kesimpulan sendiri kalau menjadikan Karina sebagai alat membayar hutang adalah keputusan yang tepat.

*

Sementara itu Karina yang telah selesai dengan sarapannya, dia langsung pergi menuju mall terbesar di kota.

Bukan Diamond Palace Mall, tetapi Mall yang lebih besar lagi, yaitu Aurora Grand Mall, sebuah tempat perbelanjaan 20 lantai yang konon dimiliki oleh sosok misterius, yang sampai sekarang identitas sosok itu belum terungkap ke publik.

[Ding!]

[Terdapat Tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Tugas membantu seorang wanita yang akan menjadi korban penjambretan!]

[Hadiah Tugas: Kepemilikan Aurora Grand Mall, 3 Pil Kecantikan Level 10 (Memberi Kecantikan Alami Dengan Efek Permanen, bisa digunakan pria maupun wanita), Keahlian Beladiri Level 10 (Level tertinggi), Uang senilai 100.000.000.000 rupiah, dan Seorang asisten yang akan mengurus Aurora Grand Mall]

“Sistem, tunggu apa lagi? Cepat beritahu posisi wanita yang membutuhkan bantuanku!”

[Ding!]

[Sebuah minimarket berjarak 1 Kilometer dari posisi Host saat ini.]

[Ikuti garis berwarna di jalan untuk lebih cepat sampai tempat tujuan!]

Seketika itu juga muncul garis berwarna di jalanan, dan hanya Karina yang bisa melihatnya.

[Ding!]

[Host memiliki waktu 10 menit sebelum penjambret menjalankan aksinya.]

Karena waktu yang dimiliki Karina sudah mepet, cepat dia mengemudikan mobil yang sebelumnya sudah disiapkan supir di halaman rumah.

Jarak satu kilometer tak begitu jauh, apalagi ditambah bantuan Sistem yang menunjukkan rute jalan terdekat menuju tempat tujuan.

Keahlian mengemudi mobil Karina bukan kaleng kaleng.

Hanya butuh dua menit baginya tiba di tempat tujuan, dan sebuah lingkaran merah menunjukkan dua sosok pelaku penjambretan, lalu sebuah lingkaran hijau menunjukkan wanita yang harus diselamatkan.

“Sekarang aku masih belum bisa berkelahi. Jadi lebih baik aku teriak!”

“JAMBRET! WOI ADA JAMBRET!!~”

Mendengar teriakan Karina yang tengah menunjuk-nunjuk ke arah dua penjambret yang sedang mengawasi target, cepat orang-orang mencoba menangkap keduanya, tapi keduanya masih beruntung karena bisa melarikan diri dengan mengendarai motor.

Senyum merekah di bibir Kariba melihat duo penjambret melarikan diri, dan saat melihat wanita yang dilingkari lingkaran hijau, wanita itu masuk ke dalam mobil mewah yang datang menjemputnya, lolos dari tindak kejahatan.

[Ding!]

[Host telah menyelesaikan Tugas Sistem: Tugas membantu seorang wanita yang akan menjadi korban penjambretan.]

[Mendapatkan Hadiah: Kepemilikan Aurora Grand Mall, 3 Pil Kecantikan Level 10 (Memberi Kecantikan Alami Dengan Efek Permanen, bisa digunakan pria maupun wanita), Keahlian Beladiri Level 10 (Level tertinggi), Uang senilai 100.000.000.000 rupiah, dan Seorang asisten yang akan mengurus Aurora Grand Mall]

“Wah!! Aku kaya-raya!!~”

1
SENJA
buseet ada hukuman juga , ga main2 lagi hukumannya 🤣
SENJA
nyesel juga percuma! telat
Aeriah Kayla
saya suka dengan karakter MC yang gak menye" kebanyakan ngomong. lanjut ya thor
Wahyuningsih
mampus kluarga dajal emang
Wahyuningsih
kluarga tocix ya kyk gtu gk punya malu
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪💪 thor
Wahyuningsih
paling klau q thor nafasnya senin kamis 😅😅😅
Aydin Syam
sangat bagus skli ceritanya dan membuat kita slalu penasaran setiap episodenya, semangat Thor jngn lupa update
Sunarti
secangkir kopi untukmu kak ☕☕☕ lanjutkan kak semangat 💪💪💪
SENJA
ngga cari musuh, musuh datang sendiri 🤣
RaMna Hanyonggun Isj
Kasih banyak update nya. sekali update 50 episode kha
mygood heart
sistem bego mc tolol knp punya sistem di bilang2 sm org tdk seru lg harusnya itu jadi rahasia OON
SENJA
buseh cuma gitu doang hadiahnya gede😤🤣
Sribundanya Gifran
lanjut up yg banyak thor💪💪💪😍
SENJA
laaah ada yang salah sama otak ini ibu 😤
SENJA
idiih najis deh orang2 ini 😤
Sribundanya Gifran
lanjut
Marsya
hah......,dasar kluarga be...na...luuuuuuuu
SENJA
kok menderita karena salah sendiri malah nyalahin orang lain 🤣
SENJA
keberuntungan apa? makanya kalau punya hutang dibayar 😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!