NovelToon NovelToon
Di Bawah Payung Yang Sama

Di Bawah Payung Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:647
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Kim Ae Ra hanya ingin hidup tenang setelah kehilangan ayahnya di masa kecil. Demi bertahan, ia bekerja keras hingga akhirnya diterima di Aegis Corp dan menjadi sekretaris CEO muda yang dingin, Hyun Jae Hyuk.

Bagi Ae Ra, pertemuan mereka hanyalah kebetulan. Namun tanpa ia sadari, Jae Hyuk telah mengenalnya jauh sebelum itu—pada sebuah malam hujan yang hampir mengubah hidupnya.

Saat hubungan mereka perlahan mendekat, seseorang dari masa lalu muncul kembali membawa kenangan yang telah lama terlupakan. Di antara rahasia, takdir, dan perasaan yang tumbuh diam-diam, Ae Ra mulai menyadari bahwa beberapa pertemuan bukanlah kebetulan.

Karena terkadang, orang yang berdiri di samping kita saat hujan… adalah rumah yang sejak lama kita cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 — Tempat yang Bukan Miliknya

“…KAU?!” Suara Kim Ae Ra hampir memantul kembali di dalam ruangan luas itu.

Ia berdiri kaku di depan meja kerja besar, sementara pria yang kemarin memanggilnya bodoh kini duduk santai di kursi CEO, menatapnya seolah tidak terjadi apa-apa.

Hyun Jae Hyuk menyandarkan punggungnya dengan tenang.

“Pagi, Sekretaris Kim.”

Ae Ra berkedip beberapa kali, berusaha memastikan dirinya tidak sedang bermimpi.

“Kau… CEO?”

“Sepertinya informasi dari HR cukup jelas.” Nada suaranya datar, bahkan sedikit malas.

Wajah Ae Ra langsung memanas. Ingatan tentang dirinya yang berteriak di depan gedung kemarin muncul kembali dengan sangat jelas. Ia ingin menghilang saat itu juga.

“A-aku tidak tahu…”

“Tentu saja tidak,” potong Jae Hyuk ringan. “Kalau tahu, kau mungkin tidak akan berani menunjuk wajahku.”

Ae Ra langsung menutup mulutnya. Hening sesaat memenuhi ruangan.

Jae Hyuk memperhatikannya beberapa detik sebelum berdiri. Tingginya membuat Ae Ra tanpa sadar mundur setengah langkah.

“Mulai hari ini kau bekerja di sini,” katanya singkat. “Jangan terlambat, jangan ceroboh, dan jangan menangis hanya karena tekanan kerja.”

“Aku tidak mudah menangis!” balas Ae Ra refleks.

Jae Hyuk mengangkat alis, tampak sedikit terhibur. “Bagus.” Ia lalu berjalan melewatinya begitu saja menuju pintu samping.

“Min Ji akan menjelaskan tugasmu.” Pintu tertutup, meninggalkan Ae Ra sendirian dengan jantung yang masih berdetak kacau.

“Ini… benar-benar nyata,” gumamnya.

Yoo Min Ji sudah menunggu di luar dengan tablet di tangannya.

“Silakan ikut saya, Nona Kim.” Nada bicaranya profesional, tapi tidak hangat.

Mereka berjalan melewati ruang kerja terbuka. Beberapa karyawan pura-pura sibuk, namun jelas melirik ke arahnya.

Bisikan pelan terdengar.

“Itu dia.”

“Yang direkrut langsung CEO?”

“Katanya tanpa interview.”

Ae Ra menunduk sedikit, berusaha mengabaikan semuanya. Min Ji berhenti di meja kerja dekat ruang CEO.

“Ini tempat Anda.”

Mejanya bersih, terlalu bersih. Komputer baru, telepon kantor, dan tumpukan agenda harian sudah tersusun rapi.

“Tugas utama Anda mengatur jadwal CEO, menyaring panggilan, dan memastikan semua kebutuhan beliau terpenuhi.”

Ae Ra mengangguk cepat, meski kepalanya terasa penuh. Min Ji menatapnya sebentar.

“Banyak orang menginginkan posisi ini.” Kalimat itu terdengar seperti peringatan.

“Saya akan berusaha,” jawab Ae Ra pelan.

Tidak sampai sepuluh menit duduk, telepon langsung berdering. Ae Ra panik sesaat sebelum mengangkatnya.

“Ruang CEO, dengan Kim Ae Ra.”

Suara di seberang terdengar cepat dan formal. Ia hampir tidak memahami separuhnya, tapi tetap mencatat dengan gugup. Belum selesai satu panggilan, email masuk bertubi-tubi.

Agenda rapat.

Permintaan dokumen.

Perubahan jadwal.

Kepalanya mulai pening.

Pintu kantor CEO tiba-tiba terbuka.

“Sekretaris Kim.”

Ae Ra langsung berdiri terlalu cepat hingga kursinya bergeser keras.

“Iya!”

Jae Hyuk melirik meja yang berantakan oleh catatan.

“Kopi.”

“…Kopi?”

“Americano. Tanpa gula.” Ia kembali masuk tanpa menunggu jawaban.

Ae Ra menatap kosong beberapa detik.

“Aku… bahkan tidak tahu letak pantry…”

Beberapa menit kemudian, ia kembali dengan gelas kopi yang sedikit bergetar di tangannya. Begitu diletakkan di meja, Jae Hyuk langsung menyesapnya.

Lalu berhenti. “Kau membeli ini di lantai bawah?”

“Iya…”

“Terima kasih.” Jawaban itu terlalu normal hingga Ae Ra bingung harus bereaksi bagaimana.

Namun beberapa detik kemudian—

“Tapi lain kali, pelajari preferensi kopi lebih dulu.”

Ae Ra hampir tersedak udara.

“KAU BARU SAJA BILANG TERIMA KASIH!”

Jae Hyuk menatapnya tenang.

“Itu tidak berarti hasilnya sempurna.”

Ae Ra mengepalkan tangan. Dalam hati ia berteriak: *aku ingin resign.*

Menjelang siang, suasana kantor semakin sibuk. Seorang wanita berpenampilan elegan berhenti di depan mejanya. Tatapannya tajam.

“Kau sekretaris baru?”

“Iya…”

“Aku Park Se Rin, Direktur Operasional.” Ae Ra langsung berdiri membungkuk. Wanita itu tersenyum tipis, tapi matanya dingin.

“CEO kita membuat keputusan menarik.” Kalimat itu terdengar seperti sindiran.

“Saya akan bekerja keras,” jawab Ae Ra hati-hati.

Se Rin hanya mengangguk kecil sebelum pergi. Namun tekanan yang ditinggalkannya terasa nyata.

Di dalam ruangan, Jae Hyuk berdiri di dekat jendela. Ia bisa melihat Ae Ra dari balik kaca transparan. Cara gadis itu panik menerima telepon, mencatat terlalu cepat, lalu beberapa kali hampir menjatuhkan pena… semuanya terlihat jelas.

Tanpa sadar, sudut bibirnya sedikit terangkat. Namun senyum itu menghilang saat pikirannya kembali pada ingatan samar yang terus mengganggunya. Kenapa ia merasa pernah kehilangan seseorang… dan baru menemukannya kembali?

 Di tempat lain, Hyun Jin Suk menerima laporan pagi.

“Bagaimana hari pertamanya?” tanyanya santai.

Do Hyun menjawab, “Kantor mulai gaduh, Tuan.”

Jin Suk tersenyum tipis. “Bagus.” Ia menyesap tehnya.

“Kadang seseorang baru menunjukkan nilai aslinya saat berada di tempat yang tidak ramah.” Ia menatap keluar jendela.

“Baik CEO muda itu… maupun gadis bernama Ae Ra.”

Menjelang sore, Ae Ra akhirnya duduk lemas di kursinya. Hari pertama terasa seperti satu minggu penuh. Tangannya pegal, kepalanya penuh informasi baru, dan harga dirinya sedikit terkikis oleh tatapan orang-orang.

Pintu kantor terbuka lagi. Jae Hyuk keluar sambil mengambil jasnya.

“Kita pergi.”

Ae Ra menatap bingung. “…Pergi?”

“Ada makan malam bisnis.”

“Aku juga?”

“Kau sekretarisku.” Ia berjalan lebih dulu.

Ae Ra hanya bisa berdiri terpaku sebelum buru-buru mengambil tasnya. Saat pintu lift tertutup, ia menatap pantulan dirinya di dinding logam. Pagi tadi ia datang dengan rasa takut. Sekarang ia sadar sesuatu. Hidupnya benar-benar sudah berubah.

Dan pria di sampingnya… mungkin akan menjadi sumber masalah terbesar dalam hidupnya.

1
Lisa
Senangnya akhirnya Jae Hyuk & Ae Ra sudah mengetahui masa lalu itu dan membuat hubungan mereka makin dekat 👍👍
Lisa
Semangat y Ae Ra..💪👍
Lisa
Kmu harus kuat Ae Ra..ada Jae Hyuk yg selalu mendampingimu..
Lisa
Wah gimana ya suasananya pertemuan bisnis itu..makin seru aj nih ceritanya
Lisa
Ceritanya menarik jg nih ternyata Ae Ra adalah anak dr org yg dibunuh oleh papa dr direktur tmptnya bekerja saat ini..moga aj kebenaran itu dapat terungkap.
Lisa
Wah gmn y acara rapat besarnya..jadi penasaran nih 😊
Lisa
Ae Ra punya masa lalu yg berhubungan dgn CEO
Lisa
Tetap semangat y Ae Ra 💪👍
Lisa
Seo Jun sebenarnya siapa y..apakah dia org penting.
zhafira: hayoo siapa ya?🤭
masih 'Rahasia' 🧐
total 1 replies
Lisa
Wah berarti ada mata² di toserba itu
zhafira: wahh hayoo ada siapa?? 😁
total 1 replies
Lisa
Aku mampir Kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!