NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Fantasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Tidak pernah terpikirkan oleh Sarah bahwa dirinya akan diberi kesempatan kedua untuk kembali hidup.
Seumur hidup, hanya ia habiskan untuk berfoya-foya dan mengajar cinta Marvin yang tak pernah ia miliki hingga akhir hayatnya. Tak segan Sarah mencelakai wanita yang dicintai Marvin, Kayla. Namun di kehidupan sebelumnya, meskipun Sarah sering membawa kesialan dan membuat hidup Marvin dan Kayla menderita, mereka masih berbaik hati memberi Sarah bantuan ketika gadis itu sedang menghadapi masalah ekonomi karena ayahnya yang bangkrut.
Di kehidupan kali ini, Sarah hanya ingin mencoba membahagiakan dirinya sendiri dan melepas cinta pertama yang begitu membekas bagi dirinya.
Tapi siapa yang sangka kehidupan keduanya ternyata lebih rumit daripada yang Sarah bayangkan. Ia ditimpa bertubi-tubi kenyataan yang membuat logikanya tidak lagi berjalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

Sarah melipat kedua tangannya sembari menatap laki-laki dengan pakaian yang kurakan serta rokok yang ada di tangan kanannya, tidak hanya berdua, teman-teman laki-laki itu juga sedang bersama mereka.

Saat ini mereka berada di bawah jembatan tak jauh dari SMA di mana Sarah bersekolah, tempat mereka berada sangat jarang dilewati oleh orang-orang.

"Kenapa lo mau ketemu gue? Ada kerjaan baru?" Tanya laki-laki itu sambil menghisap rokoknya.

"Mulai hari ini, gue minta lo jangan gangguin Kayla lagi."ucapan Sarah barusan membuat laki-laki bernama Aldo itu menatapnya dengan bingung.

"Kalau aja masih terus gangguin Kayla, gue-"

"Gue apa?" Aldo kembali menghisap rokoknya kemudian menghembuskan asap rokok itu tepat di wajah Sarah sehingga membuat gadis itu terbatuk.

"Lu mau ngancam gue?"Aldo tertawa remeh." Lo harusnya sadar diri dong! Yang cari masalah dan bayar gue buat celakain cewek itu, Lo!"

Sarah hanya bisa diam sambil menutup mulut dan hidungnya karena bau rokok yang sangat menyengat dari Aldo.

"Jangan memutar balikan fakta seakan-akan gue yang nyakitin cewek itu. Ingat ya gue itu disuruh sama lo, dan lo adalah dalang dari semua ini."

"Gue tau gue yang nyuruh lo, tapi gue nggak pernah nyuruh lo buat ngunciin dan siram dia pakai air got. Gue cuma mau lo ancam dia, itu aja!" Ujar Sarah lewat kemudian mendorong keras tubuh Aldo supaya menjauh darinya.

Aldo menatap nyalang ke arah Sarah kemudian mengapit kedua pipi Sarah dengan Arab dengan tangan kirinya." Jangan munafik ya Lo!"

Tangan kanan Aldo yang sebelumnya memegang rokok, beralih menyusuri wajah Sarah yang halus. Tatapan Aldo begitu lekat menatap Sarah, tiba-tiba saja laki-laki itu mendekatkan wajahnya ke arah wajah Sarah. Menyadari pergerakan Aldo yang aneh, Sarah segera menggerakkan kepalanya dan membenturkannya tepat di wajah Aldo sehingga membuat laki-laki itu meringis kesakitan.

"Cewek sialan!" Ujar Aldo geram, menatap tajam ke arah Sarah.

Baru saja gadis itu ingin kabur, tapi teman-teman Aldo segera mencegahnya. Laki-laki itu kemudian berjalan perlahan ke arah Sarah dan kemudian menampar Sarah dengan cukup keras.

Aldo menampar wajah Sarah sebanyak 2 kali sehingga membuat pipih gadis itu menjadi merah dan sedikit lecet. Teman-teman Aldo pun melepaskan Sarah sehingga gadis itu pun luruh ke tanah.

"Ambil." Perintah Aldo dan laki-laki yang merupakan teman Aldo bergerak mengambil inhaler yang ada di saku milik Sarah.

"Semoga kita bertemu lagi dalam keadaan hidup."ucap Aldo lalu mengambil rokok milik temannya dan menghembuskan asap rokok ke arah Sarah sehingga membuat gadis itu terbatuk-batuk.

Aldo pun tersenyum puas dan berjalan menjauh, dia menjatuhkan inhaler milik Sarah tak jauh dari tempat gadis itu terduduk.

"Gue tahu semua kelemahan lo, gadis bodoh."human Aldo kemudian pergi meninggalkan Sarah.

Sarah yang menghirup banyak asap rokok mulai merasa sesak, lagi-lagi dadanya sakit dan ia mulai sulit untuk menghirup udara di sekitarnya. Sarah melihat inhaler yang dibuang Aldo tak jauh darinya dan dia berusaha meraih benda itu.

Tidak sanggup untuk bangkit, dengan susah payah Sarah merangkak hingga membuat bajunya kotor. Namun, dadanya semakin sesak dan penglihatannya semakin kabur. Sarah menangis karena putus asa, ia sudah tidak sanggup, apakah ini akhir hidup baginya? Padahal dirinya belum berbuat apa-apa untuk keluarganya.

Dengan sisa tenaga yang ada dia mengambil kantong plastik yang sedikit kotor yang berada di dekatnya, perlahan dia mengatur nafasnya dengan bantuan kantong plastik yang menutupi bibirnya. Setelah itu seseorang membantunya menghirup inhaler yang tadi berusaha dia raih.

"Sar, Lo gak apa-apa?"

Sarah menoleh ke arah perempuan yang sudah membantunya itu. Setelah sadar siapa yang telah membantunya, Sarah tiba-tiba menangis dan memeluk perempuan itu.

"Maafin gue ya, Kay, maaf," ucap Sarah dengan tangisan, ia memeluk erat perempuan yang menjadi salah satu sumber penyesalan di kehidupan nya yang sebelumnya.

Kayla mengelus rambut Sarah perlahan dan tangan yang satunya menepuk-nepuk pundak Sarah untuk menenangkannya." Gak apa-apa, Sar, udah ya jangan nangis."

"Maaf,," Sarah kembali berucap dengan menahan isakan.

"Udah,jangan minta maaf lagi."

Tamara yang ternyata sedari tadi berada di sana hanya melongo tak percaya melihat Sarah menangis tersedu-sedu diperlukan Kayla. Kondisi Sarah terlihat sangat memprihatinkan, apalagi Tamara dan Kayla melihat semua kejadian tadi.

Awalnya Tamara hanya Ingin mengantar pulang Kayla yang kondisinya masih lemas, kebetulan rumah Kayla lebih dekat Jika melewati jembatan menggunakan motor. Tapi tidak terduga, mereka malah melihat Sarah bersama dengan segerombolan orang dan terlihat ada Aldo di sana. Tamara segera menepikan motornya dan mendekat serta menyorot mereka dengan kamera ponsel berharap bisa mendapatkan bukti supaya bisa memberatkan hukuman Sarah.

Tapi kenyataannya, seperti yang terlihat. Sarah malah seperti korban pemalakan. Tamara jadi bingung sendiri, apakah ia harus melaporkan kejadian ini?

...

Suara rintikan hujan terdengar bersamaan dengan suara gaduh yang berasal dari anak-anak panti asuhan yang sedang bermain.

Tamara dan Kayla membawa Sarah ke tempat tinggal Kayla, yaitu panti asuhan. Saat ini Kayla dan Tamara yang duduk bersampingan sedang berhadapan dengan Sarah yang sudah berganti pakaian menggunakan pakaian milik Kayla. Sarah menyesap teh yang sebelumnya disuguhkan oleh Kayla.

"Lo baik-baik aja kan, Sar?" Tanya Sarah dengan nada khawatir.

Sarah menatap Kayla kemudian tersenyum hangat." Gue baik-baik aja."

Kemudian hening.

Belum ada lagi yang memulai percakapan, suasana di sekitar tiba-tiba menjadi canggung, sedangkan Kayla dan Tamara saling menyenggol untuk mengakhiri suasana canggung ini.

"Jadi,, lo tinggal di sini, Kay?" Tanya Sarah pada akhirnya.

Kayla mengangguk." Iya, udah dari kecil gue tinggal di sini."

Sarah kemudian mengangguk mengerti, lalu suasana kembali hening.

"Padahal Kayla itu tulang punggung di sini, udah capek kerja part time malah capek juga di sekolah karena dikerjain lo mulu." Ucap Tamara sambil menatap tajam ke arah Sarah. Kayla menyenggol lengan Tamara, memberikan kode supaya diam dan tidak memancing amarah Sarah.

Sarah hanya diam, melihat hal itu, Tamara kembali melanjutkan ucapannya.

"Lo benci sama Kayla cuma gara-gara dia deket sama Marvin kan? Asal lo tau ya, Kayla udah kenal sama Marvin dari kecil karena Marvin juga dulu asalnya dari sini."

"Tamara!" Ini suara Kayla lebih nyaring, supaya Tamara bisa berhenti berbicara dan mengucapkan hal-hal yang tidak penting.

Pupil mata dan tangan Sarah bergetar, jujur saja dirinya baru tahu fakta ini. Selama ini, ia tidak pernah mengetahui alasan Marvin dan Kayla bisa sangat dekat. Sarah hanya berpikir Marvin menyukai gadis yang manis dan perhatian seperti Kayla dan mungkin memang itu juga alasannya.

"Biarin aja sih, Kay. Biar dia tahu, kalau lo sebenarnya lebih banyak berkorban buat Marvin dibandingkan dia yang tiba-tiba datang di kehidupan kalian berdua dan sok-sokan punya kuasa atas Mar-"

"Tamara cukup!" Kali ini Kayla membentak hingga membuat Tamara terdiam. Tamara pun melipat kedua tangannya karena merasa kesal. Hal-hal yang selama ini dia tahan sudah dia keluarkan, semoga saja gadis tidak tahu diri itu sadar.

Sarah pun berdiri." Ternyata permintaan maaf gue nggak pantas lo terima, Kay. Permintaan maaf gue benar-benar nggak pantas, tapi meskipun begitu... Gue tetap minta maaf." Sarah menarik nafas lalu menundukkan kepalanya. "Maafin gue ya Kayla."

Sarah pun mengambil paper bag yang berisi bajunya dan pergi begitu saja, menghiraukan panggilan Kayla yang berulang kali menyebut namanya.

Ternyata kesalahannya di kehidupannya yang lalu, lebih parah dari yang Sarah bayangkan. Dia sudah menyiksa wanita yang dicintai Marvin sejak lama, bahkan jauh sebelum Sarah mengenal laki-laki itu.

Pantas saja Marvin membencinya.

Pantas saja Marvin tidak memilikinya.

Karena memang Sarah tidak pantas.

Bahkan untuk bahagia pun rasanya tidak pantas.

1
Queen AL
baru satu bab, bab berikut2nya jangan pake gue lo thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!