Hwang zin bukanlah orang dari era ini,dia lahir di tahun 2028 dan berusia 30 tahun,dia yatim piatu,Dia bekerja keras selama hidupnya.
Dia menjadi koki , petugas pengangkutan barang, bartender,pelayan restoran dan lainnya,dia hidup dengan menghemat banyak uang saat tabungannya mencapai 100 juta dalam 15 tahun hidupnya.
Hwang zin membeli bangunan toko kecil yang lengkap penuh dengan barang-barang grosir dari barang orang tua hingga anak-anak dan makan pokok dan sejenisnya.
dia akan mulai berbisnis tapi siapa kira saat dia dalam perjalan pulang justru mobilnya tertabrak truk dan bangun disini .....bukannya mati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluarga Luo
Ke esoknya Harinya sebelum dia membuka Toko pintunya digedor,Hwang zin segera keluar untuk membuka pintu dan mendapati seorang pelayan muda dengan kereta berdiri didepan pintu nya.
"Siapa yg anda cari....?" Tanya Hwang zin dengan sopan.
Pelayan itu melihat anak tampan yg lebih muda darinya, terkejut lalu bertanya."...Apa anda Tuan Hwang Zin?"
"Benar...." Dia mengangguk dengan alis mengerut.heran.pelayan itu tersenyum lega.
"....Tuan Luo meminta saya menyampaikan pesan bahwa dia mengundang anda untuk acara nanti malam untuk pesta pernikahan Nona muda...."jelasnya kenapa dia datang.
" Ahk..?." Hwang zin tak mengira dia sampai secara kusus diundang datang."...ini jam berapa acaranya?"
"Kami akan menjemput anda pukul 9 malam nanti..."Jelas pelayan itu, Hwang zin mengangguk mengerti, setelahnya pelayan itu pergi dengan Keretanya.
Dia menutup pintu,dan berlari ke arah dapur kecil, melihat 60 pei telur yg sedang dipanggang dan memili ide untuk membawanya pergi ke pesta.
Jadi hari ini dia akan tutup!
Hwang zin pergi ke toko grosir untuk mencari kotak kayu besar yg muat menampung pai-pai itu, juga mencari kertas yg bagus untuk membungkus hadiah.
Tak lupa dia juga mencari ke rak kosmetik, untuk mencari barang-barang kecil sebagai hadiah.tapi ditengah jalan Hwang zin berubah pikiran.
Kosmetik ini terlalu mencolok,dia segera mencari ke rak lainnya dimana letak aksesoris wanita seperti jepit rambut dijual.
Saat dia sampai di rak-rak aksesoris dia dibutakan dengan banyaknya warna merah muda,Hwang zin segera mencari jepit rambut yg biasanya dipakai untuk Hangfu.
Hwang zin mendengar bahwa Tuan Luo memiliki 2 anak. anak pertama laki-laki dan ke dua nona Luo.jadi dia juga mengambil hadih lainnya.
Tak lupa dia mencari hadiah untuk Nyonya Luo dan Tuan Luo memiliki hobi bermain Gu jadi dia pergi ke arena papan catur mencari Gu kayu yg nampak tak mencolok.
Dia memastikan tak ada yg salah dengan hadiah itu dan mengambil kotak kayu ringan untuk membungkus mereka.
Hwang zin menaruh semuanya dikamar dan kembali untuk melihat pai nya telah matang sempurnanya,dia segera mematikan oven dan mendinginkan nya di meja lalu pergi lagi ke Rumah untuk membungkus hadiah.
Hwang zin duduk diruang tamu mengambil kertas berwarna merah polos untuk membungkus hadiah-hadiah itu.
Butuh waktu setengah jam untuk nya menyiapkan semuanya.
Pada pukul 7 malam.
Hwang zin baru saja selesai mandi dan membuka lemarinya, terahir kali dia membeli baju dengan warna hitam dan hijau, awalnya dia akan memakai hijau namun dia akhirnya mengambil yg hitam dengan memakai jubah merah.
tapi tak terlalu nampak buruk juga hanya terlihat sederhana dengan aksen bordiran.Hwang zin segera berganti pakaian,dia menata rambutnya dengan rapi.
Tak lupa mengenakan sabuk dan hiasan yg cocok dengan bajunya.
Tepat pukul 9 malam pintu rumahnya diketuk, Hwang zin yg menunggu dihalaman segera membuka pintunya.
Pelayan yg tadi siang segera tertegun saat melihat Hwang zin.
namun pria itu sepertinya tak menyadari ke aneh pelayan itu."... bisakah kamu membantu ku membawa hadiah ke dalam kereta?"
"Ah! Tentu saja tuan muda!" Hwang zin lega,dia meminta nya masuk kedalam.
pelayan itu mengikuti ke halaman dan melihat kotak-kotak hadiah yg terbungkus kertas merah! Dan hampir tersandung kakinya sendiri.
Ini kertas merah!
Harga kertas putih yg kasar sangat mahal apa lagi kertas merah,saat pelayan itu mengangkat hadiah dia tau bahwa kertas-kertas itu berkualitas atas!
Pria ini benar-benar murah hati! Pantas saja Tuan Luo Sangat menghargainya!
Hwang zin membawa dua kota besar berisi pei dan ditangan lain' dia membawa 1 kotak Hadiah, sedangkan 3 Hadiah lainnya dibawa oleh Pelayan.
Mereka masuk ke kereta dan segera pergi ke ibu kota.
Dirumah Luo 9 malam.
"Semoga kalian selalu bahagia...."Ucap pada tuan Luo dengan tawa.Tuan Luo tersenyum sopan."Terimakasih banyak..."
"Tuan Luo selamat...." Yg lainnya juga mulai mengelilinginya untuk mengucapkan selamat padanya.
Dimeja lain kusus para wanita, semua orang nampak antusias mengobrol dan memberikan selamat."Nyonya selamat, Luo xixi sangat beruntung mendapatkan Tuan muda Zhao..."
"Aku juga bahagia,anak Zhao ini sangat baik pada Xixi...."jawaban dengan senyum bahagia.
Dimeja tak jauh. Tuan muda Luo mengobrol dan bercanda dengan teman-teman."Luo Fei selama kau memiliki adik ipar..."
"Apa yg kalian bicarakan,ayo minum...." Luo Fei melihat mereka dengan tak berdaya.
"Kau harus segera mencari istri..."sahut pria dengan wajah malas , sambil memakan anggur ya.
Sudut mulut pria disebelahnya berkedut."...Sebelum kamu menyuruhnya kenapa kau tak memcari calon istrimu lebih dulu...."
Pria tu tersedak,lalu memelototi teman nya."Hei kau juga belum menikah!"
Semua orang segera tertawa terbahak-bahak.
Seorang pelayan menghampiri Tuan Luo dan menyampaikan pesan dengan nada agak semangat." Tuan..Tuan Hwang sudah datang...!"
Tuan Luo segera menaruh minuman nya dimeja dan berdiri.dengan senyum diwajahnya." Hwang zin sudah disini? Cepat bawa dia masuk...."
" Hwang Zin. Sudah disisi..?." Nyonya Luo juga segera bangun dari kursinya dengan semangat.
wanita dengan gaun hijau bertanya dengan penasaran pada nyonya Luo."Nyonya siapa Tuan Hwang ini?"
"Dia anak pelayan Hwang,aku akan pergi dulu..."Jawabannya meminta maaf dan pergi ke arah meja suaminya.
Para wanita itu terkejut." Apa itu pelayan Hwang yg menyelamatkan Nyonya dan Xixi waktu diculik?"
"Benar itu dia...tapi aku tau dari Nyonya Luo bahwa Pelayan Hwang sudah meninggal beberapa bulan lalu dan meninggalkan anaknya hidup seorang diri tanpa kerabat...."
"Aih kasihan sekali..."
"Aku akan pergi dulu...." Luo xixi berpamitan pada teman-teman nya dan pergi untuk menyambut Hwang zin.
dia masih ingat bahwa paman Hwang telah menyelamatkan nyawanya dan ibunya. Luo Fei juga segera berdiri dan menemui orang tuanya.
Dan dimata semua orang yg penasaran,didepan pintu yg terbuka lebar seorang pemuda tinggi berbaju hitam dengan wajah tampan berjalan masuk dengan kotak hadiah ditanganya.
Disusul pelayan kecil yg juga membawa hadiah dengan bungkus kertas merah yg mencolok.
mata semua orang melebar!
Tuan dan Nyonya Luo juga terkejut,melihat kemurahan hati anak ini.
Luo Fei yg sudah berdiri disamping orang tuanya juga tertegun. Dia biasa membeli kertas ,kertas merah itu sangat mahal,lebih mahal dari yg biasa dia pakai untuk menulis.
Nyonya Luo merasa terharu dan tak berdaya,saat pria muda itu sampai di depan dia segera bicara."...Zin.an kenapa kamu membawa hadiah?"
" Tuan Luo, Nyonya Tuan Muda dan Nona Semoga Panjang umur....." Hwang zin memberi hormat pada mereka semuanya.
Lalu menoleh untuk menjawab pertanyaan Nyonya Luo dengan rendah hati."...Nyonya tak tak masalah, anda tau saya membuka toko dan itu berjalan dengan baik...."
"Tapi kamu tak bisa menghabiskanya dengan ini nak..."desahnya tak berdaya. Luo Fei melihat anak ini sangat baik ,bijaksana dan sopan.
Benar-benar mirip dengan paman Hwang.
" tak masalah,lagi pula saya juga ingin memberikan hadiah untuk nona dan tuan muda ..."jawaban dengan agak malu-malu.
Melihat ini mereka tak mempersulitnya lagi.
"Baiklah ayo duduk lah..." Tuan Luo meminta Hwang zin duduk dimeja yg sama dengannya.
Hwang zin meminta semua hadiah ditaruh diatas meja.Melihat ini beberapa orang segera fokus pada meja Tuan Luo.
Luo Xixi melihat kotak-kotak yg dibungkus dengan cantik itu dengan kagum."...kakak kamu membuatnya dengan bagus...!"
"Saya membungkusnya sendiri..." Hwang Zin tertawa,mengambil kotak Hadian berukuran sedang dan memberikannya pada Luo xixi.
"...saya tak pandai memilih hadiah jadi saya harap nona menyukainya...."
"Boleh aku membukanya!" Tanyanya pada Hwang zin,dia mengangguk,tapi Nyonya mencoba menolaknya." Xixi ini..."
Tapi Tuan Luo menahan lengan istrinya. menggelengkan kepalanya,lalu melihat Putri nya yg nampak bersemangat."tak apa-apa bukalah..."
"Xixi sobek lah perlahan..." ucap Luo Fei tak tahan.jangan Sampai kertas itu hancur sia-sia.
Gadis itu mengangguk dengan lucu."Aku tau saudaraku.."
Luo xixi merobeknya dengan hati-hati diujung mengikuti lipatan kertas,lalu dia melihat kotak kayu panjang ,saat dia mengeluarkan dan menarik nafas.
Semua orang punya terkejut.kotak kayu nampak mahal,lihat saya semuanya penuh ukiran yg cantik!.
Luo Xixi lalu membuka kotak dan melihat tusuk rambut perak dan liontin giok merah muda yg jarang bisa ditemui.
Ini warna Giok langka!
"Cantik sekali! Bu Lihat lah....!" Luo xixi dengan semangat berkata pada ibunya, Nyonya Luo dan lainnya melihat kotak cantik itu saja sudah terkejut apa lagi saat melihat isinya.
"Zin.an ini... terimakasih..." Dia ingin mengatakan bahwa ini terlalu mahal,tapi melihat bahwa anak ini tulus dia tak mau melukainya dengan menolak hadiahnya.
"...Nyonya saya juga memiliki hadiah untuk anda,bentuk terimakasih atas perhatian anda pada ayah saya...jadi tolong jangan menolaknya...."
Tuan Luo dan istrinya saling memandang dan merasa sedih dan terharu.
anak ini tumbuh dengan baik dan bijak sana seperti ayahnya.