NovelToon NovelToon
Gadis Milik Tuan Dingin

Gadis Milik Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Helena Fox

Aliora Amerta gadis cantik 19 tahun. Hidupnya berubah ketika pamannya berhutang besar pada Saga. Untuk melunasi hutang itu, Liora dipaksa menikah dengan Saga, pria yang sangat ditakutinya.

Sagara Verhakc berusia 27 tahun. Di dunia bisnis ia dikenal sebagai CEO jenius dan juga kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Helena Fox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19

Kamar itu dipenuhi aroma obat. Lampu redup.

Dan suasana… tegang. Liora masih terbaring di atas ranjang.

Tubuhnya sudah dibersihkan. Pakaian diganti.

Namun bekas kejadian tadi… masih jelas terlihat. Pipinya sedikit memerah.

Napasnya pelan.

Dan di sampingnya.

Saga duduk.

Diam.

Tatapannya tidak lepas dari wajah Liora. Sejak ia ditemukan. ia tidak bergerak dari sana.

Tidak pergi.

Tidak bicara. Hanya menunggu.

Beberapa menit berlalu.

Dan akhirnya. jari Liora bergerak.

Sedikit. Matanya perlahan terbuka.

Buram.

Namun perlahan jelas. Dan hal pertama yang ia lihat.

adalah Saga.

DEG.

Napasnya langsung memburu. Tubuhnya refleks menegang.

“Sa—Saga…”

Suaranya serak.

Lemah.

Namun penuh emosi. Dan tanpa berpikir. ia langsung bangkit sedikit.

Memeluk Saga.

Erat.

DEG.

Saga membeku sesaat. Namun tidak menolak. Tangannya justru langsung menahan tubuh Liora.

Menjaga.

“Sa… aku takut…” bisiknya.

Suaranya bergetar. Tubuhnya masih gemetar.

Saga tidak menjawab. Namun tangannya mengusap punggung Liora.

Pelan.

Tidak biasa.

Namun… nyata. “Aku di sini.”

Suaranya rendah.

Namun kali ini.

tidak dingin. Liora semakin mengeratkan pelukannya. Seolah takut dilepas.

Dan Saga…

membiarkan.

***

Di luar kamar, Ben berdiri.

Wajahnya gelap. Penuh tekanan. Tangannya memegang ponsel.

“Temukan siapa yang masuk ke suite.”

Perintahnya dingin. Tidak butuh waktu lama.

Jawaban datang.

Dan saat nama itu disebut. mata Ben menyipit.

“Yena…”

Suaranya rendah.

Berbahaya. Tanpa ragu,

ia berbalik. Masuk kembali Menuju kamar Saga.

***

Pintu diketuk.

“Masuk.”

Suara Saga kembali dingin.

Ben masuk.

Menunduk sedikit. “Tuan… sudah diketahui.”

Tatapan Saga berubah.

“Siapa.”

“Yena.”

DEG.

Udara di ruangan itu langsung terasa membeku. Ben bisa merasakannya.

Aura Saga,

berubah.

Total.

Lebih gelap. Lebih menekan. Lebih… berbahaya dari sebelumnya.

Liora yang masih di pelukannya,

ikut menegang. Ia menatap Saga.

Takut.

Namun Saga hanya diam beberapa detik.

Lalu..

ia melepaskan Liora perlahan.

“Di sini.”

Perintahnya pelan.

Liora menggenggam tangannya.

“Ja-jangan pergi…”

Matanya penuh cemas.

Saga menatapnya.

Beberapa detik.

Lalu.

“Sebentar.”

Singkat.

Namun cukup untuk membuat Liora perlahan melepas.

***

Beberapa menit kemudian.

di salah satu ruangan hotel. Yena sedang berdiri santai depan balkon.

Masih dengan ekspresi tenang. Seolah tidak terjadi apa-apa.

Namun.

pintu terbuka keras.

BRAAK!

Saga masuk.

Langkahnya berat. Tatapannya… mematikan.

Untuk pertama kalinya, Yena terlihat terkejut.

“S-Saga…”

Belum sempat ia berkata lebih jauh, tangan Saga sudah mencengkeram lehernya.

Keras.

DEG!

Tubuh Yena terdorong ke dinding. Napasnya tercekat.

“Berani… menyentuh dia?”

Suara Saga rendah. Namun penuh amarah yang ditahan.

“Ak-aku hanya..”

“Diam.”

Cengkeramannya semakin kuat. Mata langsung Saga gelap. Ben berdiri di belakang.

Diam.

Namun tidak menghentikan.

Karena ia tahu, ini sudah melewati batas. Saga menatap Yena. Tanpa belas kasihan.

“Kalau dia kenapa-kenapa…”

bisiknya pelan.

“…kau tidak akan hidup.”

DEG.

Tubuh Yena gemetar.

Untuk pertama kalinya, ia benar-benar takut. Saga melepaskan cengkeramannya.

Yena jatuh ke lantai.

Batuk keras. Namun belum sempat bernapas lega.

“Ben.”

“Ya, Tuan.”

“Beri pelajaran.”

Singkat.

Namun cukup membuat wajah Yena pucat.

“Sa—Saga… jangan—”

Namun..

tidak ada yang mendengar.

Ben melangkah maju. Matanya dingin.

Tanpa ragu. Tanpa belas kasihan.

Ben menarik paksa yena ke kamar mandi dan menyiksa hal yang sama yena lakukan pada liora. Bahkan lebih parah.

" ARGGH!!...." Teriak kesakitan yena terdengar sampai luar .

***

Beberapa saat kemudian.. Saga masuk ke kamar mandi berdiri di sana.

Melihat. Tanpa ekspresi. Seolah itu bukan apa-apa.

Namun di dalam dirinya. amarah itu masih ada.

Masih membara.

Dan sebelum ia pergi. ia menunduk sedikit. Menatap Yena yang sudah tidak berdaya.

“Jangan pernah… mendekati Liora lagi.”

Suaranya pelan.

Namun mengandung ancaman nyata.

“Kalau tidak…”

Ia berhenti.

Namun kalimatnya sudah jelas.

***

Saga berbalik.

Pergi. Tanpa melihat ke belakang.

Kembali.

ke satu-satunya orang. yang kini benar-benar ia jaga.

Di kamar.....

Liora masih menunggu.

Gelisah.

Takut.Namun saat pintu terbuka.

dan Saga kembali.

ia langsung merasa… aman.

Tanpa sadar.

Tanpa alasan. Dan saat Saga mendekat. Liora langsung memeluknya lagi.

Seolah itu tempat satu-satunya. Yang bisa ia percaya. Namun ia juga tahu saga orang yang sangat berbahaya.

Sementara Saga.

untuk pertama kalinya.

tidak merasa terganggu. Tidak menolak.

Karena sekarang. tidak ada lagi yang boleh menyentuh miliknya.

Siapa pun itu.

Tanpa sadar mulai tumbuh tak terkenali, Bahkan mulai menunjukkan keposesifan.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung..............................

1
park jongseong
cerita yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!