NovelToon NovelToon
Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Tiga ribu tahun yang lalu, sembilan kultivator legendaris menciptakan teknik kultivasi tertinggi: Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik ini konon bisa membawa pengguna melampaui batas Ranah Pendakian Abadi yang tidak pernah bisa dicapai oleh kultivator manapun, karena "Tribulasi Langit" selalu menghancurkan mereka yang berani mencoba.

Namun menyadari bahayanya, para pendiri memecah teknik ini menjadi sembilan gulungan dan menyebarkannya kepada sembilan klan yang mereka dirikan. Setiap gulungan merepresentasikan satu aspek naga: Petir, Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Bayangan, Ruang, dan Kekacauan.

Selama ribuan tahun, sembilan klan ini menjadi kekuatan dominan di dunia kultivasi. Namun mereka tidak pernah berani menyatukan gulungan kembali, karena legenda mengatakan: "Siapa yang menyatukan Sembilan Naga, akan menjadi Penguasa Langit atau menghancurkan dunia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 : Harga Sebuah Rahasia

“Ada apa?” bisik Zhou Ming ketika menyadari Lin Feng tiba-tiba berhenti melangkah.

“Sepertinya ada yang mengikuti kita,” balas Lin Feng pelan. “di atap gedung. Arah jam sebelas.”

Zhou Ming tidak langsung menoleh kàrena takut terlalu mencolok. Ia hanya mengalirkan indra spiritualnya dengan sangat halus.

“Iya, Aku juga merasakannya,” gumamnya. “Ranah Pembentukan Fondasi. Menyembunyikan aura dengan teknik bayangan.”

“Sekte Bayangan Naga?” tanya Lin Feng.

“Mungkin.” Zhou Ming melirik sekilas ke arah Yue Lian yang sedang berbincang dengan Xu Ling dan Yue Chen. “Kita harus kembali ke kuil sekarang.”

Namun sebelum mereka sempat bergerak, tiga sosok muncul dari tengah kerumunan, menutupi jalan mereka.

Tiga kultivator berjubah gelap tanpa lambang apa pun. Wajah mereka tersembunyi di balik topeng sederhana, namun aura yang terpancar tidak bisa disembunyikan, mereka berada di Ranah Pembentukan Fondasi, Lapisan Keempat hingga lima.

Lebih kuat dari siapa pun di kelompok Lin Feng.

“Kamu yang disana,” ucap sosok di tengah, suaranya terdistorsi oleh formasi di topengnya. “Kau akan ikut dengan kami, jangan melawan..”

Suasana pasar berubah seketika.

Kerumunan mulai menjauh, naluri mereka menangkap bahaya yang tak terlihat. Beberapa pedagang menutup toko dengan tergesa gesa. Bisik-bisik ketakutan menyebar dengan cepat.

“Siapa kalian?” tanya Zhou Ming sambil melangkah ke depan, berdiri di hadapan Lin Feng.

“Itu tidak penting,” jawab kultivator bertopeng. “Yang penting bocah itu ikut bersama kami. Jika kalian menghalangi kami, kalian akan mati.”

Yue Lian, Xu Ling, dan Yue Chen langsung bergerak, membentuk posisi bertahan yang mengelilingi Lin Feng.

“Dia teman kami,” kata Yue Lian tegas. “Dan kami tidak akan membiarkan kalian membawanya.”

Kultivator bertopeng itu tertawa, tawa yang sangat dingin.

“Lima kultivator lemah melawan tiga dari kami?” Ia menggelengkan kepalanya perlahan.

Qi mulai bergejolak di udara. Ketegangan semakin mengerikan.

Lin Feng tahu mereka tidak mungkin menang.

Tiga Pembentukan Fondasi Lapisan Keempat dan Kelima, melawan kelompok mereka yang terkuat hanya Zhou Ming di lapisan Kedua, dan dirinya sendiri di Lapisan Ketiga.

Namun mereka juga tidak bisa mundur begitu saja.

Aku harus memilih, pikir Lin Feng cepat.

Bertarung di sini dengan Risiko besar, atau ikut dengan mereka. Pada saat Lin Feng sedang berpikir keras tiba-tiba, qi yang luar biasa kuat meledak di udara.

Tekanannya membuat semua orang termasuk tiga kultivator bertopeng membeku di tempat.

Seorang wanita paruh baya berjubah putih dengan lambang matahari emas muncul begitu saja dari udara, seolah turun langsung dari langit.

Ranah Formasi Inti.

Aura-nya begitu kuat hingga udara bergetar.

“Sekte Bayangan Naga,” ucapnya dingin, suaranya seperti es yang memotong. “Berani membuat masalah di wilayah Kuil Cahaya Suci?”

Ketiga kultivator bertopeng itu mundur satu langkah tanpa sadar.

“Tetua Qing,” kata sosok di tengah, nada suaranya kini jauh lebih berhati-hati. “Ini bukan urusan kuil kalian...”

“Kultivator yang tinggal di gedung kuil kami, Itu berarti sepenuhnya urusan kami.” potong Tetua Qing.

Ia melangkah maju. Qi-nya menekan seperti gunung runtuh, membuat ketiga kultivator itu kesulitan bernapas.

“Kalian punya dua pilihan,” kata Tetua Qing dengan ketenangan yang jauh lebih menakutkan dari teriakan.

“Pergi sekarang, atau.... kalian mati disini.”

Ketiga kultivator bertopeng itu saling berpandangan. Akhirnya, yang di tengah mengangguk. Dalam sekejap mereka menghilang dalam kepulan asap dan melarikan diri.

Tetua Qing tetap berdiri hingga indra spiritualnya memastikan ketiganya benar-benar menjauh. Barulah ia menarik kembali auranya.

Pasar perlahan hidup kembali. Orang-orang menghela napas lega, dan beberapa pedagang bahkan bertepuk tangan.

“Kalian,” Tetua Qing menatap kelompok Lin Feng dengan tajam, “kembali ke gedung kuil sekarang. Dan Lin Feng, Tetua Liu ingin berbicara denganmu.”

Akhirnya mereka kembali ke kuil, dan Lin Feng menuju ruangan Tetua Liu.

Ruang pribadi Tetua Liu terasa lebih menekan dari biasanya. Tetua Liu duduk di balik meja kayu tua dengan wajah serius, sorot matanya tajam dan tenang. Di sampingnya berdiri Tetua Qing.

Lin Feng berdiri di hadapan mereka dengan punggung lurus namun hatinya tegang.

“Duduk,” perintah Tetua Liu singkat.

Lin Feng menurut dan duduk di kursi yang disediakan.

“Tiga kultivator dari Sekte Bayangan Naga mencoba menculikmu di tengah pasar,” kata Tetua Liu tanpa basa-basi. Suaranya datar, namun setiap kata terasa berat. “Itu sudah cukup jelas, kau adalah target utama mereka. Jadi sekarang, tidak ada lagi rahasia. Katakan pada kami kenapa mereka mengincarmu?”

Lin Feng terdiam. Pikirannya berputar cepat, menimbang pilihan yang ada. Berbohong terasa tidak pantas, Namun diam saja berarti menutup jalan bantuan yang mungkin sangat ia butuhkan.

Akhirnya ia memilih jalan tengah.

“Karena Qi-ku,” ujar Lin Feng pelan. “Aku memiliki kemampuan yang tidak biasa. Dan Sekte Bayangan Naga serta Klan Langit Biru menganggapku sebagai ancaman.”

“Kemampuan apa?” tanya Tetua Qing, suaranya terdengar tenang, namun matanya mengamati tanpa berkedip.

“Aku bisa menggunakan banyak elemen,” jawab Lin Feng hati-hati. “Bukan satu. Bukan dua. Tapi… lebih dari itu.”

Kedua Tetua saling berpandangan, ekspresi mereka berubah samar.

“Berapa banyak?” tanya Tetua Liu.

Lin Feng menarik napas dalam-dalam.

“Sembilan.”

Keheningan langsung menyelimuti ruangan.

Lalu Tetua Qing tertawa yang penuh dengan ketidakpercayaan.

“Haha, Sembilan elemen? Kau bercanda?”

“Tidak Tetua.”

“Coba tunjukkan kepadaku,” perintah Tetua Liu tanpa ragu.

Lin Feng mengangkat tangan kanannya. Dengan konsentrasi penuh ia mengalirkan qi dari dalam tubuhnya. Perlahan, sembilan bola kecil muncul melayang di atas telapak tangannya.

Merah menyala milik api.

Biru jernih milik air.

Cokelat pekat milik tanah.

Perak lembut milik angin.

Emas bersinar milik cahaya.

Hitam pekat milik bayangan.

Ungu beriak milik ruang.

putih kebiruan berderak milik petir.

Dan di tengahnya, satu bola dengan warna yang terus berubah rubah tidak tetap, milik Kekacauan.

Sembilan elemen itu melayang dalam harmoni sempurna, saling melengkapi satu sama lain.

Mata kedua Tetua itu membelalak.

“Gulungan Naga Kekacauan…” bisik Tetua Liu lirih. “Kau adalah pemegang salah satu gulungan, apalagi gulungan itu adalah Gulungan Naga Kekacauan.”

Lin Feng tidak mengiyakan, namun juga tidak menyangkal. Diamnya saat ini sudah cukup sebagai jawaban.

“Gulungan Kekacauan,” ucap Elder Qing. “Satu-satunya gulungan yang hilang. Dan satu-satunya yang mampu mengharmoniskan seluruh elemen.”

Tetua Liu berdiri dan berjalan menuju jendela, menatap Kota Qingshui yang diterangi cahaya lentera di luar sana.

“Ini akan mengubah segalanya,” gumamnya pelan. “Jika Klan Langit Biru mengetahui kau memiliki gulungan itu, mereka tidak akan berhenti. Mereka akan mengirim pembunuh yang semakin kuat… sampai mereka mendapatkannya.”

“Aku tahu,” kata Lin Feng. “Itulah alasan aku tidak ingin menyeret kuil.”

“sudah terlambat,” potong Tetua Qing. “Mereka sudah melihat kami melindungimu. Kuil sudah terlibat saat ini.”

Ia menatap Lin Feng tajam, seakan menilai ulang sosok di hadapannya.

“Tapi dengarkan baik-baik. Jika kau benar-benar pemegang Gulungan Naga Kekacauan, maka kau bukan sekadar target. Kau adalah aset yang sangat berharga bagi kuil. Bahkan bagi seluruh pemegang Gulungan Naga. Bahkan bagi dunia itu sendiri.”

“Apa maksud Tetua?” tanya Lin Feng.

“Kami tahu legendanya,” ujar Tetua Liu sambil berbalik. “Tentang pengumpulan sembilan gulungan. Tentang terciptanya sistem baru saat tatanan lama mulai runtuh. Kami mengira itu hanya dongeng. Namun jika kau ada di sini…”

“Maka legenda itu mungkin nyata,” sambung Tetua Qing. “Dan kau bisa menjadi kunci untuk menyelamatkan dunia dari bencana besar yang akan datang.”

Lin Feng tidak terkejut dengan perkataan seperti itu.

“Keputusan kami sudah bulat,” lanjut Tetua Liu dengan tegas. “Kau akan tinggal di gedung kuil di bawah perlindungan kami. Dan Kami juga akan melaporkan masalah ini terlebih dahulu ke kuil pusat. Dan kami pastikan Sekte Bayangan Naga tidak dapat menyentuhmu.”

“Sebagai gantinya,” tambah Tetua Qing, “kau akan bekerja sama dengan kami. Berbagi informasi tentang gulungan. Dan ketika waktunya tiba kami akan membantumu mengumpulkan yang lain.”

“Kenapa?” tanya Lin Feng. “Kenapa kuil mau membantuku sejauh ini?”

“Karena kau adalah harapan. Dan Kuil Cahaya Suci memahami arti melindungi masa depan.” Jawab Tetua Liu tenang.

Lin Feng terdiam sejenak, lalu berkata dengan suara mantap.

“Baik. Aku akan bekerja sama. Tapi dengan satu syarat.”

“Apa itu?”

“Yue Lian dan kelompoknya tidak boleh mengetahui semuanya. Hanya hal-hal yang perlu mereka ketahui agar tetap aman. Aku tidak ingin mereka terseret lebih jauh.”

Tetua Liu tersenyum tipis. “Kami setuju.”

“Kecuali Yue Lian,” tambah Tetua Qing dengan senyum samar yang sulit diartikan. “Gadis itu terlalu tajam. Cepat atau lambat dia akan menyadarinya sendiri.”

Lin Feng mengangguk pelan.

“Pergilah,” kata Tetua Liu. “Istirahatlah, besok kita mulai membahas strategi jangka panjang.”

Lin Feng membungkuk hormat dan melangkah keluar. Di koridor, ia bersandar pada dinding menarik napas panjang.

beberapa waktu lalu, aku sendirian, pikirnya.

Sekarang ia memiliki mentor, sekutu, dan perlindungan dari sebuah kekuatan besar.

Namun bersamaan dengan itu, ada pembunuh yang mengincarnya dan tanggung jawab untuk menyelamatkan dunia.

Hidupnya menjadi jauh lebih rumit.

Namun untuk pertama kalinya… Lin Feng tidak merasa menanggung semua kerumitan itu sendirian.

1
Green Boy
lanjut lagi thor
Green Boy
semangat thor💪💪💪
Green Boy
semangat thor💪💪💪💪
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
Arinto Ario Triharyanto
Yoi, MC terlalu naif, kyknya kalahan ini mah kalo tarung, apalagi sama cewek, Cemen 😄
rozali rozali
lanjut thor.
💪💪💪💪
Muh Nasrun
Thor, kenapa harus mencuri pil hanya utk meningkatkan kultivasinya, ini ga benar, kalaupun bisa tambah kuat tapi dgn cara yg tdk benar.
Arinto Ario Triharyanto
kebanyakan mikir lu Feng 🤣
Celestial Quill: masih belum pede dengan kekuatannya.😄
total 1 replies
Muh Nasrun
Tingkatan ke 3 tetapi bisa bertarung dgn level 8, apa2an ini, terlalu sekali, lebih baij tdk perlu ada level thor, tdk berguna level,kalau di cerita silat yg lainnya itu spt semut ketemu gajah, terlalu jauh rananya.
Celestial Quill: saya luruskan sedikit ya, Zhao Ming yang Lapisan Ketiga kenapa bisa bertarung dengan lapisan keenam atau Kedelapan bukan karena Lapisannya, melainkan karena teknik tempur nya kuat, tetapi ia tidak bisa bertarung dengan lama melawan lapisan yang lebih tinggi, karen Qi yang di milikinya terbatas berbeda dengan Lapisan yang lebih tinggi.🙏
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
bagus, lanjutkan
Celestial Quill: Siap🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!