NovelToon NovelToon
Takdir Alina

Takdir Alina

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi
Popularitas:469
Nilai: 5
Nama Author: Nur Mei

seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi

hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi

bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Novi berniat mendekati Devano

Alina akhirnya langsung bekerja tanpa ada syarat apapun karena Alina masih polos, Alina tak merasa takut di tempat ini yang sebenarnya banyak yang mabuk di tempat ini Alina bekerja seperti biasa hingga ada yang natap nakal Alina karena pakaian Alina walaupun sederhana tapi entah kenapa mengundang mata nakal..

"hy cantik, kamu pasti karyawan baru?"tanya Saka membuat Alina ngangguk.

"Iya tuan!"jawab Alina dengan tersenyum membuat Saka menatap.

"Gadis ini cantik juga, dan menarik,"gumam Saka dengan tersenyum nakal.

Alina pun pergi meninggalkan Saka karena harus antar ke pelanggan lain, namun tiba-tiba Alina di tarik oleh seseorang membuat Alina kaget ternyata yang menariknya adalah Devano membuat Alina menghela nafas dirinya pikir siapa karena main tarik dengan kas4r pula..

"Tuan Devano, kenapa buat kaget saja!"celetuk Alina membuat Devano menatap Alina.

"Kamu ngapain kerja disini, ingat kamu harus kerja dengan saya!"tegas Devano membuat Alina menghela nafas.

"Untuk sementara aja, nanti juga saya keluar dari sini!"ucap Alina membuat Devano natap tajam.

"Saya ngga mau tau!"tegas Devano membuat Alina menghela nafas.

"Baiklah.. Saya akan, berhenti kerja disini!"ucap Alina membuat Devano ngangguk.

Devano sebenarnya sengaja lakukan ini agar Alina tak kerja di tempat ini karena bahaya, apalagi Alina gadis ini sangat polos ngga tau ini tempat seperti apa dan pelanggan semua banyak yang mabuk seperti Saka, sebenarnya dirinya pernah mabuk tapi ngga seperti temannya itu..

"Yaudah.. Silahkan sekarang pulang!"pinta Devano membuat Alina ngangguk saja..

"Kenapa sih, dia larang aku kerja menyebalkan!"gumam Alina.

"Dasar Saka, masih kecil gadis tapi Saka menatap nya seperti kucing lihat tikus yaampun!"gumam Devano merasa tak habis pikir.

_

_

_

Devano pun kini pulang kerumahnya dan masih ada pesta membuat nya menghela nafas, sebenarnya malas datang tapi ingin istirahat karena sudah mengantuk jam pun sudah lumayan malam Namun saat Devano hendak masuk rumah dirinya melihat ada Novi..

"Ehh.. Devano, lihat ada Novi!"ucap Vania membuat Devano ngangguk saja.

"Aku tau mah.. Mata ku ngga buta!"ketus Devano dengan datar.

"Ehh.. Mau kemana?"tanya Vania membuat Devano menghela nafas.

"Kekamar lah!"jawab Devano membuat Vania menghela nafas.

Vania merasa kesal dengan sikap putranya yang seperti ini pada tamu benar benar menyebalkan, Vania tau Devano ngga mau di jodohkan oleh siapa pun tapi dirinya ingin punya cucu dari putra nya itu setidaknya Devano akan menikah dengan anak pengusaha bukan seperti dulu....

"Percuma Mah, kalo memaksa Kak Devano ngga buat kakak nurut!"ucap Devina membuat Vania menghela nafas.

"Maafkan.. Atas kesalahan Devano ya nak!"ucap Vania dengan satukan tangan.

"Ngga apa, mungkin Devano perlu waktu!"ucap Novi membuat Vania ngangguk.

Novi sebenarnya bingung kenapa Devano begitu cuek dengan nya padahal Novi merasa dirinya sudah cantik tapi tetap tak buat Devano melirik nya, apa mungkin Devano masih tak bisa melupakan mendiang sang istri hingga hati nya sekeras ini tak bisa Novi luluh kan..

"Dia pasti nanti luluh, dengan ku karena istrinya pun biasa aja!"gumam Novi dengan tersenyum.

"masih ingin, dekat dengan kakak ku ?"tanya Devina membuat Novi ngangguk.

"pasti nanti, suatu saat luluh,"jawab Novi membuat Devina tersenyum rasanya ingin tertawa.

"Sangat percaya diri dia, jangan sampai dia jadi kakak iparku Astaga!"gumam Devina.

Sementara itu Devano sedang di kamar nya bersiap tidur karena sudah lumayan malam, lalu menatap jam dinding nya ternyata sudah lumayan malam walaupun besok Minggu tapi Devano malas ikut pesta keluarga nya merasa tak penting pasti pembahasan nya tentang perjodohan..

"memang menyebalkan, orang tua selalu mencoba jodohkan diriku padahal aku, sama sekali tidak tertarik!"gumam Devano.

"Kak, kamu di suruh ke bawah!"ucap Devina membuat Devano menghela nafas.

"Bilang saja, kakak sudah mengantuk dek!"ucap Devano membuat Devina ngangguk saja.

"Huft.. Kenapa sih pemaksaan, dasar orang tua!"gumam Devano dengan sebal.

__

__

__

PAGI HARI KEMUDIAN..

Matahari terbit cahaya masuk ke jendela kamar Alina dan tiba tiba dirinya di siram air oleh Gayatri membuat Alina kaget, lalu terbangun karena air nya begitu dingin apalagi masih sangat pagi tapi udah di siram air benar benar, bibinya seperti tak punya hati Alina padahal ngga pernah melawan..

"cepat buatkan sarapan pagi!"perintah Gayatri membuat Alina ngangguk.

"iya bi, aku siap siap dulu!"ucap Alina dengan tersenyum.

Saat Gayatri pergi Alina pun segera turun dari tempat tidur nya sambil megangi kepala nya yang begitu pusing, karena tadi di siram air es sungguh jahat sekali bibinya namun Alina tetap terima karena sudah biasa dirinya seperti ini sejak kecil mungkin Alina di perlakukan seperti ini..

"Duhh.. Anisa malah ajak ketemuan!"gerutu Alina dengan sebal.

"nanti deh, setelah selesai mengerjakan semuanya,"gumam Alina dengan menghela nafas.

"Alina, ayo buat nasi goreng!"perintah Kayla membuat Alina ngangguk.

Alina segera ke dapur membuat nasi goreng untuk keluarga bibi nya walaupun masih mengantuk tapi tahan saja, lagian ini pun sudah pagi ngga mungkin tidur lagi bisa bisa bibinya marah besar karena pekerjaan rumah masih banyak yang harus di kerjakan olehnya..

"Semoga enak, aku cicip dulu deh!"celetuk Alina dengan tersenyum.

_________________________________________________

Sementara itu di kediaman keluarga Dirgantara, Devano sedang berolahraga lari pagi seperti biasanya setiap hari Minggu, Mungkin nanti akan nge-gym udah lama tak olahraga gym karena saking sibuk nya di kantor sampai lupa olahraga setiap pagi dulu sering bersama istrinya..

"Kak Devano, akhirnya mau olahraga bersama ku!"celetuk Devina membuat Devano menoleh.

"Ehhmm.. Sorry, kakak selama ini sibuk,"ucap Devano membuat Devina ngangguk.

"Aku mengerti kak!"ucap Devina membuat Devano ngangguk.

tiba tiba saja bertemu Novi di jalan saat sedang jalan pagi membuat Devano menghela nafas lalu memasang wajah datar, agar Novi saat mau jodohkan justru menolak karena sikap nya yang dingin seperti ini namun justru Novi merasa di tantang oleh Devano..

"Hy Dev!"sapa Novi dengan tersenyum.

"Hemm.. Iya!"Sahut Devano.

"Kamu lagi olahraga ya?"tanya Novi membuat Devano menghela nafas.

"Menurut kamu, yang kamu lihat saya sedang apa Novi?"tanya Devano membuat Novi mendengus.

"Olahraga!"jawab Novi membuat Devano ngangguk saja dengan wajah datar.

Devano pun pergi meninggalkan Novi memasuki rumahnya merasa obrolan nya tak penting bersama Novi, mungkin Novi ingin dekati dirinya tapi Devano pria yang susah jatuh cinta apalagi Istrinya sudah meninggal dulu Devano sangat penyayang tapi sekarang berubah saat sang istri tiada di tambah hubungan nya tanpa restu oleh kedua orang nya hingga membuat Devano seperti sekarang..

"berusaha membuat ku, setuju menikah itu hanya khayalan saja karena aku tak mau menikah lagi!"gumam Devano dengan tersenyum sinis.

1
No4h
kaa? keren banget nyusun kata katanyaa!! 🤭
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"
Nur Mei: hehe ok
total 1 replies
Ariany Sudjana
kamu harus tegas devano terhadap pelacur murahan yang ga tahu diri itu, seperti Novi
Ariany Sudjana
Oh jelas, Novi kan jalang murahan 🤣🤣 beda dengan Alina, perempuan baik-baik dan mandiri
Nur Mei
terimakasih sudah mampir kak
Ariany Sudjana
ini lagi pelacur murahan mau sok bersihkan ruang kerja devano, padahal otaknya kosong
Ariany Sudjana
devano kan banyak punya anak buah kenapa ga suruh anak buahnya cari fakta soal di jalang murahan Novi? karena Novi pasti mau menjebak devano, supaya dia bisa jadi nyonya besar di keluarga devano,
Ariany Sudjana
benar-benar yah Alina ini, sudah dikasih nasehat sama devano, ga mau nurut, pantas saja mudah dibodohi bibinya dan Kayla
Ariany Sudjana
Alina kamu ini bodohnya kebangetan, sudah tahu bibi kamu itu dan Kayla jahat, masak kamu percaya sekali dengan omongan mereka? pantas saja kamu gampang sekali dibodohi mereka, kamu ga pernah belajar dari masa lalu kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!