Wang Ryu, seorang pria modern, tiba-tiba menemukan dirinya terlempar ke masa lampau, lengkap dengan status setengah dewa yang misterius.
Di dunia yang asing ini, di mana kelangsungan hidup adalah prioritas utama, Wang Ryu memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya dari masa depan untuk membangun sebuah bisnis.
Dengan kecerdikan dan sedikit sentuhan magisnya sebagai setengah dewa, dia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merubah tampilan
"Yao apa rambut dan mataku bisa diubah..?" Hampir 1 tahun 7 bulan dia tak bisa terus menyembunyikan wajahnya.
Gemercik! _Ada bisa mengubahnya tuan!_
Jadi Wang Ryu pergi ke kamar, berdiri dicermin dan menyentuh rambutnya, perlahan rambut beruban menjadi hitam dan dia merasa ini adalah warna rambut aslinya.
Saat dia memejamkan mata beberapa saat,lalu membukanya.
warna matanya berubah menjadi biru pudar,jika dia berdiri di bawah cahaya matanya berkilau biru namun saat dia ditempat gelap matanya berwarna hitam.
Walaupun tak bisa mengubahnya menjadi hitam sempurna dia tetap puas saat ini.setidaknya dia tak perlu memakai topi lagi.
Jadi saat Zhang xixi dan Zhang Fei pergi bersama saudara untuk membeli kue,dia terkejut melihat seorang pria muda duduk di dalam toko ,mengawasi para pegawai.
Bukan hanya mereka berdua,tapi para pelayan yg selama ini bekerja padanya juga terkejut.
apa lagi memang selama ini Tuan muda tak pernah menunjukkan wajahnya pada mereka sama sekali.
Dan sebagai pelayan mereka juga tak berani bertanya dengan santai pada paman Feng apa lagi Tuan muda.
" Tuan muda..."sapa paman Feng saat melihat keduanya.
Zhang Fei mengalihkan pandangannya pada Pria tua itu dengan ragu-ragu." Paman beri kami susu buah persik 5..."
Dia menyerahkan Kotak kayu padanya,yg harus dibawa saat mereka membeli kue lagi,jika tidak pelayan toko hanya bisa menyimpan kue dikeranjang bambu dan itu beresiko merusak kue nya.
Tentu sama semua orang tak menginginkan hal itu,jika mereka lupa membawa kota kayu yg sudah didapat mereka hanya bisa kembali pulang untuk mengambilnya.
"Baiklah tunggu sebentar... pelayan ming 5 kue persik!" Teriaknya ke arah dalam toko, pelayan segera menjawab'baik' mengambil kotak kayu dari paman Feng dan mulai mengemas kue nya.
"Paman Feng dimana Tuan muda anda?" Tanya Zhang xixi ,namun dia sesekali melirik ke arah pria tampan yg duduk dengan santai dimeja makan didalam toko.
Paman Feng melihatnya dengan wajah lucu."...ah.. bukankah tuanku disini...?"
Zhang xixi dan Zhang Fei terkejut, ternyata dia benar-benar tuan muda Wang!."Dia...tuan muda Wang?"
Paman Feng melambaikan tangannya dengan santai."Hei ceritanya panjang,tapi dia memang Tuan muda kami.....nah ini pesanan mu,total 1 tael!"
Mereka membayar dan kembali pulang dengan agak linglung.sampai rumah mereka segera menceritakan apa yg mereka liat ditoko tdi.
"Tuan memberitau kami bahwa kekuatannya disegel oleh dewa Cahaya karena dia melakukan kesalahan, membuatnya tak bisa membuatnya berubah...."ucap Zhang Peng pada keduanya.
"Jika dia sekarang bisa seperti kita,maka artinya kekuatan' nya telah dikembalikan...?"tanya Zhang Fei pada ayahnya,pria itu mengangguk.
"Lalu apa dia akan pergi?" Tanya Zhang xixi melihat ke duanya dengan bingung.
keduanya tertegun."Apa?"
"Bukankah tugasnya selesai?"jelas ya lagi, artinya Dewa surgawi akan kembali ke tanah Surgawi dan meninggalkan dunia ini.
Ke tiganya tiba-tiba terdiam.
Wang Ryu yg sibuk menghitung uang, tak akan mengira klau dikeluarga Zhang sedang dibuat bingung karena memikirkannya.
Dia membuat kue sebanyak 32 nampan yg berisi 480 kue,cemilan kering 100 bungkus dan 60 tabung x8 cangkir\=480 +480\=960 \= 192.000 tael.
Dia memotongnya untuk pekerja masing" 1.500 , sejak toko ramai dia menaikkan gaji mereka.untuk Bibi dan Yong il 1.500 yen dan Pelayan Ming Dan Xing 1.800 yen.
Bulan sudah memasuki musim dingin,dan Wang Ryu berniat libur selama 2 hari dan mengajak para pekerja membeli pakaian.
Jadi sabtu pagi,Paman Feng duduk bersama Yong il didepan menjadi kusir kuda,dan didalam gerbong ada Bibi Meng dan Ming dan Xing juga Wang Ryu.
Mereka ke pusat pasar kota yg dekat dengan alun-alun kota, paman Feng memarkirkannya ditempat kereta biasanya diparkir.
Semua orang turun dan berjalan dibelakang Wang Ryu dengan rapi,kondisi pasar cukup ramai apa lagi para pedagang yg menjual makan hangat.
" Bos....!." Teriak paman Feng memanggil pemilik toko.pria lansia keluar dan melihat bahwa itu rombongan pelanggan lamanya."Ah tua muda Wang anda disini...!"
Alasan kenapa Dia tak terkejut dengan tampilan Wang Ryu yg tanpa topi,itu karena setiap kali dia membeli sesuatu dipasar Wang Ryu akan mengubah penampilan namun saat memakai topi tampilkan akan kembali seperti semula.
"Biarkan mereka memilih dan tolong buatkan pakaian langsung..."ucapnya dengan suara lembut.
"...Baik-baik ,kalian silahkan kesini...."yg lain segera mengikuti pemilik toko mereka mengukur baju secara bergantian.
Biasanya Wang Ryu akan membeli kainnya saja dan meminta bibi-bibi disebelah untuk menjahit kan pakai,tapi usia wanita semakin tua,dia bahkan tidak bisa melihat lubang jarum lagi.
Jadi dia meminta boss untuk menjahit kan pakai jadi sekaligus.Wang Ryu berkeliling arena toko dan berhenti digulungan kain-kain tebal untuk baju hangat.
Dia menyentuh kain tebal yg cocok untuk musim dingin.dia berbalik pada pelayan toko yg mengikutinya."...bawa kain ini,untuk mantel hangat, 5 orang berapa panjang kain yg dibutuhkan?"
"10 meter sudah cukup,tuan anda bisa membuat mantel hangat jenis jubah agar lebih leluasa saat bergerak..."saran pelayan itu dengan sopan
Wang mengangguk dan meminta mereka memberikan warga hitam untuknya,agar tak mudah terlihat kotor' saat dipakai.
Pelayan itu mengangguk cepat dan mencatatnya, bagaimana pun Tuan muda Wang adalah pelanggan setia toko mereka.
Dia membeli semua kain seperti membeli bakpao,tak pernah pelitt atau menawar harga yg tak masuk akal'.
"apa kalian sudah memilih kainnya?" Wang Ryu kembali ke arena depan,dan melihat semua nya sudah selesai mengukur.
"...kami sudah memilih Tuan..."
Wang Ryu melihat bahwa kain-kain yg mereka ambil jenis standar tak murah dan tak mahal ,mereka masih tau yg namanya sopan santun dan tak serakah.
Walaupun Wang Ryu sendiri sebenarnya tak mempermasalahkan jika mereka mengambil kain yg lebih mahal.
Pakaian baru bisa diambil 2 Minggu lagi,jadi mereka pergi ke toko sepatu yg tak jauh dari toko sebelum nya.
Seperti toko sebelum nya paman Feng masuk lebih dulu."Boss ada disini?"
Pria dengan mata kecil segera keluar dengan langkah cepat.melihat pelanggan lama pria itu tersenyum dengan gigi terlihat."....ah paman Feng ,ini Tuan muda anda jarang terlihat...."
"Terlalu sibuk ditoko,paman tolong ukur mereka dan buatkan sepatu untuk mereka...."Ucap Wang Ryu menunjuk pada para pelayannya.
"...tentu-tentu...meimei kemarin lah dan bantu mengukur tamu....!" Boss itu segera meminta putri nya menjamu tamu-tamu itu.
Seorang gadis dengan pipi cabi keluar dari dalam toko dan mengundang mereka mengikutinya." Pelanggan silahkan...."
Pelayan Ming,Xing Bibi Meng dan Yong il segera mengikuti gadis itu kedalam blok toko lainnya. Rak-rak sepatu berjajar dengan rapi dan bersih.
Dikediaman Jendral tua.siang hari.
Dia mendongak melihat putra bungsunya dengan terkejut. "Siapa yg datang?"
"Sepertinya itu prajurit istana pangeran ke 2....."ucap Zhang Zen dengan wajah buruk.
Ekspresi Jendral tua juga tak baik.ucapnya."...itu pangeran ke 2 ayah..."
"Biarkan dia masuk..." Jenderal Meminta putranya mengundang pangeran ke 2 masuk ke halaman nya, tak lama pria muda dengan wajah lembut dan senyum tiba.
"Pangeran ke 2...."sapa Jenderal Tua dengan sopan. Pria muda itu memberinya hormat."Paman, bagaimana kabar mu?"
"Baik ..apa ada masalah di istana ..?"tanyanya langsung, setelah pangeran ke 2 duduk.pria itu mengerutkan bibirnya terlihat ragu berbicara.
Melihat ini ekspresi Jendral tua agak tak sabar ,namun dia berusaha menekan nadanya saat berbicara."Ada apa?"
"Apa ....anda bertemu dengan Dewa surgawi?"Alis Jendral tua mengerut.
kenapa berita ini sampai pada pangeran ke 2,lalu dia ingat saat Tuan Muda bertamu pangeran ke 3 disana dan cucunya menyebut Tuan muda penipu.
Melihat wajahnya, pangeran ke 2,Ning An segera tau bahwa hal ini benar.
"Paman apa aku bisa bertemu dengan nya?"
"Ini bukan masalah bisa atau tidak, tapi itu bukan kehendak ku..."jelasnya dengan alis mengerut. Pangeran ke 2 berkata tidak-tidak apa-apa dan tetap ingin mengantarkan pergi.
Jadi jenderal Tua tak memiliki pilihan lain selain pergi ke rumah Wang Ryu.