Elang Erlangga seorang mafia kejam berdarah dingin. Suatu malam Erlangga di kepung oleh para musuhnya di kota Jogja, saat sedang menjalankan sebuah misi untuk mencari ibu nya. Karena kebocoran informasi pada tentang keberadaan nya, dia nyaris mati. Untung nya dia di selamatkan oleh seorang gadis desa baik hati. Tersentuh akan kebaikan dan kelembutan sang gadis desa. membuat Elang ter obsesi untuk bisa memiliki gadis desa tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2
"Aku sudah menyelesaikan semua misi yang kau berikan. Sekarang giliran Daddy yang harus menepati janji untuk mengizinkan ku mencari mommy." Kata elang menagih janji.
Chao Jinggou terdiam sejenak. "Baiklah, Daddy izinkan kamu mencari wanita busuk itu. Tapi selesaikan misi terakhir dari Daddy. Setelah itu, Daddy akan membelikan tiket dan menyiapkan segala keperluan mu di sana."
"Apa misi terakhir itu Daddy?"
Chao Jinggou tersenyum miring penuh perhitungan. " Hancurkan markas black Tiger dan rampas wilayah kekuasaannya!"
Elang tercengang, apakah Daddy nya ini, ingin membunuhnya dengan cara yang halus. Pasalnya Black Tiger adalah klan mafia yang tak kalah kuat dan kejam, dan yang terpenting. Mereka adalah musuh abadi klan nya ya itu jīn lóng. "Daddy ingin membunuh ku?"
Chao Jinggou tertawa terbahak lalu dengan cepat berubah datar dan serius kembali. " Daddy yakin kamu mampu!"
Elang menghela nafas pasrah. Baiklah jika itu memang menjadi syarat, untuk dia bisa terbebas dari penderitaan yang di deritanya. Mungkin ini adalah harga yang impas. Elang segera bangkit dari sofa dan Segera keluar dari tempat kerja sang ayah.
Setelah kepergian Elang. Chao Jinggou mengetuk-ngetuk meja kerjanya yang terbuat dari kaca. Lalu membuka laci di bawah meja itu, yang berisi sebuah foto keluarga nya. Di usapnya foto yang sudah berdebu itu.
Foto tersebut kembali terlihat jelas. Di sana ada foto dirinya yang merangkul mesra istri nya yang menggendong putra semata wayang mereka Elang Erlangga. Chao Jinggou menghela nafas berat.
"Dia sama keras kepala nya dengan mu. Tapi aku tak akan membiarkan dia pergi dari sisiku seperti mu, Meski aku harus melihat dia terluka." Seru Chao Jinggou pada foto yang tidak mungkin bisa menjawab dan mendengar perkataan nya.
*
*
Elang telah siap dengan formasi, yang telah ia rancang dengan sangat hati-hati bersama para anak buah nya. Dia harus benar-benar extra hati-hati dalam bertindak. Dan Elang juga menekankan hal yang sama pada para bawahannya. Karena musuh yang telah mereka hadapi adalah musuh terberat. Dengan kekuatan yang tak kalah hebatnya dengan Klan mereka.
Beberapa anak buah Elang, telah berhasil mengalihkan perhatian para anggota black tiger, Setelah mereka terkecoh. Anggota sniper handal klan nya, segera menyerang dari atap gedung dan bersembunyi dengan sangat baik. Elang segera menyusup masuk bersama dua rekannya. Dan meletakkan beberapa bom di area-area tertentu. Dan mereka segera bergegas keluar.
Namun sungguh sangat di sayangkan, belum sampai mereka bertiga keluar, mereka telah di hadang oleh sang pemimpin klan Black Tiger yaitu Hàoyǔ bersama beberapa anak buah nya. "Wah..Wah.. Siapa ini, putra Chao Jinggou' Sungguh kau mempunyai nyali yang besar. Bunuh mereka!!" Perintah nya pada para anak buah nya. Dan terjadilah peperangan sengit. Tembakan dari dua belah pihak yang saling bersautan. Karena bala bantuan dari kubu Elang pun telah tiba. Elang segera meng aktifkan Bom-bom tersebut. Setelah memastikan, pasukan nya telah menjauh dari area gedung, yang menjadi markas black tiger.
Bom.. Bom.. Bom..
Gedung tersebut langsung meledak dengan sangat dahsyat. Puing-puing nya berhamburan di mana-mana. Hampir-hampir Elang ikut tersambar oleh ledakan api tersebut. Namun dengan gerakan cepat dan lincah, Elang melompat jauh dari gedung yang hangus itu. Dan Hàoyǔ mati terkena ledakan tersebut. Bersama beberapa anak buah black tiger.
*
*
Seperti janji sang ayah, Elang telah di siapkan pesawat pribadi menuju ke Indonesia. Dan tempat tinggal Serta kebutuhan lainnya, telah Chao Jinggou siapkan. Chao Jinggou mengira Elang tidak tau letak tempat tinggal Sang istri. Namun ternyata Elang mengetahu, bahwa Mommy nya berasal dari Jogjakarta Indonesia. Jadi ketika ayah nya mengirimkan nya di Jakarta, dan telah menyiapkan Mansion mewah di sana. Elang dengan kesadaran penuh, memilih menaiki pesawat lokal Indonesia, dari Jakarta menuju ke Jogjakarta.
*
*
Kesan pertama yang Elang dapat ketika tiba di jogjakarta adalah suasana kota yang santai, serta kentalnya nuansa budaya dan sejara. Ketika ia tiba di kawasan Malioboro, ia di sambut dengan seniman jalanan suara musik gamelan, beberapa tarian tradisional, dan pelukis jalanan. Sungguh membuat Elang terpukau.
Elang telah lama belajar bahasa Indonesia. Jadi ketika dia sampai di Indonesia. Elang tak lagi kesulitan untuk berinteraksi dengan penduduk lokal. Tujuan nya adalah desa Sleman Jogjakarta, di sana lah kampung halaman sang mommy.
Elang bertanya pada seorang kakek pelukis. "Permisi pak, mau numpang nanya, kalau mau ke seleman, dari sini naik apa ya?" Tanya Elang dengan sopan. Kakek itu mendongak ke arah Elang dan membenarkan kacamata bulat nya. "kamu bisa naik bis tran
Untuk sampai ke sana." Tunjuk sang kakek pada halte bus yang cukup ramai. Tanpa Elang sadari ada beberapa orang yang sedang mengintai setiap pergerakan nya.
Elang menaiki bus tersebut, yang padat penumpang. Seumur hidup, baru kali ini Elang naik bus dan berdesak-desakan seperti ini. Panas, pengap sungguh membuat nya tak nyaman.
Elang telah sampai di halte Godean, desa di mana sang Mommy lahir dan di besarkan. Bagaimana Elang bisa tahu? Jawaban nya adalah, sang mommy pernah menceritakan tentang masa kecil nya di desa Godean. Dan Elang yang cerdas dapat mengingatnya hingga sekarang. Turun dari bus Elang langsung memuntahkan semua isi perut nya, sepertinya dia tidak kuat naik kendaraan umum.
Tubuh sedang lemas dan tidak fit, Elang malah di kepung oleh beberapa orang berbaju hitam, dan Elang sangat hafal betul dengan jaket yang di kenakan mereka. Hari sudah gelap, dan kawasan ini sedikit sepi. Elang di keroyok seorang diri. Rupanya Kepergian nya ke negara Indonesia telah di ketahui oleh Klan Tiger, mereka sengaja membuntuti Elang hingga sampai di desa tersebut.
Seorang pemuda yang umumnya sepantaran dengan nya, keluar dari mobil mewah. Pandangan nya menusuk, memandang Elang penuh dendam dan kebencian. "Lihat siapa ini? Oh, tuan muda Elang yang terhormat, ternyata!! Tempat ini memang sangat cocok untuk pria kampung seperti mu, Aku akan membantu mu menetap di sini." Pria itu menyeringai lebar lalu melanjut kan perkataan nya. "Di dalam tanah!!"
Dan dia segera menyerang bersama para anggotanya, Elang yang sedang lemah dan seorang diri. Tentu kalah talak. Tubuhnya terdapat berbagai luka sayatan. Dia benar-benar sudah tak kuat lagi, seolah-olah kematian sudah berada di depan mata. tanpa mereka semua sadari ada seorang gadis kecil yang sedang lewat, dan menyaksikan pengeroyokan itu. Lantaran rasa uba dan rasa kemanusiaan yang tinggi. Gadis manis tersebut menutup wajahnya dengan sebagian jilbab segitiga yang ia kenakan.
Dan dengan nekat menyerang mereka. Merasa tak mungkin dapat mengalahkan mereka semua, gadis manis itu langsung mengeluarkan semprotan berisi air cabai dan menyemprotkan ke arah mata mereka semua. Mereka yang kelimpungan, karena matanya terasa perih dan panas. Di saat itulah gadis manis itu memapah Elang dan membawa nya untuk pergi dan bersembunyi. Meski dia sangat kesulitan untuk membantu Elang, karena Tubuh Elang tinggi dan gagah. Sedangkan dirinya begitu mungil. Elang mengetahu ke sulitan gadis penolong nya itu. Dan menggunakan kekuatan nya sendiri untuk melangkah. Agar gadis tersebut tidak merasa terlalu berat. Dan memudahkan mereka untuk kabur dan bersembunyi.
Untuk setelah dialog ada dialog tag, itu pakai huruf kecil ya. Akhiran dialog itu pakai koma, jika bukan tanda tanya atau tanda seru, kecuali selanjutnya adalah aksi setelah dialog jika pakai titik.
Pliss namanya aestheticc bgt lhoo🫣
Contoh:
Dadanya bergedup kencang dan wajahnya peluh oleh keringat dingin yang membasahinya.
Ini contoh sederhana yang masih bisa disempurnakan.
→ Dengan hasutan...
→ Karena hasutan...
Tanpa menyebut lagi pun ini sudah menjelaskan.