Serena Laurent, seorang wanita yang pernah terluka cinta, terpaksa meninggalkan semuanya setelah difitnah mantan pacarnya, Logan Winston. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi dalam keadaan yang tidak terduga, Logan telah menikah karena perjodohan, justru tidak bisa melupakan Serena dan ingin memilikinya kembali.
Dengan dalih dendam, Logan menebus Serena kepada pemilik Club malam dimana Serena Bekerja untuk menebus hutang ayahnya, kemudian memaksa Serena untuk menikah dengannya secara diam-diam.
Namun, Semakin lama Serena semakin terjebak dalam permainan cinta yang berbahaya. Logan mulai menunjukkan sisi lain dirinya, dan Serena mulai merasakan perasaan yang sudah lama ia kubur.
Apakah Serena akan menjadi korban racun cinta kedua, ataukah menemukan jalan keluar untuk lepas dari pernikahan rahasia mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3.
Serena kembali kemeja dimana Sanes dan Hansel berada, karena ada Logan dan asisten pribadinya diantara mereka, Serena kali ini lebih agresif. Dia duduk disamping Hansel, menuangkan minuman kedalam gelas lalu memberikannya untuk pria itu.
"Beberapa hari kau tidak kesini, Hansel. Kamu baik-baik saja, kan?" Tanya Serena dengan nada setengah menggoda, ia bersandar dibahu pria tampan itu.
Tidak lama, Logan muncul dengan menahan kekesalan didalam hatinya. Entah kenapa melihat Serena menggoda pria lain, hati Logan seperti terbakar, apalagi kalau membayangkan berapa kali Serena dan Hansel bersama.
Apa mungkin mereka juga sudah tidur bersama? Logan yakin kalah Serena bukan hanya tidur dengan Hansel, tapi juga banyak pria, karena saat berada didekat Serena tadi didalam kamar mandi, meskipun tidak terlihat jelas tapi Logan yakin ada bekas tanda-tanda merah yang ditutupi bedak.
Logan duduk dan berusaha tetap tenang, ia tidak boleh terpancing oleh Serena lagi. Wanita penghianat seperti Serena tidak pantas untuk ia cemburui, apalagi Serena bukan gadis suci. Serena lebih memilih hidup sebagai kupu-kupu malam dari pada menjadi aktris terkenal, ataupun menikah dengannya.
"Aku sangat sibuk, baby. Bahkan besok aku juga harus lembur sampai malam! Jangan khawatir, saat ada waktu aku selalu kesini!" Hansel menjawab sembari meneguk minuman beralkohol itu.
Sebenarnya Serena lebih senang kalau Hansel tidak pernah datang ke klub, atau bahkan para pria yang mencarinya. Serena merasa tidak nyaman dan terpaksa menemani mereka, kalau bukan karena Mami Starla yang memaksanya, ia tidak akan pernah mau bekerja disana.
Logan terus menatap Serena dengan tatapan gelapnya, sembari ditangannya terdapat gelas minuman yang sudah beberapa kali dituang Sanes. Logan seperti terus mengingat bagaimana Serena mengacuhkannya malam ini, berbeda jauh dengan Serena lima tahun lalu yang sangat mencintainya.
Malam yang begitu larut, Serena belum bisa memejamkan mata didalam kamarnya. Pikirannya melayang-layang, masih teringat saat ia bertemu lagi dengan pria yang mati-matian ia lupakan dalam hidupnya.
"Kenapa pria itu muncul lagi, sih? Kenapa kembali membuat kacau hidupku!" Serena masih tidak bisa lupa bagaimana Logan Winston membuatnya menderita, sampai terjerumus ke Mami Starla, seandainya ia tidak ke kota Jare ia tidak akan ditangkap ayahnya lalu dijadikan alat penebusan hutang.
Sekarang sudah jam 3 dini hari, Serena kembali kekamar lebih awal karena alasan ia masih trauma dengan kejadian tadi yang hampir dilecehkan pria hidung belang itu.
"Jangan khawatir Serena, pria itu tidak akan lama disini! Beberapa hari pasti dia akan pergi seperti kata Hansel!" Serena berusaha tenang. Seharusnya ia tidak perlu khawatir lagi karena semuanya akan baik-baik saja, Logan akan segera pergi dari kota Jare.
Disisi lain, dibalkon kamar hotel tempat menginap Presdir dari perusahaan besar grup Winston di kota Arcadia, Logan berdiri sembari menyesap putung rokokk terakhir kemudian melemparkannya ketempat sampah. Dia bukan pria yang aktif merokok, hanya saat pikirannya sedang tidak tenang saja seperti malam ini.
Bayangan saat Serena muncul di klab malam sebagai wanita penghibur, Logan merasa tidak suka. Tapi melihat Serena lagi, ia juga tidak bisa terima saat wanita tersebut mengkhianati dirinya.
Seolah wanita yang terlihat polos dan suci seperti Serena, bisa melakukan hal diluar batas dengan menjual dirinya pada pria hidung belang yang kekurangan belaian. Oke, Logan akui kalau dia juga bukan pria suci dan bersih, Logan juga beberapa kali berganti pasangan, bahkan meskipun dia sudah menikah Logan lebih memilih menyalurkan hasratnya pada wanita diluaran dari pada dengan istrinya.
Tapi sebelum Serena mengkhianatinya, Logan selalu menahan dirinya dan menjaga dirinya dengan baik. Karena itu saat tau Serena menjadi wanita malam sebagai sampingan, Logan tidak terima ia mendapatkan barang bekas banyak pria lain.
Dulu dia sangat membenci Serena, atau mungkin sampai sekarang masih tersimpan dendam dihatinya, namun melihat Serena lagi dengan pribadi yang berbeda, lebih anggun, semakin cantik dan dewasa, meskipun sebagai wanita penghibur, Logan merasa Serena jauh lebih menarik.
Logan tidak tau kenapa sekarang ia ingin melihat wajah cantik itu, tapi tidak mungkin juga karena Serena sekarang sudah kotor. Apalagi ia juga sudah menikah dengan Elena Karamoy meskipun tidak pernah sedikitpun Logan mencintainya.
"Huffttt!!!" Pria itu menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Sepertinya aku sudah gila lagi karena Serena!" wajahnya disapu menggunakan telapak tangan dengan kasar, pria itu memutuskan untuk masuk kedalam kamar saja.
Pagi yang sangat cerah, Max sudah menunggu didepan pintu kamar tuan mudanya.
Logan membuka pintu kamar lalu mereka berjalan bersama sembari membahas pekerjaan.
"Oh, satu lagi. Aku ingin kau selidiki tentang Serena! Aku ingin informasinya hari ini!"
thank you Thor 😘
💗💗💗💗💗