NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Karakter Villain Di Dalam Novel

Transmigrasi Jadi Karakter Villain Di Dalam Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Younglord

Marcus, seorang pemuda dengan hidup yang berantakan, tewas secara konyol hanya karena terpeleset oleh sampah di apartemennya sendiri.

Namun takdir justru mempermainkannya. Alih-alih pergi ke akhirat, ia malah terbangun di tubuh Leon Von Anhart, seorang karakter villain dari novel yang baru saja ia maki-maki habis-habisan.

Menjadi Leon adalah mimpi buruk.
Selain reputasinya sebagai sampah masyarakat yang dibenci semua orang, termasuk keluarganya sendiri, tubuh ini juga menyimpan kondisi yang mengenaskan: gagal jantung kronis yang membuatnya divonis hanya memiliki sisa hidup 365 hari.

Dengan waktu hidup yang tinggal satu tahun, reputasi yang sudah hancur, serta sebuah layar sistem aneh yang memaksanya berbuat baik demi bertahan hidup, Marcus terpaksa melawan takdirnya sendiri.

Masalahnya, dunia ini tidak membutuhkannya sebagai pahlawan.
Dunia ini hanya membutuhkan Leon, seorang villain yang kelak akan menjadi monster sekaligus ancaman bagi dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Younglord, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30

"Sekarang barulah ujian yang sebenarnya dimulai. Masuk ke Tingkat 4." Profesor Seraphina menegakkan duduknya.

Sesuai aturan akademi, Tingkat 4 adalah tingkat penentuan. Sistem simulasi secara otomatis melakukan penyesuaian khusus. Jika peserta adalah seorang Swordsman, maka monster yang akan dilawan adalah tipe Magic.

Tujuannya jelas: menguji bagaimana seorang petarung jarak dekat menghadapi serangan jarak jauh tanpa perlindungan seorang Mage. Begitu juga sebaliknya.

Udara di depan Mathias mulai membeku, lalu memanas secara bergantian. Muncul sesosok Lich Apprentice—monster tengkorak yang melayang dengan jubah compang-camping dan tongkat kayu yang memancarkan energi sihir pekat.

Wush! Wush! Wush!

Tanpa peringatan, Lich itu langsung menghujani Mathias dengan bola-bola api dan panah es secara beruntun.

Mathias terpaksa mundur, menangkis proyektil sihir dengan pedangnya. Wajahnya mulai berkeringat. Tanpa tameng atau bantuan sihir pelindung, ia benar-benar kesulitan mendekati monster yang terus menjaga jarak itu.

Hujan serangan sihir semakin gila. Bola api meledak di sekitar Mathias, menciptakan asap tebal yang mengaburkan pandangan. Lich Apprentice itu terus melayang mundur setiap kali Mathias mencoba mendekat, sambil merapalkan mantra Frost Arrow yang mengincar kaki sang pendekar.

"Sial, dia tidak memberiku celah," gumam Mathias sambil menangkis proyektil es hingga hancur menjadi serpihan.

Di luar arena, kerumunan mulai tegang. Thalia menahan napas, sementara Adel menggigit bibir bawahnya.

"Tipe magic benar-benar musuh alami swordsman di lapangan terbuka seperti itu," ucap Adel pelan.

Namun, Mathias tidak menyerah. Ia memperhatikan pola serangan sang Lich. Setiap kali monster itu mengganti elemen dari api ke es, ada jeda satu detik di mana aliran mananya tidak stabil.

"Sekarang!"

Mathias menghentakkan kakinya ke tanah dengan tenaga penuh. Alih-alih lari lurus, ia bergerak zig-zag dengan kecepatan yang meningkat drastis. Sebuah bola api besar melesat lewat di samping telinganya, namun ia tidak peduli.

Lich itu mencoba merapalkan perisai pelindung, tapi Mathias lebih cepat. Ia melemparkan pedangnya ke udara untuk mengejutkan monster itu. Saat perhatian sang Lich teralih ke pedang yang melayang, Mathias merendahkan tubuhnya dan meluncur di bawah jubah sang monster.

Ia menangkap kembali gagang pedangnya yang jatuh, lalu dengan satu putaran tubuh yang kuat, ia menebas pinggang sang Lich dengan aliran mana perak.

CRAAAK!

Tubuh tengkorak itu terbelah dua. Energi sihir yang tadinya pekat seketika meledak dan menghilang tertiup angin.

Angka waktu berhenti di: 00:08:12.

Sorak-sorai pecah di seluruh lapangan. Mathias terengah-engah, keringat membasahi dahi dan lehernya, namun matanya tetap tajam menatap ke depan. Ia telah melewati batas minimal untuk lulus.

"Dasar monster" gumam leon

Di tribun kehormatan, Profesor Seraphina tersenyum tipis. "Kecepatan reaksi yang mengesankan. Dia tahu kapan harus mengorbankan pertahanan untuk satu serangan mematikan."

Grandmaster Alaric hanya mengangguk kecil. "Pertunjukan yang bagus. Tapi mari kita lihat sejauh mana dia bisa melangkah sebelum tubuhnya mencapai batas."

Sistem kembali berbunyi. Suasana arena berubah menjadi dingin mencekam. Kabut tebal mulai menyelimuti lantai, menandakan masuknya Tingkat 5. Tingkat di mana hanya segelintir murid elit yang mampu mencapainya.

Suasana arena berubah menjadi dingin mencekam. Kabut tebal mulai menyelimuti lantai, menandakan masuknya Tingkat 5.

Dari balik kabut, muncul sesosok Twin-Headed Ogre. Tubuhnya raksasa, kulitnya berwarna merah gelap dengan otot-otot yang menonjol keras.

Tangan kanannya memegang gada berduri yang tampak sangat berat. Ini adalah monster tipe petarung yang berada di level yang benar-benar berbeda.

Mathias menarik napas dalam-dalam. Kali ini, ia tidak lagi menyembunyikan kekuatannya. Udara di sekitar Mathias mendadak bergetar hebat. Aura berwarna biru keputihan keluar deras dari tubuhnya, menekan debu-debu di lantai arena hingga terbang menjauh.

"Mathias mulai serius," ucap Thalia dengan wajah tegang, kedua tangannya terkepal di depan dada.

1
Mr. Wilhelm
Emm ... Keknya ini termasuk Plot armor gk sih? 🤔
Manstor
Nih aku kasih bintang 5 ya thor untuk ceritanya, aku harap novelnya bisa sampai tamat ya~ soalnya seru banget👍👍
SilentLore: Tentu aja pasti, Makasih banyak yaa🙏
total 1 replies
Manstor
waduh🙈
Manstor
Wah seru nih🤩👍
SilentLore: Maksih kaka🙏 udah tertarik baca
total 1 replies
Ryukia
ceritanya menarik
SilentLore: Terima kasih banyak!
Senang sekali kalau ceritanya bisa bikin kakak tertarik 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!