NovelToon NovelToon
DIPANGGIL KE DUNIA LAIN UNTUK MENJADI RAJA IBLIS LEON KE-9

DIPANGGIL KE DUNIA LAIN UNTUK MENJADI RAJA IBLIS LEON KE-9

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Fantasi Isekai / Sistem
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lorenzo Leonhart

✨Rilis episode setiap hari Senin, Rabu, dan Jum'at, pukul 19.00 wib ✨


Di dunia lamanya Ren Akasa adalah pria kantor yang di perlakukan buruk oleh atasan dan juga rekan kerjanya.

Tekanan kerjaan yang gila, gaji yang sering di tunda juga rekan kerja yang manipulatif. Suatu ketika ia di tarik ke dunia lain, BUKAN untuk menjadi PAHLAWAN melainkan untuk menjadi RAJA IBLIS.

Antara menjadi penyelamat yang bijak, atau menjadi penguasa tirani yang dingin, mengingat selama hidupnya di dunia nyata ia diperlakukan bagai pecundang.

dengan kekuatan yang Ren miliki, apakah dunia lain akan menjadi pelampiasannya akibat perlakuan dari dunia lamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorenzo Leonhart, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisi Gelap Dunia Baru

Suara teriakan Ren masih bergema kuat, memantul di langit-langit kamar yang tinggi dan megah itu. Teriakan yang penuh rasa ngeri dan kebingungan itu memicu reaksi instan dari para penghuni kastil yang tersisa. Tak butuh waktu lama bagi mereka yang memiliki indra tajam untuk merespons. Silas, Shallan, dan Alice menerobos masuk ke dalam kamar dengan napas tersengal-sengal, siap menghadapi ancaman apa pun yang mungkin menyelinap masuk melalui celah dimensi.

"Tuan Leon! Apa ada serangan?!" Shallan bersiaga penuh. Cambuk hitam di tangannya yang ujungnya terdapat sebuah taring besi berwarna merah darah menyala, ia mengeluarkan suara berderit pelan seolah senjata itu haus akan darah musuh.

Tanpa sengaja Shallan melihat Ren yang hanya mengenakan handuk, tubuhnya yang tampak kekar membuat Shallan jadi salah tingkah dan wajahnya memerah.

"Ma-ma-ma-ma-maafkan saya tuan, saya telah lancang langsung masuk kemari," ucapnya dengan terbata-bata.

Shallan langsung menundukkan kepalanya lalu pergi dari sana dan bersembunyi menyender di luar dekat pintu kamar raja, ekspresinya seolah kegirangan sembari jantungnya masih berdegup kencang dan nafasnya terengap-engap.

Ren berdiri mematung di depan cermin besar setinggi manusia di sudut kamar mandi yang mewah itu. Tubuhnya gemetar hebat, dan jemarinya yang pucat tampak menyentuh sesuatu yang keras, dingin, dan runcing yang mencuat dari kepalanya. Di sana, di antara sela-sela rambut hitamnya yang kini tumbuh lebih lebat dan berkilau, tumbuh sepasang tanduk berwarna merah yang melengkung tajam ke atas dengan ujung yang sangat runcing.

"I-ini... apa-apaan ini?!" teriak Ren sambil menarik-narik tanduk itu dengan kasar, seolah-olah benda itu adalah aksesori palsu yang bisa ia copot paksa.

"Kenapa ada tanduk di kepalaku?! Apa aku benar-benar berubah jadi monster?!

"Tuan, tenangkan diri Anda. Anda bisa melukai diri sendiri," Silas maju perlahan dengan langkah yang sangat tenang.

"Itu adalah Horn of Sovereignty. Tanduk itu adalah bukti nyata bahwa jiwa Anda telah menyatu sepenuhnya dengan takhta Raja Iblis di dunia ini. Itu bukan cacat atau kutukan, melainkan simbol kehormatan tertinggi bagi ras kami. Hanya jenderal petinggi dan iblis penguasa sejati yang memilikinya. itu akan tampak lebih indah mengikuti progres level kekuatan anda, tuan".

'aku malah meragukan artian indah menurutnya' batinnya dengan ekspresi mencurigakan terhadap Silas.

"Lalu kenapa kau tidak memiliki tanduk Silas?" tanya Ren dengan penasaran.

"Saya hanya tidak ingin debu hinggap di tanduk saya lalu mengenai makanan anda tuan Leon, tapi bila anda ingin saya memunculkannya, tentu saya akan munculkan" ujarnya sembari memunculkan tanduk dari kepalanya dengan agak cepat.

Melihat itu Ren jadi merasa ngeri. "Ti-tidak usah saja.., aku merasa lebih tenang ketika melihatmu tanpa tanduk, kau lebih terlihat manusiawi....., ngomong-ngomong apa aku bisa melakukan hal yang sama sepertimu?".

"Sayangnya tidak tuan, tanduk itu adalah bukti bahwa anda adalah raja iblis, karena itu kekuatan ruh raja iblis Leon yang ada pada diri anda tidak akan mengizinkan anda untuk menutup tanduk anda".

Ren menatap pantulan dirinya sekali lagi, mencoba mencerna kata-kata Silas. Wajah kusam, kurus, dan penuh bekas kelelahan yang ia miliki di dunia kantor kini telah lenyap tanpa bekas. Di cermin itu berdiri sosok pria muda yang sangat tampan namun memancarkan aura wibawa yang luar biasa, dengan mata merah menyala yang tajam, tubuh yang kekar membuatnya tampak layak menjadi sosok yang di segani oleh semua orang.

Ren terengah-engah, syok yang bertubi-tubi membuatnya kehilangan tenaga hingga ia terjatuh duduk di lantai batu yang dingin. Ia memandangi tangannya yang kini terlihat lebih kuat dan perkasa. 'Dunia ini... benar-benar ingin memaksaku menjadi orang lain,' batinnya miris.

Setelah beberapa waktu berlalu dalam keheningan yang menyesakkan, Ren akhirnya berhasil menguasai dirinya sedikit demi sedikit. Ia keluar dari kamar mandi dan menuruni langkah kaki menuju meja makan besar yang telah disiapkan. Ruangan perjamuan itu terasa terlalu luas dan hampa, mengingat hanya ada sedikit orang di sana. Ren duduk di kursi utama, menatap Silas, Shallan, dan Alice yang berdiri dengan sikap hormat.

"Katakan padaku yang sejujurnya," ucap Ren dengan suara yang lebih dalam dan tenang.

"Seberapa buruk keadaan kerajaan ini? Jangan sembunyikan apa pun dariku".

Silas terdiam sejenak. Ia merapikan kacamatanya, dan untuk pertama kalinya, Ren melihat wajah sang pelayan sempurna itu terlihat sangat mendung.

"Tuan... kenyataannya adalah, kami adalah sisa-sisa terakhir. Selain kami bertiga dan Behemoth yang berjaga di luar, hanya ada dua orang petinggi lagi yang tersisa di kastil ini. Total... hanya ada enam orang iblis petinggi yang tersisa di bawah kepemimpinan Anda. Pasukan reguler, pelayan, hingga penduduk kota... semuanya telah habis".

Ren tersedak, hampir memuntahkan air yang baru saja ia sesap. "Enam orang? Hanya enam?! Lalu di mana pasukan yang kalian ceritakan dalam sejarah kehebatan Raja Iblis?"

"Semuanya habis dibantai tanpa ampun, Tuan," sahut Shallan dengan suara parau yang menahan ledakan amarah.

"Manusia di dunia ini telah berubah menjadi monster yang jauh lebih mengerikan dari kami. Mereka memburu kami bukan karena alasan keamanan, tapi karena kerakusan. Bagian tubuh kami adalah komoditas mahal di pasar gelap mereka. Tanduk kami dijadikan hiasan kaum penyihir bangsawan, jantung kami menjadi bahan ramuan alkimia, bahkan kulit kami dijual sebagai bahan baku perlengkapan perang kelas atas. Mereka menyebut pembantaian ini sebagai 'Eksplorasi Lahan Baru', tapi bagi kami, ini adalah genosida."

Alice menambahkan dengan mata yang berkaca-kaca, "Bukan hanya kami, Tuan. Ras monster lain seperti Lizardman dan Dark Elf pun hidup dalam ketakutan yang sama. Mereka bersembunyi jauh di dalam hutan dan rawa karena mereka juga diburu oleh pedagang budak manusia. Kami semua hanya dianggap sebagai barang mentah bagi kemajuan teknologi sihir mereka."

Mendengar itu, hati Ren terasa seperti diremas. Rasa sakit dan sesak itu terasa sangat akrab. Ia teringat bagaimana dirinya dieksploitasi oleh Toni dan Ibu Vina di kantor. Di dunia lama, dia diperas tenaganya untuk kekayaan orang lain. Di dunia ini, eksploitasi itu terjadi dalam bentuk yang paling brutal: perampasan nyawa.

"Kenapa kalian tidak bekerja sama dengan ras lain? Jika kalian memiliki musuh yang sama, bukankah bersatu adalah jalan keluar paling masuk akal?" tanya Ren dengan dahi berkerut.

"Iblis selalu berdiri sendiri dengan kebanggaannya, Tuan," jawab Silas dengan nada getir.

"Raja-raja sebelumnya adalah sosok yang sangat arogan. Mereka hanya peduli pada kejayaan ras Iblis dan memandang rendah ras monster lain. Mereka lebih memilih mati dalam kemuliaan yang egois daripada harus berbagi meja dengan ras yang mereka anggap rendah."

Ren menggebrak meja makan dengan sangat keras, membuat peralatan makan perak berdenting nyaring dan Alice tersentak kaget.

"Itu adalah pemikiran paling bodoh yang pernah kudengar!" Ren berdiri tegak, matanya berkilat penuh tekad yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

"Jika kita terus bersikap sombong dan sendirian, kita hanya sedang mengantre giliran untuk disembelih! Kita harus mengubah segalanya!".

"Maksud Anda, Tuan?" tanya Silas dengan tatapan takjub.

"Besok, lakukan penobatan itu. Aku akan menerima mahkota Raja Iblis kalian secara resmi," ucap Ren dengan suara lantang yang bergema di seluruh aula.

"Tapi setelah itu, kita tidak akan hanya duduk diam di kastil tua ini menunggu maut datang. Kita akan mendatangi setiap kerajaan monster yang tersisa seperti Lizardman, Dark Elf, Orc, bahkan kaum yang terbuang sekalipun! Kita akan menyatukan mereka di bawah bendera kita. Kita akan buat satu wadah besar, sebuah Kerajaan Aliansi di mana tidak ada lagi monster yang diburu untuk dijadikan bahan baku senjata manusia. Kita akan buat kekuatan yang tidak bisa disentuh oleh keserakahan manusia!".

Silas, Shallan, dan Alice terpaku. Belum pernah ada dalam sejarah ribuan tahun, seorang Raja Iblis memiliki ide segila itu, menghancurkan batasan ras demi perlindungan bersama. Ide ini benar-benar revolusioner dan mematahkan tradisi kaku ras Iblis.

"Menyatukan seluruh ras monster...?" gumam Silas dengan mata yang mulai menunjukkan harapan baru. 'Tuan Leon... Anda benar-benar berbeda dari delapan raja sebelumnya,' ucapnya dalam hati dengan rasa hormat yang mendalam.

"Aku, Raja Iblis Leon ke-9! Dan inilah aturan pertamaku sebagai penguasa kalian: Tidak ada lagi monster yang akan berjalan sendirian!"

Tiba-tiba, dari arah bayangan gelap di pojok ruangan yang obornya mati, terdengar suara tawa lembut yang menggoda dan penuh misteri.

"Menarik sekali... Ide yang sangat 'manis' untuk seorang Raja Iblis yang baru saja bangun dari pingsannya."

Sesosok wanita melangkah keluar dari kegelapan dengan gerakan yang sangat luwes dan anggun. Ia memiliki sepasang telinga kucing yang lancip dengan tanduk kecil yang mencuat di antaranya, memiliki dua ekor panjang yang melambai elegan di belakang tubuhnya. Wajahnya cantik dengan mata kucing yang berwarna hijau misterius, mengenakan pakaian kain sutra yang lembut ringan berwarna hitam dengan palet hijau pastel.

Seketika obor di sekitarnya menyala dan menampakan wujudnya secara utuh.

Ren tertegun melihat anggota kelima ini. Auranya terasa sangat lincah, licik, namun juga menyimpan kekuatan yang besar.

"Tuan Leon," Silas segera memperkenalkan, "Kenalkan, ini adalah Mika, sang penguasa informasi dan mata-mata terbaik kami. Dialah yang selama ini menjadi mata dan telinga kita di dunia luar."

Mika membungkuk sedikit, menatap Ren dengan senyum penuh rasa penasaran.

"Jadi... Raja baru kita ingin membuat persatuan? Sungguh rencana yang sangat merepotkan untuk dijalankan, namun entah kenapa... aku jadi bersemangat ingin melihat bagaimana cara Anda membujuk para monster keras kepala itu".

Baru saja Ren ingin menjawab Mika, suasana di ruangan itu tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin dan berat. Suara denting logam yang beradu terdengar pelan dari balik pilar besar di sisi lain ruangan.

Sosok keenam muncul. Ren membelalakkan matanya, menguceknya berkali-kali untuk memastikan apa yang ia lihat. Berbeda dengan yang lain, sosok ini tidak memiliki raga. Yang terlihat hanyalah satu set baju zirah Samurai lengkap berwarna hitam legam dengan simbol berwarna emas, lengkap dengan sebuah katana panjang yang tergantung di pinggangnya.

Baju zirah itu bergerak seolah-olah ada tubuh manusia di dalamnya, namun setiap bagian celahnya hanya menampakkan kegelapan yang hampa.

"Dan ini," Silas berkata dengan nada yang lebih berat, "adalah petinggi terakhir kami yang baru saja kembali dari patroli dimensi. Namanya adalah Kagehisa. Dia adalah iblis ksatria tanpa raga yang jiwa dan tekadnya tertanam dalam zirah samurai tersebut. Dia adalah pelindung takhta yang paling setia."

Armor samurai itu berdiri tegak di depan Ren. Meskipun tidak memiliki wajah, Ren bisa merasakan tatapan tajam dan dingin yang mengintimidasi dari balik helm kabuto tersebut.

tidak mengeluarkan suara, namun denting senjatanya seolah memberikan pernyataan bahwa dia meragukan sosok "Raja" baru yang terlihat begitu lembut ini.

Ren menelan ludah, menyadari bahwa mengumpulkan para petinggi ini saja sudah merupakan tantangan besar.

"Kagehisa, Mika, Silas, Shallan, Alice, dan Behemoth yang di luar..." Ren menyebut nama mereka satu per satu dengan suara yang stabil.

"Besok, sejarah baru dimulai. Persiapkan diri kalian.

Ren menutup perjamuan itu dengan wajah penuh tekad, meskipun dalam hatinya ia masih bertanya-tanya: 'Bagaimana cara memimpin zirah kosong yang bisa berjalan itu?!'

Bersambung.

1
Lorenzo Leonhart
Jangan lupa rate bintang 5 nya ya kawan ✨ makasih sebelumnya 🙏🏻 ❤️❤️
Lorenzo Leonhart
Jangan lupa rate bintang 5 nya ya kawan ✨ makasih sebelumnya ✨❤️
Lorenzo Leonhart
Jangan lupa rate bintang 5 nya ya kawan ✨ makasih sebelumnya 🙏🏻 ❤️
Lorenzo Leonhart
Jangan lupa rate bintang 5 nya ya kawan ✨ makasih sebelumnya 🙏🏻
Lorenzo Leonhart
Jangan lupa rate bintang 5 nya ya kawan, biar aku makin semangat ✨
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Lorenzo Leonhart: siaap💪
total 1 replies
Frando Wijaya
jd begitu....alasan jd kejam gara2 mahkota itu ya? bner2 berbahaya
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩...sgt seru Thor
Frando Wijaya
itulh gw anggap mereka gagal
Frando Wijaya
sesuai dugaan saintess....bch tengkik ini penghancur
Frando Wijaya
di anggap NPC bneran wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣🤣
Frando Wijaya
dh mirip seperti berserker
Frando Wijaya
yare2 🙄.... kemampuan terbang emng mutlak...tpi begitu lwn lo ada sniper.... hanya mslh wkt aja klian mendptkn keklhan mutlak
Frando Wijaya
huh?! bch tengkik ini punya system jg!?
Frando Wijaya
jantung chimera? jgn blg...ingin jd monster??
Frando Wijaya
HA! bner2 konyol
Lorenzo Leonhart
ya kurang lebih seperti itu ✨
Frando Wijaya
hmph 🙄... ternyata janji palsu...mah...itulh kebiasaan buruk manusia... kebiasaan selalu janji palsu
Frando Wijaya
jika berurusan ttg pengrajin senjata...mah....gw dh terbiasa lht bertengkar gara2 mslh kecil
Frando Wijaya
yg penting kekuatan? heh 😏😈❄️...gk ada bedany seperti binatang Dan iblis liar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!