Mei Zhiyi dipindahkan ke sebuah dunia kuno oleh sistem setelah mengalami insiden penembakan di markas militer.
Dia diubah menjadi seorang pelayan istana yang akan segera mati karena telah menyinggung seseorang di istana yang dalam.
Untuk mencegah kemusnahan karakter asli, Mei Zhiyi diminta melakukan serangkaian misi penyelamatan diri.
Namun ketika dia bertemu dengan Liu Yan, Kaisar penguasa dinasti yang sangat ditakuti dan sukar diajak kompromi, sistem tiba-tiba berkata: Taklukan dia, cegah dia jadi iblis tiran atau kau akan mati!
***
"Mentang-mentang seorang Kaisar, suka sekali menyuruh-nyuruh bawahan," Mei Zhiyi menggerutu dalam hati.
Kaisar tiba-tiba bertitah, "Pelayan Mei menghina atasan. Hukum cambuk lima kali!"
"Dasar Kaisar jahat. Aku mengutukmu impoten sampai mati!" Mei Zhiyi berseru dalam hatinya.
Tiba-tiba Kaisar menariknya ke tempat tidur dan berkata, "Beraninya kau mengutukku! Akan kubuktikan padamu apakah aku impoten atau tidak!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 2: AKU PALING BENCI ORANG MENINDASKU
“Tuan, selamat datang di Kekaisaran Daqi. Namaku Xiaotong, pemandumu di dunia ini. Tuan terdeteksi mengalami kematian tidak adil sehingga sistem pusat memilih jiwamu untuk dilahirkan ulang.”
Sistem? Mei Zhiyi hanya tahu sistem ada dalam drama saja. Dia tidak tahu kalau dia akan benar-benar menemui sebuah sistem nyata yang mengirim jiwanya ke masa lalu. Haruskah dia percaya?
“Jika aku memang harus dilahirkan ulang, mengapa kau mengirimku ke dunia ini?”
Mei Zhiyi punya dendam yang belum terbalas. Dia ingin Yao Shu membayar harga atas pengkhianatan yang dia lakukan kepadanya, ingin dia menebus dosanya yang telah membunuhnya dengan kejam. Jika dilahirkan ulang, dia ingin lahir di masa yang sama dengan Yao Shu agar bisa membalasnya.
“Tubuh aslimu sudah hancur di dunia asli. Sistem sengaja memilih Kekaisaran Daqi agar tuan dapat mengembangkan diri karena tuan memiliki semangat bertahan hidup yang tinggi. Jika tuan berhasil menyelesaikan misi dan hidup sampai misi terakhir selesai, sistem berkemungkinan memulihkan tubuh aslimu dan mengirimmu kembali ke dunia asal.”
“Bagaimana dengan Yao Shu? Apakah dia juga mati dan jiwanya dilahirkan ulang?”
Sistem bernama Xiaotong hening sesaat. Beberapa detik kemudian muncul lagi.
“Kami tidak tahu.”
“Baiklah. Apa misiku?”
“Misi utamamu ada dua. Yang pertama adalah bertahan hidup. Tingkatkan daya hidupmu sampai 100%. Aku akan mengirim peringatan setiap kali daya hidup mencapai ambang batas dan terancam.”
“Lalu misi keduaku?”
“Misi kedua akan diberitahukan setelah daya hidupmu mencapai 20%. Saat ini, daya hidupmu ada di angka 5%. Selain misi utama, sistem akan mengirim misi sampingan berhadiah poin. Poin dapat ditukar dengan item di toko poin. Sebagai hadiah pertemuan, sistem memberimu 10 poin awal.”
Daya hidup 5%? Rupanya, Mei Zhiyi tetap saja sekarat.
Selain itu, dia juga miskin sekarang. Hanya punya 10 poin saja. Dia, seorang komandan prajurit khusus yang awalnya kaya raya sekarang malah jatuh miskin.
Tapi, mungkin ini adalah kesempatan yang sengaja diberikan Tuhan padanya. Dia terlalu lelah dalam hidupnya yang lalu, hingga menghabiskan semua waktunya untuk menjadi prajurit terbaik. Walau pada akhirnya, dia mati sia-sia.
“Apa konsekuensinya jika aku menolak misi?”
“Jika tuan rumah menolak misi, maka akan diberi dua pilihan: dihukum dengan sambaran petir dan kejutan listrik atau dikurangi daya hidup.”
“Kenapa tidak mengatakan misi tidak dapat dilanggar saja?”
“Pengaturan sistem. Xiaotong tidak berkomentar.”
“Baiklah. Apa posisiku di dunia ini sekarang?”
“Kau adalah pelayan tingkat lima. Untuk memudahkan memahami peran, sistem akan memberimu gambaran. Memulai transfer ingatan…”
Kepala Mei Zhiyi berdenyut. Tiba-tiba saja muncul banyak sekali ingatan yang bukan miliknya di kepalanya. Dia, Mei Zhiyi, kini adalah seorang gadis sebatang kara berusia delapan belas tahun yang terpaksa menjadi pelayan istana demi bertahan hidup.
Tidak punya pendukung, hidup dalam bayang-bayang ketakutan setiap hari. Beberapa jam yang lalu tidak sengaja menabrak seorang selir istana dan mengotori gaunnya. Karena itulah dia dianiaya dan ditenggelamkan.
Sistem sialan, pikirnya. Orang lain dilahirkan ulang ke dunia kuno menjadi seorang bangsawan atau putri kerajaan.
Dia malah menjadi pelayan tingkat rendah yang tidak punya apa-apa selain nyawa dan tidak punya siapapun untuk diandalkan. Harga dirinya jatuh hingga ke titik yang begitu rendah.
“Transfer ingatan sudah selesai. Tuan, misi sampingan telah dipicu. Silakan balas dua pelayan yang telah menenggelamkanmu.”
“Tanpa dipicu misi pun, aku memang akan membalasnya. Kebetulan, aku paling benci seseorang menindasku.”
Ajaibnya, waktu kembali berputar. Butiran salju turun seperti biasa.
Mei Zhiyi berdiri susah payah, menyeret kakinya yang sakit karena dipukuli oleh kedua gadis itu. Kedua gadis pelayan membelalak saat melihat Mei Zhiyi tiba-tiba sudah naik ke darat.
“Kakak Li, dia bisa berenang! Lihat, dia berhasil naik ke darat! Bagaimana ini?”
“Jangan panik, jumlah kita lebih banyak dari dia. Dia tadi hanya beruntung!”
Mei Zhiyi sampai di depan kedua gadis pelayan itu. Ekspresi mereka begitu menyebalkan, seolah minta dihajar sampai babak belur.
“Kalian yang menyiksaku?”
Sial, kenapa mereka merasa tatapan si gadis sialan ini begitu dingin? Sorot matanya juga begitu tajam dan dingin.
Ke mana perginya Mei Zhiyi yang pengecut dan hanya bisa menangis ketika dibentak dan diam saja ketika dianiaya? Kenapa sosok di depan mereka seolah adalah orang yang berbeda?
“Me-memangnya kenapa? Kau pelayan rendahan, berani sekali menyinggung Selir Su! Selir Su berbaik hati hanya memberimu pelajaran!”
“Benar sekali! Sekalipun kau dipukuli sampai mati, mayatmu hanya akan dikuburkan di pemakaman masal. Kau harus bersyukur karena kau tidak jadi mati!”
Mei Zhiyi memutar-mutar pergelangan tangannya. Lalu dengan gerakan cepat dia menampar wajah kedua gadis pelayan itu bergantian dan berkali-kali.
Dia tidak memberi mereka ruang untuk melawan. Pipi mereka mulai memerah dan terdapat bekas tamparan.
“Kau beraninya menampar kami!”
“Sialan kau!”
Tapi, Mei Zhiyi tiba-tiba menarik mereka dan menekan kepala mereka ke dalam tong besar berisi air dingin yang ditadah, menenggelamkan wajah kedua gadis pelayan itu ke dalam air yang sangat dingin. Ditekan berkali-kali hingga terdengar bunyi ‘blebeb’ yang berulang.
Setelah puas, Mei Zhiyi mendorong mereka ke tanah yang bersalju. Kedua gadis pelayan itu batuk-batuk karena air memasuki hidung mereka dan napas mereka tersengal. Rasa sakit akibat tamparan di wajah menjadi semakin kentara begitu bersentuhan dengan suhu dingin dari air.
Kedua gadis pelayan itu menangis. Tubuh mereka bergetar ketakutan. Hampir saja mereka kehabisan napas.
“Sudah tahu rasanya tidak bisa bernapas? Jika terjadi lagi, yang kulakukan bukan sekadar menenggelamkan kepala kalian lagi! Enyah!”
Dua pelayan itu buru-buru melarikan diri karena takut. Mei Zhiyi berbaring di atas salju, mengatur napasnya sendiri.
Ternyata dengan peluang hidup 5%, gerakan sekecil itu saja sudah begitu menyulitkan. Tubuh ini begitu lemah sampai harus mengeluarkan tenaga ekstra.
“Misi selesai. Selamat, 10 poin telah ditambahkan. Total poinmu sekarang 20 poin.”
“Xiaotong, adakah sesuatu yang berguna yang bisa menghilangkan hawa dingin dalam tubuh?”
“Silakan lihat katalog di etalase.”
Mei Zhiyi memejamkan matanya. Di benaknya muncul sebuah etalase berbentuk hologram yang berisi berbagai barang mulai dari selimut, pakaian kering, minyak angin, sampai penghangat ruangan portabel. Tapi yang membuatnya tidak senang adalah harga dari barang-barang itu sangat mahal.
“Tidak bisakah memberi diskon pengguna baru? Bahkan minyak angin pun harganya 18 poin!”
“Pengaturan pasar sistem, tidak bisa tawar menawar. Beli atau tidak.”
Mei Zhiyi mendengus. Dia terpaksa mengorbankan 18 poin miliknya untuk ditukar dengan sebotol minyak angin, yang merupakan produk paling murah di toko sistem. Minyak angin beraroma sirih dan cengkih itu kemudian muncul di telapak tangannya, ukurannya sekitar 20 mililiter.
“Sistem pelit. Sekecil ini pun mengapa sangat mahal?”
“….”
Mei Zhiyi lalu bangkit. Usai membersihkan salju yang menempel di pakaiannya, dia meninggalkan taman terpencil itu dengan langkah kaki yang diseret. Nanti selepas dia membersihkan diri dan mengganti pakaian, dia mungkin harus mengurut kakinya yang sepertinya bengkak.
Di lorong istana yang sepi nan dingin, Liu Yan, sang Kaisar Daqi yang tak pernah memedulikan hidup dan mati seseorang menyaksikan keseluruhan kejadian di taman itu dengan mata kepalanya sendiri. Adegan tindas menindas antar pelayan di istana sudah menjadi pemandangan biasa baginya.
Mereka masing-masing mewakili tuan mereka. Yang lemah tertindas, yang kuat akan menang. Permainan nyawa seperti itu baginya adalah hal biasa yang tidak perlu dipandang aneh.
Tapi, baru kali ini dia melihat adegan berbeda. Baru kali ini dia melihat ada pelayan yang selamat meski ditenggelamkan ke dalam kolam, bahkan berani melawan dan membalas dengan cara yang lebih unik tanpa ragu sama sekali. Tanpa takut membalas penindasnya dengan cara yang lebih keras walau dirinya sendiri terluka parah.
“Siapa dia?” tanyanya pada Li Dezai, kasim pribadi sekaligus kepala kasim.
“Dilihat dari pakaiannya, sepertinya pelayan dari Dapur Istana, Yang Mulia,” jawab Li Dezai.
Liu Yan mengangguk kecil. Ekspresinya terlihat puas.
“Beri dia hadiah.”
Li Dezai terkejut. Apa dia tidak salah dengar? Kaisar ingin memberi hadiah pada pelayan tidak dikenal itu?
“Yang Mulia ingin memberi hadiah kepada pelayan itu?”
“Kenapa? Harus kuulangi dua kali agar kau mengerti?”
Li Dezai menunduk. Sedikiti saja tidak senang, dunia ini seperti mau runtuh.
Liu Yan lalu berbalik. Andai saja semua pelayan istana punya keberanian seperti itu. Istana ini pasti tidak akan begitu membosankan.
Takut knp knp sama Liu yan
😁😁😁😁
nebak" aja dulu
Emang enak di ghibahin sama Mei