NovelToon NovelToon
Saat Mantan Menjadi Suami

Saat Mantan Menjadi Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Pengantin Pengganti / Mantan / Pernikahan rahasia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: mommy jay

Di saat resepsi pernikahan. Anjani Thalia harus menerima kenyataan pahit jika calon suaminya tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya.
Keluarga Anjani merasa malu dan marah karena merasa di permainkan oleh Arjuna . Calon menantu mereka.
Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Arjuna memilih wanita lain. Dan yang lebih mengejutkan dia memilih teman Anjani sendiri sebagai calon istrinya.
Saat keadaan kacau Anjani terlihat pasrah dengan kehancuran di depan matanya. Namun siapa sangka seseorang justru menyelamatkannya dari kehancuran itu.
Keandra Alarick. Mantan Anjani datang dengan tiba-tiba dan ingin menikahinya. Hal itu pun membuat semua orang terkejut.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa Anjani akan melanjutkan pernikahannya dengan Keandra?
Apakah setelah ini kehidupan Anjani akan bahagia?
Ikuti kisah mereka sampai selesai.
Jangan lupa follow. Beri like dan komentar kamu ya!
Happy Reading...! 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 Malam pertama yang dingin

Di tempat lain, Keandra terlihat menemui seseorang. Mengambil sebuah benda, yang tidak lain adalah sebuah laptop.

"Tuan. Nyonya berpesan, jika besok anda tidak perlu masuk ke kantor dulu." Seorang laki-laki dewasa berpakaian rapi. Dia Alex. Orang kepercayaan Keandra yang sudah bekerja dengannya dari masa ayahnya dulu.

Keandra mendelik. "Atas apa wanita itu melarang ku bekerja." ucapnya dingin.

"Sebab anda pengantin baru, tuan."

Keandra menatap tajam ke arah, Alex. Bisa-bisanya alex berbicara seperti itu. Tak mau lagi berbicara panjang dengan Alex. Keandra memutuskan untuk pergi dari sana. Hatinya masih kesal, pada Alex dan orang tuanya.

*

*

*

Sesampainya di dalam rumah. Keandra berjalan menuju kamar Anjani. Terdiam cukup lama, sambil menatap pintu kamar Anjani.

"Nak Keandra. Kenapa malah berdiri di luar? Kenapa tidak masuk?" Mira yang kebetulan lewat pun melontarkan pertanyaan. Membuat Keandra tersenyum canggung.

"Aku baru saja mengambil laptop, mah. Ini juga aku mau masuk." jawab Keandra sopan.

"Laptop?" ucap Mira bingung.

"Maksud aku. Tadi mamah Nadine, menyuruh pak Alex untuk mengantarkan laptop ku ke sini. Soalnya aku butuh laptop ini, untuk mengerjakan pekerjaan yang belum selesai." terang Keandra memberitahu Mira. Ia tidak mau, sampai Ibu mertuanya itu salah paham.

"Lalu, pak Alexnya mana? Kenapa tidak di suruh masuk dulu?"

Keandra tersenyum. "Sudah pulang, mah."

"Loh kok pulang." Mira terlihat kecewa, karena Keandra tidak membawa Alex masuk ke rumahnya. "Ya sudah, sekarang kamu segera masuk kamar. Pasti kamu seharian ini lelah."

Keandra mengangguk dan tersenyum. Pamit pada Mira. Masuk ke dalam kamar Anjani.

Setelah memastikan Keandra masuk ke dalam kamar Anjani. Mira juga memutuskan,untuk ke kamarnya.

*

*

*

Di dalam kamar, Keandra melihat Anjani sudah tidur. Ia hanya menghela nafas, melihat pemandangan di depan matanya.

Keandra memutuskan untuk membersihkan diri. Sebab merasa jika seluruh tubuhnya terasa lengket.

Setelah membersihkan diri, Keandra duduk di lantai beralaskan karpet. Di kamar Anjani, tidak ada sofa seperti di rumahnya. Hal itu ia maklumi, mengingat keadaan keluarga Anjani yang sederhana.

Keandra duduk, sambil menatap laptop di pangkuannya. Menatapnya serius. Memperhatikan pekerjaannya.

Keandra merupakan seorang CEO sebuah perusahaan properti. Merintisnya dari nol. Sampai maju pesat seperti sekarang ini.

Waktu bergulir begitu cepat. Saat ini, waktu menunjukkan pukul satu dini hari. Keandra menyimpan laptopnya dan memutuskan untuk tidur.

Namun sejenak Keandra terdiam. Bingung harus tidur di mana. Sekilas ia menatap tempat tidur milik Anjani. Ragu menyelimuti hatinya. Namun apa boleh buat, Keandra tidur di samping Anjani dengan bantal guling sebagai pembatas di antara mereka.

Meskipun mereka sudah sah. Keandra tidak mau meminta haknya, sebelum di antara mereka benar-benar tumbuh rasa cinta seperti dulu lagi. Tak ada malam pertama yang romantis. Hanya kehampaanlah, yang menyelimuti malam pertama mereka. Dingin. Hening.

Pagi hari...

Sinar mentari, menelusup masuk melewati celah tirai. Anjani yang merasa terusik, membuka matanya perlahan.

"Aaaaaa...!" Anjani sangat terkejut, melihat sosok Keandra di sampingnya. Ia pun reflek menendang Keandra, sampai terjatuh dari tempat tidur. "Apa yang kamu lakukan di kamar, ku?"

Keandra yang terkejut pun, terlihat meringkuk di lantai. Segera bangkit. Meringis sakit. Merasakan pinggang dan pantatnya terasa sakit.

Keandra yang sudah berdiri, kini menatap Anjani dengan tajam. "Aku sedang tidur. Lalu, kenapa kamu menendang ku?" tanyanya dingin.

Anjani seketika tersentak, saat menyadari bahwa dirinya dan Keandra sudah menikah. "Maaf... Aku lupa... jika kita sudah menikah." cicitnya penuh penyesalan. Menundukkan kepala. Tak sanggup menatap Keandra, yang terlihat marah padanya.

Keandra tidak membalas ucapan Anjani. Terdiam dengan wajah di tekuk dan tatapan tajamnya.

"Anjani. Apa yang terjadi? Apa ada masalah?"

Anjani dan Keandra saling tatap. Dari luar, terdengar Mira yang berteriak saat mendengar teriakan Anjani tadi.

"Aku baik-baik saja, mah. Tadi aku melihat kecoa." sahut Anjani sedikit berteriak. Terpaksa berbohong. Tidak ingin, sampai Mira tahu yang sebenarnya.

Keandra memilih acuh. Meninggalkan Anjani. Berjalan menuju kamar mandi.

"Huftt..." Anjani menghela nafas. Untung saja Mira mengerti dengan alasannya. Namun saat ini yang ia takutkan, jika Keandra benar-benar marah padanya. "Aku harus minta maaf."

Tak berselang lama, Keandra keluar dengan keadaan lebih segar. Rambutnya yang basah, membuat dirinya semakin tampan dan mempesona.

Anjani yang melihat hal itu pun, diam terpaku. Baginya Keandra tidak berubah. Tetap tampan dan berkharisma.

"Apa ada yang salah?" tanya Keandra dengan alis menaikan sebelah alisnya. Membuyarkan lamunan Anjani. Sedikit membuatnya salah tingkah.

"Ti-tidak ada." Anjani segera berlalu dari hadapan Keandra. Wajah putihnya terlihat memerah, karena malu. Ia pun segera pergi menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri.

Melihat sikap Anjani seperti itu, membuat Keandra tersenyum tipis. Namun hatinya belum benar-benar bisa menerima Anjani sepenuhnya, karena kesalahan di masa lalu.

Ruang makan

"Nak Keandra. Mari sarapan dulu." Mira tersenyum, menatap sekilas Keandra yang berjalan ke arahnya. "Anjaninya mana?" tanyanya, sambil melihat ke arah belakang Keandra.

"Dia masih di kamar mandi. Mungkin, sebentar lagi juga selesai." jawabnya pelan dan sopan.

Mira tersenyum tipis. Kembali menyiapkan sarapan untuk anak dan menantunya.

"Mah... biar Anjani yang menyiapkan semuanya. Maaf, hari ini aku telat bangun." Anjani yang sudah berada di ruang makan, segera membantu Mira. Rasa tidak enak hati, menyelimuti perasaan Anjani.

"Tidak apa-apa sayang. Mamah mengerti, kok." balas Mira tersenyum, dengan sedikit menggoda.

Pipi Anjani seketika memerah. Tahu betul apa maksud Mira. Bahkan Anjani sempat melihat ke arah Keandra, yang terlihat acuh. Tidak tersenyum sedikit pun. Membuat hati Anjani sedih.

Mereka sarapan bersama dengan tenang. Terlihat Anjani, sesekali melirik Keandra yang duduk di sampingnya.

"Aku sudah selesai." Keandra bangkit dari duduknya. Membuat Anjani dan Mira, menatap ke arahnya.

"Nak Keandra, mau kemana? Kok buru-buru." tanya Mira heran.

"Aku harus pergi bekerja, mah. Ada perkerjaan yang harus aku selesaikan hari ini."

Mira mengangguk pelan. "Oh...ya sudah kalau begitu."

Keandra mengangguk dan tersenyum. Sekilas matanya melirik pada Anjani, yang terlihat terkejut saat mendengar hal itu.

Menyadari tatapan Keandra. Anjani langsung menundukkan kepala. Hatinya merasa sedih dengan keadaan ini. Seharusnya sepasang pengantin baru, menghabiskan waktu berdua penuh cinta. Tapi apa ini? Keandra malah pergi bekerja.

"Anjani. Bantu suami mu bersiap-siap." Mira menatap Anjani, yang hanya terdiam. "Sekarang, kamu sudah menjadi seorang istri. Kamu harus terbiasa melakukan peran mu sebagai seorang istri."

"Baik mah."

Anjani langsung menuruti ucapan, Mira. Bangkit dari duduknya. Berjalan menuju kamarnya.

Mira menggeleng pelan. "Mamah tahu apa yang kamu rasakan, sayang. Tapi mamah yakin, jika kamu bisa melewati semua ini." gumamnya, penuh rasa iba.

*

*

*

Keandra dan Anjani berjalan menuju halaman rumah. Sesuai dengan perkataan Mira. Anjani melakukan perannya, sebagai seorang istri. Mengantar Keandra sampai ke depan rumah.

Keandra sendiri terlihat biasa, melihat sikap yang di tunjukkan oleh Anjani. Namun tidak dengan hatinya. Sebenarnya ia ingin mencium kening Anjani, seperti pasangan pada umumnya. Namun untuk saat ini tidak bisa. Ada benteng kokoh, yang menghalangi semua keinginannya itu.

"Aku berangkat dulu." Keandra berlalu begitu saja. Meninggalkan Anjani yang diam termangu.

Anjani tersenyum getir. Matanya memanas. Sikap Keandra sungguh mengiris hatinya. "Sebenci itu kah kamu pada, ku. Lalu, kenapa kamu menyelamatkan ku dari jurang kehancuran? Jika setelah itu, kamu sendiri menghancurkan ku perlahan." batinnya menjerit.

"Anjani."

Anjani segera merubah raut wajahnya seperti biasa. Menatap Mira yang memanggilnya. "Ada apa mah?"

Mira menghampiri Anjani. Memberikan sebuah surat undangan. "Ini."

"Ini apa, mah?" tanya Anjani, dengan alis saling bertaut. Menatap surat itu dengan seksama. "Undangan?" Membolak-balik surat undangan tersebut. "Arjuna. Melinda." Dengan suara tercekat, membuka dan membaca siapa nama pengantin tersebut.

Seketika surat undangan itu jatuh ke lantai. Bersamaan dengan itu, air mata Anjani pun jatuh tanpa permisi. Mewakili perasaannya, yang belum kering kembali tersayat.

1
partini
cemburu dia ,kata nk kasih pelajaran jangan" buka segel paksa si bang kai
partini
nsh Lo Bang Ke tambah cemburu
partini
hai pemuda tamvan aku doakan ketemu lagi sama Anjani 🤭
partini
gara" Bang ke ini dasar suami ga punya otak
partini
ikuti permainan suami mu lah ,dari pada cuma mewek doang kaya gitu melohoyyy sekali kamu Jani ini th 2026 loh bukan 2018 pls deh Jani be strong and Smart you can do it 🤦
partini
aihhhn gumussss
partini
aihhh belum apa" nongol aja si Kunti untung Anjani ga myek2 jadi perempuan lumayan lah ga tensi
partini
lanjut Thor 👍👍👍
mommy jay: Terima kasih atas support nya, kk. 🙏🙏🙏
total 1 replies
partini
ciuman pertama hemmm itu Bang Ke ga mau dengarn penjelasan sih paling nanti tau kalau bisa bobol gawang ternyata masih segel
partini
salah Raina ko andika
partini
novel baru ,yang Andika ga di terusin Thor masih ku simpan loh nungguin up-nya
Mita Paramita
semangat Thor 🔥😁😁
lanjutin ceritanya sampai tamat
mommy jay: Terima kasih atas supportnya kk. 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!