NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI JADI IBU TIRI JAHAT

TRANSMIGRASI JADI IBU TIRI JAHAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Duda / Mengubah Takdir
Popularitas:87k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Senggrong

Viona tidak menyangka jika dirinya akan ber transmigrasi menjadi seorang ibu tiri jahat pada tahun sembilan puluhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMBALI KE RUMAH KAKEK DARMA

Sepanjang perjalanan ke rumah, sepasang Kakek dan cucu itu tidak berbicara sama sekali. Hingga tiba dikediaman mereka.

Butuh setengah jam perjalanan untuk sampai kesana.

Rumah Jaka terletak di tengah bukit, tepat dibawah tebing batu. Rumah-rumah disana dibangun diatas tanah miring. Beda dengan rumah Kakek Darma yang dibangun diatas tanah datar.

Setibanya di rumah, Kakek Darma meminta Vina untuk beristirahat . Sedangkan beliau sendiri pergi ke belakang rumah untuk memberi makan hewan peliharaannya.

Kakek Darma memiliki beberapa binatang ternak. Lima ekor kambing, sepuluh ekor ayam dan juga puluhan ekor kelinci. Itulah sebabnya Kakek Darma memiliki kehidupan yang cukup dibandingkan keluarga Jaka.

Vina masuk kedalam rumah dengan antusias. Rumah Kakek Darma cukup luas. Ada tiga kamar tidur, ruang tamu dan ruang penyimpanan barang. Dapur dan juga kamar mandi berada di belakang dan terpisah dari rumah utama.

Vina masuk kedalam kamar sesuai dengan ingatan tubuh aslinya. Dibanding kamar yang ia tempati di rumah Jaka, kamarnya disini lebih luas dua kali lipat.

Vina merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Dia merasa lelah setelah berjalan selama tiga puluh menit. Selama menjalani hidup sebagai Viona ia belum pernah berjalan sejauh itu. Belum lagi dengan kondisi jalan yang naik turun seperti tadi. Apalagi dengan kondisi jalan yang tidak begitu menyenangkan.

Tanpa terasa Vina tertidur. Ia bangun saat matahari telah tenggelam. Vina merasa bingung di tengah kegelapan.

"Kok gelap banget sih,"gumam Vina sambil bangun dari posisinya. Ia mencoba turun dari ranjang secara perlahan. Kemudian berjalan menuju pintu kamar sesuai dengan ingatannya tadi.

Setelah membuka pintu kamarnya ia berjalan sambil berpegangan pada dinding kayu.

Rumah Kakek Darma memang tidak semuanya terbuat dari anyaman bambu. Di bagian dalamnya sebagian besar terbuat dari papan kayu.

"Kek," panggil Vina.

"Ada apa?" jawab Kakek Darma yang sedang berada di depan rumah.

Seperti biasa Kakek Darma akan membuat api unggun sederhana di depan rumahnya untuk berdiang sambil menikmati rokok tembakau.

Vina menghampiri Kakek Darma dengan langkah pelan. Untungnya di meja ruang tamu ada lampu cempluk yang sudah dinyalakan . Meski tidak seterang cahaya lampu listrik , namun sudah lebih dari cukup untuk membantunya sebagai penerangan.

"Kakek ngapain?" tanya Vina.

"Nggak ngapa-ngapain. Karena Kamu sudah bangun , langsung saja makan sana. Perut Kamu pasti sudah kelaparan."

"Kakek sudah makan?"

"Nanti saja , sekarang masih belum lapar."

"Aku juga belum lapar kok."

Vina berjongkok disamping sang kakek. Kakek Darma langsung memberinya batang kayu kering yang sudah dipotong kecil agar dipakai untuk duduk.

"Terima kasih," kata Vina dengan riang.

"Hmmm..."

Setelah itu tidak ada lagi yang berbicara. Vina menatap depan di keheningan malam. Suasananya cukup sepi. Hanya terdengar suara binatang malam yang mengalun lembut di pendengarannya.

Rasanya ia masih belum sepenuhnya percaya jika jiwanya bisa masuk kedalam tubuh orang lain. Sangat-sangat tidak masuk akal sama sekali.

"Apa Kamu senang?" tanya Kakek Darma setelah cukup lama berdiam diri. Vina menoleh dengan bingung.

"Maksud kakek?"

"Akhirnya Jaka mau menceraikanmu. Bukankah ini yang Kamu mau," kata Kakek Darma dengan agak lirih.

"Seharusnya kalau Kamu memang mau marah, marah saja sama Kakek. Kakek lah yang sudah memaksamu untuk menikah dengan Jaka. Bukan malah melampiaskannya pada si kembar .Kalau tau begini lebih baik waktu itu Kakek saja yang yang di serunduk oleh Babi hutan itu. Mati mungkin lebih baik dibanding melihat Jaka hidup seperti saat ini."

Deg!

Vina tidak bisa berkata-kata. Lagi pula ia bukan Vina yang asli.

"....."

"Hidupnya saja sudah sulit, tapi karena keputusan Kakek ..."

Kakek Darma tidak melanjutkan ucapannya. Namun Vina tahu betul apa yang akan beliau ucapkan. Meski ia tidak ikut-ikutan melakukan namun ia merasa bersalah.

"Maafkan Vina."

"Kakek lah yang seharusnya meminta maaf. Kakek_"

"Kakek tidak salah sama sekali. Vina lah yang salah. Vina belum bisa berfikir dengan jernih. Untuk kedepannya Vina akan berusaha untuk bersikap lebih baik lagi."

Kakek Darma tidak menjawab. Suasana kembali hening lagi. Namun hal itu tidak berangsur lama. Setelah rokok ditangannya habis, Kakek Darma mengajak Vina untuk makan malam bersama. Vina mengikuti Kakek Darma masuk kedalam rumah.

Kakek Darma sudah biasa masak sendiri. Meski hanya masakan sederhana namun mampu membuat Vina kekenyangan.

Padahal Kakek Darma hanya masak nasi jagung dengan lauk botok dan sayur bening. Mungkin juga disebabkan karena sejak ia terbangun belum ada satupun asupan yang masuk kedalam perutnya.

Selesai makan Kakek Darma dan Vina kembali ke depan. Tetapi bukan lagi diluar rumah namun duduk di kursi yang ada di ruang tamu.

"Besok pagi jangan bangun kesiangan. Kita akan pergi ke puskesmas untuk memeriksakan kondisimu."

"Aku kan baik-baik saja buat apa diperiksa, " tolak Vina tanpa pikir panjang.

"Kamu bukan Dokter," jawab Kakek Darma dengan singkat.

"Tapi kan_"

"Tidak usah membantah. Kalau Dokter bilang baik maka Kakek nggak perlu khawatir. Sekalian nanti Kita pergi ke pasar."

"Kakek mau beli apa?"

"Beras di rumah sudah habis. Kakek juga berencana untuk menjual tampah yang sudah Kakek buat."

"Oh...."

"Sekalian beli jajan buat si kembar," kata Kakek Darma sambil melirik Vina untuk melihat reaksinya. Biasanya Vina akan langsung marah bila ia berbicara tentang si kembar.

"Baiklah."

"Kamu tidak marah?"

"Kenapa harus marah?" tanya Vina dengan bingung.

"Biasanya kan Kamu langsung marah-marah."

"Kan tadi Aku sudah bilang mau belajar untuk bersikap lebih baik. Nanti Aku juga akan meminta maaf langsung sama mereka."

"Baguslah kalau begitu."

Kakek bernafas lega begitu mendengarnya. Semoga saja cucunya benar-benar bisa berubah lebih baik. Sedangkan Vina merasa deg-degan takut rahasianya terbongkar.

Setelah berbincang cukup lama, Vina pun kembali ke kamarnya. Malam itu Vina tidak bisa tidur dengan nyenyak. Sebelum matahari terbit ia sudah bangun . Begitu bangun ia langsung buru-buru ke kamar mandi. Sejak semalam ia sudah menahan buang air. Namun karena gelap, ia tidak berani keluar.

Untungnya Kakek Darma sudah bangun. Beliau juga menyalakan obor di belakang rumah, Jadi ia tidak terlalu khawatir lagi.

Kakek Darma sudah biasa tidur larut malam dan bangun sebelum fajar. Saat ini beliau sedang menyalakan api untuk masak.

Setelah selesai dengan urusannya , Vina mengambil alih tugas Kakek Darma untuk memasak. Jadi Kakek Darma pergi ke kandang untuk bersih-bersih sekaligus membuang kotoran hewan peliharaannya.

Vina sudah pernah masak menggunakan tungku saat melakukan wisata kuliner, jadi ia sudah tidak asing lagi dengannya. Beras dan bahan masaknya sudah dipersiapkan oleh Kakek Darma. Jadi Vina tinggal mengolahnya saja. Untungnya Kakek Darma memiliki berbagai jenis bumbu dengan lengkap.

Pagi ini Vina memasak sayur rebung, sama sambal teri. Nasinya sisa yang kemarin. Lagipula tidak ada beras yang bisa dimasak.

Rasa masakan Vina sangat enak. Kakek Darma tidak pernah menyangka jika keahlian masak vina meningkat. Beliau sampai nambah dua piring sangking enaknya.

"Keterampilan masakmu bertambah baik. Masakanmu benar-benar enak," puji Kakek Darma dengan tulus.

"Baguslah kalau Kakek suka. Nanti akan Aku buatkan lagi makanan yang lebih enak lagi."

"Hmmm"

1
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Sistem sisteemm
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Siapaa kira2 yg ga ada kerjaan culik anak2 segala 🤔
Erna Fkpg
makanya perasaan penasaran Vina kepada kakek yg lewat
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Wah jangan2 si bpk yg Vina liat 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ikutin aja siapa tau bpk2 ajaib 🤣
Ari Peny
knp gk tinggal drmh kakek darma
Ari Peny
coba baca
suryati pendi
menunggu lanjut /Cry/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Dih yakin bener lu berhasil 🤣🤭
Dede Mila
update nya lama eeeeh💃💃💃💃💃
Erna Fkpg
iyain aja Vina dr pd kamu celaka to point bisa didapatkan klau dpt misi
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Belakangan Vina ga dikasih misi, sibuk bikin warung, sistemna error 🤣
Nunung Elasari
cerita bagus, sayang up nya lama... 🤭
Nurul Senggrong: 🤭🤭🤭🤭 Maaf Kak. Diusahakan untuk terus up🥰🥰🥰
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Waah masih murah2 ya, ini jaman aku SD kali ya masih ada 25 50 perak
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Tahun 85
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ciee udah akur benerann 😅
Erna Fkpg
lanjut thor 💪💪💪
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Aih kirain double 😅
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Pasti paling laris nih jualan na
Osie
aku kira bab baru eh g tau nya bab yg sama/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Suzana Diro
ingatkan aku salah baca rupanya memang double bab nya
semangat thor 💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!