Ditinggalkan oleh calon suami seminggu sebelum pernikahan nya membuat hati Alina hancur lebur. Belum mendapatkan jawaban akan maksud calon suaminya yang meninggalkan dirinya, Alina kembali dikejutkan beberapa bulan kemudian akan permintaan pria yang belum menghilang dari hatinya itu.
"Aku mohon padamu, tolong rawat bayi ini. Aku memohon padamu Alina. Jaga Rosa dengan baik." Setelah mengucapkan itu, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya.
Bagaimanakah kelanjutan nya? Apakah Alina akan membesarkan nya? atau justru mengikuti egonya? Dan bayi siapa itu sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Menghilang
Dari sepasang kakinya yang menginjak rem, sekarang berubah menjadi gerakan cepat sambil mengikuti dokter dengan perawat yang menuju ruang UGD. Tak membutuhkan waktu, mereka sampai dan tubuh Alina ditahan di depan pintu.
"Maaf Nona, hanya sampai sini." Alina sungguh campur aduk sekarang. Rasa kesal, benci ia singkirkan sejenak setelah melihat kondisi Edward yang bersimbah darah saat ini. Tapi gemetar di tangannya masih tercipta, dia mengambil napas beberapa kali, seolah mengusir rasa sesak menjauh dari dadanya.
Bagaimana tidak. Dia melihat Ed dengan keadaan dilumuri cairan merah di tubuhnya. Alina langsung saja tancap gas menuju rumah sakit.
"Apa yang terjadi padanya?" Hanya itu yang terlintas di benaknya. Meksipun perasaan Alina dikecewakan oleh Edward, tetapi ia mengedepankan rasa kemanusiaannya.
Alina mondar-mandir di depan ruangan itu sesekali memijat kepalanya yang terasa pening. Tak lama, ponselnya berbunyi membuat dirinya tersadar dari penantian cemasnya.
"Nona dimana?" Tanya bibi yang sangat cemas mengenai kondisinya yang belum ada kabar.
"Aku di rumah sakit Bi." Jawab Alina dengan tubuh yang masih bergetar.
"Nona baik-baik saja kan? Nona jawab bibi! Nona bibi sangat cemas, katakan sesuatu."
"Aku baik-baik saja bi, aku mengantarkan Edward."
"Apa?" Bibi tentu kaget bukan main, karena beberapa bulan ini tidak ada kabar mengenai kekasih Nona nya itu dan tiba-tiba saja kembali muncul.
"Apa yang terjadi Nona?"
"Aku tidak tau bi! Aku bertemu dengannya ketika dalam perjalanan. Sungguh! Aku juga tidak tau!" Alina menatap ke atas sambil menahan air matanya.
"Baiklah, apa perlu bibi kesana?" Alina menggeleng sambil menjawab pertanyaan bibi.
"Tidak perlu bi, aku bisa sendiri. Aku juga akan pulang, lagipula aku hanya bertugas mengantarkannya saja. Aku tidak punya hubungan apapun lagi dengan nya."
"Baik nona. Bibi tunggu di rumah." Tak lama panggilan terputus dan Alina menghubungi nomor lain.
"Aku harus mengabarkan orang tuanya bukan? Ya, setidaknya aku masih berbaik hati." Alina mencoba menelpon, tetapi tidak ada jawaban, hingga Alina memilih mengirimkan pesan karena dirinya juga harus pergi. Klien nya menghubungi dirinya yang tak kunjung datang.
Sejenak Alina menatap ruangan dimana Edward diselamatkan saat ini. "Aku pergi, seperti yang kau inginkan Ed. Kita tidak ada hubungan apapun, aku akan mengingat nya!" Alina langsung melangkahkan kakinya keluar meninggalkan rumah sakit itu.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Beberapa hari ini, Alina tidak tau dan tidak mau tau, bagaimana keadaan Edward. "Kenapa aku harus tau? Itu hanya masa lalu, jalani hidup masing-masing." Alina melepaskan pensil sketsa nya dan duduk termenung sejenak menatap jendela yang memberikan pemandangan lalu lalang.
Ketika Alina baru saja sampai di restoran, ponselnya berdering. Alina yang sungguh lapar tidak menerima panggilan apapun, karena dirinya juga mengabarkan pada siapapun bahwa dirinya tidak menerima panggilan ketika jam tertentu.
Dan benar saja, ponsel Alina berhenti berdering. Tak terasa waktu menunjukkan pukul lima sore, Alina bersiap pulang karena pekerjaan nya akan dilanjutkan di rumah.
"Kenapa langit tiba-tiba mendung?" Ujar Alina menatap langit sebelum masuk ke mobilnya.
Sebelum hujan, Alina menyalakan mesin mobilnya, tetapi lagi-lagi panggilan muncul di ponselnya. "Halo?"
"Maaf ini dengan Nona Alina?"
"Ya, ini siapa?"
"Kami dari pihak rumah sakit Nona, ingin mengabarkan mengenai pasien yang Nona bawa beberapa hari yang lalu."
"Aku tidak...."
"Pasien itu hilang Nona, dia pergi dua hari yang lalu. Kami pikir mungkin di sudah pulang tetapi tadi siang, dia kembali dengan luka yang terbuka lagi. Kami tidak tau harus menghubungi siapapun, tetapi pasien mengatakan untuk menghubungi Nona. Tolong Nona, ini sangat darurat." Alina diam sambil mencerna setelah panggilan berakhir.
"Apa sekarang?" Pikir Alina tak habis pikir, dia tampak menimbang berat. Akankah dia ke rumah sakit atau tidak?
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🥰 🙏