NovelToon NovelToon
Selingkuhan CEO

Selingkuhan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Aliansi Pernikahan / Persaingan Mafia
Popularitas:742
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

Natalie terpaksa bekerja pada Ares demi memenuhi kebutuhan ekonominya, termasuk bekerja di club malam dan kemudian menjadi asisten pribadinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Bayangan di Sisi Sang Paus

Minggu Pertama: Ruang Kerja Baru

Minggu pertama Natalie sebagai asisten pribadi Tuan Ares adalah badai informasi dan protokol yang ketat. Ia tidak pernah kembali ke Eclipse; area kerjanya kini adalah lantai atas sebuah gedung perkantoran mewah di distrik bisnis utama, jauh dari dentuman musik dan bau asap rokok.

Natalie duduk di kantornya, yang jauh lebih besar dari apartemennya, menghadap sebuah video wall yang menampilkan data pasar saham, timeline berita global, dan jadwal Ares yang rumit. Di atas meja kerjanya, sebuah laptop canggih dengan enkripsi militer dan smartphone yang hanya terhubung ke nomor-nomor tertentu.

Tugas pertamanya, mencari informasi tentang Kaleb Sanjaya, memberinya gambaran sekilas tentang dunia gelap yang digeluti Ares. Kaleb adalah seorang startup mogul yang entah bagaimana mulai mengganggu rantai pasokan logistik milik Ares. Natalie menemukan bahwa Ares bukan hanya pengusaha hiburan; dia mengendalikan sebagian besar grey economy di kota ini, mulai dari impor barang mewah tanpa pajak hingga keamanan swasta tingkat tinggi.

Ares jarang di kantor. Komunikasi mereka sebagian besar dilakukan melalui pesan terenkripsi yang cepat, dingin, dan efisien. 'Hubungi CEO Pacific Steel jam 19:00. Tegaskan penawaran terakhir.' 'Siapkan jet ke Hong Kong. Tinggalkan catatan untuk Liana: uang tunai untuk gaji Eclipse sudah siap.'

Namun, setiap kali Ares muncul, suasana ruangan langsung berubah. Hari ini adalah salah satunya.

Pintu kantor utama Ares terbuka, dan ia masuk, ditemani oleh Kepala Keamanannya yang besar dan bisu, Rook. Ares melepas jasnya, memperlihatkan kemeja yang pas membentuk tubuhnya.

"Laporan Kaleb Sanjaya, Natalie," perintah Ares, sambil berjalan ke jendela, menatap pemandangan kota di bawah.

Natalie sudah siap. Ia berdiri dan memproyeksikan data yang ia kumpulkan ke video wall.

"Kaleb Sanjaya memiliki hutang besar di tiga bank berbeda. Dia mencoba menjual asetnya, termasuk saham di perusahaannya, untuk melunasi hutang itu. Dia tidak menyerang rantai logistik Anda karena ambisi, Tuan. Dia melakukannya karena keputusasaan. Dia butuh uang tunai cepat."

Ares diam. Natalie menunggu dengan napas tertahan, berharap analisisnya tepat.

"Bagus," kata Ares, nadanya menunjukkan persetujuan yang langka. "Aku tidak mempekerjakanmu untuk memberitahuku apa yang sudah aku ketahui. Aku mempekerjakanmu untuk memberitahuku apa yang akan dia lakukan selanjutnya."

"Dia akan membuat satu langkah putus asa," jawab Natalie, percaya diri. "Dia akan menawarkan diri sebagai 'penasihat' kepada pesaing Anda, Tuan. Dia akan menjual rahasia operasi Anda, bukan asetnya."

Ares berbalik, tatapan matanya yang tajam tertuju pada Natalie. "Keputusan yang logis. Kau memahaminya lebih cepat dari tim analis keuanganku."

"Terima kasih, Tuan."

Ares duduk di kursi eksekutifnya. "Tugas Sanjaya sudah selesai. Sekarang, kita beralih ke jadwal pribadiku."

Pengantin yang Tak Dicintai

Ares menarik tablet dari laci mejanya, dan kali ini, layar depannya adalah foto seorang wanita. Wanita itu cantik, dengan rambut pirang yang terawat sempurna dan senyum yang elegan dan sedikit angkuh. Ia mengenakan kalung berlian yang pasti bernilai jutaan.

"Kau harus mengatur ulang semua jadwal pribadiku untuk minggu depan," kata Ares. "Batalkan pertemuan dengan Dewan Kota hari Rabu. Geser rapat logistik ke hari Kamis malam. Sisakan hari Sabtu kosong."

Natalie mulai mengetik, mengatur ulang jadwal yang padat. "Bolehkah saya tahu alasannya, Tuan? Agar saya bisa menyusun alasan yang kredibel."

Ares menghela napas, itu adalah desahan pertama yang pernah didengar Natalie darinya—sebuah tanda kelelahan yang nyata.

"Hari Sabtu adalah acara pertunangan saya," jawab Ares datar.

Natalie menghentikan jarinya di tombol keyboard. Pertunangan? Pria dengan aura dingin dan berbahaya ini memiliki seorang tunangan. Secara internal, Natalie merasa sedikit terkejut. Meskipun ia tidak pernah memiliki perasaan romantis terhadap Ares, ide bahwa ada wanita yang mampu 'menjinakkannya' terasa mustahil.

"Selamat, Tuan," kata Natalie, menjaga nada suaranya tetap profesional dan tanpa jeda. Ia melihat kembali ke foto itu. "Dia terlihat... luar biasa. Nyonya...?"

"Claudia Sastrawan," jawab Ares. "Putri dari Tuan Sastrawan, pemilik Grup Sastrawan. Sebuah aliansi yang sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak."

Kata-kata Ares terasa seperti potongan es yang dilemparkan ke lantai marmer. Aliansi. Tidak ada kata cinta, kasih, atau kebahagiaan. Hanya menguntungkan.

"Baik, Tuan. Saya akan memastikan semua persiapan dan RSVP terkirim dengan sempurna," kata Natalie.

Ares mengambil gelas whiskey di mejanya, meskipun masih pagi. Ia tidak meminumnya; ia hanya memutar-mutar cairan emas itu.

"Tidak perlu pura-pura berbahagia, Natalie," kata Ares, tatapannya menyapu ke sudut ruangan. "Kau adalah asistenku, bukan juru bicara kebahagiaanku. Dan kau akan segera tahu, ini adalah sebuah penjodohan bisnis yang dilakukan oleh ayahku sejak aku remaja. Claudia adalah pengantin yang didikte, bukan pengantin yang dicintai."

Natalie merasakan kepalanya berdengung. Pria ini, yang sangat tertutup, yang hidupnya diselubungi misteri, baru saja membuka sedikit celah pada hatinya—atau lebih tepatnya, ketiadaan hati—kepada Natalie.

"Saya mengerti, Tuan," ujar Natalie, suaranya pelan dan berhati-hati. "Jika ini adalah urusan bisnis, berarti saya harus mengelola logistik pertunangan ini sama seperti saya mengelola rapat Anda."

"Tepat," kata Ares, kini menyesap whiskey-nya. "Kau akan menjadi perantara antara Claudia dan tim acara. Pastikan dia mendapatkan apa pun yang dia inginkan. Dia harus bahagia dan terlihat bahagia. Itu adalah investasi."

Ares berdiri lagi dan kembali ke jendela, punggungnya menghadap Natalie. Suasana di antara mereka menjadi berat, dipenuhi pengakuan yang baru saja terucap.

"Aku butuh seseorang yang bisa melihat gambaran besar," lanjut Ares. "Cinta adalah kelemahan. Komitmen adalah perjanjian tertulis. Aku tidak mencintai Claudia, dan dia tidak mencintaiku. Tapi kami adalah kekuatan, dan pernikahan ini akan mengamankan warisanku."

Natalie menatap punggungnya, yang tampak kuat dan tak terkalahkan. Namun, untuk pertama kalinya, ia melihat retakan dalam perisainya. Di balik kekuasaan dan kekayaan, Ares hanyalah pion dalam permainan kekuasaan yang lebih besar, sama seperti Natalie yang harus melayani Adrian.

"Tentu, Tuan. Saya akan mengatur semuanya. Ada detail spesifik dari Nyonya Claudia yang perlu saya ketahui?"

Ares menoleh. Tatapannya kembali dingin, seolah-olah ia sudah menutup celah itu kembali.

"Hanya satu detail. Dia menyukai mawar merah muda, sampanye mahal, dan dia harus selalu terlihat paling bersinar di ruangan itu. Ah, dan juga..." Ares ragu sejenak, tatapannya beralih dari Natalie ke jendela. "Dia benci jika orang lain terlihat lebih menarik darinya."

Natalie menelan ludah. Itu bukan detail logistik. Itu adalah peringatan.

"Saya akan mengingatnya, Tuan," kata Natalie.

"Bagus. Sekarang, lupakan apa yang baru saja aku katakan. Kau adalah asisten. Aku adalah atasanmu. Kita hanya bicara tentang jadwal dan logistik. Pergi, urus masalah mawar dan cincin. Aku harus memanggil Kaleb Sanjaya. Aku punya solusi yang cepat dan... permanen untuk 'keputusasaannya'."

Natalie mengangguk, mengambil notebook-nya. Saat ia melangkah keluar dari ruangan, ia menyadari sesuatu. Ia tidak lagi melihat Ares sebagai penyelamat misterius dari klub malam. Ia kini melihatnya sebagai Bos yang kejam dan berkuasa, terperangkap dalam sangkar emasnya sendiri, dan entah kenapa, Natalie kini menjadi salah satu kunci untuk mengunci sangkar itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!