Kayla seorang perempuan yang memiliki 3 Saudara, mereka telah yatim piatu sejak kecil, Adik bungsunya merupakan anak istimewa yang membutuhkan perhatian khusus. Perjuangan mereka yang penuh dengan tangis, penderitaan akankah bisa menuju kesuksesan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tante Yang serakah
Sesampainya mereka dikantin, Kanaya dan Kayla segera mengerjakan pekerjaan yang di arahkan oleh ibu kantin. Setelah meletakkan adik mereka agar bisa tidur siang karena mereka sudah makan siang.
"Besok setelah pulang sekolah kalian mau nda ikut ibu jualan di warung saat makan, bagaimana??
"Boleh bu, yang penting kami bisa makan dan dapat upah karena kami ingin sekolah".
"Tentu nak, ibu akan kasih kalian gaji masing-masing 20 ribu itu juga lengkap dengan makan kalian bagaimana??
"Mau bu". Seru keduanya dengan senang.
"Tapi bu, bagaimana dengan adik-adik kami bu, kami boleh membawanya??
" Bawah saja asal mereka tidak menganggu pekerjaan kalian".
"Terima kasih bu, adik-adik aku tidak akan mengganggu pekerjaan kami, mereka sudah mengerti".
"Baiklah nak, ayo kalian ikut ibu saja, ibu akan bawah kalian ke warung makan ibu karena ini jam makan siang".
Mereka pun ikut mobil Bu kantin bernama bu Hasni itu, dia juga memiliki anak tapi sudah berusia 13 tahun yang paling bungsu.
Setelah sampai mereka langsung bergegas membawa semua lauk pauk yang telah dimasak tadi.
"Kalian bantu ibu mengantar makanan ini yah nak, adik kalian taroh saja disana". Bu Hasni menunjuk tempat tidur kecil yang ada didalam warungnya itu.
Mereka berdua dengan cekatan membantu ibu Hasni sampai sore hari barulah mereka pulang.
"Nah ini upah kalian, dan ini lauk untuk kalian makan dirumah nak beserta nasinya". Ucapnya menyodorkan uang 40ribu itu dan lauk pauknya.
"Ya allah terima kasih bu". Kayla menerima makanan dan uang itu dengan hati yang sangat senang.
"Ayo ibu antar kalian pulang nak karena kita satu arah". Ucapnya dengan mata berkaca-kaca,
"Kak, uangnya kita tabung saja yah, kita beli celengan?? Tanya Kanaya melihat uang yang mereka terima.
"Iya dek, rencananya kakak ingin buat buku tabungan untuk kita di bank dan bisa kita simpan disana, kita hanya mengeceknya saja, kalau di rumah kakak takut hilang".
"Iya kak, sekalian uang sumbangan ibu yang kemaren".
"Kalian mau buat buku tabungan, ibu temani yah??
"Ibu serius mau bantu kami?? tanya Kayla dengan senyuman.
"Tentu nak, bawah kartu keluarga kalian, akta lahir dan kartu siswa, kalian punya semuanya kan??
"Punya bu".
"Ya sudah, sesampai dirumah kalian siapkan yah nak, besok bawah yang ibu katakan tadi nanti ibu temani kalian besok setelah berdagang, bagaimana??
"Iya bu, terima kasih".
"Iya sama-sama nak, belajarlah menabung dari kecil agar uang itu bisa kalian gunakan nanti saat kebutuhan mendesak".
"Iya bu makasih, Oh iya sebaiknya kalian bawah bekal ke sekolah besok untuk makan siang karena lauk ibu hanya bisa kasih lauk kalian untuk makan malam sedangkan siangnya hanya jajann saja".
"Iya bu, kami akan membawa bekal dan baju ganti mulai besok agar bisa. akan siang sambil menunggu sore".
"Iya nak, kalian baik-baik dirumah yah". Ucap Bu Hasni ketika sampai didepan gang rumah mereka.
"Terima kasih bu, kami masuk dulu". Ucap mereka bergantian dan mencium tangan bu Hasni bergantian.
"Semoga allah selalu membuka memberikan kalian rejeki yang baik setelah ini". Ucapnya dalam hati melihat keempat anak itu.
Kayla mengambil uang ibunya dan memasukkannya ke dalam tas begitu juga dengan berkas-berkas yang dibutuhkan oleh ibu Hasni tadi.
Setelah selesai dia mengajak adiknya untuk mandi sore dan mengganti pakaian mereka dan bersih-bersih rumah.
Terdengar ketukan keras dari luar rumah entah perbuatan siapa, Saat melihat orang yang muncul dibalik pintu Kayla menghela nafas tante serakah yang selalu mencari keributan pada mereka sejak dulu.
"He Kayla kenapa lama sekali kau buka pintunya ha". Hardik sorang dibalik pintu
"Kami tadi sedang bersih-bersih rumah tante, memang kenapa tante mengetuk keras seperti itu??
"Kalian harus keluar dari rumah ini, tante mau menjualnya".
"Maaf tante, tante tidak bisa menjual rumah kami seenaknya, rumah ini milik almarhumah ibu dan bukan punya tante".
"Dia sudah mati Kayla, jadi tante berhak menjualnya". Hardiknya dengan keras.
"Maaf tante, saya bisa melaporkan tante ke polisi dengan bantuan pak desa jika tante berani menjual rumah kami".
"Dasar anak kurang ajar, pergi kalian dari sini". Ucapnya dengan penuh kejengkelan.
"Maaf tante, ini rumah kami, lagian sertifikat nya bukan atas nama tante jadi tante tidak bisa menjualnya, menurut hukum tante bisa dilaporkan jika memaksa menjualnya padahal ada kami sebagai ahli waris".
"Sialan anak kurang ajar". Ucapnya hampir menampar Kayla tapi terhalang oleh tangan Kanaya yang menepis tangan tantenya dengan kasar.
Melihat keberanian anak-anak itu dia semakin murka, dia mau menguasai rumah itu karena rumah itu lumayan luas karena tanahnya.
Dia mendorong Kanaya dengan keras dan hampir menamparnya tapi Kayla lebih dulu mendorongnya dengan keras.
"Jangan keterlaluan tante, akan ku laporkan tante ke polisi dengan tuduhan kekerasan anak dibawah umur". Teriak Kayla dengan keras sehingga menarik perhatian tetangga.
"Ada apa nak, kenapa kalian berteriak seperti itu?? Tanya salah satu warga yang datang ketika lewat dan mendengarkan teriakan Kayla
"Ini Tante Rina memaksa kami pergi dari sini karena mau menjual rumah ini padahal ini rumah ibu kami, dia juga mau menganiaya kami". Ucap Kayla dengan emosi.
Anak cerdas ini memang sangat ingin menjadi seorang pengacara saat dia dewasa itu sebabnya dia suka membaca dan mencari tahu tentang hukum-hukum dan pasal-pasal yang ada.
"Apa maksudmu melakukan itu Rina, keterlaluan kamu, mereka itu anak yatim piatu dan mereka keponakanmu, bisa-bisanya kau mengusir mereka dari rumah mereka sendiri, dasar serakah". Umpat Ibu-ibu itu dengan kasar.
Pertengkaran itu membuat ibu-ibu lain berdatangan dan penasaran apa yang terjadi.
"Ada apa ini bu kok ibu marah-marah sana Rina??
"Wanita serakah ini mengusir Kayla dan adik-adik nya dengan paksa dan bahkan menganiaya mereka karena dia mau menjual rumah orangtua mereka".
"Ih kamu manusia serakah sekali Rina, bahkan peninggalan milik kakakmu yang lain sudah kamu ambil, sekarang rumah mereka juga kamu mau ambil, kamu tidak malu, tidak takut Azab kamu". Hardik Ibu-ibu lainnya.
"Jangan ikut campur kalian, ini bukan urusan kalian, terserah saya mau jual atau tidak toh orangnya juga sudah mati".
"Lah ibunya masih punya Ahli waris kamu buta??
"Apa, mereka itu hanya anak kecil bodoh amat". Sungut Rina tidak peduli.
"Tapi sayangnya tante, anak kecil ini akan membuat tante masuk penjara jika berani menindas apalagi mengambil rumah kami, kami memiliki Sertifikat asli dari ibu dan itu sah secara hukum, kami juga punya sertifikat ahli waris. Aku akan menuntut tante dengan bantuan pak desa dan warga jika tante memaksa menjual rumah kami". Kayla menatap tantenya sungguh-sungguh