NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Karakter Villain Di Dalam Novel

Transmigrasi Jadi Karakter Villain Di Dalam Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Younglord

Marcus, seorang pemuda dengan hidup yang berantakan, tewas secara konyol hanya karena terpeleset oleh sampah di apartemennya sendiri.

Namun takdir justru mempermainkannya. Alih-alih pergi ke akhirat, ia malah terbangun di tubuh Leon Von Anhart, seorang karakter villain dari novel yang baru saja ia maki-maki habis-habisan.

Menjadi Leon adalah mimpi buruk.
Selain reputasinya sebagai sampah masyarakat yang dibenci semua orang, termasuk keluarganya sendiri, tubuh ini juga menyimpan kondisi yang mengenaskan: gagal jantung kronis yang membuatnya divonis hanya memiliki sisa hidup 365 hari.

Dengan waktu hidup yang tinggal satu tahun, reputasi yang sudah hancur, serta sebuah layar sistem aneh yang memaksanya berbuat baik demi bertahan hidup, Marcus terpaksa melawan takdirnya sendiri.

Masalahnya, dunia ini tidak membutuhkannya sebagai pahlawan.
Dunia ini hanya membutuhkan Leon, seorang villain yang kelak akan menjadi monster sekaligus ancaman bagi dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Younglord, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8 [Warning 18+]

Leon mengunci tubuh Eiryn di antara kedua lengannya. Aroma sabun yang segar bercampur dengan uap hangat di ruangan sempit itu membuat akal sehat Leon semakin menipis.

"Eiryn... maafkan aku," bisik Leon dengan suara rendah yang serak.

Sebelum Eiryn sempat mencerna apa yang terjadi, Leon maju dan langsung mengecup bibir gadis itu.

Mata Eiryn membelalak lebar karena terkejut. Nadi di lehernya berdenyut kencang. "Mmhh!" pekiknya tertahan di balik ciuman Leon yang tiba-tiba.

Tangannya yang mungil mencoba mendorong dada Leon, namun kekuatannya tak sebanding dengan tenaga baru yang dimiliki tuannya itu.

Leon tidak berhenti. Ia justru semakin memperdalam ciumannya, memberikan tekanan yang penuh keinginan.

Tangan kanannya merayap naik, menahan rahang Eiryn dengan lembut namun tegas, memastikan gadis itu tetap menatapnya dan menerima setiap perasaan yang ia tuangkan melalui ciuman itu.

Suasana di kamar mandi kecil itu menjadi sangat panas. Napas keduanya memburu, saling bersahutan di tengah keheningan.

Eiryn yang awalnya memberontak, perlahan merasa kakinya lemas. Ia kehilangan tumpuan dan tanpa sadar meremas kemeja Leon untuk tetap berdiri.

Leon terus mendesak, mengabaikan segala logika di kepalanya. Baginya saat ini, hanya ada kehangatan Eiryn dan rasa manis yang memabukkan.

Ciuman itu terasa liar dan penuh hasrat. Leon seolah sedang menunjukkan betapa ia sangat menginginkan Eiryn, tak membiarkan satu celah pun bagi gadis itu untuk berpaling.

Leon perlahan melepaskan pagutan bibirnya. Jarak mereka hanya tersisa beberapa inci, hingga ujung hidung mereka saling bersentuhan.

Napas keduanya beradu, panas dan memburu di dalam ruangan yang mulai terasa sesak.

Eiryn tampak luar biasa cantik di mata Leon. Wajahnya memerah padam, matanya sayu dengan binar yang sulit diartikan, dan bibirnya tampak kemerahan karena ciuman tadi. Ia terlihat sangat rapuh sekaligus menawan karena kelelahan menahan debaran jantungnya.

"Tu-tuan..." bisik Eiryn pelan, suaranya bergetar hebat.

"Eiryn, aku... aku tidak bisa menahannya lagi," gumam Leon serak.

Tanpa menunggu jawaban, Leon menyusupkan tangannya ke bawah lutut dan punggung Eiryn, lalu mengangkat tubuh gadis itu dalam satu gerakan mantap.

"Kyaa!" Eiryn memekik kecil, secara refleks mengalungkan lengannya ke leher Leon agar tidak terjatuh.

Leon membawa Eiryn keluar dari kamar mandi, melangkah cepat menuju kamar milik Eiryn.

Begitu sampai, ia merebahkan tubuh Eiryn dengan sangat pelan ke atas tempat tidur yang empuk. Leon yang berada di atasnya, mengunci tubuh gadis itu dengan kedua tangannya.

Eiryn memalingkan wajah ke samping, tak sanggup menatap mata Leon yang berkilat penuh hasrat. "Tuan... apa yang ingin Anda lakukan?" tanya Eiryn lirih.

Pemandangan di bawahnya membuat Leon benar-benar kehilangan akal sehat. Bahunya yang mulus terlihat jelas, menambah kesan cantik yang membuat Leon terpesona.

Tanpa aba-aba, Leon mendekatkan wajahnya ke ceruk leher Eiryn, menghirup aroma harum kulit gadis itu.

"Tu-tuan..." Eiryn melenguh halus saat merasakan sapuan hangat bibir Leon di lehernya. "Anda tidak boleh melakukan ini..."

Namun Leon tidak berhenti. Ia terus menghujani leher Eiryn dengan kecupan hangat, membuat gadis itu mulai kehilangan pertahanan.

Tangan Eiryn yang semula mencoba menahan dada Leon, kini perlahan merayap naik dan mendekap bahu Leon, mencari pegangan.

Leon menghentikan aksinya sejenak, menatap wajah Eiryn yang terlihat begitu mendamba karena perbuatannya. Ia menelan ludah kasar, lalu jemarinya mulai bergerak membuka kancing kemejanya satu per satu.

Eiryn yang melihat itu langsung menahan tangan Leon. "Tuan... kumohon, kita tidak boleh melakukan itu..."

Leon tidak mendengar. Tubuhnya sudah dikuasai sepenuhnya oleh hasrat. Setelah melepaskan pakaiannya, ia kembali mendekat, memberikan perhatian pada setiap inci kulit Eiryn yang masih terbalut handuk tipis.

"Tuan... kumohon hentikan... sa-saya harus memasak untuk Anda," ucap Eiryn terbata-bata, mencoba memberikan alasan terakhirnya.

Leon mendekatkan bibirnya ke telinga Eiryn, mengembuskan napas panas yang membuat bulu kuduk gadis itu berdiri. "Kau bisa melakukan itu setelah ini selesai," bisiknya tajam, lalu memberikan kecupan kecil di daun telinga Eiryn.

Eiryn memejamkan matanya rapat-rapat. Kepalanya mendongak ke belakang, punggungnya melengkung tipis saat gelombang perasaan yang asing mulai menjalar ke seluruh tubuhnya. Ia tak lagi mampu melawan; ia hanya bisa mengikuti arus yang dibawa oleh tuannya.

Tepat saat itu, sebuah cahaya biru redup muncul di sudut mata Leon.

...[MISI SPESIAL]...

...Tujuan: Antarkan Eiryn menuju puncak tertinggi sebanyak 3 tahap!...

...Status: (0/3)...

...Hadiah: [+50 Poin] & [???]...

Leon tertegun sejenak. Matanya berkedip tidak percaya menatap layar hologram tersebut. "Gila, apa-apaan misi ini?" batinnya terkejut.

Namun, keterkejutan itu hanya bertahan sedetik. Begitu melihat angka poin dan tanda tanya pada hadiah tambahan, Leon menyeringai lebar. Hasratnya kini bercampur dengan ambisi untuk menyelesaikan misi.

Leon mulai mengecupi bahu Eiryn, perlahan turun menuju simpul handuk yang menutupi tubuh gadis itu. Dengan satu sentakan halus, handuk putih itu terlepas.

"Tuan! Tung—"

Eiryn tersentak, tangannya mencoba menutupi tubuhnya, tapi Leon jauh lebih cepat. Ia merengkuh lembut tubuh Eiryn, memberikan kasih sayang yang intens di area dadanya.

Eiryn melenguh halus, kepalanya terkulai lemas di atas bantal. Tubuhnya bergetar hebat saat merasakan Leon yang begitu dominan.

Eiryn bernapas pendek, jemari kakinya meringkuk, sementara tangannya kini meremas rambut Leon, tidak lagi mendorongnya menjauh, melainkan justru menariknya semakin erat. Leon bisa merasakan detak jantung Eiryn yang menggila.

Leon tidak membiarkan Eiryn bernapas lega. Ia terus mengeksplorasi keindahan tubuh Eiryn, membawa gadis itu semakin jauh ke dalam dunia gairah. Eiryn yang merasakan arah gerakan Leon langsung tersentak kaget, wajahnya yang sudah merah kini semakin padam.

"Tu-tuan, jangan..." seru Eiryn panik.

Namun, semakin dilarang, Leon justru semakin bersemangat. Ia memberikan sentuhan-sentuhan magis pada titik paling rawan milik Eiryn.

Eiryn terkesiap, tubuhnya melengkung ke atas menerima sensasi panas yang asing itu. Leon tidak memberikan ampun, ia membawa ritme yang membuat Eiryn benar-benar kehilangan kendali diri.

"Tu-tuan, aku merasa aneh... tolong... hahh..." rintih Eiryn dengan napas yang putus-putus. Keringat dingin mulai membasahi dahi dan lehernya. Leon tahu Eiryn sudah berada di ambang batasnya.

"Tuan... rasanya ada yang ingin keluar..."

Tubuh Eiryn menegang hebat. Matanya berputar ke atas, ia melepaskan lenguhan panjang saat puncak kenikmatan itu akhirnya meledak, menyapu seluruh kesadarannya.

Tubuh Eiryn berdenyut-denyut lemas. Ia segera menutupi wajahnya dengan kedua tangan, menyembunyikan rasa malu yang luar biasa.

"Ini memalukan sekali..." gumamnya lirih dari balik jemarinya.

Leon mencondongkan tubuh, mendekat ke arah telinga Eiryn. Ia menarik lembut tangan yang menutupi wajah cantik itu agar mereka saling bertatapan.

"Apanya yang memalukan? Barusan itu indah sekali, Eiryn," bisik Leon dengan seringai tipis.

"Tuan, hentikan! Perkataan Anda semakin membuatku malu!" Eiryn mencoba memalingkan wajah, namun dadanya masih naik turun mengatur napas.

Leon tersenyum puas, lalu berbisik lagi dengan nada yang lebih dalam, "Kita lanjut?"

Eiryn syok. Matanya membulat menatap Leon. Ia tahu persis apa yang dimaksud tuannya. Namun, tanpa menunggu persetujuan, Leon mulai melepaskan celananya.

Eiryn secara refleks menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya melotot tak percaya menatap sosok Leon yang kini tampak begitu dominan dan perkasa di depannya.

Leon tersenyum bangga melihat ekspresi syok pelayannya itu. Ia harus mengakui bahwa karisma dan kekuatan tubuh ini benar-benar luar biasa.

Leon perlahan mengatur posisinya, mendekap erat tubuh Eiryn. Hawa panas menguar di antara pertemuan kulit mereka.

"Tu-tuan..." bisik Eiryn, suaranya nyaris hilang tenggelam dalam degup jantung yang kencang.

Leon menatap mata gadis itu, mencari kepastian. Eiryn tidak membuang muka lagi. Meski matanya basah dan wajahnya merah padam, ia menatap Leon balik dengan tatapan yang pasrah sekaligus mendamba.

"Tolong... pelan-pelan," ucap Eiryn lirih sambil memalingkan wajah ke samping, tangannya mencengkeram sprei hingga buku jarinya memutih.

Eiryn sudah tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Seluruh raga dan batinnya seolah menyerah, menginginkan Leon untuk mengisi kekosongan di dalam dirinya.

"Baiklah, aku akan sangat pelan," jawab Leon lembut.

Leon mulai menyatukan raga mereka secara perlahan. Begitu kehangatan itu menyatu sepenuhnya, Leon bisa merasakan betapa Eiryn sangat menjaga dirinya selama ini.

Eiryn terkesiap, tubuhnya menegang kaku. Setetes air mata jatuh di sudut matanya saat merasakan sensasi baru yang memenuhi dirinya hingga ke dasar.

Di atas sprei putih itu, menjadi saksi bisu penyerahan diri sang pelayan cantik untuk pertama kalinya.

Eiryn merintih pelan dengan napas tersengal. Leon menghentikan gerakannya seketika. Keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya menahan hasrat yang menggebu.

"Ma-maaf... apa kau ingin aku berhenti?" tanya Leon dengan nada khawatir. Ia tidak ingin menyakiti gadis yang tulus merawatnya ini.

Eiryn menggeleng pelan. Bukannya menyuruh berhenti, ia justru semakin erat mencengkeram punggung Leon, membiarkan kuku-kukunya sedikit menancap di kulit sang tuan sebagai pelampiasan rasa yang bergejolak.

Ia menarik napas dalam, mencoba menyesuaikan diri dengan kehadiran Leon yang kini memenuhi dunianya.

Setelah beberapa saat, ketegangan di tubuh Eiryn mulai mengendur. Rasa sakit tadi perlahan berganti menjadi debaran hangat yang berdenyut nikmat.

"Aku akan mulai bergerak sekarang," bisik Leon di telinga Eiryn.

Eiryn hanya mengangguk kecil, matanya terpejam rapat dengan bibir yang sedikit digigit.

Leon mulai membawa irama yang lambat dan teratur. Setiap dorongan Leon membuat tubuh Eiryn bergoyang mengikuti alur penyatuan mereka.

Lenguhan Eiryn mulai terdengar lagi, kali ini bukan karena sakit, melainkan karena gelombang kebahagiaan yang mulai mendominasi.

Wajahnya menengadah, lehernya yang jenjang terekspos jelas, memperlihatkan betapa ia sangat menikmati setiap detik kebersamaan mereka.

Suasana kamar itu kini hanya dipenuhi oleh suara napas yang saling memburu, menandakan dua jiwa yang telah menjadi satu.

1
Mr. Wilhelm
Emm ... Keknya ini termasuk Plot armor gk sih? 🤔
Manstor
Nih aku kasih bintang 5 ya thor untuk ceritanya, aku harap novelnya bisa sampai tamat ya~ soalnya seru banget👍👍
SilentLore: Tentu aja pasti, Makasih banyak yaa🙏
total 1 replies
Manstor
waduh🙈
Manstor
Wah seru nih🤩👍
SilentLore: Maksih kaka🙏 udah tertarik baca
total 1 replies
Ryukia
ceritanya menarik
SilentLore: Terima kasih banyak!
Senang sekali kalau ceritanya bisa bikin kakak tertarik 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!