NovelToon NovelToon
Kuambil Kembali Milikku

Kuambil Kembali Milikku

Status: tamat
Genre:CEO / Keluarga & Kasih Sayang / Wanita Karir / Chicklit / Sugar daddy / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:547.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nindi'G

Bercerita tentang seorang wanita yang sedang bekerja di kota lain demi bisa menghidupi anaknya. Nabila Maharani namanya, bekerja sebagai karyawan biasa disebuah perusahaan dikota tempat tinggalnya. Karna tuntutan pekerjaan Nabila terpaksa meninggalkan anaknya bersama sang suami dikampung halamannya....


Apa yang akan terjadi, Ikuti kisah selanjutnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nindi'G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Suasana rumah masih dalam keadaan gelap, yang artinya mas Sam belum pulang dari cafe. Aku dan Raksa masuk dan segera menyalakan semua lampu.

"Sayang, main dikamar ibu aja ya. Kbu mau mandi."

"Iya, Bu."

Kemudian kubawa Raksa kekamar dan kusiapkan mainannya, agar Raksa tenang saat kutinggal mandi. Aku akan berusaha mandi secepat kilat agar anakku tidak merasa takut main sendiri.

Hanya butuh waktu lima menit aku mandi, dan kulanjutkan dengan berpakaian.

"Raksa sayang, lagi main apa, nak?" tanyaku seraya mendekat ke Raksa.

Aku bermain sebentar dengan Raksa, karna sebentar lagi aku akan memasak untuk makan malam kami.

Makan malam sudah siap tapi suamiku sampai sekarang belum juga pulang. Baru kali mas Sam pulang sangat terlambat. Mas Sam pulang dari cafe paling lambat jam 6 tapi ini sudah jam 7. Kuhubungi nomornya tidak aktif, bahkan mas Sam tidak memberi kabar atas keterlambatannya.

Aku menunggu diruang keluarga sambil mengawasi anakku yang sedang bermain dengan mainannya.

"Mas, kamu kemana sih? apa terjadi sesuatu di cafe?" aku terus mondar mandir didepan Raksa, hp terus kugenggam sekali-kali aku kembali menelfon mas Sam tapi tetap saja tidak bisa dihubungi.

Jam 8 malam, baru terdengar suara motor mas Sam masuk ke garasi. Aku segera menyusul kedepan. Aku berdiri didepan pintu sambil mengawasi mas Sam yang memposisikan motornya dengan baik.

Mas Sam berjalan kearahku sambil tersenyum. "Assalamualaikum, Sayang."

"Waalaikumssalam, Mas," balasku seraya mencium takzim tangannya. "Ya Allah... Mas, kamu kenapa susah banget dihubungi? apa terjadi sesuatu di cafe? Kenapa tidak mengirim pesan kalo terlambat pulang? Aku khawatir tau nggk sih."

"Sayang, tenang dulu. Istigfar... Maaf, mas lupa ngasih kabar. Hp juga Masn matikan, karna ada rapat tadi di cafe," ucap mas Sam sambil merangkul pundakku.

"Mas, lain kali jangan kayak gini. Apa-apa itu harus kasi kabar dulu, agar istri dirumah nggk khawatir," ucapku kesal.

"Hehehe... Maaf, Sayang. Mas khilaf," ucap mas Sam kemudian menghampiri Raksa. "Anak ayah lagi main apa ini?"

Raksa menoleh ke ayahnya dan langsung memeluknya erat "Ayaaah, ini laksa main lego tadi nenek beliin laksa lego ini " ucap Raksa seraya memainkan mainannya yang tadi dibelikan oleh ibu. Ibu memang sangat suka membelikan mainan untuk cucunya ini.

"Waaah... Bagus banget ini legonya Raksa, nanti main sama ayah yaa?!"

"Iya, Yah." Raksa lanjut menyusun legonya.

"Mas mandi dulu sana. Biar aku hangatkan makananya."

"Eh nggk usah, Sayang. Mas tadi sudah makan di cafe."

Aku berpikir, baru kali ini mas Sam makan malam di cafe. Sebelumnya, meskipun ada rapat mas Sam tidak akan makan dicafe karna mas Sam tau aku masak untuknya dirumah.

"Ah sudahlah, mungkin mas Sam tidak enak sama karyawannya jika terus menolak makan bersama." aku berusaha berpikir positif karna memang selama ini mas Sam tidak pernah melakukan hal yang akan merugikan dirinya.

Pagi menyapa, Aku hari ini sangat sibuk karna mulai menyiapkan barang yang akan dibawa ke jakarta dan juga barang Raksa yang akan dibawa kerumah ibu.

Selesai membuat sarapan aku membangunkan suami dan anakku.

"Mas bangun. Udah jam 7 ini." aku membangunkan suamiku dengan lembut.

"Iya Sayang 5 menit lagi," jawab Samudra

"Hmm... Yaudah deh. Aku bangunin Raksa dulu."

Aku keluar kamar dan menuju kamar Raksa yang berada disamping kamarku. Aku masuk kekamar dan ternyata Raksa sudah bangun.

"Anak ibu udah bangun yaa. MasyaAllah pintarnya, anak Ibu," ucapku seraya memujinya.

"Ibuuu," ucap Raksa menyambutku.

"Udah enakan perasaannya, Sayang?" tanyaku lembut dan dijawab anggukan oleh Raksa.

"Baiklah. Sekarang kita cuci muka dan gosok gigi abis itu kita makan," ajakku.

Aku dan Raksa keluar kamar menuju ruang makan, disana ternyata sudah ada mas Sam.

"Ayaah, gendong laksa," ucap Raksa keayahnya.

"Eh, anak ayah. Ayo sini nak, ayah gendong." mas Sam mengendong Raksa.

"Ayo, sekarang kita makan dulu. Mumpung makanannya masih hangat."

"Siap, Ibu," jawab mas Sam dan mendudukkan Raksa dikursinya.

Selesai sarapan dan membereskan bekas makan. Aku kekamar menyiapkan barangku, tidak banyak yang akan kubawa karna terlalu repot jika bawa banyak barang sedangkan aku berangkat sendiri. Aebelum masuk kamar, kulihat mas Sam dan Raksa sedang menonton kartun botak kembar kesukaan anak-anak.

Sungguh melelahkan mengatur barang agar muat dengan satu koper besar. Selanjutnya, aku kekamar Raksa dan memasukkan barangnya kedalam koper yang ukurannya sedang. Mainannya hanya sebagian yang akan dibawa kerumah ibu, karna disana sudah lumayan banyak mainan yang dibeli ibu.

Aku menyusul anak dan suamiku yang masih berada diruang tv ternyata mereka ketiduran pantas saja dari tadi aku tidak mendengar suara mereka. Aku duduk disamping suamiku dan anakku, aku memandangi wajah mereka. Aku ingin puas-puasin memandangi wajah orang tercintaku karna jika di Jakarta nanti tidak bisa lagi kupandangi wajah kesayanganku ini. Setelah puas, aku ikut berbaring dan memeluk mereka.

Adzan dzuhur berkumbang di mesjid dekat rumah. Aku bangun dan akan melakukan kewajibanku sebagai umat muslim, kubangunkan mas Sam agar bisa shalat bersama.

"Mas, bangun shalat dulu yuk."

"Jam berapa, Sayang?" tanya mas Sam sambil mengucek pelan matanya.

"Waktunya shalat dzuhur, Mas."

"Mas wudhu dulu. Kamu, tunggu disini, kita shalat disini aja."

Aku menyiapkan sajadah untukku dan suamiku. Kami shalat diruang tv agar jika kamk shalat dan Raksa bangun tidak menangis mencari orangtuanya.

Selesai shalat aku kedapur menyiapkan makan siang. Beginilah keseharian Ibu rumah tangga yang tidak ada habisnya, tapi ini yang akan kurindukan nanti. Dari arah dapur kudengar suara tawa Raksa.

"Makan siang siap, mari makan," ajakku ke anak dan suamiku.

Kami makan dalam diam. Sekali-kali aku melirik mereka bergantian. Sangat bahagia melihat suami dan anak begitu menikmati masakan kita.

Hari ini kami bertiga berada ditaman. Kami mengadakan piknik kecil-kecilan, Raksa berlarian kesana kemari dengan teman sebayanya. Mas Sam duduk disampingku menikmati cemilan yang kami bawa dari rumah.

"Mas, maaf ya, aku akan sangat jarang melayani Mas nanti."

"Nggk masalah, Sayang. Ini semua kan demi masa depan yang cerah untuk Raksa nantinya. Mas disini juga akan berusaha kembali mengembangkan cafe."

"Iya, Mas. Aku ngerti," ucapku lirih.

"Tidak akan lama, Sayang. Beri Mas waktu sekitar satu tahun, saat usaha cafe disini berkembang kamu boleh berhenti kerja dan kembali lah kesini, atau jika memungkinkan Mas yang akan kesana membawa Raksa sekaligus membangun cafe disana."

"Iya mas, itu juga ide yang bagus. Aku akan sabar menanti itu semua."

"Sabar ya, Sayang. Kamu yang kuat disana, jaga kesehatan juga dan yang paling penting jangan lupakan suamimu ini," ucap mas Sam diakhiri dengan candaan.

Aku memukul pelan dada suamiku. "Iih Mas, apaan sih, gimana bisa aku lupain kamu, kamu separuh nyawaku Mas." kutatap lembut mata indah suamiku.

"Separuh nyawaku seperti lagu yaa, Sayang."

"Heheh... Emang lagu. Mas." Mendengar jawabanku mas Sam menggelitikku dan kemudian kurasakan gelitikan jari-jari mungil.

"Waduuh... Ibu dikeroyok. Ini tidak adil," ucapku ikut menggelitik mereka bergantian.

...----------------...

1
salma
penasaran
Jasmin Melor
Luar biasa
Fetty Fineke
apalagi aku yg suaminya tukang ojek,,tiba2 dikasih ma suami duit segitu,,,,
mustahil .....
Memyr 67
𝗶𝗻𝗶 𝗴𝗶𝗺𝗮𝗻𝗮 𝘀𝗶𝗻𝘁𝗮, 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗻𝗮𝗺𝗽𝗮𝗿 𝗶𝗯𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗴𝗮𝗹𝗮𝗸𝘀𝗶 𝘀𝗲𝗲𝗻𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮? 𝗸𝗼𝗸 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝗽𝗲𝗺𝗯𝗮𝗵𝗮𝘀𝗮𝗻? 𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻 𝘀𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗱𝗶𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗸𝗮𝗽𝗼𝗸? 𝗸𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗯𝗲𝗻𝗲𝗿 𝗰𝗲𝘄𝗲𝗸, 𝗶𝗯𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝘁𝗮𝗺𝗽𝗮𝗿 𝘀𝗲𝗺𝗮𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗶𝗮.
Astrid valleria.s.
lama banget Thor update nya....apa udah ditamatin...ga enak digantung...
Sulfia Nuriawati
kok blm up lg udah lama sekaleeeee
Erina Munir
halluu loh samud....udh dehh ...klo udh ga mampu ya udhh
Jue
Aku ingatkan Caca dan Mamanya aja yang Gila tapi rupanya yang lebih parah adalah Samudra , Sungguh keturunan keluarga yang tidak sedar diri .
AZ & AR
sudahlah samudra. ke kota fokus aja cari adek & mama kau. trus balik ke kampung sono. gk usah cari pintu masuk kehancuran..

udh bener2 di kasih kesempatan buat bahagia eh malah cari kehancuran lagi..
Nindi: Tiupin ketelinga Samudra supaya cepat kembali sadar kak🤭
total 1 replies
Tarminah Tarminah
lo sampai ga bahagia ku skip thor
Sulfia Nuriawati
dih g nyadar, dulu aja cm d jd kan sapi perah, skrg mw d ambil lg, telaaat mantan udah bahagia skrg, jgn d ganggu kalo g mw msk penjara pg
Rizky Sandy
kirain sdh insaf ternyata msh sama saja,,,,,
ros
yg terlanggar nabila pasti cici
Jue
Lucu nih Samudra , Kalau Nabila sendiri ngotot mahu cerai kena pula harus susah-susah rujuk kembali , Kamu aja sudah kek sampah yang layaknya hanya dalam Tong MDKT
Nindi: Entah apa yang dipikiran Samudra ini
total 1 replies
Ali aziz
pokoknya keluarga nabila jangan ada sangkut paut lagi sama keluarga samudera dan jangan pula galaksi dg cici pokoknya putus hubungan telak ga boleh ada ikatan apapun dlm kelurga nabila
Nindi: Oke siap dicatat kak
total 1 replies
Jue
Sungguh muka tak malu Samudra kalau masih tak sedar diri untuk berharap kembali kepada Nabila dan Raksa , Seluruh keluarga Samudra enggak ada benarnya , Nabila yang sudah hidup bahagia dengan Wahyu yang kaya raya serta Galaksi sebagai anak tiri yang baik , Jadi jangan pernah jodohkan Galaksi dan Cici Author , Ya mungkin sikap Cici berubah tapi dia bukanlah jodoh yang baik buat Galaksi , Tambah-tambah lagi kalau harus terikat kembali dengan keluarga mantan sampah , Euuh ... , Sungguh akan merosakkan jiwa Nabila kembali Author .
Nindi: Kapan tobatnya keluarga Samudra
total 1 replies
Erina Munir
niat jelek mah ga bakalan berhasil neeng....prett deh iihh...
Erina Munir
ya...ampuunn....anak n maknya sama aja klakuaan...klakuaan....
Ira
Makin serem aja kelakuan caca
Nindi: Hy, Kak. Terima kasih masih setia jadi pembaca karya author. lopeu sekebooon/Joyful/
total 1 replies
Memyr 67
𝗷𝘂𝗱𝘂𝗹 𝗲𝗽𝗶𝘀𝗼𝗱𝗲 𝗯𝗶𝗸𝗶𝗻 𝘀𝗵𝗼𝗰𝗸. 𝘁𝗮𝗯𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻, 𝗾𝗸𝗶𝗿𝗮 𝘁𝗮𝗯𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗼𝗯𝗶𝗹 𝗴𝗶𝘁𝘂
Nindi: /Smirk/ maafkan author
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!