NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:73.4k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12 Meminta Berpisah

Ternyata pemandangan seperti itu disaksikan langsung oleh Samudra yang hadir di acara launching tersebut dan saat ini ada buket bunga di tangannya yang tidak kalah indahnya.

Tetapi wajahnya seketika tampak merah, terlihat ada kemarahan, bagaimana tidak istrinya berhadapan dengan seorang pria yang tidak dia kenal dan baru saja menerima bunga dari pria tersebut.

Bukannya menghampiri Zena dan justru Samudra meninggalkan tempat tersebut dengan penuh kemarahan, tangannya terkepal sampai-sampai bunga yang dia pegang terdapat beberapa kelopak yang gugur di lantai.

"Zena....! Suara yang terdengar itu membuat Zena menoleh dan melihat langsung.

"Bunda...!"

"Ayah...."

Zena menghampiri kedua orang tuanya dengan mencium punggung tangan tersebut.

"Selamat ya. Nak!" Amelia juga tidak lupa memberikan bunga untuk Zena dengan memeluk Zena dan begitu juga dengan Faisal.

"Terima kasih, Bunda dan Ayah sudah hadir di acara yang berbahagia ini. Zena benar-benar tidak menyangka," ucapnya.

"Sama-sama Zena, Bunda senang sekali bisa hadir di acara ini," ucap Amelia.

"Oh iya Bunda kenalkan...." Zena hampir saja melupakan Mahendra.

"Ini putra dari Ibu Samila yang menjadi investor dari desain Zena," ucapnya tidak lupa memperkenalkan.

Mahendra dengan sopan menundukkan kepala dan juga mencium punggung tangan kedua orang tua tersebut.

"Ya sudah kalau begitu, saya permisi dulu!" Mahendra berpamitan karena tidak ingin mengganggu momen hangat Zena bersama dengan orang tersayang.

"Zena. Ayah tidak menyangka kamu akhirnya berada dalam posisi seperti ini. Kamu benar-benar hebat. Ayah salut dengan perjuangan kamu dan terlebih lagi kamu tidak pernah ingin dibantu, padahal Ayah bisa mencari investor sendiri untuk kamu," ucap Faisal.

"Bukankah Zena sudah mengatakan bahwa, Zena ingin mandiri dan mengusahakan semua ini sendirian," sahut Zena.

"Kamu benar-benar hebat dan punya pendirian sendiri," Faisal tidak henti-hentinya memberi pujian kepada Zena.

"Samudra di mana, bukankah tadi dia ada bersama kita," ucap Amelia dengan kepalanya berkeliling melihat di sekitarnya.

"Kak Samudra?" tanyanya memastikan.

"Benar sayang, Samudra tadi baru saja tiba dari bandara dan langsung ke rumah. Mama langsung mengajaknya untuk ikut bersama, kamu tidak tahu jika Samudra sudah pulang?" tanya Amelia.

"Tidak," jawab Zena jujur.

"Mungkin saja Samudra ingin memberi surprise kepada Zena," sahut Faisal.

"Ya mungkin," sahut Amelia.

Terlihat kesedihan dibalik cadar Zena, ternyata suaminya hadir di acara launching perhiasan pertamanya, tetapi beliau entah di mana tanpa Zena sadari bahwa pria tersebut sudah melihat kedekatannya dengan orang lain dan membuat Samudra yang adanya semakin kesal.

Anggi sejak tadi menyapa para tamu dengan sangat baik dan bahkan saat ini Anggi mengantarkan salah satu tamu memasuki mobil yang terparkir di depan gedung sederhana apa.

"Hati-hati!" Anggi melambaikan tangannya ketika mobil itu tampak bergerak.

Anggi ingin kembali memasuki gedung tersebut tetapi tiba-tiba saja langkahnya terhenti ketika melihat bagaimana Samudera membuang buket bunga ke dalam tong sampah dan terlihat begitu marah.

"Bukankah itu suaminya Zena?" ucapnya berusaha memastikan.

Tetapi Anggi tidak ingin mencari tahu apapun yang membuatnya kesal dan memilih langsung memasuki gedung tersebut.

Bagi Anggi kamu sangat banyak yang harus disafah dan tidak sempat untuk mencari-cari hal-hal yang tidak penting.

*****

Setelah acara peresmian itu selesai. Zena kembali langsung pulang ke rumahnya tampak begitu lelah, barang bawaannya cukup banyak karena mendapatkan hadiah dari orang-orang yang datang memberikan selamat kepadanya.

Zena sedikit kaget ketika melihat Samudra sudah berada di ruang tamu.

"Kak...." ucapnya mengusap dadanya.

"Kakak sudah pulang dan tadi bunda mengatakan bahwa Kakak ikut ke acara launching perusahaan, tetapi Zena tidak melihat sama sekali ada dalam acara tersebut," ucapnya.

"Untuk apa aku harus menghadiri acara sampah seperti itu," ucap Samudra.

"Kakak bilang apa?" tanyanya benar-benar tidak menyangka jika kalimat itu harus terlontar dari mulut Samudra, semakin lama kalimat tersebut semakin kasar dan sudah tidak tertata lagi.

"Jadi ini pekerjaan kamu setiap hari dan laki-laki itu orang yang telah menikmati tubuhmu," ucap Samudra.

"Kak, maksudnya sebenarnya bagaimana?" Zena bener-bener lelah seharian dan ditambah lagi suaminya mencari masalah dengan memberikan tuduhan kepadanya.

Samudra tersenyum kemudian berdiri dengan kedua tangannya dilipat di dadanya.

"Saya tidak tahu dosa apa yang telah saya lakukan, sampai-sampai saya harus menikah dengan wanita seperti kamu, wanita yang tidak pernah menyadari kesalahannya, wanita yang masih merasa bangga dengan apa yang telah dia lakukan, menutupi kesalahannya dengan pakaian terbungkus seperti ini, kamu sadar tidak jika kamu adalah wanita yang paling munafik dan menjijikkan yang pernah saya temui!" tegas Samudera

"Cukup kak...." suara Zena terdengar begitu bergetar.

"Kenapa Kakak benar-benar setega itu kepada Zena, seolah tidak ada pintu maaf. Apa karena tidak perawan dan kakak memiliki hak untuk menghina seperti ini," ucapnya dengan menekan suaranya benar-benar merasa sakit.

"Kamu bilang hanya karena tidak perawan, Zena kamu tahu tidak ketika seorang wanita yang sudah memberikan tubuhnya kepada seorang pria dan menikahi laki-laki yang tidak tahu apa-apa, kamu masih menganggap semua masalah itu masalah sepele, jika kamu memiliki dunia kebebasan saya tidak peduli dan seharusnya kamu tidak menipu saya!" tegas Samudra.

"Dan sekarang pada akhirnya saya bertemu dengan laki-laki itu, kenapa kamu tidak menikah saja dengannya dan meminta pertanggungjawaban, kenapa kamu begitu egois, membuat status kamu menjadi sebagai seorang istri dan sementara kamu masih bertemu dengan laki-laki lai yang pernah...."

"Laki-laki siapa?" teriak Zena dengan suaranya yang menggelegar.

Pada akhirnya dia juga tidak mampu untuk menahan diri karena sudah terlalu sakit.

"Laki-laki mana yang Kakak maksud. Demi Allah, Zena tidak pernah berhubungan dengan pria manapun sebelum dan sesudah kita menikah, tolong jangan terus memberi hinaan dan mengeluhkan Zena bukan sebagai manusia," ucapnya terdengar lirih.

"Malulah kamu, dengan keadaan seperti ini kamu masih sempat-sempatnya membawa nama Tuhan," sahut Samudra dengan geleng-geleng kepala dan kemudian berlalu daripada Zena.

"Ceraikan saja Zena," ucapnya yang membuat langkah Samudra seketika berhenti.

"Tidak ada gunanya pernikahan ini dilanjutkan, Zena sendiri yang akan mengatakan kepada bunda dan ayah atas apa yang terjadi dan dengan begitu mereka akan mendukung perceraian ini. Zena akan mengakhiri hubungan ini!" ucapnya yang sudah lelah dan lebih baik menganggap keputusan.

"Aku sudah mengatakan akan menjadikan pernikahan ini sebagai balasan yang tidak akan pernah kau bayangkan di dalam hidupmu, jangan pernah berpikir bahwa aku akan menceraikanmu!" tegas Samudra penuh dengan penekanan yang tidak akan pernah melepaskan istrinya.

Bersambung.....

1
Si Memeh
bagus cerita nya thor ❤ tp sedih banget 😭😭😭
LIANI LA BUNGA YANI
mampir thor🥹
Tamirah
Dengan meninggalnya Khaira wanita ular itu sdh bisa membalas dendam ada rasa puas Zena dan Samudra menderita, apakah wanita ular itu masih hidup...?
Uthie
Yaaa... koq udahan nya gtu thor 😭😭😭

semoga masih terus bisa menyimak untuk next kebahagiaan nya Zena 🙏🙏😢
Herman Lim
kau kira bakalan pulang dgn selamat dan bisa bahagia dgn anak yg baru 😔😔
Tamirah
Memang selalu ada wanita luar didalam sebuah novel, karena kehadiran wanita ular atau Mak Lampir menjadi bumbu dalam alur cerita, tanpa mereka cerita akan monoton hambar bak sayur kurang garam dan bikin emosi si pembaca.
Marini Suhendar
Ya allah...Aku g bisa bayangin klo d posisi zena...
Semoga d season W samudea masih hidup
Ariany Sudjana
waduh, kok gini terakhirnya? samudra hilang dan tidak bisa ditemukan /Sob/,
Cica Aretha
ya Alloh kasian zena thor..d tinggal sama or terkasih nya..😭😭
Ariany Sudjana
semoga samudra dan anak buahnya bisa mengatasi gangguan dalam tugasnya, tetap fokus yah samudra
Tamirah
Ini yg ditunggu tunggu para readers memohon menghiba dan merangkak untuk sebuah kata maafkan, keren Thor alur cerita nya 👍👍👍
Tamirah
Thor betapa serunya bila Samudra menyadari bahwa dialah yg memperkosa Zena dan Zena tetap pada keputusan nya bila sdh bertemu dgn laki laki yg memperkosanya dia tetap minta cerai walau pun yg memperkosa nya adalah suaminya sendiri.
Tamirah
Seharusnya nya Samudra pun mencari bukti digudang tua itu biar sadar siapa yg diperkosa waktu itu kan bisa mencari bukti entah itu sesuatu benda yg terlepas dari tubuh Zena biar sama sama punya bukti.
Uthie
Wahhh.. itu aga serem kalau perang
Tamirah
Kalau Samudera sdh sadar dan ingat bahwa ialah yg memperkosa istrinya sendiri sblm menikah terbalik lah untuk balas dendam karena sdh menghina dan selingkuh.Buat Samudra untuk merangkak dan berlutut meminta maaf itupun kamu hrs bersikap cuek biar tahu rasanya nya dihina dan diselingkuhi.
Tamirah
Masak Thor pernikahan selama bbrp bln belummm ada kesempatan untuk menjelaskan kejadian yg sebenarnya nya, percaya tdk percaya paling tdk Zena ada kesempatan untuk mengatakan,dasar emang dibuat begitu ceritanya biar readers penasaran.
Tamirah
, wajar lah seorang suami marah ketika sebelum malam pertama dilakukan Zena buka kartu bahwa sdh tida perawan, Samudra kecewa perempuan yg alim gak bisa menjaga kehormatannya.dia tidak mendengar penjelasan dari zena,yg ada hanya rasa emosi.
Tamirah
Kenapaa Zena merasa keberatan untuk menikah tentu masa lalu kertika masih putih abu abu malam' itu perawan nya sdh diambil paksa namun gak tahu siapa yg menggagahinya... tentu menyakitkan bagi gadis yg berhijab dan bercadar,musibah yg dialami benar benar membuat trauma.
Tamirah
Terus Thor masih menyimak krn ceritanya blm jelas.
Uthie
semoga nanti pas kembali kalian dah saling isi yaa 😁👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!