NovelToon NovelToon
Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Fisya Alexander tak pernah menyangka rumah tangga yang ia jaga sepenuh hati justru menjadi awal kehancurannya.

Suaminya, Jason, berselingkuh dengan sahabat yang paling ia percaya namun pengkhianatan itu belum seberapa dibanding rencana keji yang mereka siapkan di ruang bersalin

Saat dua bayi perempuan lahir di hari yang sama, sebuah pertukaran terjadi, mereka yakin telah merebut segalanya dari Fisya.

Sayangnya, mereka tidak pernah sadar bahwa Fisya melihat semuanya

Sejak malam itu, senyum Fisya hanya untuk putrinya, sementara racunnya disiapkan untuk mereka yang telah menghancurkan hidupnya.

Ketika rahasia mulai terungkap, siapa yang sebenarnya sedang menjebak siapa ?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar dan Vote juga ya besty!🫰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebastian Kembali Bekerja

Malam setelah pemakaman Papanya selesai, Sebastian kembali ke rumah besar keluarga Harrington.

Rumah yang selama ini selalu ia hindari, rumah yang terlalu besar dan selalu mengingatkannya pada tanggung jawab yang tidak pernah ingin ia terima.

Namun malam itu berbeda, rumah itu terasa jauh lebih sunyi karena untuk pertama kalinya tidak ada lagi James Harrington yang menunggunya pulang.

Sebastian masuk ke kamarnya tanpa berkata apa-apa.

Ia membuka pintu kamar lalu duduk di tepi ranjang dan tatapannya kosong.

Pikirannya kembali mengingat semua yang terjadi dalam dua hari terakhir.

Ucapan terakhir Papanya, rapat di perusahaan, permintaan agar dirinya menikah.

Dan senyum bahagia James saat mengetahui putranya telah menemukan wanita yang dicintainya.

Sebastian menundukkan kepalanya.

"Papa..."

Suara itu terdengar pelan selama ini ia selalu kabur dari tanggung jawab.

Saat Papanya memintanya masuk perusahaan, ia menolak.

Saat ayahnya memintanya belajar bisnis keluarga, ia menghindar malah ia memilih hidup sederhana dan menjadi orang biasa untuk melakukan apa yang ia suka.

Namun sekarang semuanya berubah James Harrington sudah tidak ada sekarang tanggung jawab penuh perusahaan berada di pundaknya

Malam itu Sebastian hampir tidak tidur, ia menghabiskan waktu membaca dokumen perusahaan yang dikirim Arman Castello.

Pukul tiga dini hari lampu kamar Sebastian masih menyala, tumpukan laporan memenuhi meja kerjanya.

Jika dulu ia bisa mengabaikan semua ini tapi sekarang tidak lagi.

***

Keesokan paginya..

Di rumah keluarga Alexander, Fisya baru selesai menyusui Tina.

Bik Lili sedang menggendong Tina ketika ponsel Fisya berdering Nama Sebastian muncul di layar.

Fisya langsung mengangkat.

("Halo Sebastian.")

Suara Sebastian terdengar lebih berat dari biasanya.

("Selamat pagi Bu.")

Fisya langsung menyadarinya.

("Kamu baik-baik saja?")

Sebastian terdiam beberapa saat.

("Saya ingin meminta izin lagi bu?")

("Izin apa?") Tanya Fisya cepat

("Saya ingin ambil cuti selama seminggu.") Jawab Sebastian

Fisya sedikit terkejut.

("Cuti?")

("Iya.") Jawab Sebastian lagi

Fisya mengernyit.

Sebastian bukan tipe orang yang meminta cuti tanpa alasan jelas.

("Ada masalah?") Tanya Fisya penasaran

Sebastian menarik napas panjang kemudian akhirnya menjawab jujur.

("Papa saya meninggal kemarin.")

Kalimat itu membuat Fisya langsung diam.

("Apa?")

Sebastian memejamkan matanya.

("Papa saya meninggal.")

Untuk beberapa detik Fisya tidak bisa berkata apa-apa, ia benar-benar terkejut.

Kemarin Sebastian masih meminta izin untuk menemui ayahnya karena sedang sakit

Dan sekarang... Ayahnya sudah tidak ada.

("Saya turut berduka dan kamu sekarang dimana?") Ucap Fisya

("Terima kasih bu, saya dirumah")

Fisya langsung berdiri.

("Kirim alamatmu.")

Sebastian terdiam.

("Untuk apa?")

("Aku mau datang.") Jawab Fisya cepat

Sebastian langsung menolak.

("Tidak perlu bu Fisya")

Fisya mengernyit.

("Kenapa?")

("Saya hanya ingin sendiri dulu.") Jawab Sebastian parau

Fisya bisa mendengar kelelahan dalam suara Sebastian.

Namun ia tetap berkata pelan.

("Setidaknya biarkan aku datang sebentar.")

Sebastian kembali menolak kali ini lebih halus.

("Terima kasih Bu tapi saya baik-baik saja.")

Padahal sebenarnya bukan itu alasannya, Sebastian tidak ingin Fisya mengetahui siapa dirinya sebenarnya.

Jika Fisya datang... Maka semuanya akan terbongkar.

Fisya akan tahu bahwa Sebastian adalah anak James Harrington Pewaris Crown Empire Group.

Dan entah kenapa... Sebastian belum siap memperlihatkan semua itu.

Akhirnya Fisya menghela napas.

("Kalau itu keputusanmu")

Sebastian mengangguk walaupun Fisya tidak bisa melihatnya.

("Iya.")

("Baiklah. Tapi kalau kamu butuh sesuatu, hubungi aku.") Ucap Fisya

Sebastian tersenyum tipis.

("Terima kasih bu Fisya")

Telepon pun berakhir.

Fisya memandang layar ponselnya beberapa saat ada perasaan aneh dalam hatinya.

Ia ingin membantu namun Sebastian jelas membutuhkan ruang untuk dirinya sendiri.

Hari-hari berikutnya menjadi hari yang sangat sibuk bagi Sebastian.

Pagi hingga malam ia berada di kantor pusat Crown Empire Group karena semua laporan harus melewati tangannya.

Semua keputusan besar menunggu persetujuannya.

Arman Castello yang selalu setia dan berada di sampingnya hanya bisa kagum melihat semangat kerja dari sahabatnya itu

Suatu malam, setelah rapat selesai Arman menghampiri Sebastian.

"Pak Tian"

Sebastian mengangkat kepalanya.

"Ada apa?"

"Saya rasa Tuan Besar akan bangga melihat Anda sekarang." Ucap Arman

Sebastian terdiam Nama Papanya disebut masih terasa berat untuk didengar.

Arman melanjutkan.

"Perusahaan berada di tangan yang tepat."

Sebastian hanya tersenyum tipis.

"Saya masih perlu banyak belajar."

Arman menggeleng.

"Tidak. Anda jauh lebih siap daripada yang Anda kira."

Sebastian menatap Sahabatnya itu.

"Lalu bagaimana kalau saya tidak selalu berada di sini? Dan hanya sebagian divisi saja yang mengenal saya"

Arman terlihat bingung.

"Maksud bapak?"

Sebastian menjawab tenang.

"Saya akan tetap bekerja dengan Bu Fisya."

Arman membelalak.

"Tapi bapak adalah pemilik perusahaan ini."

"Saya tahu Arman" jawab Sebastian singkat

"Kalau begitu kenapa?" Tanya Arman

Sebastian tersenyum tipis.

"Saya punya alasan sendiri"

Arman langsung memahami alasan itu bernama cinta namun ia tidak mengatakannya.

Sebastian lalu berkata,

"Saya ingin kamu mengurus perusahaan saat saya tidak ada seperti yang sudah almarhum papa katakan waktu di rapat tempo hari"

Arman terlihat terkejut.

"Saya?"

"Saya percaya kepada kamu dan seluruh divisi mengenal kamu" ucap Sebastian

Arman langsung mengangguk.

"Baik, saya tidak akan mengecewakan Anda"

Sebastian tersenyum.

"Terima kasih."

***

Seminggu berlalu.

Hari ini Sebastian akhirnya kembali ke perusahaan Alexander.

Pagi-pagi sekali ia sudah berada di depan gedung.

Beberapa karyawan terlihat terkejut.

"Pak Sebastian yang tampan seperti artis korea kembali."

"Saya kira dia resign."

"Ternyata tidak."

Sebastian hanya tersenyum kecil saat masuk ke dalam gedung...

Ia melihat Fisya sedang berdiri di dekat ruangannya.

Begitu melihat Sebastian, Fisya langsung menghampiri.

"Kamu akhirnya kembali."

Sebastian mengangguk.

"Iya bu"

Fisya menatapnya beberapa saat.

"Kamu terlihat lebih kurus."

Sebastian tertawa kecil.

"Mungkin karena kurang tidur."

Fisya menghela napas.

"Bagaimana keadaanmu sekarang?"

"Lebih baik." Jawab Sebastian

Fisya mengangguk.

"Kalau begitu selamat datang kembali."

Untuk pertama kalinya setelah kematian ayahnya...

Sebastian benar-benar tersenyum.

"Terima kasih."

Dari kejauhan... Jason baru saja keluar dari ruangannya.

Dan pemandangan itu langsung membuat wajahnya berubah gelap, ia melihat Fisya tersenyum kepada Sebastian.

Melihat mereka berbicara dengan akrab dan yang paling membuatnya kesal...

Fisya terlihat jauh lebih senang saat menyambut Sebastian dibanding saat menyambut dirinya sendiri.

Tangan Jason langsung mengepal.

"Apa lagi yang akan dia buat sekarang..."gumamnya pelan.

Tatapannya tajam mengarah kepada Sebastian.

"Kenapa aku jadi seperti ini melihat mereka berdua? Apakah aku beneran sekarang sudah mencintai Fisya?"

"Tidak... tidak mungkin!" gumam Jason sambil menggeleng kuat, seolah berusaha mengusir pikirannya sendiri.

"Orang yang benar-benar aku cintai hanyalah Kasandra. Aku menikahi Fisya bukan karena cinta, melainkan demi harta dan kekayaannya. Itulah sebabnya malam itu aku menjebaknya. Akan tetapi..." Jason menghentikan ucapannya

Bibirnya terkatup rapat, seakan ada sesuatu yang sengaja ia sembunyikan

Sesaat kemudian, seringai licik kembali menghiasi wajahnya.

"Ah, sudahlah, untuk apa mengingat hal itu?" ujarnya pelan sambil tertawa kecil.

"Yang terpenting sekarang, Fisya adalah istriku, cepat atau lambat, seluruh harta kekayaannya juga akan jatuh ke tanganku." Ucapnya

Tatapannya berubah semakin dingin.

"Lagipula, dengan siapa pun Fisya menghabiskan malam itu tidak lagi penting yang jelas, sampai saat ini dia masih percaya bahwa akulah pria yang telah bersamanya malam itu. Selama dia terus mempercayai kebohongan itu, semua rencanaku akan berjalan dengan sempurna."

Senyuman licik Jason semakin melebar, sedikit pun tidak ada rasa bersalah di wajahnya

__Bersambung__

1
Anisa Nur Afifah
balikk lgii buatt bacaa😍
Anisa Nur Afifah
bagusss kakkk
Queen_Fisya08: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!