Yang Qing Xia di bunuh secara kejam oleh ibu tiri dan kakak tirinya. Belum puas melihat kematian adiknya, sang kakak melempar tubuh Qing Xia ke sebuah hutan yang terkenal sebagai sarang serigala.
Sebuah jiwa dari alam lain tiba-tiba terbawa dan masuk ke dalam tubuh Qing Xia. Jiwa itu menyadari keberadaannya di dalam hutan dan saat ini dia di kelilingi oleh kawanan serigala yang sedang kelaparan.
"Haruskah ku bunuh kalian semua?"
"Wanita yang benar-benar menarik!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Win, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 3. Menyingkirkan ibu tiri
Jenderal Yang tidak mengerti arti dari kata-kata Nyonya Su. Namun dia memang merasa bersalah terhadap putrinya. Karena sibuk bekerja, dia tidak pernah menemani Qing Xia sejak dia menikah lagi.
Nyonya Su mendekatkan wajahnya ke wajah Qing Xia, dia lalu berbisik, "Ingat kata-kata saya, jika Nona sedang dalam masalah, anda harus segera menghubungi saya. Saya pasti akan selalu siap untuk menolong Nona Yang."
Setelah berbisik di telinga Qing Xia, Nyonya Su langsung permisi pulang.
"Qing Xia, ayah akan mengantarmu kembali ke kamar. Hati-hati!" ucap Jenderal Yang sambil menuntun jalan Qing Xia.
"Lee, cepat panggilkan Tabib!" perintah Jenderal Yang kepada seorang pria yang berdiri di belakangnya. Pria itu langsung berjalan cepat untuk memanggil Tabib.
Sesampainya di kamar, Jenderal Yang mendudukkan tubuh putrinya di atas ranjang. Dia melihat darah yang menjadi pewarna merah di pakaian Qing Xia. Hatinya tiba-tiba saja merasa sakit karena gagal melindungi putri semata wayangnya.
"Apa yang terjadi kepada mu? Siapa yang membuat mu seperti ini?" tanya Jenderal Yang dengan mata berkaca-kaca.
"Ada apa dengan pria ini? Apa benar dia mengkhawatirkan putrinya? Lalu ke mana dia saat putrinya di siksa hingga mati?" batin Qing Xia.
"Ayah, aku...!"
"Qing Xia, kau baik-baik saja? Ibu mencari mu semalaman sampai tidak bisa tidur dan makan. Syukurlah kau baik-baik saja!"
Mo You Li tiba-tiba masuk ke kamar, dia langsung menyela ucapan Qing Xia. Dia merasa takut jika gadis muda itu akan mengadukan perbuatan mereka kepada Jenderal Yang.
"You Li, kenapa kamu masuk tanpa mengetuk pintu?" hardik Jenderal Yang dengan wajah kesal. Pria kolot ini selalu mengutamakan sopan santun. Dia selalu menegur semua perilaku yang bisa merusak nama baik keluarga.
"Maaf, aku sangat khawatir terhadap Qing Xia sehingga lupa mengetuk pintu." jawab You Li Beralasan.
"Wanita licik, kau pikir kau bisa menghentikan ku untuk mengungkap semua kejahatanmu?" benak Qing Xia.
Jenderal Yang kembali bertanya kepada putrinya, "Apa yang ingin kamu sampaikan tadi?"
"A... Ayah, aku takut!" ucap Qing Xia sambil menarik lengan baju Jenderal Yang.
"Jangan takut, ada ayah di sini. Tidak akan ada orang yang bisa melukaimu." Jenderal Yang berusaha menenangkan putrinya.
"Ta... Tapi... Ji... Jika Ayah pergi...!" Qing Xia menghindar dari You Li, dia ketakutan seolah sedang melihat monster di depannya. Membuat Jenderal Yang menyadari jika Qing Xia telah dianiaya oleh istrinya itu hingga ketakutan.
"Mo You Li, apakah kau yang melakukan penyiksaan terhadap Qing Xia?" tanya Jenderal Yang dengan wajah marah.
"Mana mungkin, sepertinya anda salah paham. Qing Xia, cepat katakan kepada ayah jika semua ini tidak benar!" You Li menatap Qing Xia, dalam hati dia berpikir, "Jika kau berani mengatakan yang sebenarnya, akan ku bunuh kau gadis tengik!"
Qing Xia tersenyum sinis, namun senyum itu langsung hilang begitu Jenderal Yang menatapnya.
"Katakan pada Ayah, siapa orang yang sudah membuat tubuhmu penuh luka?" Jenderal Yang menggigit rahangnya, menampakkan urat-urat biru di leher dan wajahnya.
"Orang itu...!" Qing Xia bersembunyi di balik tubuh kekar Jenderal Yang. Berpura-pura ketakutan dengan tangan yang sedikit gemetaran.
"Apa benar ibu tiri mu pelakunya?" tanya Jenderal Yang secara langsung menunjuk ke arah istri mudanya itu.
Qing Xia menempelkan wajah di punggung ayahnya, perlahan dia mengangguk sambil menarik pakaian di belakang punggung Jenderal Yang untuk menyembunyikan wajahnya. Seakan-akan dia sangat ketakutan mendengar kata ibu tiri.
"You Li, berani sekali kau menyiksa anak ku satu-satunya!" bentak Jenderal Yang dengan wajah murka.
"Tok Tok Tok!"
Suara ketukan pintu menyelamatkan wanita itu untuk sementara. Lee melaporkan jika Tabib sudah tiba. Jenderal Yang langsung menyuruh Tabib masuk ke dalam untuk memeriksa keadaan Qing Xia.
Jenderal Yang menarik Mo You Li untuk keluar dari kamar, dia membawa wanita itu ke halaman yang berada di belakang kediaman.
"Katakan, apa yang sudah kau lakukan terhadap Qing Xia selama aku tidak berada di rumah!"
Jenderal Yang terkihat sangat marah, dia tidak menyangka kesibukannya akan membuat putrinya dianiaya oleh wanita yang dia pilih untuk menggantikan sosok ibu bagi Qing Xia.
Mo You Li selalu bersikap baik di depan Jenderal Yang, dia menjadi sosok yang lemah lembut dan perhatian apabila sedang berada di depan suaminya. Kepura-puraan Mo You Li tidak diketahui oleh pria itu, dia baru menyadari sifat asli Mo You Li setelah di sindir oleh Nyonya Su tadi.
Mo You Li ketakutan, dia segera berlutut di depan Jenderal Yang.
"Ini hanya salah paham, saya hanya mengajari Qing Xia agar menjadi wanita baik. Saya menghukumnya karena dia selalu keluar hingga larut malam. Tolong pahami hati saya, sebagai seorang ibu, saya tentu sjaa harus bersikap tegas terhadap Qing Xia." jawab Mo You Li beralasan.
"Mengajari katamu? Apa yang kau ajari dengan menyiksa putri ku seperti itu? Mo You Li, aku benar-benar buta. Buta karena telah memilih dan menikah dengan mu! Mulai hari ini, kau tidak lagi menjadi Nyonya rumah di kediaman Yang."
Jenderal Yang sudah mengambil krputusan untuk menceraikan istrinya. Namun Mo You Li dengan cepat memohon.
"Tidak, jangan ceraikan aku. Ku mohon tolong beri aku kesempatan sekali lagi. Aku tidak akan pergi dari rumah ini, aku akan terus berlutut di depan pintu jika kau mengusir ku dari sini!" ancam wanita itu.
Mengetahui Jenderal Yang sangat menjaga nama baik, pria itu tentunya tidak akan membiarkan istrinya berlutut dan membuat keributan di depan kediaman.
Dugaan Mo You Li ternyata meleset, Jenderal Yang berbalik mengancam dirinya.
"Bereskan semua barang-barang mu dan kembali lah ke rumah orang tua mu sekarang juga. Jika kau tidak mau, aku akan membuatmu lenyap tanpa menyisakan tulang. Ingat itu!"
"Yang Fang Xi, kau benar-benar keterlaluan! Aku ini istri mu, istri yang sudah melayani mu selama 13 tahun! Kau pria yang tidak punya hati nurani!" jerit Mo You Li dengan suara nyaring namun tak dihiraukan oleh Jenderal Yang.
Jenderal Yang berbalik badan, dia berjalan pergi meninggalkan wanita yang telah dia nikahi selama puluhan tahun, tanpa menyisakan sedikitpun perasaan untuknya.
"Harusnya aku mengetahui hal ini lebih cepat, entah berapa banyak penyiksaan yang sudah di terima oleh Qing Xia putriku. Aku benar-benar gagal menjadi seorang Ayah." benak Jenderal Yang.
Sementara itu, Tabib sudah memberikan resep obat kepada Lee untuk mengobati luka Qing Xia agar tidak meninggalkan bekas.
"Jangan khawatir, bekas luka ini akan segera hilang. Resep ini saya dapatkan dari keluarga Huang, mereka sudah terkenal dalam bidang pengobatan." ucap Tabib menenangkan Qing Xia.
"Keluarga Huang? Sepertinya laki-laki di hutan juga menyebut keluarga Huang." benak Qing Xia.
^^^BERSAMBUNG...^^^